Where everything quietly began.
Foto ini bukanlah hasil dari sebuah metodologi yang telah selesai.
Justru sebaliknya.
Inilah saat ketika saya masih berusaha memahami bagaimana ratusan Elemen Penilaian saling berhubungan.
Saya menempel setiap standar di dinding, lalu menghubungkannya menggunakan benang wol merah hingga perlahan mulai terlihat pola yang sebelumnya tidak saya sadari.
Tanpa saya ketahui saat itu, proses sederhana tersebut menjadi cikal bakal lahirnya The Map, yang kemudian berkembang menjadi STARKES Playbook Ecosystem™.
When the way is shown
Foto ini diambil saat penulis mengikuti bimbingan akreditasi bersama dr. Djoti Atmodjo, Sp.A., MARS.
Pada saat itulah penulis (dalam foto sedang berdiri) memperoleh satu pemahaman yang kemudian mengubah seluruh cara pandang terhadap akreditasi rumah sakit.
Akreditasi bukanlah tentang menghafal standar atau mengejar kelulusan.
Akreditasi adalah proses membangun sistem.
Kalimat sederhana tersebut menjadi titik balik yang mengubah cara penulis belajar, memimpin, dan membangun rumah sakit.
Tidak lama setelah momen inilah lahir suatu bentuk awal dari The Map—sebuah upaya memetakan keterkaitan antarstandar dan elemen penilaian agar dapat dipahami sebagai satu sistem yang utuh, bukan sebagai kumpulan bab yang berdiri sendiri.
Bertahun-tahun kemudian, cara berpikir tersebut terus berkembang hingga menjadi fondasi lahirnya STARKES Playbook Ecosystem™.
Learning before being evaluated.
Pada tahun 2018, sebelum menghadapi survei akreditasi SNARS, rumah sakit menyelenggarakan survei simulasi bersama KARS sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi.
Kegiatan ini bukan dimaknai sebagai latihan untuk "menghafal jawaban", melainkan sebagai kesempatan untuk menguji apakah sistem yang telah dibangun benar-benar berjalan di lapangan.
Temuan-temuan dari survei simulasi menjadi bahan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan sebelum memasuki survei akreditasi yang sesungguhnya.
Bagi saya, salah satu pelajaran terpenting dari fase ini adalah bahwa simulasi yang baik bukan bertujuan mencari kesempurnaan, tetapi menemukan kelemahan ketika masih ada kesempatan untuk memperbaikinya.
Knowledge grows when it is shared.
Setelah meraih Akreditasi Paripurna SNARS pada akhir tahun 2018, rumah sakit mulai menerima kunjungan studi banding dari berbagai rumah sakit yang sedang mempersiapkan akreditasi.
Bagi saya, kunjungan-kunjungan tersebut bukanlah bentuk pengakuan bahwa kami telah menjadi yang terbaik.
Sebaliknya, itu adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman, menjelaskan proses yang pernah kami lalui, sekaligus belajar dari pengalaman rumah sakit lain.
Pada akhirnya, akreditasi bukanlah kompetisi antarrumah sakit.
Ia adalah ruang untuk saling belajar agar semakin banyak rumah sakit mampu membangun sistem pelayanan yang aman, bermutu, dan berpusat pada pasien.
Video ini mendokumentasikan sebagian kecil perjalanan RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah dalam mempersiapkan dan menjalani survei akreditasi STARKES tahun 2022.
Bagi sebagian orang, mungkin yang terlihat hanyalah workshop, simulasi, atau kegiatan menjelang survei.
Namun bagi kami, setiap kegiatan tersebut memiliki alasan yang sangat jelas.
Kami menyusun regulasi dengan sungguh-sungguh, karena kami meyakini bahwa regulasi merupakan fondasi sebuah sistem. Tanpa regulasi yang baik, pelayanan hanya bergantung pada kebiasaan masing-masing individu dan akan sulit dipertahankan secara konsisten.
Kami melaksanakan pelatihan secara berulang, bukan semata-mata untuk menghadapi akreditasi, tetapi agar setiap tenaga kesehatan memahami mengapa suatu prosedur harus dilakukan dan mampu menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari.
Kami menyelenggarakan workshop sebagai ruang untuk menyamakan cara berpikir, berdiskusi, serta menyelesaikan berbagai tantangan implementasi yang muncul selama membangun sistem.
Kami melaksanakan berbagai simulasi, mulai dari Kode Biru, Kode Merah, evakuasi bencana, hingga berbagai skenario pelayanan lainnya. Simulasi tersebut bukan sekadar latihan menghadapi surveior, melainkan untuk memastikan bahwa setiap orang mengetahui perannya ketika situasi nyata benar-benar terjadi.
Salah satu kegiatan yang paling serius kami lakukan adalah Skills Station.
Dalam kegiatan ini, seluruh karyawan rumah sakit tanpa terkecuali mengikuti pengujian kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya. Pemahaman terhadap 16 bab standar akreditasi, serta keterampilan dasar seperti penggunaan APAR dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) diuji secara langsung.
Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang salah atau siapa yang paling baik.
Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap orang benar-benar siap menjalankan tanggung jawabnya ketika memberikan pelayanan kepada pasien.
Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan komitmen yang tidak sedikit.
Karena itulah, video ini tidak dimaksudkan sebagai gambaran sebuah rumah sakit yang sempurna ataupun sebagai standar yang harus ditiru.
Video ini hanyalah sebuah artefak.
Sebuah pengingat bahwa sistem tidak lahir ketika surveior datang. Sistem dibangun jauh sebelumnya—melalui regulasi yang baik, pembelajaran yang berkelanjutan, latihan yang dilakukan berulang kali, serta komitmen seluruh organisasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Quality grows through continuous learning.
Membangun sistem tidak berhenti pada penyusunan regulasi.
Sistem hanya akan hidup apabila dipahami oleh orang-orang yang menjalankannya.
Karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses membangun budaya mutu dan keselamatan pasien. Workshop internal PMKP diselenggarakan secara berkala sebagai ruang untuk menyamakan pemahaman, mendiskusikan tantangan di lapangan, serta memperkuat kemampuan seluruh insan rumah sakit dalam menerapkan prinsip-prinsip peningkatan mutu.
Dalam perjalanan tersebut, saya sering mendapat kesempatan untuk menjadi fasilitator. Namun yang terpenting bukanlah siapa yang berdiri di depan kelas, melainkan bagaimana setiap sesi pembelajaran mampu mendorong perubahan cara berpikir dan praktik pelayanan sehari-hari.
Foto ini diambil beberapa saat sebelum pelaksanaan survei akreditasi pertama RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah menggunakan standar SNARS pada tahun 2018.
Pada kesempatan tersebut, penulis mendapat amanah sebagai Ketua Akreditasi Rumah Sakit. Banyak pendekatan yang pernah dipelajari dan diterapkan saat memimpin tim akreditasi di RS Nirmala Suri pada tahun 2016 kemudian diadaptasi untuk membangun sistem di RSU Fastabiq Sehat.
Foto ini menjadi pengingat bahwa setiap sistem besar selalu dimulai dari sebuah tim kecil yang memiliki keyakinan dan tujuan yang sama.
Video singkat ini direkam beberapa saat setelah para surveior KARS meninggalkan rumah sakit, menandai berakhirnya tiga hari pelaksanaan survei akreditasi perdana RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah.
Tidak ada arahan untuk berpose. Tidak ada naskah. Tidak ada yang dibuat-buat.
Yang terlihat hanyalah luapan rasa lega, syukur, dan kebahagiaan dari sebuah tim yang selama berbulan-bulan bekerja bersama, belajar bersama, dan menghadapi proses yang tidak ringan.
Mungkin bagi orang lain, ini hanya sekumpulan orang yang melompat kegirangan.
Namun bagi kami, lompatan itu adalah simbol berakhirnya satu babak perjuangan yang panjang.
(1) Facebook