Oleh: Wimar W Jackson
Seluruh umat Muslim di dunia saat ini sedang menunaikan ibadah puasa bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Tentu dengan negara-negara di Timur Tengah, yang notabenya mayoritas muslim.
Berapa lamanya waktu berpuasa di Mesir? Berbeda dengan di Indonesia, lama waktu puasa selama 14 jam, di Mesir tergantung kondisi musim di sana. Karena, Mesir termasuk negara dengan empat musim.
Namun, untuk Ramadhan 2022 di Mesir saat ini bertepatan dengan musim semi, yakni peralihan dari musim dingin ke musim panas. Karena itu, untuk tahun ini waktu berpuasa di Mesir sekitar 14 jam.
Puasa dimulai dari terbit fajar/subuh pukul 04.00 WLK(Waktu Lokal Kairo) dan buka puasa di waktu maghrib pukul 18.30 WLK(Waktu Lokal Kairo)
Karena mayoritas atau hampir seluruh penduduk Mesir beragama islam, tentu saja suasananya juga tak beda dengan Indonesia, malah lebih meriah. Disetiap ujung jalan atau di persimpangan jalan terdapat hiasan lampion, disetiap pinggir jalan terdapat lampu-lampu yang mewarnai sepanjang jalan dan juga rumah-rumah disini dihiasi oleh ornamen-ornamen dan juga lampu-lampu, sehingga suasanya meriah.
Karena itu, suasana Ramadhan di Mesir seperti di Indonesia atau bahkan lebih meriah. Setiap waktu berbuka orang-orang mesir yang memiliki rezeki lebih, mereka menyiapkan santapan atau makanan untuk para muslim yang ingin berbuka puasa, disebut maidah/maidaturrahman atau di Indonesia dikenal dengan takjil. Di setiap mat'am/restoran/warung makan sudah disediakan kursi dan meja yang tertata rapi. Bagi yang ingin berbuka dipersilahkan untuk duduk kemudian menunggu waktu berbuka, lalu berbuka bersama-sama dan itu gratis. Ada pula yang mereka menyiapkan di rumah, lalu dibagikan ke rumah-rumah lainnya.
Dengan demikian, umat Muslim di Mesir terutama para wafidin atau pelajar/mahasiswa dari luar mesir(Umumnya dari Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Turki, Uzbekistan, Negara Afrika, dan lainnya) dapat menikmati ibadah puasa dengan nyaman karena orang-orang Mesir menyambut bulan Ramadhan ini dengan meriah dan penuh dengan kebaikan.
Cairo, 7 April 2022
Ditulis oleh salah satu santri Ittihadul Asna yang melanjutkan pendidikannya di Mesir.