250.000-500.000
WHO melaporkan bahwa 250.000 hingga 500.000 orang di seluruh dunia mengalami gangguan tulang belakang setiap tahun. Kifosis paling sering ditemukan pada anak usia 7 hingga 11 tahun (10,5%), melebihi hiper-lordosis dan skoliosis.
Penting bagi perkembangan anak sebagai sumber daya manusia untuk memiliki postur ideal selama masa pertumbuhan. Penggunaan tas ransel yang salah, perilaku gerak, aktivitas fisik, olahraga, dan faktor genetik dapat menyebabkan gangguan postur.
Kifosis menunjukkan kelengkungan tulang belakang 50 derajat atau lebih, membuat punggung atas terlihat bulat dan bisa bertahan hingga dewasa jika tidak ditangani.
Ada beberapa metode untuk memperbaiki posisi tulang anak yang terkena kifosis, termasuk penggunaan body corrector. Namun, body corrector saat ini memiliki kelemahan, yaitu tidak bisa memantau perubahan sudut tulang belakang. Akibatnya, pasien yang beraktivitas dengan posisi tidak ergonomis tidak mendapatkan peringatan, sehingga kifosis dapat semakin parah.
Mampu mengenali arah perburukan kifosis secara holistic
Mampu mengenali faktor komplikasi Kifosis memberat
Monitoring kondisi Pengguna
Mampu memberikan intervensi terapi
Mampu menjadi jembatan keterlibatan keluarga atau caregiver