Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kütahya merupakan PPI Wilayah ke 14 bagian dari PPI Turki. Pada tahun 2018 merupakan awal tahun pertama kedatangan mahasiswa Indonesia di Kütahya. Tsaqib Fikri Fadli (Ketua MPA PPI Kutahya 2021-2022) saat itu merupakan salah satu mahasiswa bersama beberapa teman lainnya yang belajar di Kutahya. Tahun 2019, total mahasiswa Indonesia di Kütahya hanya berjumlah 19 orang, kemudian dilanjut tahun 2020 total mahasiswa mencapai 40 orang.
Sebelum terbentuknya PPI Kutahya, database mahasiswa Indonesia di Kütahya kala itu tergabung dalam wilayah kerja secara geografis ke PPI Wilayah Bursa sehinga mahasiswa Indonesia di Kutahya masuk ke ranah kerja PPI Wilayah Bursa. Awal 2020 PPI Bursa sudah menawarkan untuk membentuk PPI Kütahya, namun mahasiswa Indonesia yang berada di Kütahya masih menganggap belum perlu. Tak disangka 2021 merupakan tahun yang paling mengesankan karena membludaknya mahasiswa Indonesia yang datang ke Kütahya hingga total jumlah mahasiswa Indonesia di Kütahya ada 170 orang. Tsaqib pun menjelaskan perjalanan singkat pembentukan PPI Kütahya. 170 orang mahasiswa Indonesia di Kütahya saat itu menjadi tolak ukur keinginan mahasiswa Indonesia di Kütahya untuk membentuk PPI Wilayah Kütahya, hal itu dinilai karena banyaknya potensi sumber daya manusia (SDM) yang kiranya perlu disalurkan secara struktural melalui organisasi. Namun, hal tersebut tidak semua mahasiswa Indonesia di Kütahya menyetujuinya, sehingga ada argument-argumen pro dan kontra dalam proses pembentukan PPI Wilayah Kütahya.
Beberapa alasan tim pro dalam proses pembentukan PPI Kütahya, antara lain:
1. Jumlah mahasiswa Indonesia di Kütahya sudah menyukupi syarat terbentuknya PPI Wilayah.
2. Banyaknya SDM yang sangat potensial sehingga sangat disayangkan apabila tidak disalurkan dan dikembangkan.
3. Membangun rasa kekeluargaan mahasiswa Indonesia di Kütahya menghindari gap social antara mahasiswa Indonesia di Kütahya.
4. Dapat menjadi wadah berproses secara akademik maupun non akademik sebagai mahasiswa.
Dalam hal ini tim kontra juga mempunyai alasan yang kuat untuk tidak menyetujui pembentukan PPI Kütahya, antara lain:
1. SDM dinilai belum memenuhi kriteria terbentuknya PPI Wilayah
2. Mengkhawatirkan PPI Kütahya tidak dapat maksimal dalam kinerjanya.
Atas alasan tersebut, mahasiswa Indonesia bermusyawarah akan membentuk PPI Wilayah Kütahya. Terbentuklah 10 orang promotor saat itu yang terdiri dari:
1. Tsaqib Fikri Fadli
2. Raihan Fahreza Widodo
3. Naufal Ikhlas Alghifari
4. Muhammad Izzulhaq
5. Gusti Catleya H.A.
6. Nazla Huraiyyah Firzannah
7. Ghifary El Hadid
8. Darrel Hilda
9. Evi R. Amalia
10. Thoriq Wiranda
Acara Welcoming Party merupakan acara pertama kalinya diadakan mahasiswa Indonesia untuk menyambut mahasiswa yang datang ke Kütahya pada tanggal 11 Desember 2021. Adanya Welcoming party menjadi ajang perkenalan secara kekeluargaan sekaligus sosialisasi tentang rencana pembentukan PPI Wilayah Kütahya dan juga mengumpulkan tanda tangan 50% + 1 dari seluruh anggota mahasiswa Indonesia di Kutahya saat itu sebagai salah satu syarat pembentuka PPI Wilayah yang kemudian diajukan ke Majelis Perwakilan Anggota (MPA) PPI Turki.
Tim Ad-Hoc yang terdiri dari 10 orang promotor tersebut pun akhirnya memutuskan bahwa Musyawarah Tahunan (MUSTA) PPI Kütahya jatuh pada tanggal 18-19 Desember 2021, bertempat di Auditorium Ilahiyat Dumplupinar University. ADART dimodifikasi dari AD-ART bursa yang kemudian disesuaikan dengan situasi kondisi dan kebutuhan mahasiswa Indonesia di Kütahya saat itu.