Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nurudluha Kroya (PPTQ Nurudluha Kroya) merupakan lembaga pendidikan pesantren di bawah naungan Yayasan Nurudluha Kroya Cilacap yang berkonsentrasi dalam bidang menghafal al-Qur’an. Didirikan oleh Romo K.H. Saifuddin Zuhri. Resmi berdiri pada tanggal 27 Rajab 1444 H atau bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2023 M.
Sejarah singkat Majelis Taklim Nurudluha Kroya
Berawal pada tahun 1982 M, dimulai dari sebuah majelis pengajian keluarga H. Abdullah Husain (Toko Murni Kroya) di mushola kecil yang sederhana untuk mengisi waktu selepas sholat Dluha. Majelis pengajian ini hanya diikuti oleh 2 jamaah, yaitu Ibu Mertua dan Kakak Ipar dari Romo K.H. Saifuddin Zuhri. Dengan berjalannya waktu, pengajianpun mulai diikuti oleh ibu-ibu dari paguyuban pedagang Kroya dan bertambah lagi jamaahnya dari ibu-ibu paguyuban pedagang Pasar Kroya hingga jumlah jamaah mencapai ratusan. Pengajian dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 09.00 WIB setiap hari Senin sampai hari Sabtu. Karena itulah majelis yang terbentuk diberi nama Majelis Taklim Nurudluha (cahaya waktu Dluha) Kroya.
Dua tahun berselang tepatnya pada tahun 1984 M, terbentuk pula kelompok pengajian bapak-bapak yang diasuh langsung oleh Romo K.H. Saifuddin Zuhri. Berbeda dengan pengajian kelompok ibu-ibu, pengajian kelompok bapak-bapak dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00 WIB setiap hari Ahad.
Hubungan Majelis Taklim Nurudluha Kroya dan Yayasan Hidayatul Qur'an Kroya
Keaktifan Romo K.H. Saifuddin Zuhri dalam berdakwah, menjadi pertimbangan Yayasan Hidayatul Qur'an Kroya untuk mengajak Beliau ikut terlibat memakmurkannya. Dengan dukungan Jamaah Majelis Taklim Nurudluha Kroya, pada tahun 2000 M dimulailah perintisan kembali Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus Al-Hidayah Kroya sekaligus perintisan Pondok Pesantren Nurudluha Kroya di bawah naungan Yasasan Hidayatul Qur'an Kroya.
Perkembangan MTs Plus Al-Hidayah Kroya dan Pondok Pesantren Nurudluha Kroya semakin pesat setelah dirintis Program Tahfidzul Qur'an pada tahun 2018 dan Program Takhassus Kitab Kuning pada tahun 2019.
Pendirian Yayasan Nurudluha Kroya Cilacap
Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan administrasi, serta untuk menjaga amanat Jamaah Majelis Taklim Nurudluha Kroya berupa wakaf tanah yang terletak di Dusun Gading Desa Bajing Kecamatan Kroya dan di Dusun Jatisaba Desa Karangmangu Kecamatan Kroya, maka Romo K.H. Saifuddin Zuhri dibantu oleh Putra dan Putri Beliau serta dukungan dari Jamaah Majelis Taklim Nurudluha Kroya mendirikan Yayasan Nurudluha Kroya Cilacap pada tahun 2020 dengan Badan Hukum Yayasan Nomor AHU-0017407.AH.01.04.Tahun 2020.
Motivasi berdirinya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Nurudluha Kroya
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nurudluha Kroya (PPTQ Nurudluha Kroya) merupakan lembaga pendidikan pesantren di bawah naungan Yayasan Nurudluha Kroya Cilacap yang berkonsentrasi dalam bidang menghafal al-Qur’an. Didirikan oleh Romo K.H. Saifuddin Zuhri.
Pembangunannya dimulai pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1441 H atau bertepatan dengan tanggal 09 Februari 2020 M. Diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Rajab 1444 H atau bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2023 M.
Dalam bidang pendidikan formal, bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain seperti Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (MTs Plus Al-Hidayah Kroya - Yayasan Hidayatul Qur'an Kroya) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA Ma'arif Kroya - Yayasan Miftahul Huda Kroya dan MAN 3 Cilacap - Kementerian Agama) yang berada di sekitar lingkungan pondok. Diharapkan PPTQ Nurudluha Kroya ini menghasilkan generasi Qur’ani yang cerdas, berprestasi, berakhlakul karimah, mandiri serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Motivasi pendiriannya adalah :
Pertama, merupakan niat yang luhur Romo K.H. Saifuddin Zuhri untuk melaksanakan panggilan hati yang suci demi izzil islam wal muslimin.
Kedua, adanya kesadaran perlunya dakwah islamiah dan terbinanya kader muballigh, penerus perjuangan ‘ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam rangka menghadapi tantangan zaman yang kian waktu kian kompleks dan dinamis.
Ketiga, mencetak generasi Qur’ani yang mampu menjunjung tinggi dan mengamalkan warisan Nabi Muhammad SAW.
Keempat, membentuk generasi yang berakhlakul karimah, bertaqwa dan mandiri.