SEJARAH SINGKAT
SEJARAH SINGKAT
Yayasan Pendidikan Islam Batumarta sebagai yayasan yang bergerak dengan misi dakwah Islam setelah memperhatikan aktifitas unit-unit pendidikannya merasakan bahwa di dalamnya masih relative kering dari pandalaman materi pendidikan agama Islam, terlebih jika dikaitkan dengan upaya mencetak kader-kader da’i yang siap diterjunkan ke daerah masing-masing. Kegelisahan tersebut segera memperoleh jalan penyelesaian melalui gagasan seorang da’i yang bernama Mansur Suryadi. Setelah mengikuti pelatihan DDII di Jakarta, Mansur Suryadi berkeinginan kuat untuk mendirikan Pondok Pesantren seiring dengan munculnya isu yang berkembang tentang merebaknya kemusyrikan di wilayah transmigran Batumarta. Pada mulanya gagasan pendirian pondok pesantren dikonsultasikan terlebih dahulu kepada keluarganya menyangkut kesiapannya untuk mengorbankan harta dan waktunya untuk pengembangan pondok pesantren. Gagasan itupun mendapat tanggapan positif dari anggota keluarganya. Pada tahap selanjutnya gagasan untuk mendirikan pesantren disosialisasikan kepada tokoh agama dan masyarakat di wilayah Batumarta dan mendapat tanggapan yang positif juga dari mereka. Akhirnya gagasan itu mengerucut melalui rapat pendirian yang dihadiri oleh 5 (lima) orang pada tanggal 23 Ramadhan 1411 H atau pada bulan Juni 1984 M dengan anggota tim perumus antara lain Mansur Suryadi, Suwardi, Sugijatmo, Zuhdi Safari dan Sodirin Syamsudin. Tanggapan atas gagasan pendirian pondok pesantren di kalangan pengurus yayasan beragam antara yang mendukung dan yang mempertanyakan eksistensinya dengan merujuk kepada prioritas kontinuitas lembaga-lembaga pendidikan yang ada. Setelah melalui argument-argumen yang rasional, maka semua pengurus termasuk yang sebelumnya keberatan yaitu Suwardi, sepakat untuk mendirikan lembaga pendidikan yang berbentuk pondok pesantren. Sebagai nama bagi pondok pesantren tersebut pendiri sepakat mengambil nama seorang yang diabadikan oleh Al Qur’an sebagai pendidik yang ulung dan mempunyai perhatian yang besar bagi masa depan murid-muridnya. Dengan harapan agar pondok pesantren tersebut mampu berlaku sebagaimana pendidikan tersebut., maka pondok pesantren yang berdiri saat itu diberi nama Luqmanul Hakim.
Mudir Pondok Pesantren Luqmanul Hakim
M. Ibnul Muhajirin, S.Pd.I