Oleh: Panji Dewandaru (Teknik Fisika 2021)
Sebagai lulusan Teknik Fisika, pekerjaan sebagai instrument engineer menjadi salah satu pilihan karier yang diminati. Dalam peran ini, seorang instrument engineer bertugas mengukur dan mengendalikan sistem agar beroperasi sesuai parameter yang diinginkan. Berbagai jenis instrumen yang digunakan dalam pekerjaan ini meliputi:
Sensor
Alat ukur
Pengendali (kontroller)
Transduser
Dalam konteks revolusi industri, saat ini kita telah memasuki era Industry 5.0. Berikut perjalanan perkembangan industri dari masa ke masa:
Industry 1.0: Ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, era ini menghadirkan isu sosial yang signifikan, terutama terkait kapitalisme. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan karena peran mereka digantikan oleh mesin.
Industry 2.0: Penggunaan listrik menjadi dominan di industri, didukung oleh tokoh-tokoh besar seperti Nikola Tesla dan Thomas Edison, yang memperkenalkan konsep-konsep penting seperti arus AC dan DC.
Industry 3.0: Era ini menandai awal penggunaan komputer dan teknologi yang membantu pekerjaan manusia, terutama dengan meningkatnya penggunaan Programmable Logic Controller (PLC) dalam berbagai sektor industri.
Industry 4.0: Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan munculnya Internet of Things (IoT) yang menghubungkan berbagai perangkat di industri, membuat proses menjadi lebih otomatis dan efisien.
Industry 5.0: Saat ini kita berada di era Industry 5.0, yang tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dalam industri. Ada peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga peran manusia dalam proses industri yang semakin canggih.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, lulusan Teknik Fisika perlu mengembangkan beberapa kompetensi berikut:
Penguasaan teknologi terkini: Paham dengan teknologi terbaru yang relevan dengan industri.
Kemampuan lintas disiplin: Menguasai keterampilan yang terkait dengan isu-isu penting, seperti lingkungan dan hak-hak pekerja.
Literasi digital: Memahami teknologi digital untuk mengikuti perkembangan dunia kerja yang semakin digital.
Peningkatan kompetensi ini akan membantu lulusan Teknik Fisika lebih siap dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Oleh: Dr. Ir. Faridah, S.T., M.Sc., IPU
Fisika Bangunan adalah bidang ilmu yang mempelajari cara-cara menerapkan prinsip-prinsip rekayasa untuk menciptakan lingkungan bangunan yang lebih ramah lingkungan. Fokus dari ilmu ini tidak hanya pada efisiensi energi di dalam ruang, tetapi juga mencakup aspek desain, aliran udara, perpindahan panas, dan pencahayaan agar bangunan terasa nyaman dan efisien.
Salah satu konsep utama di bidang ini adalah bangunan cerdas. Bangunan cerdas dirancang untuk menggunakan energi secara efisien tanpa mengorbankan kenyamanan atau kualitas ruangannya. Tolok ukur utama dari bangunan berkualitas adalah kenyamanan orang-orang yang berada di dalamnya.
Ada juga konsep Net-Zero Energy Building (NZEB), yaitu bangunan yang didesain agar dapat meminimalkan konsumsi energi sekaligus menghasilkan cukup energi untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dengan pendekatan ini, bangunan dapat berdiri secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada sumber energi luar, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Oleh: Ir. Kutut Suryopratomo M.T., M.Sc
Energi terbarukan adalah sumber energi alami yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, seperti sinar matahari, angin, dan air. Dalam pembahasan tentang energi terbarukan, salah satu aspek paling penting adalah bagaimana menyimpan energi yang dihasilkan. Ini menjadi sangat penting karena, jika energi listrik yang dihasilkan melebihi kebutuhan, energi tersebut tidak bisa langsung disimpan begitu saja. Oleh karena itu, teknologi penyimpanan energi, seperti baterai dan sistem penyimpanan lain, sangat diperlukan agar energi berlebih ini tetap bisa dimanfaatkan di waktu-waktu ketika pembangkit energi terbarukan tidak aktif, misalnya saat malam hari atau ketika angin tidak berhembus.