“Kami para guru rindu aktifitas belajar mengajar, rindu dengan anak anak, sekolah libur, yang biasanya ramai riuh mereka, belajar bersama mengerjakan tugas bersama suka duka bersama,”
Bagi guru, istilah work from home (WFH) adalah momen menyedihkan. Bagaimana tidak, kami yang terbiasa mendidik dan mengajar 9 jam perhari, bertatap muka dengan anak anak, menyapa ramah, bermain bersama, belajar, bergerak, berkomunikasi, dan berinteraksi setiap detik dan setiap menitnya. Tiba-tiba harus bekerja dari rumah.
Kondisi ini betul-betul menguji profesionalisme guru. Di belahan manapun dan dalam kondisi apapun guru harus tetap sigap melaksanakan tugas.