Nopia pertama kali dipopulerkan oleh keluarga Tionghoa yang tinggal di Banyumas sekitar tahun 1880. Produksi kue-kue ini tidak hanya dimonopoli oleh orang Tionghoa, tetapi juga oleh penduduk lokal Banyumas. Penduduk Banyumas, yang awalnya memproduksi Nopia, mengakui bahwa keterampilan mereka diturunkan dari dua generasi di atas. Meski bukan karya asli nenek moyang Banyumas, Nopia akan tetap melekat dan menjadi simbol Banyumas. Kue bundar tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat Banyumas setempat tanpa mengenal suku dan latar belakang hingga diterima oleh masyarakat saat itu. Selain itu, industri kecil pembuatan Nopia telah berkembang di beberapa desa di kota tua Banyumas.
Salah satu UMKM yang membuat usaha Nopia adalah Nopia Mino Pak Narwan ini. Usaha ini didirikan pada tahun 1987 yang didiran pertama kali oleh Bapak Narwan. Silsilah berdiri nya Nopia Mino Pak Narwan karena dulu nya Bapak Narwan bekerja di pembuat Nopia lalu mempunyai ide untuk membangun usaha Nopia ini dengan berinovasi membuat rasa yang lebih enak serta membuat macam rasa yang bervariasi, yang diantaranya beberapa macam rasa yaitu coklat, gula jawa, durian, nanas, brambang (bawang goreng). Lalu sampai saat ini UMKM yang didirikan oleh Bapak Narwan hingga saat ini masih beroperasi saking banyak nya masyarakat Banyumas yang mendukung usaha ini dan menyukai camilan Nopia.