Menjadi dokter gigi bukan hanya tentang mencabut atau menambal gigi. Profesi ini memadukan ilmu kedokteran, keterampilan tangan, dan rasa peduli terhadap kesehatan masyarakat. Di balik senyum yang sehat, ada peran besar seorang dokter gigi yang bekerja dengan ketelitian dan empati.
1. Perjalanan Menjadi Dokter Gigi
Untuk menjadi dokter gigi, seseorang harus menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) selama sekitar 5 tahun. Tahap pertama adalah program sarjana (S1 Kedokteran Gigi - SKG.) yang mempelajari teori dasar tentang anatomi, fisiologi, serta penyakit gigi dan mulut. Setelah itu, dilanjutkan ke program profesi dokter gigi/Koas, di mana mahasiswa menjalani praktik langsung di klinik universitas atau rumah sakit gigi.
Setelah lulus dan disumpah gelar drg., barulah seseorang dapat mengajukan izin praktik resmi dari Kementerian Kesehatan agar bisa membuka praktik atau bekerja di klinik maupun rumah sakit.
2. Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Dokter Gigi
Tugas dokter gigi sangat beragam, mulai dari pemeriksaan rutin, pembersihan karang gigi, penambalan, pencabutan, hingga tindakan estetik seperti veneer, behel, dan bleaching. Namun yang paling penting, dokter gigi juga berperan dalam edukasi kesehatan mulut agar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan gigi dan gusi sejak dini.
Selain itu, dokter gigi harus bisa membuat pasien merasa nyaman. Banyak orang takut ke dokter gigi karena suara bor atau rasa nyeri. Di sinilah keterampilan komunikasi dan empati seorang dokter sangat dibutuhkan.
3. Tantangan dalam Profesi Dokter Gigi
Menjadi dokter gigi tentu tidak mudah. Diperlukan ketelitian tinggi, tangan yang stabil, dan kesabaran menghadapi berbagai karakter pasien — dari anak kecil hingga orang dewasa yang takut perawatan. Namun di sisi lain, profesi ini memberi kepuasan tersendiri: melihat pasien tersenyum lega setelah perawatan, atau membantu seseorang kembali percaya diri karena giginya sehat dan rapi.
Bahaya Jajan Manis Berlebihan
Permen, cokelat, boba, es krim—semua itu memang menggoda. Tapi, terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa bikin gigi cepat rusak. Kenapa? Karena bakteri di mulut suka banget sama gula. Begitu ada sisa gula, bakteri langsung memakannya dan menghasilkan asam. Nah, asam inilah yang perlahan mengikis lapisan gigi sampai akhirnya berlubang.
Masalahnya, banyak orang nggak sadar kalau makanan manis bukan cuma yang rasanya manis. Makanan karbohidrat olahan seperti roti, keripik, atau biskuit juga bisa berubah jadi gula di mulut. Jadi, efeknya kurang lebih sama.
Bukan berarti kita nggak boleh makan manis sama sekali. Boleh, asal tahu batasnya. Batasi porsinya, jangan terlalu sering ngemil, dan biasakan minum air putih setelah makan manis. Kalau memungkinkan, langsung sikat gigi supaya gula nggak lama-lama menempel.
Selain gigi berlubang, kebiasaan manis berlebihan juga bisa memicu masalah lain seperti gusi bengkak dan bau mulut. Jadi, kalau mau gigi tetap sehat, coba mulai kontrol jajanan manismu dari sekarang. (19/09/2025)
Kenapa Perlu Kontrol ke Dokter Gigi?
Banyak orang punya "mitos" kalau ke dokter gigi itu menakutkan, mahal, dan hanya perlu kalau sakit. Padahal, justru kontrol rutin ke dokter gigi bisa mencegah sakit gigi datang.
Idealnya, kita perlu periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Lewat pemeriksaan, dokter bisa mendeteksi masalah kecil yang mungkin belum terasa, seperti lubang kecil atau radang gusi ringan. Kalau ketahuan dari awal, perawatannya lebih cepat, lebih murah, dan nggak terlalu sakit.
Selain itu, ada hal yang nggak bisa kita lakukan sendiri, yaitu membersihkan karang gigi. Walaupun rajin sikat gigi, tetap ada bagian-bagian yang sulit dibersihkan, apalagi di sela-sela gigi. Lama-lama plak itu mengeras jadi karang, dan hanya bisa dibersihkan dengan alat khusus di dokter gigi.
Kontrol rutin juga membantu menjaga kepercayaan diri. Gigi lebih bersih, nafas lebih segar, dan kita jadi lebih nyaman saat ngobrol atau tersenyum. Jadi, jangan tunggu sampai gigi sakit parah baru datang ke dokter, ya. Ingat pepatah: "Mencegah lebih baik daripada mengobati." (19/09/2025)
Merawat gusi sama pentingnya dengan merawat gigi. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan setiap hari:
Sikat Gigi dengan Benar
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan memutar perlahan agar gusi tidak terluka.
Gunakan Benang Gigi
Plak dan sisa makanan di sela gigi bisa menyebabkan radang gusi. Dental floss membantu membersihkannya dengan lebih efektif.
Kumur dengan Obat Kumur Antiseptik
Membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut dan radang gusi.
Kurangi Rokok
Merokok bisa membuat gusi lebih rentan terkena penyakit karena aliran darah terganggu.
Kontrol Rutin ke Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah gusi sejak dini sebelum menjadi lebih serius.
Dengan langkah sederhana ini, gusi bisa tetap sehat dan kuat menopang gigi sampai tua. Ingat, senyum sehat tidak hanya dari gigi putih, tapi juga dari gusi yang sehat. (22/09/2025)
Kamis, 25 September 2025, Tim Dokter Gigi Odyssey Dental Clinic yang dipimpin oleh drg. Bella Meyda sukses melakukan Screening Kesehatan Gigi bekerjasama dengan TK Islam Al Azhar 27 Cibinong.
Dalam event tersebut sebanyak 50 siswa/siswi TK Islam Al Azhar 27 Cibinong, telah diperiksa kesehatan giginya oleh Tim Odyssey Dental Clinic yang terdiri dari drg. Bella Meyda, drg. Nada, drg. Frisky, Widiawati (perawat), Umi (perawat).
Follow us on: