Berdasarkan data angket yang diperoleh, mayoritas responden menganggap pergaulan bebas sebagai pergaulan tanpa batas dan tidak mengikuti aturan. Beberapa siswa mengaitkannya dengan perilaku menyimpang seperti merokok dan pacaran bebas, serta pertemanan yang membawa pengaruh negatif. Sebagian besar responden menyebutkan bahwa diri sendiri adalah faktor utama dalam menjaga diri dari pergaulan bebas, disusul oleh peran orang tua dan teman dekat. Kesadaran pribadi menjadi kunci utama dalam menghindari pengaruh negatif. Ketika melihat teman mulai terpengaruh, responden cenderung menegur secara baik atau mengajak ke kegiatan positif. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian dan kesadaran sosial di kalangan siswa.
Penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas umumnya didapat dari program BK dan pelajaran sekolah, meskipun sebagian masih merasa edukasi ini kurang maksimal. Sebagai upaya pencegahan, siswa menilai bahwa mendekatkan diri pada Tuhan serta mengikuti kegiatan positif merupakan cara paling efektif agar tidak terlibat dalam pergaulan bebas. Dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas dipandang sebagai pergaulan yang menyimpang dari aturan dan norma yang berlaku, serta dapat berdampak negatif bagi remaja. Kesadaran diri, dukungan orang tua, dan lingkungan pertemanan yang baik menjadi faktor penting dalam mencegah keterlibatan dalam pergaulan bebas. Upaya seperti penyuluhan di sekolah, kegiatan positif, serta pendekatan spiritual dinilai efektif dalam menjaga remaja agar tetap berada di jalur yang benar.