PROGRAM PESANTREN TAHFIDZ ALFAATIHAH
KELAS REGULER
Santri diwajibkan menyetorkan hafalan Al Qur’an nya minimal ½ halaman dalam satu hari selama 2 tahun. Adapun tahun ketiga setoran hafalannya diharuskan meningkat menjadi 1 halaman dalam satu hari. Sehingga diharapkan pada tahun ketiga santri tersebut mampu menyelesaikan setoran hafalan nya sebanyak 30 juz.
KELAS TAKHASSUS
Adalah program khusus untuk santri yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Pada program ini santri diharapkan mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur`an dalam rentang waktu 10 bulan sampai maksimal 18 bulan atau satu tahun 6 bulan. Untuk setorannya, setiap hari wajib menghafal minimal dua halaman.
KELAS MUTHQIN
Adalah program lanjutan dari program reguler dan program takhossus yang memfokuskan pada penguatan hafalan santri. Selain itu santri juga diajarkan “pendalaman” ilmu-ilmu diniyyah atau `Ulum Assyar`iyyah dan ilmu kemasyarakatan.
Selain santri dibekali dengan tahfidz 30 juz, untuk bekal kembalinya santri ke masyarakat pasca menjalani pendidikan di Pesantren Tahfidz Alfaatihah, santri di bekali dengan penguasaan ilmu-ilmu syariah serta disiplin ilmu yang lain seperti Ulumul Qur’an, Hadits, Tauhid, Akhlak, Siroh Nabawiyah, dan lain lain. Jenjang pendidikan madrasah diniyyah adalah 6 tahun terdiri dari tingkat I’dad 3 tahun dan `Ulya 3 tahun..
Untuk memenuhi kebutuhan santri dalam hal pendidikan formal, maka PTA menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan yang berada dibawah lingkup Kementrian Agama yaitu Program Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyyah dengan menyelenggarakan Ujian Nasional secara mandiri. Jenjang program PKPPS yang diselenggarakan terdiri dari 2 jenjang yaitu:
a. Tingkat Wustho (SMP)
b. Tingkat Ulya (SMA)
METODE YANG DIGUNAKAN
Metode 3T + 1M
TALQIN berarti seorang Ustadz membacakan al-Quran untuk kemudian diikuti oleh para santri dalam kelompok. Jika tidak memiliki Ustadz yang dapat membacakan, mendengarkan bacaan al-Quran dari rekaman juga dapat menjadi salah satu alternatif.
TASMI’ Santri membaca al-Quran untuk didengarkan oleh ustadz.
TIKRAR berarti mengulang-ulangi bacaaan hingga hafal.
Caranya:
1. Baca ayat pertama hingga 10-20 kali hingga hafal
2. Lalu baca ayat kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
3. Baca ayat pertama + kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
4. Lalu baca ayat ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
5. Kembali baca ayat pertama + kedua + ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
6. Dan seterusnya
MUROJA’AH adalah mengulang kembali bacaan yang sudah di hafal.
Muraja’ah sangat penting karena muraja’ah inilah yang akan melekatkan hafalan secara lebih kuat ke dalam benak kita.