PROFIL KB Permata Hati
PAUD Permata Hati adalah sebuah lembaga yang berdiri di tengah lingkup masyarakat pedesaan di Kecamatan Pujon, dan merupakan satu-satunya lembaga yang melayani anak usia pra sekolah di Dusun Torong. Ini menjadi nilai tambah untuk lembaga kami, mengingat banyaknya anak usia pra sekolah dan sibuknya jadwal orang tua jika harus mengantar sekolah anaknya di desa atau dusun lain yang jaraknya cukup jauh. Sehingga pada tahun 2004 Ibu Sri Suhariyati menggagas berdirinya PAUD Permata Hati sebagi sekolah untuk anak usia prasekolah.
PAUD Permata Hati berkedudukan di rumah dinas SDN 3 Ngabab yang berlokasi di Dusun Torong Rt 22 Rw 05 Desa Ngabab Kecamatan Pujon. Gedung PAUD Permata Hati berdiri pada tanah dengan luas 300 m²dan luas bangunan 77 m². Tanah dan gedung yang PAUD Permata Hati tempati masih berstatus pijam pakai.
Untuk penyelenggaraan PAUD Permata Hati saat ini banyak mengandalkan dana partisipasi dari wali murid sebesar Rp. 20.000,-/bulan untuk setiap peserta didik kelompok PG dan Rp. 30.000,-/bulan untiuk setiap peserta didik keompok A dan B, serta bantuan dari pihak lain yang mengikat. PAUD Permata Hati juga menerima bantuan BOP dari Pemerintah mulai dari tahun 2010 sampai saat ini.
Sarana dan prasarana yang dimiliki PAUD Permata Hati meliputi APE dalam dan APE luar yang berasal dari bantuan Pemerintah, hasil swadaya masyarakat serta bantuan dari berbagai pihak.
PAUD Permata Hati memiliki 1 Kepala Sekolah, 4 Guru Kelas dan 1 Tenaga Administrasi Sekolah, dengan kualifikasi pendidikan yang berbeda. Kepala sekolah merupakan lulusan sarjana Pendidikan Anak Usia Dini, 4 guru berpendidikan SMA dan 1 tenaga administrasi sedang dalam masa kuliah. Selain dengan pendidikan formal, kepala sekolah dan guru juga mengikuti diklat berjenjang.
Dengan kondisi wilayah yang berada di lingkup masyarakat yang heterogen dengan berbagai macam latar belakang pendidikan dan sosial, memunculkan masyarakat yang cenderung cuek dan hal ini menyulitkan kami sebagai pendidik untuk bekerja sama dengan wali murid. Terutama dalam hal menindak lanjuti kegiatan sekolah di rumah. Dimana orang tua cenderung pasrah kepada guru. Sehingga kami berusaha untuk tetap menjalin komunikasi antara pendidik dan para wali murid dengan mengadakan kegiatan parenting setiap 2 minggu sekali setiap bulan.
KAMI ADA DI SINI