Setiap manusia yang hidup pasti dia akan membutuhkan sesuatu atas dirinya seperti makan, bernafas, pakaian, tempat , tinggal, dan lain-lain. Kebutuhan-kebutuhan manusia sebagian besar diperoleh tidak dengan cuma-cuma. Diperlukan sebuah usaha untuk mendapatkannya baik mencari, membeli, dan usaha-usaha yang lainnya.
Untuk membeli sebuah kebutuhan, kadang manusia harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Misal untuk membeli rumah mewah manusia harus mengeluarkan uang sebesar 1 milyar rupiah. Jika dalam matematika 1 milyar dapat dituliskan dengan 1.000.000.000. Agaknya untuk menuliskan jumlah tersebut terlalu panjang, dapat juga dituliskan dalam bentuk baku yaitu 1 × 10^9.
Nah, bilangan yang dituliskan sebagai 10^9 inilah yang disebut sebagai bilangan berpangkat. Dalam hal ini 10 disebut bilangan pokok, sedangkan 9 disebut bilangan pangkat. Karena pangkatnya bilangan bulat, maka disebut bilangan berpangkat bilangan bulat. Sehingga perpangkatan dapat juga dikatakan perkalian berulang dari suatu bilangan yang sama.
Bentuk umum dari perpangkatan adalah :
a^n = a × a × a × … × a, dengan n bilangan bulat sebanyak n
Contoh, perpangkatan 3 seperti di bawah ini:
3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3^5 dengan demikian 3^5 adalah perpangkatan 3.
3 disebut sebagai bilangan pokok (basis) sedangkan 5 sebagai pangkat (eksponen).
A. Pangkat Positif
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian bilangan-bilangan sebagai berikut.
2 × 2 × 2
3 × 3 × 3 × 3 × 3
6 × 6 × 6 × 6 × 6 × 6
Perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama seperti di atas, disebut sebagai perkalian berulang. Setiap perkalian berulang dapat dituliskan secara ringkas dengan menggunakan notasi bilangan berpangkat. Perkalian bilanganbilangan di atas dapat kita tuliskan dengan:
2 × 2 × 2 = 2^3 (dibaca 2 pangkat 3)
3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3^5 (dibaca 3 pangkat 5)
6 × 6 × 6 × 6 × 6 × 6 = 6^6 (dibaca 6 pangkat 6)
Bilangan 2^3, 3^5, 6^6 disebut bilangan berpangkat sebenarnya karena bilangan-bilangan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk perkalian berulang. Shingga dapat dikatatakan bilangan berpangkat dengan pangkat bilangan positif
B. Pangkat Negatif
C. Pangkat Nol
D. Pangkat Pecahan ( Bentuk Akar)
Catatan : Untuk pangkat negatif dan pangkat nol serta pangkat pecahan akan dibahas pada materi tersendiri