Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2026-2027
Berawal dari Seminari Teologi Elohim Ampelgading (STELA), yang didirikan oleh Pdt. David Sungin Han MST, pada tanggal 8 Agustus 1990 yang saat itu menjabat sebagai Ketua Lembaga Pelayanan Kristen Indonesia (LEPKI) di Malang, bersama dengan rekannya Pdt. Lee Jang Ho. Setahun kemudian STELA diubah menjadi Akademi Teologi Elohim Indonesia (ATESIA) . Untuk memenuhi kebutuhan tenaga hamba Tuhan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman, maka sejak tahun 1997 ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia (STTELA) dengan program strata satu (S1 Teologi Kependetaan) di bawah asuhan Yayasan Dian Kencana Indonesia (DIAKINDO). Kampus STTELA terletak di desa Tirtomarto, kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dewasa ini Gereja bertumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Bersamaan dengan itu, bangsa Indonesia juga menhadapi era Globalisasi, Industrialisasi, Informasi, Restrukturisasi dalam segala bidang, yang di pengaruhi oleh pluralism, bahkan di Negara-negara maju, Gereja mengalami paska modernisasi. Situasi ini juga telah mempengaruhi gaya hidup bangsa Indonesia yang sedang memasuki era Reformasi dalam segala bidang. Demikian juga halnya dengan pola hidup dan pola pikir masyarakat Indonesia, tak terkecuali umat Kristen dalam berteologi. Realita ini telah menimbulkan banyak masalah baru, seperti pergeseran teologis, pergeseran norma-norma moral dan etika, ekologi, kemiskinan, pendidikan, dalam bidang sosial dan ketegangan politik. Penduduk Indonesia yang sebagian besar tersebar di pedesaan , namun kurang mendapat perhatian dari para pemimpin, termasuk Gereja Tuhan, sehingga terjadi “gap” sosial antara desa dan kota. Kondisi ini mengingatkan kepada kita semua, Bahwa pelayanan Tuhan Yesus tidak hanya di kota-kota, tetapi sampai ke desa-desa. Untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, taat dan setia kepada Firman Tuhan, memelihara kekudusan, berpotensi, terampil, peka dan bersedia menjadi pemimpin yang menghamba dan melayani.
TUGAS DAN PANGGILAN STTELA
Tugas yang diemban oleh STTELA adalah melayani masyarakat pedesaan dengan pelayanan pastoral dan pengembangan masyarakat berlandaskan Firman Tuhan yang termuat dalam Luk 4:18-19, dan Mat 25:31-46, serta berpartisipasi secara aktif melaksanakan tugas panggilan Tuhan Yesus di dunia ini melalui pelayanan yang kontekstual dan holistic.
CIRI KHAS DAN KEISTIMEWAAN
1. Lokasi STTELA : Kampus terletak di daerah pedesaan, di lereng gunung Semeru yang sejuk, tenang dan ideal untuk belajar secara akademis, maupun praktik pelayanan serta dapat menikmati keindahan alam sebagai ciptaan Tuhan.
2. Sarana Prasarana : Kampus milik sendiri dengan fasilitas asrama putera dan puteri yang terpisah, tetapi berdekatan dalam satu lokasi perkuliahan, perpustakaan, tempat ibadah, lahan pertanian-peternakan dan sarana olahraga.
3. Komunitas : Mahasiswa dan mahasiswi serta para dosen memilki latar belakang suku dan denominasi gereja yang berbeda-beda memungkinkan interaksi social yang memperkaya wawasan dan toleransi dalam masyarakat. Di samping itu interaksi antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar juga saling mendukung dan bersinergi.
4. Keunikan Program : Program kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat desa dan daerah terpencil secara holistic, memperlengkapi pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dan dirancang khusus untuk Pelayanan Pastoral dan Pengembangan Masyarakat di Pedesaan dan daerah-daerah terpencil.