RAMADHAN 1442 HIJRIYAH
SILAHKAN ISI LINK BUKU AMALIAH RAMADHAN PADA LAMAN TERAKHIR !
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. 2/183)
Niat
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Rukun puasa kedua adalah menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari. (Q.S. 2/188)
Islam
Baligh,
Sehat jasmani dan rohani,
Berakal sehat,
Menetap (bukan musafir; dengan ketentuan tertentu),
Tidak berhalangan (bagi wanita) seperti, haidh, nifas atau wiladah.
Makan dan minum
Muntah secara sengaja.
Keluar mani
Haid atau menstruasi.
Berhubungan badan
Nifas
Gila (junun)
Murtad
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan dua kegembiraan yang akan didapatkan umat muslim ketika berpuasa yakni, "Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya."
Dalam hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyampaikan tentang keistimewaan bulan Ramadhan yakni, "Barang siapa lupa bahwa ia sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum, hendaknya ia meneruskan puasanya, karena sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah."
Dalam hadits Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad bersabda menegnai hadist tentang keutamaan bulan Ramadhan yakni, "Allah berfirman, 'setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai'."
Dalam hadits riwayat Ahmad, dari Tamim Ad Dari RA mengenai pahala salat, Rasulullah bersabda, "Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan bagianya pahala sholat sepanjang malam".
Dalam hadits dari Anas Ibnu Malik RA tentang makan sahur, Rasulullah SAW bersabda, "Makan sahur lah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya".
A. Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa Dan Cara Menggantinya
Wajib Mengganti Puasa (Qadla’) Saja
a. Orang yang sakit,
b. Musafir (sedikitnya sejauh 81 km),
c. Wanita hamil atau menyusui,
d. Wanita yang haidh, nifas atau wiladah.
e. Tidak Wajib Qadla’ Namun Wajib Membayar Fidiyah
Fidiyah adalah memberi makan orang miskin setiap hari yang ia tidak puasa, berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram).
Orang yang diperbolehkan untuk membayar fidiyah antara lain:
Orang lanjut usia yang sudah tidak mampu berpuasa.
Orang yang sakit berkepanjangan dan tidak ada harapan sembuh,
Wanita hamil atau menyusui yang menghawatirkan janin atau bayinya.
Wajib Qadla’ dan Wajib Kifarat
Bagi orang-orang yang membatalkan puasa ramadhannya dengan bersetubuh (pada siang hari), kifarat antaranya:
Memerdekakan hamba sahaya yang mukmin, atau
Berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau
Memberi makan 60 orang miskin, berupa bahan pokok masing-masing 1 mud (576 gram)
Amalan Yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan
1. Memperbanyak tilawatul Qur’an
Sebagai ummat muslim yang telah mengetahui akan keistimewaan dari bulan suci Ramadhan, maka sudah seyogyanyalah ia untuk berupaya dengan sepayah-payahnya untuk dapat mengisi deposit akhirat dengan sebanyak-banyaknya mengingat pada bulan inilah seluruh amalan baik akan dilipatgandakan. Tidak terkecuali dengan memperbanyak amalan membaca kalamullah Al-Qur’anul karim, dan berusaha memahami dan berusaha untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari serta berusaha untuk mengajarkannya kepada orang lain.
2. Qiyaamul lail
Sabda Nabi SAW yang artinya: “Dari Abu Hurairah, dia berkata adalah Rosulullah saw. Menganjurkan supaya shalat di bulan Ramadhan tetapi tudak memerintahkannya dengan keras (azimah), maka beliau bersabda “Barang siapa yang berdiri shalat di malam ramadhan dengan iman dan perhitungan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (dirawikan oleh Jama’ah)
3. Memperbanyak Shodaqhah
Sabda Nabi SAW yang artinya: “Orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan mendapatkan pahala layaknya pahala oaring yang berpuasa tanpa terkurangi sedikitpun” (HR. Ahmad).
4. I’tikaf
Yakni ibadah dengan berdiam di dalam masjid, yang sunnah dikerjakan setiap waktu dan lebih diutamakan pada bulan Ramadhan, teristimewa pada 10 malam terakhir. Hadist Nabi yang artinya, Dari ‘Aisyah. Ia berkata “adalah Rosulullah saw, apabila telah masuk (tanggal) sepuluh, yakni sepuluh yang terakhir dari Ramadhan, maka ia bersedia sungguh-sungguh dan ia dihidupkan malamnya dan ia bangunkan ahli-rumahnya”. (Muttafaq ‘Alaih)