π 1939
Secara harfiah triwindu berasal dari dua kata, yaitu tri yang berarti tiga dan windu yang bermakna delapan tahun. Kedua kata itu digabungkan sehingga menghasilkan istilah 24 tahun. Mulanya lahan yang digunakan untuk membangun pasar legendaris ini adalah sebuah istal atau kandang kuda Pura Mangkunegaran yang disulap menjadi Pasar Triwindu sebagai hadiah untuk Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegaran VII sebagai hadiah perayaan bertahtanya selama 24 tahun oleh Gusti Noeroel Kamaril, putrinya.Β
π 1970
Pasar yang mulanya menjual barang dagangan berupa perabot rumah tangga, alat pertukangan, dan onderdil dengan model lawas ini kemudian berubah menjadi pasar yang khusus menjual barang antik.
π 2008-2010
Pasar Triwindu mengalami renovasi untuk memperluas sedikit jarak antar kios dan jalan untuk memudahkan mobilitas. Tidak hanya itu, Pasar Triwindu juga merenovasi arsitektur serta interiornya agar lebih sesuai dengan budaya Solo.
π 2015-SEKARANG
Ketenaran Pasar Triwindu sebagai barang antik semakin dikenal hingga mancanegara. Diiringi juga dengan kemajuan teknologi yang pesat seperti media sosial sehingga untuk pertama kali Pasar Triwindu membuka layanan pembelian produk secara daring tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri.