periode Desember 2020 per 31 Januari 2021
File excel bisa didownload di Arsip
PAMSIMAS mempunyai 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama dan 13 (tiga belas) Indikator Hasil Antara. Pergerakan Indikator Kinerja adalah per triwulan, mengikuti periode pendataan modul 7.3. Keberlanjutan. Sehingga untuk bulan Januari 2021 adalah sama dengan bulan lalu. Capaian per hari ini, adalah sebagai berikut :
IKU 1. Jumlah tambahan orang yang akses sarana air minum (jiwa).
Sebanyak 396.287 jiwa. Dengan target 712.686, maka deviasi yang terjadi adalah -316.399, negatif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
Strategi :
1. Pemetaan capaian KPI 1 Fokus pamsimas III, atas target RKM 100% yang sudah/belum terealisasi.
2. Pemetaan Permasalahan dan Potensi , utamanya dari kualitas pendampingan FM terhadap Rencana kerja KPSPAMS .
3. Peningkatan kapasitas FM dalam pendampingan KPSPAMS melalui kegiatan CB pada kesempatan Monev dan Uji Petik TA ROMS propinsi.
4. Pemantauan melalui sample secara random terhadap sub tim FM pada masing-masing kabupaten
5. Support /Pengendalian ROMS kabupaten , atas rencana kerja pendampingan FM di desa- desa dampingan yang menjadi target penngkatan KPI 1.
6. Review Kualitas RKM 100 disusun dengan memprioritaskan desa pasca terdanai pd tahun 2021 melalui HID/HKP/HAMP/APBN NS/APBDesa NS, terutama untuk kegiatan penambahan SR.
7. Daftar desa yg menjadi sasaran Reviuew Kualitas RKM 100 di targetkan 3 desa persub tim sehingga totalnya mencapai 1500 desa mendekati 7 sd 10 % uji petik ROMS propinsi
8. Review RKM 100 meliputi sinkronisasi antar Bab sehingga terpenuhi prinsip prosedur dan jaminan penyelesaian fasiltasi RKM 100 oleh sub tim FM, selain itu juga menyoroti aspek 4 K dan kesesuaian menu yg dipilih (apakah pembangunan baru, peningkatan kapasitas atau perluasan layanan)
Realisasi pendampingan ROMS propinsi pada bulan Desember 2020, sudah dilakukan secara tatap muka (PROKES).
Selanjutnya Co DC akan melakukan fasilitas efektif ditingkat kabupaten dan TA ROMS propinsi yang terkait melakukan pemantauan dan mengkompilasi perkembangan fasilitasi di tingkat desa dalam rentang waktu 3 bulan sebagai periode Laporan kinerja KPSPAMS.
IKU 1b. Jumlah tambahan perempuan yang akses sarana air minum (jiwa).
Sebanyak 195.090 jiwa. Dengan target 356.343, maka deviasi yang terjadi -161.253, negatif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
IKU 2. Jumlah tambahan orang yang akses sanitasi (jiwa).
Sebanyak 344.637. Dengan target 453.317, maka deviasi yang terjadi -108.680, negatif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan (sanitasi) masih tetap terjaga. Hal ini tercermin dari peningkatan penggunaan dana daerah dan apbdesa untuk pembangunan sarana prasarana sanitasi.
Strategi :
• Mendorong DC untuk lebih aktif berkoordinasi dengan Dinkes Kab dan Faskab STBM
• Mendorong DC untuk lebih aktif berkoordinasi dengan Dinas terkait dalam rangka peningkatan kualitas sarana sanitasi di masyarakat
• Mendorong DC untuk advokasi ke pihak swasta untuk mendapatkan pendanaan sanitasi di masyarakat
• Mendorong FM bersama KPSPAMS melakukan advokasi kepada Desa dan Tim PKK untuk menganggarkan kegiatan PHBS di masyarakat
• Mendorong FM untuk berkoordinasi dengan Tim kesehatan desa /Tim STBM Desa untuk selalu melakukan penyuluhan tentan PHBS (SBS) di setiap ada kesempatan
• Mendorong FM untuk berkoordinasi dengan Tim kesehatan desa /Tim STBM Desa untuk melakukan monitoring serta mempunyai data by name by adress KK yang sudah SBS dan melakukan pemutakhiran peta sanitasi
• Mendorong Sanitarian untuk aktif melakukan input progres sanitasi, tentu di dukung dengan website STBM yang sehat
• Penguatan kapasitas monev STBM bagi penanggungjawab data di DinkesProv, DinkesKab dan Sanitarian
• Feedback data kesehatan secara periodik dari TA STBM untuk ditindak lanjuti pelaku Pamsimas di Kabupaten
• Pembentukan Tim STBM Desa untuk membantu Sanitarian dalam memantau perkembangan dan pencapaian program STBM
• Mengoptimalkan dana BOK kesehatan untuk kegiatan perubahan perilaku di desa intervensi Pamsimas
• Dukungan dari Kemkes berupa surat edaran yang menguatkan tentang penggunaan dana BOK kesehatan untuk kegiatan perubahan perilaku di desa Pamsimas dan keterlibatan secara aktif Sanitarian di desa Pamsimas
• Keterlibatan secara aktif Faskab STBM di desa Pamsimas.
IKU 3. Iuran Effective (%).
Mencapai 80,24%. Dengan target 90,00%, maka deviasi yang terjadi -9,76%, negatif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
Strategi :
1. Pemantauan Penerapan Iuran, melalui identifikasi desa yg berhasil meningkatkan tarif dan belum berhasil apa kendalanya di tingkat Fasilitasi desa
2. Pemantauan desa-desa Keberlanjutan yg sudah di review Perhitungan, Penerapan dan Penetapan Iuran ke dalam Perdes
3. KPI 3 Iuran Effektif , terhadap peningkatan kapasitas Operator/penerapan SOP OM dan kepuasan pengguna melalui identifikasi desa dengan penambahan SR dan tingkat pemakaian kubikasi Air yg bisa memenuhi SPM 60 ltr/org/hari pada periode Modul 7.3 Juni 2019 sd Maret 2020.
4. Fasilitasi berjenjang melalui ROMS kabupaten /co DC, penugasan ke sub tim FM.
5. Penguatan Kelembagaan terhadap KPSPAMS.
Sama halnya dengan Upaya strategi KPI 1 , dilakukan pembahasan dikabupaten dan bersama sub tim FM/SF diambil sejumlah desa yg menjadi target prioritas fasilitasi dalam rentang waktu 3 bulan kedepan fasilitasi kinerja KPSPAMS. Beberapa kasus yang muncul dari penggalian /identifikasi dapat memunculkan issue pada penerapan Iuran dan keberfungsian yang intervensinya harus di dukung oleh selain Fasilitator masyarakat. Dukungan pemerintah desa dalam bentuk SK Pengelolaan SPAM, sebagai bentuk pembinaan terhadap KPSPAMS dan warga masyarakat bukan hanya berisi Struktur Organisasi dan Penetapan IURAN tetapi bagaimana memberikan kesempatan bagi KPSPAMS untuk bisa melakukan Pengelolaan Operasional pemeliharaan dan Pengembangan, yang harus diawali dengan kesadaran dan dukungan penuh masyarakat untuk peningkatan layanan dasar bidang Air Minum dan sanitasi.
Dalam hal Keberfungsian sarana, akan diidentifikasi jenis kerusakan yg lebih disebabkan kapasitas operator /unit teknis yang berkontribusi pada rusaknya sarana, dan difasilitasi peningkatan kapasitas KPSPAMS melalui upaya kolaborasi Assosiasi KPSPAMS di kabupaten dengan pihak pemerintah daerah/CSR.
IHA 4. Jumlah desa Pamsimas yang sudah membuat RKM.
Terbentuk trend positif yang konsisten periodik. Menunjukkan bahwa kinerja pembuatan RKM sesuai dengan yang diharapkan. Telah 1.334 RKM terbuat. Dengan target 908, maka deviasi yang terjadi 426, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
IHA 5. Jumlah kabupaten yang mengikuti kegiatan Pamsimas dan sudah melaksanakan workshop expose RAD AMPL dibagi dengan jumlah kabupaten yang mengikuti kegiatan Pamsimas II dan III (dalam %).
Mencapai 100,00%. Dengan target 50,00%, maka deviasi yang terjadi 50,00%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah stagnan.
IHA 6. Jumlah kabupaten yang memiliki kenaikan belanja AMPL pada APBD (tanpa batasan minimal) dibagi dengan jumlah kabupaten Pamsimas II dan III (dalam %).
Mencapai 100,00%. Dengan target 40,00%, maka deviasi yang terjadi 60,00%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah stagnan.
IHA 7. Jumlah kabupaten yang sudah merealisasikan anggaran APBD dengan pendekatan Pamsimas dibagi dengan jumlah kabupaten Pamsimas I, II dan III (dalam %). REPLIKASI
Mencapai 100,00%. Dengan target 90,00%, maka deviasi yang terjadi 10,00%, positif. Artinya semua kabupaten (11 Kabupaten) di provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan replikasi kegiatan PAMSIMAS (minimal 1 desa) dengan sumber dana daerah. Pergerakan dengan bulan lalu adalah stagnan.
IHA 8. Jumlah desa baru (APBN dan APBD) yang sudah di-SK-kan dan sudah mempunyai rencana APBDesa di RKM dibandingkan dengan jumlah desa baru yang sudah di-SK-kan (dalam %).
Mencapai 99,76%. Dengan target 80%, maka deviasi yang terjadi 19,76%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah stagnan.
IHA 9. Jumlah desa baru (SK) yang sudah mencairkan APBDesa untuk pelaksanaan RKM dibandingkan dengan jumlah desa baru yang sudah di-SK-kan (dalam %).
Mencapai 92,47%. Dengan target 80,00%, maka deviasi yang terjadi 16,42%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah stagnan.
IHA 11. Jumlah Desa HID, HIK dan HAMP yang cair (Pamsimas I, II dan III).
Mencapai 319. Dengan target 178, maka deviasi yang terjadi 141, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
IHA 12. Jumlah Kabupaten Penerima HIK dan HAMP dibandingkan dengan jumlah kabupaten Pamsimas II dan III (dalam %).
Mencapai 100,00%. Dengan target 30,00%, maka deviasi yang terjadi 70,00%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
IHA 13. Perhitungan antara dusun intervensi yang sudah SBS terhadap dusun intervensi (dalam %).
Mencapai 65,76%. Dengan target 60,00%, maka deviasi yang terjadi 5,76%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah turun.
IHA 14. Perhitungan antara dusun intervensi yang sudah CTPS terhadap dusun intervensi.
(dalam %).
Mencapai 93,93%. Dengan target 70,00%, maka deviasi yang terjadi 23,93%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah turun. Pandemi covid19, membuat kesadaran berperilaku CTPS masyarakat tetap tinggi.
IHA 15. Perhitungan: kondisi sarana sanitasi dan kondisi CTPS di sekolah (dalam %).
Mencapai 82,87%. Dengan target 95,00%, maka deviasi yang terjadi -12,13%, negatif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.
Strategi :
Mendorong FM berkoordinasi dengan KKM dan KPSPAMS untuk melakukan pendataan sarana SAN yg tidak berfungsi dan berfungsi sebagian
Mendorong FM berkoordinasi dengan KKM dan KPSPAMS untuk melakukan advokasi kepada pihak sekolah dan Kepala Desa dalam upaya memperbaiki sarana yang rusak
Mendorong FM berkoordinasi dengan KKM dan KPSPAMS untuk melakukan advokasi kepada pihak swasta untuk mendapatkan pendanaan
Mendorong KPSPAMS dan Sekolah untuk memastikan keberlanjutan sarana sanitasi sekolah yang sudah terbangun
DC memastikan dalam dokumen perencanaan (RKM) sudah ada gambar desain sarana sanitasi sekolah yang sesuai spesifikasi tekhnis standar-PU (berdasarkan hasil uji petik masih di temukan desain sarana sanitasi sekolah masih cubluk) dan dilakukan pemantauan pada saat pelaksanaan pembangunan harus sesuai spesifikasi tekhnis
Pelibatan sekolah mulai dari perencanaan/penyusunan RKM hingga keberlanjutannya.
o Sekolah terlibat dalam penentuan lokasi sarana sanitasi yang akan di bangun.
o Membantu proses perubahan perilaku sekolah untuk memanfaatkan dan merawat sarana sanitasi sekolah (jamban dan SCT)
Sekolah membuat daftar piket bagi siswa dan guru dalam pemeliharaan sanitasi sekolah terbangun.
· Guru dilibatkan dalam kampanye Stop BABS dan demo CTPS
IHA 16. Kelengkapan data SIM (dalam %).
Mencapai 99,25%. Dengan target 90,00%, maka deviasi yang terjadi 9,25%, positif. Pergerakan dengan bulan lalu adalah naik.