Editing adalah proses memilih, menyusun, dan memodifikasi materi (baik video, audio, teks, maupun gambar) untuk menghasilkan karya akhir yang rapi, jelas, dan sesuai tujuan.
Dalam konteks audio visual, editing berarti menggabungkan potongan-potongan gambar dan suara sehingga membentuk alur cerita yang logis, menarik, dan mudah dipahami penonton.
Tujuan editing antara lain:
Membuat alur cerita menjadi runtut.
Menghapus bagian yang tidak diperlukan.
Menambahkan efek visual dan audio.
Memberi penekanan pada momen penting.
Sejarah Editing
Perkembangan editing tidak lepas dari evolusi teknologi film dan media:
Awalnya, film direkam secara terus-menerus tanpa potongan (single shot).
Tahun 1903, Edwin S. Porter melalui film The Great Train Robbery mulai menerapkan cut (pemotongan gambar) untuk membangun cerita.
Editing dilakukan secara fisik dengan memotong dan merekatkan pita film seluloid.
Teknik continuity editing berkembang untuk menjaga kesinambungan gambar.
Hollywood mulai menggunakan storyboard dan aturan “180-degree rule” untuk konsistensi arah pandang.
Editing dilakukan manual menggunakan Moviola atau meja editing flatbed
Televisi berkembang, editing video dilakukan dengan linear editing di mesin pita video (VTR).
Prosesnya harus berurutan (linear), jika salah potong, harus mengulang dari awal
Muncul komputer dan software editing seperti Avid Media Composer, Adobe Premiere, Final Cut Pro.
Editing menjadi non-linear, artinya bisa mengedit bagian mana saja tanpa merusak bagian lain.
Efek visual, transisi, dan manipulasi audio jadi lebih mudah.
Software mulai menggunakan Artificial Intelligence untuk otomatisasi proses seperti transkrip, pemotongan otomatis, stabilisasi gambar, hingga color grading.
Editing semakin cepat, bahkan bisa dilakukan di smartphone.