POLA ASUH DALAM MENDIDIK ANAK
POLA ASUH DALAM MENDIDIK ANAK
Menjadi orang tua adalah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi orang dewasa yang telah melakukan pernikahan. Mengemban amanat yang dititipkan oleh Allah SWT yaitu memiliki seorang anak yang harus dididik dan dikembangkan dengan baik. Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian pada anak. Menurut Sigmund Freud dalam teori Psikoanalisa menyebutkan bahwa perkembangan kepribadian seorang anak dipengaruhi oleh apa yang ia terima pada masa golden age yaitu usia 0-6 tahun pertama kehidupan serta kemampuan untuk melewati setiap fase perkembangan, apabila seorang anak mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik maka akan mengakibatkan anak memiliki kepribadian yang baik pada saat dewasa.
Lingkungan pertama yang ditemui seorang anak adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan saudara. Dalam interaksinya seorang anak mengadaptasi dari apa yang dilihat dan dipelajari di dalam keluarga. Seorang anak yang dibesarkan oleh keluarga yang memiliki intensitas emosional yang tinggi maka akan mempengaruhi kecerdasan emosionalnya ketika ia dewasa.
Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda dalam mendidik seorang anak dan biasanya diturunkan oleh pola asuh yang diterima dari orang tua sebelumnya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain -lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya
Bentuk-bentuk pola asuh orang tua mempengaruhi pembentukan kepribadian anak setelah ia menjadi dewasa. Hal ini dikarenakan ciri-ciri dan unsur-unsur watak seorang individu dewasa sebenarnya jauh sebelumnya benih-benihnya sudah ditanam tumbuhkan kedalam jiwa seorang individu sejak awal, yaitu pada masa ia masih kanak-kanak
Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Ayah turut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan anak, pengalaman yang dialami bersama dengan ayah, akan mempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Peran serta perilaku pengasuhan ayah mempengaruhi perkembangan serta kesejahteraan anak dan masa transisi menuju remaja
Keterlibatan ayah dalam 3 komponen yaitu ; 1. Paternal engagement: pengasuhan yang melibatkan interaksi langsung antara ayah dan anaknya, misalnya lewat bermain, mengajari sesuatu, atau aktivitas santai lainnya. 2. Aksesibiltas atau ketersediaan berinteraksi dengan anak pada saat dibutuhkan saja. Hal ini lebih bersifat temporal. 3. Tanggung jawab dan peran dalam hal menyusun rencana pengasuhan bagi anak. Pada komponen ini ayah tidak terlibat dalam pengasuhan (interaksi) dengan anaknya
Menilik dari perspektif anak, keterlibatan ayah diasosiasikan dengan ketersediaan kesempatan bagi anak untuk melakukan sesuatu, kepedulian, dukungan dan rasa aman. Anak yang ayahnya terlibat dalam pengasuhan dirinya akan memiliki kemampuan sosial dan kognitif yang baik, serta kepercayaan diri yang tinggi Mereka yang mendapat pengasuhan dari ayah, akan menunjukkan prestasi akademik. Dukungan akademik yang diberikan oleh ayah, berkorelasi positif dengan motivasi akademik remaja . Mereka akan termotivasi untuk melakukan performansi akademik terbaik, dan mengutamakan nilai akademik dalam hidup. Secara jangka panjang, anak yang dibesarkan dengan keterlibatan ayah dalam pengasuhan akan memiliki prestasi akademik serta ekonomi yang baik, kesuksesan dalam karir, pencapaian pendidikan terbaik, dan kesejahteraan psikologis.
Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)
Sindrom Kematian Bayi Mendadak Istilah SIDS pertama kali digunakan pada tahun 1969. Pada tahun 1989, National Institute of Child Health and Human Development mendefinisikan SIDS sebagai kematian mendadak dan tidak terduga dari seorang bayi di bawah umur satu tahun yang relatif sehat, kematiannya tidak dapat dijelaskan bahkan setelah dilakukan pemeriksaan post-mortem secara lengkap, termasuk pemeriksaan toksikologi dan genetik, investigasi TKP menyeluruh hingga peninjauan rekam medik bayi dan ibu. SIDS juga dikenal dengan sebutan crib death atau kematian ranjang, karena kematiannya secara umum terjadi di tempat tidur bayi. Penyebabnya bisa dikarenakan Asfiksia atau mati lemas yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk bernapas, selain itu juga dikarena obstruksi atau sumbatan jalan napas yang terjadi jika napas normal menyempit secara otomatis saat tidur. Ketika ini terjadi, oksigen terhambat memasuki paru-paru dan ini dapat mengakibatkan tidak cukupnya oksigen untuk jantung dan otak, sehingga bisa berakibat fatal.
Upaya mengurangi terjadinya SIDS
U.S. Department of Health and Human Services menjelaskan bahwa Penyedia layanan kesehatan harus mendorong orang tua dan pengasuh lain untuk mengurangi resiko SIDS dan penyebab kematian bayi lainnya terkait dengan tidur dengan cara berikut:
Selalu posisikan tidur bayi dengan cara terlentang ketika tidur siang ataupun malam, karena posisi terlentang merupakan posisi paling aman untuk semua bayi termasuk bayi prematur. Posisikan bayi tengkurap hanya ketika bayi sedang terjaga dan dalam pengawasan orang tua, karena posisi tengkurap dibutuhkan untuk menguatkan otot leher dan otot bahu nya.
Gunakan permukaan yang tidak terlalu empuk Selalu tempatkan bayi dalam permukaan yang tidak terlalu empuk ketika tidur, sebaiknya gunakanlah tempat tidur khusus bayi. Jangan meletakkan bantal, boneka atau selimut secara berlebihan ti dalam tempat tidur bayi.
Orang tua tidak dianjurkan untuk tidur bersama bayi dalam tempat tidur yang sama, bawalah bayi bersama orang tua ketika hendak tidur dan pastikan bayi memiliki tempat tidur sendiri namun tetap dekat dengan bersama orang tua.
Perhatikan suhu ruangan Suhu juga harus diperhatikan untuk kenyamanan bayi. Berikan bayi pakaian yang cukup dan jangan dibedong secara berlebihan. Disarankan agar suhu ruangan tidak lebih dari 70 derajat fahrenheit.
Berikan ASI eksklusif Menyusui memiliki manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Pastikan menempatkan kembali bayi di tempat tidurnya atau boks bayi ketika ibu telah selesai menyusui.
Jauhkan bayi dari asap rokok Orangtua tidak diperkenankan merokok di dekat bayi. Keracunan asap nikotin sangat berbahaya bagi kondisi paru -paru dan jantung bayi.