Waspadai Ada Ular Disekitar Anda !
Waspadai Ada Ular Disekitar Anda !
“Ular kerap kali muncul tak terduga dimanapun kita berada”
Hampir semua orang mengetahui bahwa ular adalah hewan yang sangat berhaya, ular dianggap berbahaya dikarenakan gigitannya yang mengandung racun yang dapat membahayakan manusia. Resiko terbesar apabila tidak terselamatkan dari gigitan ular ini adalah kematian. Di Indonesia sendiri diduga ada sekitar kurang lebih 70 spesies ular yang tergolong ular berbisa. Namun umumnya setiap orang akan berusaha untuk menghindar dari ular terlepas jenis apapun spesiesnya, dikarenakan akan sulit untuk mengidentifikasi ular tersebut tergolong dalam ular berbisa atau tidaknya. Akibat gigitan ular diantaranya adalah sebagai berikut :
Merupakan sebuah proses yang merupakan racun bagi sel sehingga menyebabkan kematian sel. Contoh ular yang bersifat sitotoksi adalah ular Adders dan Vipers. Biasanya terdapat tanda dua bekas gigitan ular. Gejala yang biasa muncul setelah digigit biasanya adalah menyebabkan rasa sakit, terjadi pembengkakan, mual dan pusing. Racun yang bersifat sitotoksik ini melumpuhkan anggota tubuh namun tidak menghentikan atau membatasi aliran darah.
Merupakan proses yang membunuh sel – sel darah merah dan mecegah pembekuan darah. Spesies ular yang memiliki racun hemotoksik adalah Boomslangs dan Vine. Ciri – ciri akibat gigitan ular ini adalah tanda gigitan ular yang dapat terlihat. Gigitan biasanya tidak terlalu sakit, namun dalam kurun waktu kurang lebih satu jam dapat menyebabkan pendarahan. Gejala lainnya adalah sakit kepala, mual dan muntah. Racun yang bersifat hemotoksik ini biasanya membatasi aliran darah.
Racun yang memiliki sifat neurotoksik adalah racun yang memiliki efek untuk melumpuhkan syaraf. Ular – ular yang memiliki racun jenis ini adalah species Mamba dan Kobra. Tanda – tanda gejala akibat gigitan jenis ular yang memiliki racun jenis ini adalah gigitan seperti sengatan yang kecil, tidak memar, tidak bengkak, sulit menelan dan bernafas, pusing, dan sulit berbicara. Cara penanganan terhadap orang terkena jenis racun ini adalah dengan membatasi darah antara gigitan dan jantung. Kemudian bisa juga dengan memberikan CPR sampai bantuan medis tersedia.
Area taman terdapat spot – spot menarik untuk persembunyian ular karena biasanya ada tumbuh – tumbuhan
Ular lebih suka bersemayam di daerah outdoor.
Jika di lingkungan Anda terdapat semak – semak atau rumput – rumput yang tidak terusus, maka Anda harus waspada akan kehadiran ular.
Ular tidak memiliki kelopak mata.
Ular menggunakan lidahnya untuk mencium.
Ular memiliki kebiasaan makan yang unik.
Ular bergantung pada panas eksternal.
Tidak semua ular bertelur
Ular memiliki gerakan bergelombang berbentuk huruf S.
Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengendalian Ular
Metode Pengendalian Ular
Program perawatan Ular Sinttesis dimulai dengan inspeksi properti. Teknisi kami dilatih untuk mendeteksi sumber masalah, mulai dari mengidentifikasi tingkat infestasi ular hingga mengidentifikasi hot spot kemungkinan adanya ular di lingkungan Anda.
Setelah proses pemeriksaan selesai, para ahli kami akan memberikan penanganan ular dengan rekomendasi solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi. Dan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti ukuran properti, tingkat serangan, dan preferensi pelanggan.
Setelah perawatan awal diterapkan, teknisi Sinttesis akan menindaklanjuti hasil perawatan dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah perawatan tambahan diperlukan.
Sinttesis didukung oleh para ahli pengendalian hama dengan pengalaman mengendalikan Ular yang mumpuni.
Mendapatkan pelayanan pengendalian ular yang baik dengan harga yang kompetitif
Semua customer kami mendapatkan jadwal kunjungan pengendalian dan pengawasan beserta laporan hasil kerja
Seluruh personil pengendalian hama yang dimiliki adalah ahli dalam bidangnya ditambah dengan pengalaman dan pelatihan yang intensif
Dengan metode pengendalian yang efektif dan didukung dengan peralatan yang selalu terjaga prima, pengendalian ular akan semakin efektif.
Sinttesis senantiasa memantau, menganalisa dan mengevaluasi hasil pengendalian yang telah dilakukan untuk memastikan ke-efektifan pengendalian.