BAGIAN 1 ORGANISASI KARANG TARUNA
A.Sejarah dan Arti karang taruna
B.Tujuan Karang Taruna
C.Tugas pokok Karang Taruna
D.Fungsi karang Taruna
E.Peran Karang Taruna Dalam Membina Kepribadian Partisipasi Di Masyarakat
F.Manfaat Mengikuti Karang Taruna
G.Dana Oprasional Karang Taruna
BAGIAN 2 MANAGEMEN ORGANISASI KARANG ARUNA
A.Struktur Organisasi Karang Taruna
B.Progam kerja Karang Taruna
BAGIAN 3 PENGEMBANGAN EKONOMI PRODUKTIF KARANG TARUNA
A.Peran Karang Taruna Dalam Pengembangan Ekonomi Produktif
B. Peran Karang Taruna Dalam Memberdayakan Usaha Ekonmi Produktif
C.Langkah-Langkah Menjalankan Ekonomi Produktif
D.Berberapa Ide Kreatif Untuk Mengembangkan Ekonomi Produktif
BAGIAN 4 INFORMASI ORGANISASI
A.Mengurangi Ketidak Pastian
B.Interaksi Organisasi
Karang taruna lahir pada tanggal 26 September 1969 di kampung Melayu Jakarta, Melalui proses Experimen Project Karang Taruna, kerjasama masyarakat Kampung Melayu/ Yayasan Perawatan Anak Yatim (YPAY) dengan Jawatan Pekerjaan Sosisal/ Departemen Sosial.Pembentukan Karang Taruna dilatar belakangi oleh banyaknya anak-anak yang menyandang masalah sosisaal antara lain seperti anak yatim, putus sekolah, mencari nafkah untuk membantu orang tuanya dan sebgainya.Masalah tersebut tidak lepas dari kemiskinan yang di alami sebagai masyarakat di kala itu.
Dlm perjalanan sejarahnya, Karang Taruna telah melakukan berbagai kegiatan, sbg upaya menanggulangi masalah-masalah kesejahteraan sosial terutama yg dihadapi generasi muda dilingkunganya, sesuai dg kondisi daerah dan tingkat kemampuan masing-masing.
Pada mulanya, kegiatan karang taruna hanya sebatas pengisian waktu luang yg positif seperti rekreasi, olahraga, kesenian, pendidikan keagaman (pengajian), dll bagi anak yatim, putus sekolah serta anak-anak yg terjerumus dlm minuman keras dan narkoba.
Karang Taruna adalah Organisasi sosisal wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.Rumusan tersebut dapat dijelaskan sbg berikut:
Karang Taruna adlh suatu organisasi sosial, perkumpulan sosial yg dbentuk oleh masyarakat yg berfungsi sbg sarana partisipasi masyarakt dlm melaksanakan Usaha Kesejah teraan Sosial (UKS).
Sbg wadah pengembngan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karya generasi muda dlm rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adnya tanggung jawab sosial tersebut.
Karang Taruna tumbuh dan berkembang dari generasi muda dan dikelola oleh generasi muda untk kepentingan generasi muda dan masyarakat di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederaja.
Gerakan Usaha Kesejahteraan Sosial berarti semua progam dan kegiatan yg diselenggarakan Karang Taruna ditunjukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi muda.
Ciri dan karateristik Karang Taruna adlh sbg berikut :
Karang taruna sbg wadah pembinaan generasi muda.
Organisasi yg bergerak dlm kesejahteraan sosial.
Memiliki progam yg mendukung progam pemerintahan.
Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda dlm mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda yg terampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dlm rangka mengembangkan keberdayaan di masyarakat.
Termotifasinya stiap generasi muda untk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dlm keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Terjalin kerjasama antar generasi muda dan warga dlm mewujudkan taraf kesejah teraaan sosial bagi masyarakat.
Terwujudnya kesejahteraan sosial yg semakin meningkat dlm pelaksanaan fungsi sosialnya untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkuanganya.
Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda yag dilaksanakan secara kooperatif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainya.
Secara bersama-sama dg Pemerintah dan komponen masyarakat untk menanggulangi masalah kesejahteraan sosial terutama yg dihadapi generasi muda baik yg bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.
Karang Taruna sbg wadah pemuda dlm berorganisasi yg memiliki tugas yg telah di atur dlm pasal 6 Permemsos 77/2010, sbg berikut :
Mencegah timbulnya kesejahteraan sosial, khusunya generasi muda.
Menyelenggarakan kesejah teraan meliputi rehabilitasi,perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan diklat stiap anggota terutama generasi muda.
Meningkatkan usaha ekonomi produktif.
Menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kesadaran tanggung jawab sosial stiap anggota
Menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokal.
Memelihara dan memperkuat semangat bangsa, Binika Tunggal Ika dan tegaknya Negara kesatuan republik Indonesia.
Berdasarkan pasal 17 Permendagri 5/20027 ada dua pokok fungsi dari karang taruna yitu :
Pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalah gunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja.
Penanggulangan masalah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitative, dlm rangka pencegahan kenakalan remaja, dan penyalah gunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja.
Adanya karang taruna adlh untk menjaga para pemuda melakukan kegiatan bersosialisasi dg orang lain dan mengurangi masalah yg sekiranya dpt merusak masadepan pemuda.Pemuda pemudi di rangkul melalui organisasi Karang Taruna yg memiliki tujuan jelas tanpa merugaikan pihak manapun.Bakan menjadi angota Karang Taruna bukan suatu hal yg sulit, namun malah bisa menyenangkan secara batin dan juga fisik karena selalu bergerak kesana-kemari.
Terbentuknya kepribadian partisipasif dlm kehidupan bemasyarakat sudah menjadi suatu keharusan khususnya di kalangan pemuda belakangan ini.Partisipasi yg berarti ikut berperan serta dlm suatu usaha bersama dg orang lain untk kepentingan bersama.
Berdasarkn penelitian Goldsmith dan Blustain, berkesimpulan bahwa masyarakat tergerak untk berpartisipasi jika :
Partisipasi itu dilakukan melalui organisasi yg sudah dikenal atau yg sudah ada di tengah-tengah masyarakat.
Partisipasi itu memberikn manfaat langsung kpd masyarakat yg bersangkutan.
Manfaat yg diperoleh melalui partisipasi itu dpt memenuhi kepentingan masyarakat setempat.
Dlm proses partisipasi itu terjamin adanya kontrol yg dilakuakan masyarakat.Partisipasi masyarakat berkurang jika mereka kurang berperan dlm mengambil keputusan.
Kesadaran akan pentingnya peran organisasi kepemudaan dpt menjadi fondasi dlm membangun semangat gotong royong kehidupan bermasyarakat.Dlm Karang Taruna pembinaan dan pemberdayaan dilakukan kpd para anggotanya, misalnya dlm bidang keorganisasian, ekonmi, olahraga, advokasi, keagamaan dan kesenian.
Banyak hal yg bisa dilakukan oleh pemuda karang taruna seperti yg di sebutkn dlm penjelasan lebih lanjut Peraturan Mentri sosial No. 83 th 2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna sbg berikut :
Membangun organisasi yg kompak dan sehat, ajang silaturahmi.
Mengadakan kegiatan kerja bakti kebersihan dan penataan lingkungan setiap minngu pagi.
Menggalakan penanaman apotik hidup dan warung hidup di setiap halaman rumah warga.
Mengadakan jadwal ngaji dan olahraga bersama.
Mengadakan lomba-lomba hal positif.
Mengadakan skolah gratis anak prasekolah yg tdk mampu.
Mendirikan perpustakaan sederhana.
Setiap th diadakan acara wisata.
Kegiatan Karang Taruna jika dilaksanakan melalui pembinaan yg baik dan berkesinambungan akan membawa hasil yg positif diantaranya, melihat sifat individualisme agar tdk tertanam kuat dlm diri, karena kalau hal ini sudah tertanam kuat akan mengakibatkan sifat egois yg tinggi dan selalu mementingkan diri sendiri.
Selain bermanfat untk masyarakat, tentunya Karang Taruna berdampak pada diri sendiri.Jika yg dilakukan merupakan hal-hal positif dan mengasah kreatifitas.Berikut maanfaat mengikuti organisasi Karang Taruna :
1. Membentuk Karakter Posistif
Kegiatan yg dilakukan akan selalu merujuk kpd tugas yg akan menumbuhkan arakter positif.Hal tersebut adlh salah satu cara untk meminimalisir aksi kriminalitas di kalangan remaja.
2. Memperbanyak Relasi
Banyaknya kegiatan yg dilakukan dan berbagai macam adlh suatu cara utk dapat memper banyak relasi dg orang lain maupun instalasi lain, semisal ingin membuat suatu kegiatan dan membutuhkan biaya banyak dpt mencari seponsor maupun donatur. Sehingga pihak Karang Taruna dan terkait menguntungkan satu sama lain.
3. Mempererat Tali Persaudaraan
Sering melakukan kegiatan tentunya permasalahan yg munculpun beragam, semua diselesaikan bersama-sama dg kepala dingin dan mencari solusi tanpa menjatuhkan satu sama lain.Krn sudah biasa bersama, maka anggota Karang Taruna akan merasa seperti keluargan dan saudara.Apabila semua senang merasakan, begitu juga rasa sedih.Perasaan apapun dirasakan bersama-sama.
4. Meminimalisir Kriminalitas
Kriminalitas meruakan hal yg sudah umum terjadi, sehingga untk mencegah sebelum terjadi kriminalitas harus ada upaya yg cukup keras.Adanya Karang Taruna merupakan salah satu cara untk memberantasnya, banyak kegiatan yg dilakukan Karang Taruna agar warga tdk terjerumus kpd hal yg tdk dibenarkan.Tentunya dg melakukan edukasi dan juga selalu mengikutsertakan warga untk mengikuti kegiatan yg dilaksanakan, misalnya olahraga maupun pertandingan kegiatan Karang Taruna membuat masyarakat sibuk dengan kegiatan positif sehingga kegiatan negatif tdk bisa dilakukan.
5. Berlatih Menjadi Wirausaha
Kelompok dan rasa tanggung jawab yg besar merupakan pedoman organisasi Karang Taruna, banyak progam kerja yg harus dilaksanakan membutuhkan dana yg cukup besar pula.Hal tersebut tdk membuat seluruh Anggota Karang Taruna berfikir untk menambah dana dg cara semisal berwira usaha, contohnya dg membuat suatu kerajinan yg bernilai tinggi namun tdk mengeluarkan modal banyak atau menjual makanan ringan dan menitipkanya di warung-warung .Selain berlaih berwirausaha.Selain berwira usaha, penghasilan yg didapat juga bertambah.Selain itu, menjual hasil pertanian yg ditanam sendiri akan menambah penghasilan untk organisasi.Entah dg cara papapun, organisasi harus pintar mengolah keuangan dan menutup kekurangan.
Suatu organisasi tdk mungkin berjalan jika tdak ada dana untk melaksanakan progam kerjanya.Sbg suatu organisasi tentunya harus pintar dlm mengelola hal ini, mengusahakan dg cara apapun dan halal.Tdk mungkin selamanya organisasi akan meraskan kemudah terus menerus, pasti akan ada masanya berada pada kondisi yg sulit.Berikut beberapa cara yg dilakukan Karang Taruna untk mendpatkan dana lebih :
1.Iuran Angota
Iuran anggota yg bisa disebut kas anggota adlh suatu hal yg umum di dlm organisasi, hal tersebut menjadi kebiasaan dlm perkumpulan.Biasanya iuran ini dilaksanakan dlm beberapa waktu skali,misal sebulan sekali pd saat rapat rutin.Nominal iuran menjadi kesepakatan bersama yg selalu diperbaharui setiap organisasi, iuran ini bisa menopang berdirinya organisasi untk melakukan kegiatan selain dr pemerintah desa.Iuran dpt meringankan kekurangan dana dan bisa digunakan sbg cadangan.
2. APB Desa
Anggaran desa ini tentunya tidak akan cukup untuk memenuhi seluruh program kerja, namun setidaknya sudah membantu. Nominal APB Desa setiap daerah berbeda-beda, tergantung kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kurangnya fasilitas desa. Apabila dana dari desa tidak mencukupi, seluruh anggota Karang Taruna harus berusaha lebih giat lagi untuk mencari tambahan yang lainnya. Bisaanya dana dari desa ini digunakan pada saat tertantu saja, misalnya pada acara yang lumayan besar dan meriah.
3. Denda
Denda adalah suatu hukuman yang bisa didapatkan dari anggota yang tidak hadir dalam kegiatan maupun datang terlambat, bisaanya denda ini tidak berlaku jika anggota yang tidak hadir berada dalam permasalahan.misalnya sakit atau ada kerabat yang berduka. Nominalnyapun disesuaikan dengan kesepakatan bersama yang tidak memberatkan dan tidak juga berlebihan. Denda juga berfungsi sebagai salah satu penopang kedisiplinan anggota Karang Taruna supaya lebih menghargai waktu dan komitmen yang sudah ditentukan.
4. Donasi
Donasi merupakan bantuan dari masyarakat sekitar yang bersedia memberikan suntikan dana, donator-donatur tersebut bisaanya sudah ditunjuk dalam rapat organisasi. Namun, sebenarnya kita tidak boleh terlalu mengharapkan dana dengan cara ini.Hal itu disebabkan karena tidak semua para donatur akan memberi dengan suatu alasan tertentu. Namun kita tetap harus berusaha untuk mendapatkan donasi, beberapa tokoh terpandang di desa kita datangi dengan membawa rangkaian acara serta dalam berkomunikasi juga harus menggunakan bahasa tubuh serta lisan yang baik pula.
5. Sponsorship
Usaha dana yang lainnya yaitu dengan menggunakan proposal krjasama sponsorship, bisaanya dengan cara ini akan banyak mendapatkan dana. Perjanjian kerjasama ini bisaanya akan menguntungkan satu sama lain, sehingga terdapat feedback dari yang memberikan sponsor maupun pihak yang diberikan sponsor. Bisaanya sponsor tidak selalu dalam wujud dana materil, namun bisa juga dengan wujud barang.Barang ini nantinya juga bisa dijual atau digunakan untuk hadiah dalam suatu kegiatan lomba maupun digunakan untuk doorprize, bisaanya feedback yang diminta dari pihak sponsor tidak terlalu rumit misalnya menyebutkan nama usahanya atau bahkan mempromosikannya didepan umum. Bisa juga mereka mendirikan stand-stand yang digunakan untuk berdagang dan juga yang lainnya.
6.Ticketing
Ticketing adalah cara yang cukup aman dilakukan untuk membalikkan modal dan memenuhi kebutuhan suatu kegiatan, dalam suatu acara yang menarik pasti akan membuat pengunjung semakin banyak. Sehingga tiket yang disediakan untuk dijual akan laris, misalnya dalam acara jalan sehat yang memberikan doorprize menarik (sepeda, alat elektronik dan sebagainya) bias menggunakan tiket.Bisa juga diatur dengan setiap keluarga dalam masyarakat membeli tiga tiket wajib dan selebihnya dilayani untuk membeli berapapun. Misalnya harga tiket 5000 rupiah dikalikan 400 kepala keluarga sedangkan masing-masing keluarga membeli tiga tiket jadi 15.000 dikalikan 400 = 6.000.000 rupiah.
Perumpamaannya sebagai berikut :
Jumlah Tiket : 1600 buah
Harga tiket : Rp 5.000,00
Per keluarga wajib membeli : 3 buah tiket
Terdapat 400 keluarga : 400 x 3
Sehingga, Rp 5000 X 400 X 3 : Rp 6.000.000,00 (terjual sejumlah 1200
tiket)
Sisa tiket yang selanjutnya dijual dengan tidak ada ketentuan pembelian, misalnya membeli 5 buah diperbolehkan.Hasil dari penjualan tiket kemudian bisa diperhitungkan kembali untuk mengembalikan modal dan juga keperluan yang lain. Dalam tiket tersebut terdapat kode yang nantinya akan diundi dalam akhir acara.Dan bisaanya acara ini yang paling meriah, karena para masyarakat akanmenanti-nanti siapa yang akan mendapatkan doorprize yang paling menarik.
Tiket jalan sehat
Tiket bisa didesain dengan lebih unik dan menarik, tergantung masing-masing anggota Karang Taruna dan acara yang diselenggarakan. Apabila acara jalan sehat untuk memperingati hari Bumi maka menyesuaikan dengan tema. Masyarakat tahu pasti, para pemuda Karang Taruna tidak mungkin jika tidak bisa mengembangkan ide serta kreatifitasnya.
7.Usda (usaha dana)
Usaha dana yang dilakukan bisa berbagai macam hal, misalnya mengumpulkan sampah botol minuman dan menjualnya atau kemudian diolah kembali. Menjual snack ringan yang dititipkan di warung-warung warga, atau setiap ada acara anggota Karang Taruna ada yang ditugaskan untuk membuka stand makanan maupun hasil kerajinan yang telah dibuat sebelumnya. Bisaanya usaha dana seperti ini akan lebih menarik perhatian dari masyarakat, selain menimbulkan kebanggaan terhadap anak muda yang rajin para orangtua akan bangga melihat anak-anaknya sudah berlatih untuk mandiri dan bekerja keras tanpa meninggalkan pendidikan wajib mereka sebagai siswa terutama untuk yang masih pada usia sekolah.
8.Parkir
Dana yang bisa didapat selanjutnya adalah dari hasil pendapatan parkir dalam setiap acara, jangan terlalu banyak menarik tarif. Cukup Duaribu rupiah saja per motor dan mobil Lima ribu rupiah, jadi sewajarnya saja dalam menarik tarif. Untuk hal ini anggota Karang Taruna harus memegang sendiri, supaya kekhawatiran yang kemungkinan akan terjadi sangat kecil. Kekhawatiran tersebut misalnya, jika orang lain diluar anggota Karang Taruna yang memegang kendali atas lahan parkir dikhawatirkan ongkos parkir dinaikkan. Hal yang lain juga karena merupakan acara yang diselenggarkan oleh Karang Taruna maka harus bertanggungjawab penuh atas apa yang terjadi dalam acara. Untukmemilih lahan parker harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan sampai tempatnya sulit untuk digunakan sebagai lahan parkir. Misalnya tanah yang lunak dan sehabis diguyur hujan, hal tersebut akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan juga anggota Karang Taruna.
Suatu organisasi tentunya di kelola pengurus dan anggota, dlm mengelola organisasi diperlukan kekreatifan dan juga kekompakan.Pengurus Karang taruna merangkul setiap anggota tanpa membeda-bedakan, begitu dg anggota yg lain.Setiap permasalahan yg muncul baik internal maupun ekternal harus menggunakan penyelesaian yg tentu tdk memberatkan satu sama lain.Mengingat organisasi Karang Taruna merupakan organi sasi kepemudaan maka dlm organisasi tersebut harus seimbang.Hal ini disebabkan krn umur yg bervareasi.Jd pengertian satu sama lain harus dikedepankan, baik dlm internal organisasi maupun eksternal di masyarakat.
Sbg pengurus Karang Taruna yg berkedudukan sbg kepala, tentunya memiliki tanggung jawab yg lebih besar dlm organisasi.Tdk serta merta asal melakukan hal yg diluar kehendak seluruh anggotanya, juga tdk mengambil keputusan secara sepihak krn semua hal yg terjadi anggota juga berhak tau jika itu menyangkut kepentingan organisasi.
Menjadi anggota Karang Taruna diwajibkan untk membatu pengurus, krn nantinya mereka akan menggantikan penurus terdahulu untk kedepanya.Anggota dlm organisasi tdk di perbolehkan melakuka hal yg dpt merugikan diri sendiri maupun organisasi, misalnya tdk tertib untk mengikuti kegiatan.Entah apapun kegiatan yg dilakukan harus turut serta membantu, jika sekiranya ada suatu hal yg mengharuskan untk tdk bisa mengikuti kegiatan harus izin yg jelas.Hal tersebut dilakuakan supaya menjaga keharmonisan organisasi.Organisasi dpt di ibaratkan sbg rumah tangga.Apabia salah satu anggota melakukan kesalahan dan tdk segera diperbaiki maka akan berdampak buruk, setiap anggota harus berkomunikasi dg baik supaya tetap terjaga hubunganya dan berjalan dg kompak.
Mengelola organisasi bukan suatu yg mudah, namun jika dilakuakan bersama-sama akan mempermudah seluruh kegiatan, serta apa bila dipandang masyarkat luar tentu menimbulkan suatu rasa bangga.Mengikuti suatu organisasi merupakan suatu hal yg bermanfaat, krn itu kita akan selalu belajar untk menekan keegoisan dg cara memikirkan orng lain terlebihdahulu.Apabila dlm suatu organisasi itu baik, maka jk terjun di masyarakat pasti akan baik pula.Tetap menjaga kekompakan dan saling pengertin adlh suatu kunci kesuksesan bersama.
Terkadang sesekali ada progam kerja yg tdk terencana, biasanya progam kerja ini dilaksanakan secara mendadak.Misal ada tamu penting yg datang ke desa, kemudian diminta tolong oleh kepala desa maka anggota karang taruna membantu menyiapkan tempat logistik yg berkaitan.Contoh yg lain misal ada warga masyarakat yg sedang berduka, lalu dr pihak keluarga maupun pemerintah desa meminta pemuda Karang Taruna untk menyiapkan keperluan yg digunakan untk pemakaman.
Mengingat stiap potensi daerah berbeda-beda maka progam kerjanya tentu bervariasi, yg telah saya uraikan di atas adlh beberapa penggambaran yg pd umumnya dilakukan oleh Karang Taruna.Syarat membuat progam kerja adlh melakukan hal positif, sasaran masyarakat jelas, dana yg cukup dan juga tdk merugikan pihak manapun.
Seluruh progam kerja yg dilaksanakan oleh Karang Taruna merupakan semata-mata untk membantu kesejahteraan masyarakat.Apabila masyarakat dg hidup sejahtera maka desa dmn tempat mereka tinnggal akan selalu nyaman, masyarakat yg ramah dan peduli terhadap sekitar merupakan hal yg saat ini harus selalu dikembangkan.
Keanggotaan Karang Taruna
Setiap Organisasi harus mempunyai struktur organisasi yg dpt menjadi kepala dr anggota-anggotanya, seluruhnya harus kompak dlm berbgai macam hal.Anggota Karang Taruna terbagi 2 Anggota yaitu :
Anggota Pasif adlh keanggotaan yg bersifat stelsel pasif (Keanggotaan otomatis), yakni seluruh remaja dan pemuda yg berusia 13 s/d 45 tahun.
Angota Aktif adlh keanggotan yg bersifat kader, berusia 13 s/d 45 th dan selalu aktif mengikuti kegiatan Karang Taruna.
Kepengurusan Karang Taruna
Pengurus Karang taruna dipilih secara musyawarah Warga karang Taruna setempat.Kriteria secara umum untk menjd pengurus Karang Taruna seseorang harus memenuhi kriteria sbg berikut:
Bertakwa kpd tuhan yg maha esa
Setia kpd Pancasia dan UUD 1945
Berdomisili di wilyah yg dibuktikan dg identitas resmi
Memiliki kondisi jasmani yg sehat
Bertanggung jawab, berakhak biak, dan mampu bekerja dg timnya mupun dg berbagai pihak.
Berusia 17 th dan maksimal 45 th
Mengetahu dan memahami aspek keorganisasian serta ke-Karang Taruna-an
Peduli terhadap lingkungan masyarakat
Berpendidikan SLTA/sederajat untk kepengurusan tingkat Kabupaten/ kota hingga nasional, minimal SLTP/sederajat untk kepengurusan tingkat kecamatan, dan minmal lulusan SD/sederajat untk tingkat Desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat.
Cotoh Struktur organisasi
Perlu digaris bawahi bahwa Karang Taruna adlh organisasi pemuda yg bergerak di bidang kesejahteraan sosial.Oleh karena itu, untk meningktkan kualitas kinerja dr semua anggota ada baiknya menyiapkan sebuah progam kerja untk mencapai tujuan mensejahterakan potensi masyarakat.Kesejah teraan bukan hanya dr segi finansial, melainkan bisa dg mengembangakan potensi setiap individu pd bidang-bidang tertentu agar yg bersangkutan mampu mengoptimalkan potensinya.
Mekanisme kerja sbg langkah-langkah dlm proses penyelenggaraan suatu tugas dan fungsi progam kerja Karang Taruna mencakup pentahapan antaralain :
Pendatan potensi/ sumber dan permasalahan kesejah teraan sosial.
Perencanaan progam.
Sosialisasi progam-progam yg direncanakan.
Pemantauan dan evaluasi.
Pencatatan dan pelaporan.
Mekanisme kerja (langkah) guna melaksanakan pentahapan tersebut ditempuh melalui :
Pembicaraan dan pembahasan bersama dlm pertemuan rapat pengurus.Rapat stidaknya merumuskan dan menetapkan antara lain hal-hal sbg berikut :
a. Kegiatan apa yg akan di kerjakan.
b. Siapa yg mengkordinasikan dan melaksanakan kegiatan tersebut.
c. Dukungan dana yg di perlukan dan bgm memperolehnya.
d. Siapa saja dn pihak mana saja yg perlu di hubungi.
e. Pelaksanaanya bgm.
f. Dll yg perlu dputuskan dlm rapat.
2. Pertemuan kembali untk mengetahui perkembangan pelaksanaan, baik hasil, faktor pendukung dan permasalahan yg dihadapi dlm rangka penetapan langkah-langkah sbg berikut :
a.Bidang Kesekertariatan
Mengadakan rutinan satu bualan sekali sekaligus yasinan dan arisan untk memperlancar jalanya pertemuan.
Mengikuti forum komunikasi
Mengadakan komunikasi dan konsultasi dg pihak-pihak terkait dlm menyelenggarakan suatu kegiatan untk kelancaran dan hasil yg memuaskan.
Mengikuti jambore kemah bersama.
b. Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial
Memberikn bantuan moril dan materil dlm penyaluran sumbangan kpd masyarakat yg terkena musibah.
Turut berperan serta dlm setiap kegitan yg ada di masyarakat.
Mendata potensi dan sumber kesejahteraan sosial
Memasarakatkan kepedulian terhadap lansia, yatim, penyandang cacat, dan lain sbgnya.
c.Bidang Ekonomi Produktif
Merancang usaha yg bertujuan meningkatkan perekonomian anggota masyarakat.
Ikut berperan dlm usaha pertanian melalui kelompok-kelompok tani.
Mengikut sertakan anggota dlm setiap kegiatan pelatiahan, pembengkelan, pertanian, perkebunan, home industri, dll yg dpt meningkatkan usaha ekonomi produktif.
d.Bidang Pendidikan dan latihan
Mengadakan kegiatan positif agar generasi muda tdk terjebak dlm pergaulan negatif.
Mengikut sertakan generasi muda mengikuti latihan-latihan kerja.
Membudidayakan gerakan hidup sehat melalui gerakan jum'at bersih.
e.Bidang keagamaan
Mengadakan peringatan hari-hari besar keagamaan
Mengadakan yasinan sekaligus arisan warga.
Bekerjasama dg remaja masjid memberikan pelajaran baca tulis Al - Qur'an.
Menghidupkan nuansa bulan ramadan melalui tadarus Al -Qur'an.
Mengadakan Buka bersama.
Mengadakan takbir keliling.
Mengikut sertakan masyarakat/remaja dlm stiap kegiatan lomba yg bersifat agamis.
f.Bidang Pengabdian Masyarakat
Berpartisipasi aktif dlm kegiatan yg bersifat posistif dimasyarakat.
Membantu mencarikan solusi dlm segala permasalahan yg tengah d hadapi masyarakat.
Berupaya menyalurkan aspirasi yg berkembang kpd pemerintah desa.
Pemuda merupakan bagian dr masyarakat yg masih rentang terpengaruh dr globalisasi.Pertumbuhan kelompok usia muda lebih cept d bandingkn kelompok usia lain yg menjadkan usia muda lebih dominan dibandingkn usia lain.
Melalui organisasi semacam Karang Taruna, pemuda disatukan dlm sebuah wadah pembinaan supaya lebih terarah dan lebih berdaya.Progam-progam yg disusun di sesuaikn dg kebutuhan pemuda dan kondisi wilayah.
1.Pemberdayaan Pemuda
Pemberdayaaan adlh suatu proses aktualisasi melalui kegiatan pembinaan, pengembangan, pengutan kemampuan /daya/potensi diri sehingga tercipta kemandirian.Demikian, kegiatan yg bekaitan pemberdayan d masyarakat cukup penting dlm pembangunan salah satunya melalui kegitan Karang Taruna yaitu pemberdayaan yg melibatkan masyarakat terutama pemuda.
2.Tujuan pemberdayaan
Konsep pemberdayaan masyarakat tdk semata-mata muncul tanpa tujuan.Pemberdayaan erat berkaitan dg pembangunan, merujuk pada tujua dan perbaikan.
Pada dasarnya pemberdayaan bertujuan untk memberikn kesempatan membentuk individu maupun kelompok menjadi lebih berdaya, mandiri dan berani melalui proses belajar sehingga terjadi perbaikan keadaan.
3.Karateristik Pemberdayaan
Adanya pengorganisasian dan managemen di masyarakat mengarah pd tujuan untk mengaktifkan kesadaran masyarakat dlm pembanganunan.Pendekatn yg dilakuakan lebih partisipatif dan tdk kaku sehingga tercipta suasana akrab, nyaman dan mudah memberikan proses pembelajaran dlm masyarakat.
Pemberdayaan memiliki 4 karateristik :
Organisasi sosial masyarakat.
Managemen dan kolaborasi pekerja
Pendekatan partisipasi dlm pendidikan orng dewasa, rise dan pembangunan desa
Pendidikan terutama ditunjukan untk melawan kejanggalan dan ketidak adilan yg dialami individu atau kelompok.
Prinsip-prinsip pemberdayaan sbg berikut :
Pembangunan yg dilakukan bersifat lokal
Lebih mengutamakan aksi sosial.
Menggunakan pendekatan partisipasi, para anggota kelompok sbg subjek bukan objek
Usaha kesejah teraan sosial untk keadilan.
4.Tahap Peberdayaan
Proses pemberdayaan meliputi menciptakan suasana kondusif (enabling), penguatan kapasitas masyarakat (empowering), bimbingan dan dukungan (supporting), memelihara kondisi yg kondusif dan seimbang (eforesting).
Melihat fungsi dr managemen progam, sudjana menyusun managemen progam meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, pembinaan, penilaian dan pengembangan.
Pemberdayaan masyarakat berlangsung scara bertahap dan berproses.Tahap pertama yaitu tahap penyadaran dan pembentukan perilaku dmn pihak yg akan diberdayakan difasilitasi melalui serangkaian proses perangsangan kesadaran mereka tentang perlunya memperbaiki kondisi untk keadaan yg lebih baik.Tahap selanjutnya tahap transformasi kemampuan berupa pengetahuan, kecakapan, keerampilan/lifeskills dan pengalaman yg releavan dg tututan kebutuhan da lingkungan sehingga terjdi keterbukan wawasan serta paham tentang bgm ikut berpartisipasi dlm pembangunan.Tahap terakhir yaitu pengayaan / peningkatan intelektualitas.Pd tahap ini masyarakat di arahkan pd peningkatan dan pengembangan kemampuan menuju kemandirian.Pihak yg dibrdayaakan diarhkan untk membentuk keinisiatifan dan melahirkan inovasi-inovasi yg mereka miliki.Komponen pemberdayaan meliputi :
1. Pembelajaran makro
a. Penyadaran
b. Perencanaan
c. Pengorganisasian
d. Penggerakan
e. Penilaian
f. Pengembangan
2.Pembelajaran mikro, keterampilan secara khusus dilakukan dlm bentuk pelatihan meliputi :
a.Keterampilan produktif
b.Keterampilan pemasaran
c.Keterampilan keuangan
5.Indikator Keberhasilan Pemberdayaan
Keberhasilan sebuah progam dpt dilihat dr pelaksanaan dn dapak dr progam itu sendiri.Bahwa indikator keberhasila pemberdyaan dilihat dr beberapa aspek yaitu kesadaran/ kemauan/ kepedulian, peningkatan kemampuan, kemudahan akses, kemampuan memecahkan masalah, sikap bekerjasama dan kemandirian.
Karang Taruna, menjadi salah satu hal organisasi yang memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial masyarakat. Maka, Karang Taruna juga memiliki andil dalam mengembangkan ekonomi produktif, entah untuk organisasinya sendiri maupun untuk kesejahteraan bersama masyarakat. Mengembangkan ekonomi produktif harus melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar, misalnya jika ada lahan yang luas bisa menanam sayuran maupun bahan makanan yang lain, apabila terdapat sampah plastik dan juga botol bisa didaur ulang kembali. Selain kedua hal tersebut ada banyak cara untuk mengembangkan ekonomi produktif, hal ini tentunya harus dikonsultasikan kepada pemerintah desa supaya mendapat dukungan dalam modal dan juga semangat.
Selain memperbaiki perekonomian organisasi, dapat juga memperbaiki permasalahan ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Mengurangi angka pengangguran di desa dan sebagai wadah untuk selalu berkembang mewujudkan ide-ide kreatif. Tentunya akan lebih baik jika usaha ini dikerjakan dengan bersama-sama, karena nanti apabila terjadi permasalahan bisa ditanggung bersama dan banyak teman untuk saling berbagi. Kemudian permasalahan tersebut akan cepat teratasi, dan itulah pentingnya organisasi.
Di bawah ini terdapat beberapa pilihan utuk mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif yang dipegang Karang Taruna, namun tidak serta merta semua harus dilakukan karena juga harus melihat potensi yang ada di dalam desa itu sendiri.
Menyesuaikan potensi desa dan juga masyarakatnya dengan ekonomi produktif yang akan dibangun bukan merupakan hal yang gampang dan bukan juga hal yang sulit, keduanya harus seimbang sebagaimana nantinya dalam mengolah hasil produksi tidak terjadi permasalahan dan tidak berhenti sampai pada saat itu. Hal ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mempedulikan lingkungan sekitar.
Organisasi harus memiliki rasa tanggungjawab untuk mengatasi kesejahteraan rakyat, oleh karena hal itu dengan menyadari adanya ekonomi produktif maka Karang Taruna harus menggerakkan masyarakat terutama pengangguran yang notabene membutuhkan penghasilan lebih. Keuntungan dari mengolah ekonomi produktif yang dilihat dari potensi lingkungan sekitar akan menjadi ciri khas desa itu sendiri, dengan begitu akan lebih membuat kemajuan yang signifikan.
Sebelum terjun ke lapangan untuk mengolah ekonomi produktif, anggota Karang Taruna tentunya melakukan beberapa langkah untuk akhirnya memutuskan memilih usaha yang akan dilakukan, musyawarah dalam suatu organisasi penting dilakukan supaya ide-ide yang muncul beragam dan muncullah kreatifitasnya. Berikut beberapa langkah untuk menentukan jenis usaha yang akan dilakukan untuk memenuhi ekonomi produktif :
1.Perencanaan
Pada tahap ini anggota Karng Taruna yang menjadi pengelola utama harus sudah memiliki gambaran tantang rencana usaha apa yang akan dilaksanakan untuk meraih ekonomi produktif, rencana ini dimusyawarahkan dengan anggota juga dengan pemerintah desa guna memperoleh hasil yang baik dan bertahan dalam jangka panjang untuk kedepannya. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ini misalnya mengambil beberapa hal untk di jadikan usaha ekonomi prouktif yaitu, mengolah limbah plastik, bool minuman, tanaman sayur, dan bibit pohon. Dg mengolah beberapa hal di atas maka akan meminimalisir modal dan tentunya akan menghasilkan karya yg luar biasa jika dilandasi dg krearifitas yg unik.
2. Pelaksanaan
Dimulai dengantahapan sosialisasi, pembentukan kelompok yang di dalamnya termasuk pembentukan pengurus, pemilihan jenis usaha dan pengajuan proposal usaha kepada pihak yang terkait, pemerintah desa maupun kecamatan.Sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang program ekonomi produktif, tujuan dilaksanakannya ekonomi produktif, serta manfaat dari ekonomi produktif bagi masyarakat. Masyarakat tentunya akan mendukung jika hal tersebut dapat menghasilkan dan menciptakan kesejahteraan. Secara singkat usaha ekonomi produktif merupakan alternative kegiatan organisasi.
a. Sosialisasi
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang program ekonomi produktif, tujuan dilaksanakannya ekonomi produktif, serta manfaat dari ekonomi produktif bagi masyarakat. Masyarakat tentunya akan mendukung jika hal tersebut dapat menghasilkan dan menciptakan kesejahteraan. Secara singkat ekonomi produktif merupakan alternative kegiatan organisasi dengan masyarakat terkait, selain meningkatkan kesejahteraan juga bisa meningkatkan potensi desa sebagai desa yang bisa mewujudkan industri.
b. Pembentukan Kelompok
Pembentukan kelompok ini dibagi menurt jenis usaha yang akan dipilih, misal ada empat jenis potensi usaha maka dalam satu desa tersebut harus membagi kelompok menjadi empat dan juga dalam setiap kelompok harus ada yang mendampingi, entah dari pihak desa maupun pihak Karang Taruna. Peran pendamping dalam kelompok adalah membantu jika ada permasalahan, menyiapkan peralatan yang dibutuhkan serta menyusun proposal yang akan diajukan kepada pemerintah guna mendapat modal. Pembagian kelompok juga dibagi menurut usia, jika bisa dibagi rata perkelompok adalah membantu jika ada permasalahan, menyiapkan peralatan yang dibutuhkan serta menyusun proposal yang akan diajukan kepada pemerintah guna mendapat modal. Pembagian kelompok juga dibagi menurut usia, jika bisa dibagi rata perkelompok ada yang usia lanjut dan ada yang masih muda. Pemeta'an supaya lebih efektif dan produktif sehingga menghasilkan barang yang berkualitas.
c. Pendamping tidak memberikan gambaran pilhan usaha yang dipilih dan bagaimana perkembangan selanjutnya. Pendamping hanya bertugas untuk membantu jika sekiranya ada kekurangan dalam proses pembuatan usaha.
3.Pelatihan
Pelatihan digunakan untuk mengetahui cara-cara yang akan dilakukan dalam usaha, supaya lancar dalam membuat produk kedepannya maka pelatihan bisa dilaksanakan dua atau tiga kali. Namun jika sekali saja sudah dirasa cukup dan langsung memulai produksi akan lebih baik, sehingga waktu produksi pertama bisa lebih cepat dan mencoba untuk dipasarkan beberapa, jika pesanan meningkat maka produksi selanjutnya akan dibuat lebih. Tahap pelatihan ini bisa digunakan untuk mengecek kembali perlengkapan untuk membuat produksi, jika semuanya sudah siap maka bisa langsung dilaksanakan.
4. Pelaksanaan Usaha
Pelaksanaan usaha dilakukan setelah selesaimelaksanakan pelatihan, dengan langsung memulai tentunya akan lebih mengetahui permasalahan yang mungkin terjadi atau semakin hari akan meningkat kualitas produk yang dihasilkan. Untuk produk pertanian harus menunggu beberapa saat untuk bisa mengetahui berapa hasil penjualan. Sebenarnya pengolahan limbah juga membutuhkan waktu, namun jika banyak yang memproduksi pasti akan cepat selesai, berbeda dengan hasil pertanian yang harus menunggu.
5. Lokasi Pengolahan
Jika pemerintah desa memiliki lahan yang luas, Karang Taruna dapat memanfaatkan lahan tersebut untuk menjalankan usaha pengolahansampah plastik. Jika bersedia, bisa menggunakan salah satu rumah warga yang dirasa cukup luas terlebih dahulu, untuk kedepannya bisa membangun tempat pengolahan sendiri. Cara lain yaitu menggunakan lokasi yang dibagi menjadi beberapa rumah warga, sehingga sampah-sampah yang belum diolah tidak menumpuk hanya di salah satu rumah warga. Jadi, juga bisa menitip hasil karya di tempat pengolahan tersebut.
6. Pemasaran
Ada berbagai macam cara yang bisa digunakan untuk memasarkan hasil produksim, misalnya dengan cara menjual di sosial media dan bisa ke pasar langsung. Cara penjualannya bisa grosir maupun ecer, dengan mengirimkannya di media sosial orang lain dari belahan Negara manapun bisa membelinya dan keuntungannya bisa lebih cepat dikenal banyak orang. Pengolahan limbah sampah plastik dan botol memungkinkan untuk dikirim dalam jangka waktu yang lama, namun jika sayuran dan tumbuhan sebaiknya dijual ke pasar langsung atau pembeli juga bisa datang langsung ke rumah produksi.
7. Sasaran
Untuk mencari konsumen pengolahan sampah plastik ini tidaklah sulit. Dengan adanya media sosial yang saat ini membantu dapat mencapai saran yang tepat, entah ibu-ibu muda maupunremaja dan kalangan dewasa. Dan kalau berbicara kerajinan dari sampah plastik, bisaanya banyak untuk kebutuhan rumah tangga, atau pasar yang lebih tinggi adalah sebagai barang seni yang unik dan berbeda dari yang lainnya
8. Evaluasi
Kegiatan ini diperlukan untuk meninjau kembali apakah ada permasalahan yang serius ataukah tidak, jika sudah teruan dan menjualkan produk maka baru akan diketahui permasalahan apa yang terjadi. Sesegera mungkin untuk diatasi dan terus mengusahakan untuk meningkatkan kualitas produk berikutnya, evaluasi ini berguna juga untuk melihat sejauh mana produk yang dijual. Lariskah atau malah tidak terjual sama sekali, jika dapat dijual dengan waktu yang cepat maka harus segera meningkatkan jumlah produksi barang. Namun jika belum terjual, kemungkinan ada kesalahan dari pemasaran, sehingga harus lebih giat untuk membuat konsumen percaya bahwa produk yang dijual merupakan produk yang berkualitas dan sangat ramah lingkungan
Mengembangkan ekonomi produktif di lingkungan desa harus memikirkan dampak positif dan juga negatifnya, namun kita haruslah berani untuk mengambil keputusan supaya perkembangan ekonomi akan segera terwujud dan menghasilkan hasil yang baik. Dalam hal ini ada beberapa macam ide untuk mewujudkan ekonomi produktif yang dapat dikelola oleh pemudaKarang Taruna:
1.Mengolah Limbah Plastik dan Botol
Sebagai organisasi pemuda Karang Taruna harus memiliki kepekaan lebih terhadap limbah sampah plastik dan botol minum, mengingat saat ini ekosistem telah tercemar berbagai macam jenis sampah ini. Plastik yang sudah tidak bisa didaur ulang bisa dipisahkan dengan yang masih bisa didaur ulang, plastik yang tidak dapat didaur ulang adalah plastik yang sobek, sekali pakai dan tidak kokoh. Biasanya plastik yang kokohadalah limbah plastik deterjen, sabun pencuci piring, dan kopi instan.Limbah rumah tangga bisa diolah sendiri atau dikumpulkan kepada pemuda Karang Taruna, begitu pula dengan sampah botol minuman yang hanya sekali pakai. Limbah plastik dan botol minuman banyak terdapat di lingkungan yang ramai, misalnya di lingkungan sekolah, pasar, dan juga limbah rumah tangga. Limbah organik mungkin akan gampang terurai dengan cepat dan meresap ke dalam tanah, namun tidak untuk plastik dan botol minuman. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemuda Karang Taruna adalah dengan cara mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang memiliki harga jual, bersama masyarakat sekitar dan bekerjasama dengan Ibu-ibu PKK desa yang bisa membantu dalam pelatihan dan pengelolaan bersama Karag Taruna.
Pengolahan sampah plastik dan botol ini diperlukan ketlatenan, kekreatifan dan juga waktu, proses adalah hal yang menarik untuk mencapai hasil yang baik. Kita bisa mencari berbagai macam tutorial atau cara untuk membuat hasil karya bernilai jual tinggi di Youtube, atau bisa juga diolah sesuai kekreatifitasan diri dari masing-masing. Hal penting lainnya adalah pastikan bahwa untuk mengolah limbah botol minuman.dan plastik harus dalam keadaan bersih, caranya dengan mencucinya terlebih dahulu sebelum mengolahnya, hal ini dilakukan supaya tidak menurunkan harga jual produk dan nyaman saat diolah.Berikut ini merupakan beberapa contoh kerajinan dari limbah plastic dan botol minum :
Gantungan kunci dari tutup botol
Proses pembuatan gantungan kunci
Cara pengolahan limbah tutup botol minuman seperti gambar di atas sangatlah menarik, jika dijual pasti akan menghasilkan nilai tinggi karena idenya yang unik. Jika tutup botol diolah sebagaimana seperti gambar di atas maka akan menyisakan botol minuman yang juga harus diolah. Semuanya harus diolah kembali untuk menghasilkan penghasilan yang setara dengan usaha yang telah dilakukan. Akan lebih baik jika kreatifitas dari anggota Karang Taruna dan Masyarakat terus diasah, supaya hasil karya yang dihasilkan juga banyak dan penghasilanpun semakin meningkat.
Tas daur ulang dari bungkus kemasan
Belanja, bisa juga digunakan untuk mambawa barang untuk bepergian. Tidak perlu merasa malu karena menenteng tas daur ulang dan bukan suatu tas yang bermerek, tetapi malah harus merasa bangga karena tas tersebut merupakan hasil karya untuk mengurasi dampak limbah plastik yang hanya mengotori lingkungan. Harga tas daur ulang ini berkisar antara lima ribu sampai lima puluh ribu dengan ukuran yang besar, tas ini awet jika tidak terkena benda yang tajam. Mnamun jika digunakan.untuk berbelanja tentunya tidak akan langsung sobek karena sifat dari plastiknya ulet.
Tas tersebut berbahan dasar plastik bekas permen dan kopi instan, yang dibalut dengan lem dan bahan pelengkap lainnya yaitu kain. Kain yang dipakai haruslah kain yang kuat supaya apabila membawa beban yang agak berat bisa bertahan, jika perlu jahitlah tas yang akan digunakan supaya memperkokoh tas tersebut.
Itulah beberapa contoh daur ulang plastik dan botol minuman, selebihnya bisa dikreasikan menurut keahlian dan kekreatifitasan masing-masing kelompok pembuat kerajinan daur ulang. Agar lebih menarik minat konsumen, harus selalu mengembangkan ide yang tidak terlalu pasaran dan menggunakan tema yang saat itu sedang terjadi.Biasanya dengan cara itu konsumen bisa lebih mempertimbangkan untuk membelinya.
2.Membudidayakan Ikan untuk Menambah Pendapatan
Cara untuk meghasilkan pendapatan lain yang dapat dikekola pemuda Karang Taruna adalah dengan cara melakukan budidaya pada ikan, ikan yang paling mudah untuk dibudidayakan adalah ikan lele dan ikan nila. Ikan nila dan ikan lele merupakan jenis ikan yang memakan segala, terkadang ada orang yang memberi makan ikan lele dengan nasi bahkan roti, selain pellet. Untuk ikan nila biasanya suka dengan daun talas, daun-daun talas ini juga dapat mengobati jamur pada ikan nila, sehingga selain dimakan daun talas juga bisa digunakan sebagai obat. Kedua ikan tersebut sangat tahan terhadap segala kondisi terkecuali jika ada predator yang memangsa. Ikan nila dan ikan lele selain budidayanya mudah, harga jualnya juga lumayan tinggi. Terlebih jika ukuran dari ikan-ikan tersebut besar, biasanya satu kilo hanya akan berisi tiga sampai 4 ikan untuk ikan nila, namun untuk ikan lele biasanya bisa mencapai delapan ekor. Pemuda Karang Taruna bisa memilih budidaya ikan ini karena tidak begitu banyak menanggung resiko.
a.Ikan Nila
Ikan nila merupakan ikan yang tergolong mengalami pertumbuhan dengan cepat, karena ia dengan mudah beradaptasi meskipun di lingkungan yang baru terlebih jika ikan tersebut berjenis kelamin jantan. Perkembangbiakan ikan nila juga tergolong cepat dan sangat banyak. Ada beberapa persiapan untuk membudidayakan ikan nila:
1.Memilih benih
Pemilihan benih adalah hal yang paling memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan lebih cepat dari pada ikan nila betina, maka bukan berarti harus mengembangbiakkan hanya ikan dengan jenis kelamin jantan saja. Ikan nila betina juga diperlukan untuk proses perkembangbiakan. Biasanya jenis kelamin ikan akan terlihat saat sudah berumur satu sampai dua bulan, sehingga akan lebih mudah untuk dipisahkan dengan ikan yang besar.
2.Menyiapkan Kolam
Kolam yang biasanya digunakan untuk membudidayakan ikan nila adalah kolam tanah, kolam terpal dan kolam semen, sebenarnya bisa juga menggunakan kolam jaring terapung dan juga tambak namun harus memerlukan tempat yang sangat luas. Tidak cocok jika digunakan di tempat yang padat penduduk. Kolam yang paling banyak digunakan saat ini adalah kolam tanah dan kolam terpal, karena pembuatannyasangatlah mudah dan tidak membutuhkan modal yang begitu banyak. Keunggulan dari kolam tanah dan terpal adalah dapat menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan hewan kecil sehingga bermanfaat untuk pakan alami ikan.
Kolam terpal ikan nila
3.Penebaran benih
Sebelum benih ditebar, terlebih dulu harus melewati tahap adaptasi terlebih dahulu. Gunanya agar benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam yang baru, agar resiko kematian benih tidak terjadi. Caranya adalah dengan memasukkan wadah yang berisi benih ikan nila ke dalam air kolam. Biarkan selama beberapa jam. Kemudian miringkan atau buka wadah tersebut. Biarkan ikan keluar dan lepas dengan sendirinya, dengan begitu ikan akan lebih terbiasa.
4.Pemeliharaan air
Air yang tidak sehat biasanya mengeluarkan bau busuk dan berubah warna, air ini sudah selayaknya diganti namun tidak perlu semuanya. Caranya adalah dengan mengeluarkan air kotor sebesar sepertiganya, kemudian menambahkan air baru.
5.Pemberian pakan
Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biasanya ikan nila bisa diberikan pakan sebanyak dua kali dalam sehari, makanan yang biasanya diberikan adalah pellet. Ukuran pellet pun disesuaikan dengan ukuran si ikan. Pellet dapat di beli di toko pakan hewan yang, harga satu kilo pellet berkisar antara sepuluh ribu
6. Menjaga dari Penyakit dan Hama
Penyakit yang biasa menyerang ikan nila adalah jamur, jamur bisa cepat diatasi dengan cara pemberian makanan daunt alas, daun ini berfungsi sebagai makanan alami dan juga penawar penyakit pada ikan nila. Ciri penyakit jamur adalah muncuknya bercak putih pada tubuh ikan.
Hama yang sering muncul adalah hama berang-berang, ia terjun ke kolam kemudian menangkap memakan ikan nila. Hanya saja biasanya tidak dihabisakan, tetapi dia menangkap dengan jumlah yang banyak. Untuk hal ini dapat diantisipasi dengan cara memasang jarring pada pinggir kolam.
7. Panen
Masa panen ini adalah yang paling ditunggu, untuk menghasilkan ikan nila yang bagus dan siap untuk konsumsi berat per ekornya adalah 300-500 garam. Dengan masa pemeliharaan sekitar empat sampai enam bulan dengan harga jual sekitar tiga puluh ribu sampai lima puluh ribu.
b. Ikan lele
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dengan banyak ikan lele yang lain. Pertumbuhan ikan lele dikatakan sangat pesat sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa ikan lele lebih banyak dibudidayakan, entah untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.Berikut beberapa persiapan untuk membudidayakan ikan lele :
Persiapan kolam
Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Sama seperti ikan nila, ikan lele bisa hidup di berbagai macam kolam. Namun, untuk hal ini biasanya kolam yang digunakan adalah kolam tanah, selain kolam tanah yang modalnya sedikit ikan lele biasanya akan lebih cepat jika dipelihara di kolam ini.
2. Penebaran benih
Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka pada tubuhnya dan terbebas dari penyakit. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut berenang melawah arah arus air dapat dipastikan ikan memiliki gerakan renang yang baik. Untuk menebar benih pada kolam sebaiknya dilakukan dengan menaruh ikan pada wadah dan memiringkannya, biarkan ikan keluar sendiri dari wadah. Hal itu dilakukan agar ikan tidak stress dan dengan cepat beradaptasi di lingkungan yang baru.
3. Pemberian pakan
Makanan ikan lele terlebih sama yaitu menggunakan pellet, pellet yang di dapat dari pasaran biasanya sudah mengandung banyak protein yang bak untuk ikan lele. Pemberian pakan bisa sampai tiga kali sehari, untuk hal ini biasanya ikan lele diberikan pakan lebih banyak pada malam hari karena biasanya ikan lele akan menjadi lebih aktif. Jangan sampai telat untuk memberi makan, karena ikan lele bisa memangsa temannya.
4. Perawatan air
Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah perawatan air kolam, walaupun ikan lele bisa hidup di air keruh sekalipun namun tetap harus mengawasi air pada kolam agar terjaga. Kolam yang tidak bersih tandanya mengeluarkan bau busuk yang harus diganti, buang sepertiga air kotor kemudian tambahkan dengan air bersih yang baru. Apabila pemberian makan pada ikan lebih sering alangkah baiknya jika airnya juga sering diganti.
5. Mencegah hama dan Penyakit
Penyakit yg muncul pd ikan lele biasanya adlh stress yg bisa menyebabkan kematian pd ikan, ikan yg mati krn stress ini di picu bnyak hal misalnya ikan kekurangan oksigen atau ikan bergerak dg ikan lain. Cara mengatasinya hal ini yaitu memisahkan separuh ikan kedalam tempat lain dan mengisinya dg air bersih.Hama yg sering menyerang ikan lele adalah berang-berang dan ular. Untuk mengantisipasi hal ini dapat dilakukan dengan cara memasang jaring dengan rapat pada pinggir kolam.
Pinggiran kolam diberi jaring untk mencegah predator memangsa ikan ikan
5. Panen
Ikan lele siap panen biasanya satu kilo berisi delapan sampai dua belas ekor, namun ukuran ikan lele juga harus dipilah kembali. Hal tersebut berpengaruh pada harga ikan lele, harga ikan lele dipasaran bisa mencapai Empat puluh ribu per kilonya untuk ukuran yang lumayan besar.
3.Mengolah Tanaman
Tanaman yang dapat diolah biasanya tanaman yang hidupnya tergolong mudah, contohnya sayuran, bunga atau tanaman hias, tanaman palawija, dan juga bibit pohon. Tanaman ini biasanya banyak dibudidayakan meskipun musim kemarau, karena permintaan konsumen yang banyak. Pemuda Karang Taruna dapat mengolah berbagai jenis tanaman ini dengan cara membagi beberapa kelompok warga desa, biasanya yang dominan dalam hal ini adalah bapak-bapak terlebih yang memang memiliki mata pencaharian sebagai petani.Kelompok warga desa dibagi menjadi empat, yaitu:
a.Sayuran
Sayuran yang ditanam bisa beberapa jenis sesuai dengan kesepakatan bersama, Kelompok yang mendapat kesempatan untuk mengembangkan sayuran bisa dibagi lagi menjadi beberapa sesuai dengan jenis sayuran yang disepakati. Sayuran yang biasanya
gampang perawatannya adalah sawi, cabai, tomat, bawang merah, terong dan kubis. Namun untuk melakukan hal ini harus melihat potensi tanaman bisa hidup di daerah yang ditempati saat ini atau tidak, misalnya walaupun sama-sama di daerah pegunungan wortel tidak bisa hidup sembarangan karena harus menyesuaikan udara dan juga iklim yang ada di sekitarnya. Sayuran adalah tanaman yang harus selalu dirawat dengan sungguh-sungguh. Jangan sampaihama menghambat pertumbuhan sayur sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak Karang Taruna dan pihak masyarakat. Cara merawat tanaman yang baik yaitu dengan cara menyiram dengan air setiap pagi dan sore hari, memupuk dengan pupuk organic, menjaga supaya tidak ada hama yang menempel.
Lebih baik untuk menghemat lahan, dapat menggunakan system tanam tumpangsari yaitu dengan cara menanam dua sayur secara berdekatan, namun untuk memilih sayuran yang akan ditanam secara berdekatan harus dipilih kembali supaya tidak akan kalah salah satu. Misalnya tanaman cabai dengan bawang merah, jika ditanam dengan berdekatan akan mengakibatkan hasil yang tidak baik di salah satu tanaman, bukankah kita tidak menginginkan hal tersebut? Ya. Maka dari itu kita harus memikirkan dengan jeli supaya kerugian tidak terjadi.
Tanaman tumpang sari
Menanam sayuran bisa dilakukan dengan poly bag, mengingat limbah rumah tangga seperti bungkus bekas minyak goreng atau sabun deterjen banyak, alangkah lebih baiknya jika menggunakan polybag tersebut. Menggunakan polybag dengan bungkus bekas juga bukan sesuatu yang buruk, hanya saja kita perlu mencucinya terlebih dahulu supaya bahan kimia tidak tercampur khususnya bekas bungkus sabun detergen. Selain ramah lingkungan, kita tidak perlu membeli polybag lagi.
Pemuda Karang Taruna harus mengajak warga masyarakatnya untuk mengembangkan budaya ini, supaya tanaman yang ditanam semakin banyak yang bilamana dijual akan menghasilkan besar serta mewujudkan perekonomian produktif yang ramah terhadap lingkungan.
b.Tanaman Hias
Tanaman hias yang dapat dikembangkan oleh pemuda Karang Taruna adalah bunga-bunga yang biasanya dijadikan hiasan di taman rumah, untuk menghasilkan tanaman hias diperlukan upaya ekstra untuk mengembangkannya karena perawatannya yang agak rumit. Untuk menghasilkan tanaman hias yang bagus memberikan pupuk dan disemprot obat supaya tidak terserang hama. Ada beberapa kreasi untuk membuat tanaman hias ini unik, salah satunya dengan cara di bawah ini yang menggunakan pot botol bekas sebagai potnya. Tanaman hias yang ditanam seperti ini akan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan yang biasa. Namun, kita tidak perlu membeli pot lagi karena botol bekas bisa digunakan. Tanaman hias ini sangat minimalis dan elegan jika ditaruh di ruangan.Tanaman yang ditanam bisa jadi kaktus atau bunga kecil yang lainnya.
Tanaman hias kaktus mini
c. Membudidayakan Bibit Pohon.
Bibit pohon yang dibudidayakan biasanya lebih mudah jika bibit pohon sengon, pinus dan nangka. Ketiga bibit pohon tersebut mudah didapat di toko. untuk mennam bibit ini yang diperlukan adalah biji, tanah, pupuk dan polybag kecil. Untuk menanam biji tidak boleh terlalu banyak pupuk maupun banyak tanah, karena jika banyak pupuk biji tersebuta akan mati kaena panas dr dalam tanaman yang kebanyakan tanah pertumbuhannya akan lambat.
Pemuda Karang Taruna bisa membuat ini dengan sangat mudah dengan kelompok kerja bapak-bapak. Biasanya penjualan bibit pohon ini bisa melonjak pada musim penghujan, karena pada saat musim hujan akan lebih mudah untuk menanam tanaman atau bibit pohon. Biasanya orang akan membeli dalam jumlah yang banyak karena harganya juga tergolong terjangkau
Merawat bibit pohon tidaklah terlalu rumit karena hama tanaman pada bibit ini jarang menempel, dan saat ditanam nanti akan bibit akan lebih cepat berkembang. Saat ini masyarakat luas banyak menanam bibit pohon karena selain dapat dijual saat sudah layak tebang juga bisa dijadikan sarana untuk reboisasi.
Bibit sengon
d. Tanaman Palawija
Tanaman ini merupakan tanaman yang sering kita jumpai di pedesaan, selain untuk kesehatan tanaman palawijaya juga bermanfaat sebagai bumbu dapur. Untuk menanam tanaman ini bisa bekerjasama dengan petani yang memiliki lahan yang luas, tanaman yang ditanam bisa berbaga macam. Misalnya jahe, kunyit, lengkuas dan sebagainya.
Bibit tanaman dapat diperoleh dari membeli, perawatan tanaman palawijaya ini harus menggunakan cara yang baik sehingga tidk menimbulkan kerugian dan kebusukan pada bibit saat ditanam. Biasanya tanaman ini akan mudah tumbuh pada saat musim penghujan.Sehingga pada saat musim kemarau sudah bisa dipanen, penjualan hasil panen bisa dijual ke pengepul ataupun penjual jamu yang terlebih membutuhkan tanaman ini, atau bisa juga dijual kepada pengolah ruman makanan besar. Karena biasanya akan membutuhkan bumbu dapur dengan sangat banyak.Sama halnya dengan tanaman yang lain, tanaman palawijaya juga perlu perawatan yang baik. Dipupuk, dicabuti rumput yang ada disekitarnya supaya tidak mengganggu tanaman palawijaya yang tumbuh.
Tanaman kunyit
4. Mendirikan Bank Sampah
Salah satu cara yang dapat dilakukan pertama adalah dengan cara mendirikan Bank sampah di lingkungan desa, dengan adanya bank sampah. Langkah-Langkah untuk mendirikan Bank Sampah sebagai Usaha Ekonomi Kreatif adalah sebagai berikut:
a. Membentuk pengurus
Bank sampah memiliki tujuan dalam bidang pengelolaan sampah. Dengan melibatkan banyak pihak tentunya bank sampah optimis bisa berkembang. Penduduk yang merasa kurang nyaman dengan adanya sampah yang mencemari lingkungan menjadi dasar untuk mendirikan bank sampah. Orang-oarang terkait bisa menjadi pengurus umum yaitu sebagai Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koordinator dan anggota.
b. Menamakan Bank Sampah
Nama untuk bank sampah bisaanya didiskusikan bersama dan yang mengandung arti mendalam serta menaruh harapan besar di dalamnya. Nama merupakan suatu identitas yang tidak boleh berubah-ubah dan harus selalu konsisten sehingga masyarakat bisa selalu mengingat dan gampang dikenal. Bank sampah merupakan organisasi yang bisa saling mengutungkan satu sama lain, lingkungan bersih dan tabunganpun ada.
Gambar sistem bak sampah
c. Tempat
Tempat untuk didirikannya bank sampah harus luas, karena sampah yang diterima akan lumayan banyak jadi harus menempatkan sendiri jenis-jenis sampah yang akan selanjtnya diolah Tempat ini sebagai kantor administratif bank sampah. Tempat melakukan transaksi penimbangan sampah yang masuk serta administrasi keanggotaaan
yang baru. Namun jika bank sampah masih tergolong baru akan lebih baik jika ditempatkan di salah satu pengurus bank sampah, hal itu disebabkan karena belum adanya omset yang dicapai.
d. Kerja sama dengan Pengepul rongsok
Bank sampah wajib melakukan kerja sama dengan pengepul yang memberikan tawaran harga menarik, supaya antara masyarakat yang menjual sampah, bank sampah dan pengepul saling memiliki
keuntungan.
sampah yg sudah terkumpul di bank sampah kemudian di jual ke pengepul
e. Alat operasional
Peralatan dalam menjalankan bank sampah tidaklah banyak, yang pasti hanya memerlukan timbangan gantung maupun duduk. Karung besar untuk menyortir sampah sesuai jenis. Kemudian karung-karung tersebut diberikan label sesuai dengan jenis sampahnya. Untuk administrasi anggota yang menyetorkan sampah dapat dilakukan berdasarkan nama penyetor dan juga jenis sampah serta berat timbangannya. Dari administrasi tersebut anggota dapat melihat berapa besar tabungannya di bank sampah itu.
f.Administrasi
Bank sampah mirip dengan bank konvensional atau perbankan mikro pada umumnya. Pengelolaan sampahnya memerlukan administrasi dan pembukuan. Pembukuan itu berupa debit dan kredit dimana debit adalah setoran sampah kepada bank sampah sedangkan kredit adalah untuk pembayaran yang dilakukan organisasi terhadap anggota. Pembukuan administratif lainnya berupa buku tabungan, jika ingin menambahkan tambahkan kartu anggota.
g. Menentukan jadwal kegiatan
Jadwal kegiatan lebih bermaksud kepada pembangunan motivasi para anggota karena usaha ini hampir mirip dengan tukang sampah sehingga diperlukan pembentukan komitmen dalam membangun roda bisnisnya. Dan pengurus organisasi merupakan individu dengan kegiatan yang hanya dilakukan sampai sore seperti Pegawai kelurahan, Guru dan PNS tidak sampai malam hari seperti pegawai swasta, pegawai bank dll.
h. Sosialisasi
Sosialisasi bank sampah kepada masyarakat melalui media fisik maupun fisik. Dengan pamflet dan juga brosur-brosur atau lewat non fisik melalui media sosial akan mengundang banyak partisipan sehingga mereka penasaran dan lebih mencari tahu.
BAGIAN 4 INFORMASI ORGANISASI
A. Mengurangi Ketidakpastian
Kita berusaha mengurangi ketidakpastian dengan cara berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Proses untuk mengurangi ketidakpastian merupakan proses evolusi yang terdiri dari tiga bagian yaitu:
Penerimaan Informasi (Enactment)
Tahap pertama dalamProsesuntukmengurangi ketidakpastian adalah tahap penerimaan informasi.Pada tahap enactment atau definisi situasi ini anggota organisasi mencatat atau mendaftarkan adanya kehadiran informasi yang tidak pasti yang berasal dari luar organisasi. Pada tahap ini, orang akan memberikan perhatiannya terhadap rangsangan atau
stimuli dan mengetahui akan adanya ketidakpastian. Penerimaan informasi mengacu pada proses bagaimana suatu informasi diterima dan diinterpretasikan oleh organisasi
2. Seleksi
Proses kedua adalah seleksi yaitu proses di mana anggota organi dasi sejumlah informasi yang dianggap relevan dengan persoalan dan menolak informasi lain yang dinilai tidak relevan. Seleksi berfungsi untuk meyempitkan atau mengerucutkan luasnya persoalan dengan cara menolak alternatif yang tidak ingin ditangani pada saat itu. Proses ini adalah upaya menyingkirkan ketidakpastian yang muncul dari informasi yang diterima pada tahap awal
3. Retensi
Bagian ketiga dari proses organisasi adalah retensi yaitu proses menyimpan beberapa informasi yang akan digunakan pada waktu yang akan datang.
Setiap anggota organisasi akan selalu mengenang setiap keberhasilan yang telah dicapai di masa lalu dan menjadikan cara-cara dalam mencapai keberhasilan itu sebagai model yang perlu ditiru di masa depan. Jika suatu aturan atau siklus tertentu dinilai berman dalam membantu organisasi dalam mengurangi ketidakpastian informasi maka aturan atau siklus bersangkutan kemungkinan akan digunakan kembali dalam memandu organisasi mengambil
keputusan di masa depan jika kasus serupa muncul kembali.Menurut Bales, analisis proses interaksi dalam organisasi terdiri atas enam kategori, yaitu:
Jika masing-masing anggota kelompok tidak saling berbagi informasi, maka kelompok akan mengalami “masalah komunikasi”.
Jika masing-masing anggota kelompok tidak saling berbagi pendapat maka kelompok akan mengalami “masalah evaluasi”;
Jika masing-masing anggota kelompok tidak saling bertanya dan memberikan saran, maka kelompok akan mengalami “masalah pengawasan”.
Jika masing-masing anggota kelompok tidak bisa mencapai kesepakatan maka mereka akan mendapatkan “masalah keputusan”.
Jika tidak terdapat cukup “dramatisasi” dalam kelompok maka akan muncul “masalah ketegangan.”
Jika anggota kelompok berperilaku tidak ramah atau bersahabat, maka akan terdapat masalah reintegrasi yang berarti kelompok tidak akan mampu membangun “perasaan kita atau kesatuan (cohesiveness) dalam kelompok.
B. Interaksi Organisasi
Kategori “dramatisasi” (dramatizing) berperan penting dalam teori ini. Dramatisasi berarti melepaskan ketegangan dengan cara menyampaikan cerita dan membagi pengalaman dengan orang lain. Cerita dan pengalaman tidak perlu selalu berhubungan secara langsung dengan tugas kelompok bersangkutan.
Di sini, karyawan berupaya menjadikan pekerjaan rutin yang membosankan menjadi menarik dan menyenangkan dengan cara menceritakan sesuatu (storytelling) yang digemari atau disukai.Berbagai cerita itu disampaikan berulang-ulang dan sering kali cerita atau pengalaman mengenai seseorang menjadi bahan gurauan atau lelucon dalam perbincangan.Dalam penyelidikan terhadap kepemimpinan, Bales menemukan bahwa kelompok yang sama akan memiliki dua jenis pemimpin yang berbeda yaitu “pemimpin pekerjaan” dan “pemimpin sosioemosional”. Biasanya pemimpin pekerjaan dan pemimpin sosioemosional terdiri atas orang-orang yang berbeda.
1. Pemimpin pekerjaan
Pemimpin pekerjaan (task leader) adalah anggota kelompok yang memfasilitasi dan mengoordinasikan berbagai pandangan atau komentar anggota yang terkait dengan pekerjaan dan mengarahkan energi dan upaya bersama untuk menyelesaikan pekerjaan. Dalam contoh kelompok mahasiswa yang mengerjakan tugas penelitian, biasanya akan terdapat satu orang yang ‘rajin’ yang memberitahu anggota lainnya mengenai adanya rencana rapat kelompok, ia memastikan semua orang hadir, mempersiapkan topik-topik yang perlu dibahas, mengambil
inisiatif untuk memulai pekerjaan (misalnya menghubungi orang-orang yang perlu ditanya terkait dengan tugas), pokoknya ia menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap kuali tas pekerjaan kelompok. Orang semacam ini masuk ke dalam kategori pemimpin pekerjaan atau task leader.
2. Pemimpin sosioemosional
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam kelompok adalah pemimpin sosioemosional (socioemotional leader), yaitu anggota kelompok yang bekerja untuk memperbaiki hubungan dalam kelompok, ia memfokuskan perhatiannya pada interaksi dalam sektor positif dan negatif sebagaimana yang terdapat dalam skema. Ia adalah orang yang memberikan perhatian pada hubungan dalam kelompok. Ia selalu memberikan semangat kepada anggota lainnya, berupaya meredakan konflik dan ketegangan, memuji keberhasilan seseorang dan ia secara umum mendorong terciptanya hubungan yang positif. Orang semacam ini masuk ke dalam kategori pemimpin sosioemosional.