Tema Program : Geger Tanah Jawa
Judul Program : Kutukan Jonggrang Dendam & Cinta
Format Program : Live Streaming
Tanggal & Lokasi : 5 Mei 2026, Studio Program Siaran Produksi Televisi
Sinopsis : Drama tradisional ini mengisahkan Roro Jonggrang, seorang putri cantik dari Kerajaan Prambanan yang terpaksa menghadapi lamaran Bandung Bondowoso, pria kuat yang telah menaklukkan kerajaannya dan membunuh ayahnya. Demi menolak lamaran tersebut secara halus, Roro Jonggrang memberikan syarat mustahil: membangun seribu candi dalam waktu satu malam. Menggunakan kekuatan magis dan bantuan pasukan jin, Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Namun, kecerdikan Roro Jonggrang yang memalsukan datangnya fajar membuat usaha tersebut gagal di candi ke-999. Pengkhianatan yang terungkap ini memicu kemarahan besar Bandung Bondowoso, yang akhirnya mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi terakhir.
peran saya menjadi mc sekaligus narator sangat sentral karena bertindak sebagai pembuka acara yang menyapa penonton, memandu sesi sambutan, serta mengenalkan seluruh kru produksi di balik layar. Sepanjang pertunjukan, Saya bertugas sebagai narator yang menuntun alur cerita dari segmen ke segmen—mulai dari membacakan latar belakang konflik kerajaan, kisah rayuan maut Bandung Bondowoso, kepanikan para jin, hingga klimaks kutukan menjadi batu. Tidak hanya itu, Says juga menghidupkan suasana studio dengan memandu jargon "Geger Tanah Jawa" serta mengajak penonton berinteraksi lewat sesi akting improvisasi Roro Jonggrang versi happy ending. Di akhir acara, Saya bertindak sebagai penutup yang menyampaikan ringkasan pesan moral cerita dengan gaya humoris sebelum akhirnya pamit undur diri kepada para pemirsa.
Tema Program : Geger Tanah Jawa
Judul Program : Roro Mendut Cinta Dan Kekuasaan
Format Program : Live Streaming
Tanggal & Lokasi : 19 Mei 2026, Studio Program Siaran Produksi Televisi
Sinopsis : Drama tradisional ini mengisahkan Roro Mendut, seorang gadis desa yang ditangkap untuk dijadikan selir oleh Tumenggung Wiraguno yang kaya dan berkuasa. Meskipun diiming-imingi harta melimpah, Roro Mendut tegas menolak karena setia kepada kekasihnya, Pranacitra. Penolakan tersebut memicu konflik tragis yang membuktikan bahwa cinta dan kesetiaan sejati tidak dapat dibeli oleh kekuasaan.
Dalam produksi drama tersebut, peran saya sebagai Pengarah Acara sekaligus Sutradara sangat krusial dalam memimpin jalannya produksi di balik layar, di mana saya bertanggung jawab mengarahkan visual dan pergerakan kamera, mengatur ritme serta transisi antar-adegan termasuk jeda iklan, memberi aba-aba langsung kepada narator dan pemeran, serta mengoordinasikan seluruh kru teknis lapangan maupun tim Master Control Room (MCR) agar keseluruhan pementasan dan siaran langsung berjalan mulus serta terintegrasi dengan baik dari awal hingga akhir.