Konseling pranikah (premarital counseling) merupakan upaya untuk membantu calon suami dan calon istri oleh seorang konselor profesional, sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya melalui cara-cara yang menghargai, toleransi dan dengan komunikasi yang penuh pengertian, sehingga tercapai motivasi keluarga, perkembangan, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Konseling pranikah akan membekali pasangan dengan kesadaran akan masalah potensial yang dapat terjadi setelah menikah, dan informasi serta sumberdaya untuk secara efektif mencegah atau mengatasi masalah[1]masalah tersebut hingga pada akhirnya dapat menurunkan tingkat ketidakbahagiaan dalam pernikahan dan perceraian. Pernikahan bahagia bukan ditentukan oleh tingkat kecocokan dengan pasangan, tetapi seberapa besar kemampuan dan kesediaan calon pasangan untuk mengatasi ketidakcocokan.
Persoalan yang berkaitan dengan konseling pranikah merupakan masalah-masalah yang timbul sebelum terjadinya pernikahan, baik dari masa berpacaran, meminang dan pertunangan. Namun permasalahan yang timbul sebelum terjadi pernikahan bisa diatasi dengan melakukan proses konseling, dengan tujuan supaya pernikahan yang diinginkan, yang diidamkan, bisa terlaksana sesuai harapan pasangan.