Pernahkah kalian melihat kontainer di pelabuhan? Bagaimana sih cara mengangkat kontainer tersebut dari kapal agar mudah?
Sebenarnya hal tersebut menerapkan prinsip pesawat sederhana loh, yaitu katrol. Apasih katrol itu dan gunanya untuk apa? Mari kita bahas tentang katrol
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan, cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol dapat membantu kerjanya para pekerja bangunan agar lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya.
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Titik tumpu sebuah katrol tetap terletak pada sumbu katrolnya. Fungsinya untuk mengubah arah gaya yang diberikan pada benda. Contoh tiang bendera , sangkar burung, dan timba.
Pada katrol tetap hanya terdapat satu penggal tali yang menahan beban, sehingga besar gaya kuasa (FK) untuk menarik beban sama dengan gaya berat beban (FB) Atau FB=FK sehingga keuntungan mekanik untuk katrol tetap adalah KM=Fb/FK=1
Posisi katrol berubah dan tidak di pasang pada tempat tertentu, melainkan ditempatkan pada tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkut peti kemas di Pelabuhan
Keuntungan mekanik KM=Fb/Fk=2 Katrol bebas, atau katrol bergerak, adalah jenis katrol yang dapat bergerak bebas saat digunakan. Fungsinya adalah untuk melipatganda gaya, sehingga gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda lebih kecil.
Perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol pada penampung katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya yang ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.
Keuntungan mekaniknya adalah sejumlah tali yang diguankan untuk mengangkat beban. Mengangkat beban seberat FB diperlukan gaya sebesar FK. Gaya berat FB ditopang oleh 4 penggal tali penyangga, dan karena gaya berat ini sama dengan gaya yang bekerja pada masing-masing penggal tali, maka Fb=4Fk sehingga keuntungan meknik dari penggunaan katrol majemuk adalah KM=Fb/Fk=4