Museum Tuanku Imam Bonjol adalah museum yang dibangun berisikan 541 peninggalan sejarah terutama alat - alat serta barang yang digunakan pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol dan beberapa peninggalan alat/barang yang digunakan oleh orang minang dalam menjalankan kehidupan sehari - hari mereka . terletak di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, Bonjol di lintasi oleh garis katulistiwa (Lintang 0).
Museum Tuanku Imam Bonjol dibangun antara Oktober 1987 dan 1990, dengan gagasan yang muncul pada 1973/1974 oleh Prof. Drs. Harun Zain, Gubernur Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk mengangkat kembali harga diri masyarakat Sumatera Barat melalui penghormatan terhadap perjuangan Tuanku Imam Bonjol melawan penjajahan Belanda. Museum ini menyimpan koleksi sejarah, terutama senjata, serta berbagai benda bersejarah terkait perjuangan tersebut. Koleksi museum terdiri dari lima kategori: historika, etnografika, keramologika, numismatika, dan seni rupa. Lokasi terkait sejarah Tuanku Imam Bonjol juga dilestarikan, seperti benteng Bukik Tajadi dan Gua Imam Bonjol.
Pembangunan Museum Tuanku Imam Bonjol dan Taman Khatulistiwa, bersama dengan Museum Istano Basa Pagaruyung, menjadi bagian dari dua proyek besar yang dirancang untuk memuliakan warisan budaya Minangkabau. Proyek ini didorong oleh panitia yang diketuai oleh Amir Thaib, dengan H. Nasrun AS sebagai konsultan untuk Museum Tuanku Imam Bonjol.