PENGIRIMAN JALUR DARAT
Pengiriman Jalur Darat dan kami beker jasama dengan Transportir transportir Berizin Migas ternama di jawa Barat dan kami bekerjasama dengan ke agenan Pertamina yang memiliki Ijin INU (Ijin Niaga Umum)
PENGIRIMAN JALUR DARAT
Pengiriman Jalur Darat dan kami beker jasama dengan Transportir transportir Berizin Migas ternama di jawa Barat dan kami bekerjasama dengan ke agenan Pertamina yang memiliki Ijin INU (Ijin Niaga Umum)
Biosolar adalah perpaduan atau campuran solar dengan minyak nabati yang diperoleh melalui minyak kelapa sawit atau CPO (Crude Palm Oil). Proses pembuatan biosolar meliputi fase blending, micro-emulsion, dan teknik pirolisis.
Minyak bumi sebagai hasil tambang paling berpengaruh di dunia, tidak dapat kita pungkiri bahwa sumber daya tersebut telah banyak kita keruk dari lautan dan perut bumi. Proses alaminya yang memerlukan waktu ribuan tahun lamanya, menyebabkan minyak bumi masuk ke dalam kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, untuk menghemat sumber daya alam yang tersisa, maka terciptalah biosolar. Para ilmuwan dan produsen minyak serta bahan bakar menginisiasi biosolar sebagai aksi mereka untuk melindungi lingkungan. Beberapa dari mereka percaya bahwa bahan bakar ini akan dapat menggantikan peran minyak bumi di kemudian hari.
Dari penjabaran pengertian biosolar di atas, kita dapat memahami bahwa biosolar terbuat dari tumbuhan atau bahan nabati. Lebih spesifik, bahan nabati terkait adalah berupa buah atau biji tanaman. Berikut merupakan daftar buah atau biji tanaman yang dapat diolah sebagai biosolar, antara lain:
Biji kapuk atau biji pohon randu Kacang tanah
Nyamplung
Buah kemiri
Biji jarak pagar.
Tanaman tersebut adalah contoh dari tanaman yang dapat dengan mudah kita tanam dan tumbuh di sekitar kita. Oleh sebab itu, dengan memperhatikan kemungkinan ketersediaanya, biosolar termasuk dalam kategori sebagai energi alternatif terbarukan untuk menggantikan penggunaan solar. Selain bahan nabati atau tumbuhan yang sudah ada di atas, minyak kelapa sawit juga saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat dalam penerapanya sebagai energi alternatif untuk bahan bakar pesawat atau Avtur.