"Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga SIMFONI BATAM dapat hadir sebagai media informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Website ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyajikan informasi mengenai profil wilayah, pemerintahan, pelayanan publik, potensi wilayah, program dan inovasi, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Batu Ampar. Kehadiran website ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan informasi, kemudahan akses pelayanan, serta komunikasi yang lebih efektif antara Pemerintah Kelurahan dengan masyarakat.
Kami mengajak seluruh warga Kelurahan Batu Ampar untuk bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, mengembangkan potensi wilayah, mendukung pemberdayaan masyarakat, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik, transparan, dan responsif.
Semoga website ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu media untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Kelurahan Batu Ampar yang maju, tertib, produktif, dan berdaya.
Terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Kelurahan Batu Ampar."
Batu Ampar merupakan bagian dari kawasan Condet yang secara historis dikenal dengan sebutan Condet Batu Ampar. Saat ini, Batu Ampar merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Kramat Jati, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Mengenai asal-usul nama Batu Ampar, terdapat cerita rakyat atau legenda yang berkembang di masyarakat dan berkaitan dengan sejarah kawasan Condet. Ran Ramelan, dalam buku kecil berjudul Condet, menuliskan salah satu legenda yang dipercaya menjadi latar belakang penamaan beberapa wilayah di kawasan Condet.
Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu terdapat sepasang suami istri bernama Pangeran Geger dan Nyai Polong yang memiliki beberapa orang anak. Salah seorang anak mereka yang berjenis kelamin perempuan bernama Siti Maemunah, yang menurut cerita dikenal memiliki paras yang sangat cantik. Ketika Siti Maemunah beranjak dewasa, Pangeran Tenggara atau Pangeran Tonggara, yang berasal dari Makassar dan bermukim di sebelah timur Condet, bermaksud melamarkan Siti Maemunah untuk salah seorang putranya yang bernama Pangeran Astawana.
Sebagai salah satu persyaratan, Siti Maemunah meminta agar dibangun sebuah rumah beserta tempat peristirahatan di atas empang yang terletak di dekat Sungai Ciliwung. Bangunan tersebut harus diselesaikan dalam waktu satu malam. Permintaan tersebut kemudian disanggupi. Menurut legenda, pada keesokan harinya telah berdiri sebuah rumah dan sebuah bale tempat peristirahatan di atas empang yang berada di tepi Sungai Ciliwung.
Untuk menghubungkan rumah tersebut dengan kediaman keluarga Pangeran Tenggara, dibuat sebuah jalan yang diampari atau dilapisi dengan batu. Berdasarkan cerita tersebut, kawasan yang dilalui oleh jalan yang diampari batu tersebut kemudian dikenal dengan nama Batu Ampar.
Sementara itu, bale atau balai tempat peristirahatan yang seolah-olah mengambang di atas permukaan air empang kemudian menjadi asal-usul nama Balekambang. Dengan demikian, menurut legenda yang berkembang di masyarakat, nama Batu Ampar dan Balekambang memiliki keterkaitan dengan kisah pembangunan rumah, bale peristirahatan, serta jalan yang dilapisi batu di kawasan Condet pada masa lampau.
Kelurahan Batu Ampar merupakan salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Kelurahan Batu Ampar memiliki karakteristik wilayah perkotaan dengan kehidupan masyarakat yang beragam serta berbagai aktivitas sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, Kelurahan Batu Ampar berkomitmen memberikan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan responsif, serta mendukung pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, RT/RW, lembaga kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan, Kelurahan Batu Ampar terus berupaya mewujudkan wilayah yang tertib, aman, nyaman, bersih, dan berdaya, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Kelurahan Batu Ampar memiliki luas wilayah sekitar 255,025 ha dan terbagi menjadi 6 Rukun Warga (RW) dan 86 Rukun Tetangga (RT). Kantor Kelurahan Batu Ampar beralamat di Jl. Batu Ampar II RT.006/RW.003, Kecamatan Kramat Jati, Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta. Adapun batas wilayah Kelurahan Batu Ampar adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara Kelurahan Cililitan
Sebelah Timur Kelurahan Kramat Jati
Sebelah Selatan Kelurahan Kampung Tengah
Sebelah Barat Kelurahan Balekambang