Menurut hasil survey angket sebanyak (46,8%) responden menyatakan bahwa pergaulan bebas merupakan pergaulan yang tanpa batas dan tidak mengikuti aturan, sebanyak (22,6%) responden menyatakan bahwa pergaulan bebas merupakan pergaulan yang melanggar norma, seperti merokok dan pacaran bebas, sebanyak (14,5%) responden menyatakan bahwa pergaulan bebas merupakan pergaulan dengan teman yang suka melakukan hal negatif, sisanya (9,7%) responden menyatakan bahwa pergaulan bebas merupakan pergaulan yang tidak memperhatikan waktu dan tanggung jawab.
Menurut hasil survey angket sebanyak (44,9%) responden menyatakan bahwa contoh pergaulan bebas di kalangan remaja adalah merokok atau minum alkohol, sebanyak (21,7%) responden menyatakan bahwa contoh pergaulan bebas di kalangan remaja adalah mengikuti tren negatif di media sosial Dan, sebanyak (20,3%) responden menyatakan bahwa contoh pergaulan bebas di kalangan remaja adalah pacaran secara berlebih atau tidak sesuai umur.
Menurut hasil survey angket sebanyak (56,1%) responden menyatakan bahwa penyebab utama remaja bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas adalah pengaruh lingkungan dan teman sebaya, sebanyak (18,2%) responden menyatakan bahwa penyebab utama remaja bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas adalah kurangnya pengawasan dari Orang Tua Dan, sebanyak (13,6%) responden menyatakan bahwa penyebab utama remaja bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas adalah Rasa ingin tahu dan coba-coba.
Menurut hasil survey angket sebanyak (42,4%) responden menyatakan bahwa dampak pergaulan bebas terhadap sikap remaja adalah tidak peduli dengan masa depan, sebanyak (27,1%) responden menyatakan bahwa dampak pergaulan bebas terhadap sikap remaja adalah peniru perilaku negatif dari teman Dan, sebanyak (11,9%) responden menyatakan bahwa dampak pergaulan bebas terhadap sikap remaja adalah sering melanggar aturan sekolah.
Menurut hasil survey angket sebanyak (35,3%) responden menyatakan bahwa nilai-nilai sosial mulai berkurang karena pergaulan bebas disebabkan oleh tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban, sebanyak (26,5%) responden menyatakan bahwa nilai-nilai sosial mulai berkurang karena pergaulan bebas disebabkan oleh kesopanan terhadap orang lain, sebanyak (17,6%) responden menyatakan bahwa nilai-nilai sosial mulai berkurang karena pergaulan bebas disebabkan oleh disiplin waktu dan aturan Dan, sebanyak (13,2%) responden menyatakan bahwa nilai-nilai sosial mulai berkurang karena pergaulan bebas disebabkan oleh rasa hormat kepada guru dan orang tua.
Menurut hasil survey angket sebanyak (31%) responden menyatakan bahwa peran media sosial dalam pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini adalah mempermudah remaja bergaul dengan siapa saja tanpa batas, sebanyak (24,1%) responden menyatakan bahwa peran media sosial dalam pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini adalah menyebarkan tren yang kadang bertentangan dengan nilai sosial, sebanyak (20,7%) responden menyatakan bahwa peran media sosial dalam pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini adalah kadang digunakan dalam hal positif, sebanyak (15,5%) responden menyatakan bahwa peran media sosial dalam pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini adalah membuat remaja lebih terbuka terhadap pengaruh luar, sebanyak (8,6%) responden menyatakan bahwa peran media sosial dalam pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini adalah memberikan contoh gaya hidup bebas.
Menurut hasil survey angket sebanyak (60%) responden menyatakan bahwa mereka akan menegur dan mengingatkan dengan cara baik apabila melihat teman mereka yang mulai terpengaruh oleh pergaulan bebas, sebanyak (27, 3%) responden menyatakan bahwa mereka akan mengajak temannya untuk ikut kegiatan yang positif.
Menurut hasil survey angket sebanyak (60%) responden menyatakan bahwa mereka akan menegur dan mengingatkan dengan cara baik apabila melihat teman mereka yang mulai terpengaruh oleh pergaulan bebas, sebanyak (27, 3%) responden menyatakan bahwa mereka akan mengajak temannya untuk ikut kegiatan yang positif.
Menurut hasil survey angket sebanyak (41, 5%) responden menyatakan bahwa mereka pernah mendapat penyuluhan/pendidikan tentang bahaya pergaulan bebas di sekolah melalui program bimbingan konseling (BK), sebanyak (32,1%) responden menyatakan bahwa penyuluhan/pendidikan mengenai bahaya pergaulan bebas tersebut pernah dibahas ketika pelajaran tertentu (seperti PKN atau Agama), sebanyak (13,2%) responden menyatakan bahwa mereka pernah mendapatkan penyuluhan/pendidikan mengenai bahaya pergaulan bebas dari luar sekolah, sisanya (11, 3%) responden menyatakan bahwa mereka jarang mendapatkan penyuluhan/pendidikan mengenai bahaya pergaulan bebas, namun pernah disebutkan oleh guru.
Menurut hasil survey angket sebanyak(33, 6%) responden menyatakan bahwa cara terbaik agar remaja tidak terlibat pergaulan bebas adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan (beribadah, ikut kegiatan rohani), sebanyak (32, 3%) responden menyatakan bahwa cara terbaik agar remaja tidak terlibat pergaulan bebas adalah dengan cara mengikuti kegiatan positif seperti (ekskul, organisasi, dll), sisanya (18, 5%) responden menyatakan bahwa cara terbaik agar remaja tidak terlibat pergaulan bebas adalah dengan cara memilih teman yang baik dan bertanggung jawab.