Lingkungan sekolah merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang harus dijaga kebersihan dan kelestariannya. Namun, masih banyak ditemukan permasalahan lingkungan seperti sampah plastik yang menumpuk, kurangnya pemanfaatan barang bekas, serta rendahnya kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya konservasi lingkungan.
Salah satu sampah yang sering dijumpai adalah galon air bekas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, galon bekas dapat didaur ulang menjadi pot tanaman yang berguna dan bernilai lingkungan. Selain itu, diperlukan media edukasi yang menarik untuk menyampaikan pesan konservasi agar mudah dipahami oleh warga sekolah. Oleh karena itu, kegiatan aksi konservasi ini dilakukan melalui pembuatan pot tanaman dari galon bekas serta video dokumenter sebagai media kampanye lingkungan.
Meskipun lingkungan sekolah sudah tergolong hijau, pemeliharaan dan pengelolaan tanaman masih perlu ditingkatkan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga dan merawat penghijauan belum sepenuhnya merata. Selain itu, sampah daur ulang yang ada di lingkungan sekolah belum dimanfaatkan secara optimal sebagai media tanam pendukung kegiatan penghijauan. Media kampanye penghijauan yang menarik dan efektif juga masih terbatas sehingga upaya menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan belum berjalan secara maksimal.
Kondisi penghijauan di lingkungan sekolah.
Kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya penghijauan lingkungan.
Pemanfaatan sampah daur ulang sebagai media tanam untuk penghijauan sekolah.
Penggunaan video dokumenter sebagai media kampanye penghijauan lingkungan sekolah.
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
Membangun zona hijau di lingkungan sekolah.
Membangun kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya penghijauan lingkungan.
Memanfaatkan sampah daur ulang sebagai media tanam untuk penghijauan sekolah.
Menggunakan video dokumenter sebagai media kampanye penghijauan lingkungan sekolah.
Rumusan masalah dalam kegiatan ini meliputi:
Bagaimana kondisi penghijauan di lingkungan sekolah?
Bagaimana kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya penghijauan lingkungan?
Bagaimana pemanfaatan sampah daur ulang sebagai media tanam untuk penghijauan sekolah?
Bagaimana penggunaan video dokumenter sebagai media kampanye penghijauan lingkungan sekolah?
Bagi Sekolah: Membantu mempertahankan dan mempercantik lingkungan sekolah yang sudah hijau serta memanfaatkan sampah daur ulang sebagai media tanam.
Bagi Siswa: Meningkatkan kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya penghijauan serta keterampilan dalam memanfaatkan sampah daur ulang.
Bagi Guru: Memudahkan guru dalam mengedukasi siswa mengenai konservasi lingkungan dan praktik penghijauan yang berkelanjutan.
Bagi Lingkungan Sekitar: Menjadi contoh sederhana penerapan penghijauan dan daur ulang yang bisa ditiru oleh masyarakat sekitar sekolah.
Bentuk produk dan kegiatan dalam program ini adalah:
Video dokumenter, berisi proses kegiatan konservasi, kondisi lingkungan sekolah, serta pesan ajakan menjaga lingkungan
Pot tanaman dari galon bekas, yang digunakan untuk menanam tanaman hias atau tanaman hijau di lingkungan sekolah
Kegiatan pembersihan dan penataan area sekolah menggunakan pot hasil daur ulang
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah:
Observasi, yaitu mengamati kondisi lingkungan sekolah sebelum dan sesudah kegiatan
Dokumentasi, berupa foto dan video selama proses kegiatan berlangsung
Studi literatur, dengan membaca sumber terkait konservasi lingkungan dan daur ulang sampah
Hari/Tanggal: Jumat, 13 Februari
Tempat: Lingkungan sekolah
Melalui kegiatan aksi konservasi ini, diharapkan warga sekolah dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Pemanfaatan galon bekas menjadi pot tanaman serta pembuatan video dokumenter sebagai media kampanye diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sejak dini.