Gonore dan sifilis merupakan kedua penyakit menular seksual (PMS) yang tergolong berbahaya. Untuk itu, Anda perlu mengetahui perbedaan antara gonore dan sifilis.
Pria ataupun wanita berisiko mengalami penyakit menular seksual jika aktif secara seksual dengan tidak membudayakan praktik sehat, seperti bercinta dengan pekerja seks, berhubungan seksual tanpa perlindungan, atau pernah mengidap PMS sebelumnya.
Mengenai gonore (kencing nanah) dan sifilis (raja singa), penting bagi setiap orang untuk mengetahui perbedaannya. Karena penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius yang dapat merusak organ tubuh apabila tidak segera diobati.
Lantas aspek-aspek apa saja yang membedakan antar-kedua penyakit berbahaya tersebut? Berikut penjelasannya!
Sebelum masuk ke pembahasan utama, ketahuilah bahwa penyakit kencing nanah dan raja singa disebabkan oleh bakteri.
Mengingat ini adalah infeksi, mereka dapat dikaitkan satu sama lain. Misalnya, gonore dapat muncul secara bersamaan dengan raja singa.
Akan tetapi, infeksi gonore tidak dapat menjadi raja singa karena bakteri yang mengakibatkan penyakitnya berbeda.
Selain gejala, perbedaan antara penyakit gonore dan sifilis lainnya dapat ditinjau dari penyebab dan penularan. Berikut perinciannya.
Gonore dan sifilis adalah dua infeksi menular seksual (IMS) yang berbeda dengan gejala yang berbeda pula. Berikut adalah perbedaan gejala antara gonore dan sifilis:
a. Gejala pada Pria
Keluarnya cairan dari penis.
Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Pembengkakan atau nyeri pada testis.
b. Gejala pada Wanita
Keputihan yang berlebihan.
Nyeri saat buang air kecil.
Nyeri perut bagian bawah.
Nyeri saat berhubungan seks.
a. Fase Awal
Luka terbuka di tempat infeksi (biasanya genital, anus, atau mulut).
Luka biasanya tidak sakit dan bisa tidak terlihat dengan mudah.
Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area yang terinfeksi.
b. Fase Menengah
Ruam merah pada tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
Demam.
Kelelahan.
Kehilangan nafsu makan.
Sakit kepala.
Kehilangan berat badan.
c. Fase Lanjut
Kerusakan organ dalam (jantung, otak, pembuluh darah).
Gangguan saraf yang serius.
Kegagalan organ.
Perlu dicatat bahwa sifilis dapat berada dalam fase diam-diam di mana seseorang tidak memiliki gejala apapun, namun masih dapat menularkan infeksi kepada orang lain.
Gonore dan sifilis adalah dua infeksi menular seksual (IMS) yang dapat ditularkan melalui kontak seksual, tetapi mereka memiliki perbedaan dalam cara mereka ditularkan:
Kontak Seksual: Gonore umumnya ditularkan melalui kontak seksual yang melibatkan penetrasi vagina, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi gonore. Bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat menyebar melalui cairan tubuh seperti cairan vagina, sperma, dan cairan preseminal.
Penularan dari Ibu ke Bayi: Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi gonore dapat terinfeksi saat melewati jalan lahir yang terinfeksi saat melahirkan.
Kontak Seksual: Sifilis juga ditularkan melalui kontak seksual yang melibatkan penetrasi vagina, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi sifilis. Infeksi terjadi ketika seseorang terpapar bakteri Treponema pallidum melalui luka terbuka atau selaput lendir di area genital, anus, atau mulut.
Penularan dari Ibu ke Bayi: Ibu yang terinfeksi sifilis dapat menularkan infeksi kepada bayi mereka selama kehamilan atau saat melahirkan. Ini dikenal sebagai sifilis kongenital.
Gonore biasanya menyebabkan gejala yang jelas dalam beberapa hari hingga satu minggu setelah paparan, sementara sifilis bisa diam-diam tanpa gejala pada tahap awal.
Sifilis memiliki beberapa tahap infeksi, mulai dari luka terbuka pada tahap awal hingga gejala sistemik seperti ruam dan demam pada tahap menengah, sedangkan gonore cenderung menyebabkan gejala lokal seperti keluarnya cairan dari alat kelamin atau nyeri saat buang air kecil.
Gonore dapat menyebabkan infeksi pada uretra, leher rahim, rektum, atau tenggorokan, sedangkan sifilis biasanya mempengaruhi area di sekitar luka terbuka dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Penting untuk diingat bahwa kedua penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan kondom secara konsisten dan menghindari kontak seksual dengan individu yang terinfeksi.
Sumber: Klinik Apollo
Konsultasi GRATIS 24 Jam Disini: https://klinikapollojakarta.com/kontak/
Atau Hubungi 0812-1230-6882 (Whatsapp)
Alamat Klinik: Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730