SEJARAH PONDOK PESANTREN MANSYAUL ULUM MAJALENGKA
Berawal dari dawuh Sang Guru Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ulum Petir – Bregbeg – Ciamis – Jawa Barat (K.H. Muhammad Habibullah) kepada Syaikhuna kurang lebih seperti ini dalam bahasa sunda“Ieu barudak bawa we kaditu di Cikijing ngajina” artinya ini anak-anak santri bawa saja ke sana di Cikjing mengajinya”. Sehingga walau beliau masih aktif ngaji di Pesantren, setiap bulan Ramadhan beliau pulang untuk melaksanakan dawuh Sang Guru mengadakan kajian kilat (dalam istilah santri sunda Pasaran) dengan fokus kitab kajiannya ilmu Ushul Fiqh. Pada awal mulanya, kajian kilat itu diadakan ditempat ayahanda beliau yaitu Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang tidak jauh dari Pondok Pesantren Mansyaul Ulum karena masih satu desa namun beda blok. Santri yang ikut kajiannya tidak lain adalah santri-santri yang masih satu Pesantren dengan Beliau ketika di Ponpes Daarul Ulum Petir – Ciamis dan bahkan usianya jauh di atas beliau.
Pada tahun 2007, beliau mendapatkan pesan dari salah satu gurunya dari Jawa Timur bahwa “Jika ingin berkembang tempat pengajiannya sebaiknya mandiri” karena pada saat itu pengajian masih bersama ayahanda beliau di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Setelah musyawarah bersama keluarga dan para tokoh setempat, maka dihasilkan keputusan untuk membangun sebuah tempat pengajian yang tidak jauh dari tempat ayahanda beliau masih di desa Rawa tapi namun blok dikarenakan ada tokoh yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan tempat pengajian atau Pondok Pesantren.
Dari sejak tahun 2010 sudah banyak masyarakat yang meminta untuk mendirikan sekolah di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Pada saat itu sudah lebih dari 100 santri pribumi yang ikut mengaji di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum ditambah 10 - 20 santri muqim dari luar desa Rawa dan bahkan dari luar Majalengka. Namun belum ada kesepakatan dan kesefahaman baik dari pengasuh, keluarga beserta tokoh setempat untuk mendirikan pendidikan formal.
Dalam rangka mengikuti perkembangan zaman dan memfasilitasi anak-anak yang mau mengaji tapi ingin sambil sekolah, sehingga pada tahun 2015 beliau Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Ulum beserta keluarga dan tokoh setempat bermusyawarah dan menghasilkan keputusan dan kesefahaman untuk mendirikan pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Mansyaul Ulum dengan tujuan untuk memfasilitasi santri yang ingin sambil sekolah. Sehingga setiap siswa wajib santri walau tidak setiap santri harus jadi siswa. Awal mulanya akan mendirikan Madrasah Tsanawiyah, namun dalam mengurus proses perizinan mengalami beberapa kendala. Disamping itu, ada peluang juga untuk mendirikan SMP dari jalur dinas dan setelah ditempuh ternyata lebih mudah mengurus perizinan untuk mendirikan SMP. Satu tahun berikutnya sudah terbit Izin Operasional SMP Islam Mansyaul Ulum dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yaitu pada tahun 2016.
Tiga tahun SMP Islam Mansyaul Ulum beroperasi bertepatan pada tahun 2018 angkatan pertama dinyatakan lulus 100%. Mereka yang sudah mengaji di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum dan belajar di SMP Islam Mansyaul Ulum selama tiga tahun mengadu pada pihak lembaga baik Pesantren maupun Sekolah bahwasannya mereka ingin melanjutkan pendidikan formalnya pada jenjang yang lebih tinggi namun disamping itu juga ingin tetap mengaji di lingkungan Pondok Pesantren. Oleh karena itu, beliau Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Ulum musyawaroh bersama keluarga dan tokoh setempat membahas aduan atau keluhan orang tua beserta santri yang sudah lulus dari SMP Islam Mansyaul Ulum terkait kelanjutan pendidikan formal mereka yang tetap ingin mengaji di lingkungan Pesantren. Disamping itu, beliau juga tidak lupa meminta petunjuk pada Allah SWT dengan shalat istikharah sehingga didirikanlah Madrasah Aliyah Mansyaul Ulum pada tahun 2018 dengan tetap berpegang teguh pada prinsip untuk memfasilitasi santri yang ingin sambil sekolah. Satu tahun beroperasi, pada tahun 2019 terbitalah Izin Operasional dari Kementerian Agama Kabupaten Majalengka utnuk Madrasah Aliyah Mansyaul Ulum. Di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum santri yang ingin belajar di Pendidikan Formal tersedia tingkat SLTP yaitu di SMP Islam Mansyaul Ulum dan untuk jenjang SLTA nya di MA Mansyaul Ulum.