Pengantar
bagaimana sifat atau keadaan fisik keluarga kamu?
bagaimana dengan Bapak/Ibu guru?
bagaimana dengan teman?
Mari kita berlatih cara menyebutkan sifat seseorang, agar bisa mengetahui gambaran orangnya yang mana atau yang seperti apa.
Pertemuan ini untuk semua silakan di catat. Silakan isi absen terlebih dahulu
Link nilai PTS, tugas UTS ada dalam link nilai, materi hari ini ada di bawah
12 AKL
12 ACP
12 TKJ 1
12 TKJ 2
12 TKJ 3
12 TBSM 1
12 TBSM 2
Materi hari ini
DONNA HITO DESUKA
Atarashii kotoba (Kosakata baru)
donna = bagaimana/ seperti apa
hito = orang
donna hito desuka = bagaimana orangnya? / seperti apa orangnya?
kata sifat
yasashii = baik hati
kibishii = galak/tegas/disiplin
majime (na) = rajin/serius
akarui = ceria
shizuka (na) = pendiam
omoshiroi = lucu/menyenangkan/ humoris
genki (na) = sehat
shiawase (na) = bahagia
ciri fisik
hansamu (na) = ganteng
kirei (na) = cantik
kawaii =imut/lucu
kakkoii = keren
oshare (na) = modis
se ga takai = badan tinggi
se ga hikui = badan pendek
kami ga nagai = rambut panjang
kami ga mijikai = rambut pendek
futotte imasu = gemuk
yasete imasu = kurus
Mari kita ingat lagi kosakata anggota keluarga.
Pola Kalimat
. . . . wa . . . . desu
(orang) (sifat)
pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan sifat atau ciri fisik seseorang
contoh : Chichi wa yasashii desu.
(ayah baik hati)
imouto wa kami ga nagai desu.
(adik perempuan berambut panjang)
kata tanya untuk menanyakan sifat atau ciri seseorang menggunakan kalimat "donna hito desuka"
contoh : A : Oniisan wa donna hito desuka.
(kakak laki-lakimu bagaimana orangnya?)
B : Ani wa se ga takai desu.
(kakak laki-lakiku badannya tinggi)
Perhatikan percakapan berikut.
Sakura dan Ayu bercakap-cakap sambil memperlihatkan foto liburan keluarga mereka. Siapa anggota keluarga yang sedang dibicarakan dan apa kesan orang yang bertanya tentang anggota keluarga tersebut?
Sakura : Kore wa dare desuka. (ini siapa?)
Ayu : Chichi desu. (ayah)
Sakura : Kakkoii desune. (keren ya)
Donna hito desuka. (seperti apa orangnya?)
Ayu : Yasashii desu. (baik hati)
*chotto : sedikit/agak
Perbedaan dan perubahan kata sifat
Kata Sifat dalam bahasa Jepang dibagi 2 : kata sifat-i dan kata sifat-na
Kata sifat i adalah kata sifat yang berakhiran huruf i.
Berikut merupakan daftar kosakata kata sifat i, diantaranya yaitu:
yasashii = baik hati
kibishii = galak/tegas/disiplin
akarui = ceria
omoshiroi = lucu/menyenangkan/ humoris
kawaii =imut/lucu
kakkoii = keren
se ga takai = badan tinggi
se ga hikui = badan pendek
kami ga nagai = rambut panjang
kami ga mijikai = rambut pendek
Kata sifat na adalah kata sifat yang berakhiran tanpa huruf i.
Berikut merupakan daftar kosakata kata sifat na, diantaranya yaitu:
majime (na) = rajin
shizuka (na) = pendiam
*genki (na) = sehat*
shiawase (na) = bahagia
oshare (na) = modis
hansamu (na) = ganteng
*kirei (na) = cantik*
*perhatikan
PENGECUALIAN untuk kata genki dan kirei, meskipun akhirnya huruf i tetapi masuk dalam kata sifat na
C. Penggunaan kata sifat ~i dan ~na sebagai predikat
kalimat positif +
Kata sifat ~i dan ~na yang digunakan sebagai predikat.
KB wa KS desu
Contoh:
Haha wa kibishii desu. (ibu tegas)
Ani wa hansamu desu (kakak laki-laki ganteng)
imouto wa kami ga nagai desu. (adik perempuan rambutnya panjang.
sofu wa yasete imasu. (kakek kurus)
*yasete imasu dan futotte imasu diakhir kalimat tidak perlu pakai desu.
kalimat negatif -
kalimat yang digunakan sebagai penyangkalan (-) bentuk negatif.
a) Kata sifat ~i dalam kalimat negatif mengalami perubahan.
kata sifat~i yang di ahkhiri oleh huruf i, huruf i diganti dengan kata
~ku arimasen (formal) atau
~kunai (non formal)
contoh : (+) Yasashii
=> formal (-) yasashiku arimasen
non formal (-) yasashikunai
(+) akarui
=> formal (-) akaruku arimasen
non formal (-) akarukunai
Mari kita coba masukan dalam sebuah kalimat
(+) Sobo wa omoshiroi desu. (nenek humoris)
formal (-) Sobo wa omoshiroku arimasen. (nenek tidak humoris)
nonformal (-) sobo wa omoshirokunai desu. (nenek tidak humoris)
(+) Otouto wa se ga takai desu. (adik laki-laki badannya tinggi)
formal (-) otouto wa se ga takaku arimasen. (adik laki-laki badannya tidak tinggi)
nonformal (-) otouto wa se ga takakunai desu. (adik laki-laki badannya tidak tinggi)
Oneesan wa kami ga nagai desuka.
(+) hai, Ane wa kami ga nagai desu.
(-) iie, Ane wa kami ga nagakunai desu.
b) Kata sifat ~na, akhiran ~na tidak dipakai dalam kalimat.
kata sifat ~na dalam kalimat yang diakhiri desu. desu diganti dengan kata
=> formal (-) dewa arimasen
non formal (-) janai desu.
contoh :
(+) majime (na)
=> formal (-) majime dewa arimasen
non formal (-) majime janai desu.
Mari kita coba masukan dalam sebuah kalimat
(+) Kevin-san wa hansamu desu. (kevin ganteng)
=> formal (-) kevin-san wa hansamu dewa arimasen. (kevin tidak ganteng)
non formal (-) kevin-san wa hansamu janai desu. (kevin tidak ganteng)
(+) Ani wa shizuka desu. (kakak laki-laki pendiam)
=> formal (-) Ani wa shizuka dewa arimasen. (kakak laki-laki tidak pendiam)
non formal (-) Ani wa shizuka janai desu. (kakak laki-laki tidak pendiam)
Imoutosan wa kirei desuka.
(+) hai, imouto wa kirei desu.
(-) iie, imouto wa kirei janai desu.
D. Penggunaan kata sifat ~i dan ~na sebagai pewatas kata benda
Pewatas kata benda maksudnya yang digunakan untuk menerangkan / menjelaskan suatu kondisi, keadaan atau sifat suatu benda.
contoh :
orang yang lucu
orang = kata benda = hito
lucu = kata sifat i = kawaii
dalam bahasa jepang akan menjadi
kawaii hito
dalam materi kali ini kata benda yang kita gunakan adalah orang (hito).
kata sifat ~i + hito (tidak mengalami perubahan)
kata sifat ~na + hito (~na dimasukan dalam kalimat)
contoh :
Chichi wa kibishii desu. => Chichi wa kibishii hito desu.
(ayah tegas) => (ayah orang yang tegas)
Ani wa majime desu => Ani wa majime na hito desu.
(kakak laki-laki rajin) => (kakak laki-laki orang yang rajin)
Silvi-san wa donna hito desuka.
Silvi-san wa kirei na hito desu. (silvi adalah orang yang cantik)
Titin sensei wa donna hito desuka.
Titin sensei wa kibishii hito desu. (Bu Titin adalah orang yang tegas)
E. Menghubungkan 2 kata sifat ~i dan ~na.
saat kita menyebutkan kata sifat atau ciri seseorang bisa saja kita menyebutkan 2 kata sifat positif. kata hubung yang digunakan adalah "dan".
a) Kata sifat ~i berubah menjadi ~kute (~くて) yang berarti “dan”, digunakan sebagai kata sambung / penghubung.
misal : Chichi wa omoshiroii desu. (ayah humoris)
dan
Chichi wa yasashii desu. (ayah baik)
kita bisa menggabungkan 2 kalimat tersebut menjadi 1 kalimat. menjadi
Chichi wa omoshirokute yasashii desu.
(ayah humoris dan baik)
b) Kata sifat ~na berubah menjadi ~de (~で) yang berarti “dan”, digunakan sebagai kata sambung / penghubung.
misal : Ane wa kirei desu. (kakak perempuan cantik)
dan
Ane wa majime desu. (kakak perempuan rajin)
kita bisa menggabungkan 2 kalimat tersebut menjadi 1 kalimat. menjadi
Ane wa kirei de majime desu.
(kakak perempuan cantik dan rajin)
c) menggabungkan kata sifat~i dan ~na
misal :
otouto wa hansamu desu. (adik laki-laki ganteng)
dan
Otouto wa se ga takai desu. (adik laki-laki badannya tinggi)
kita bisa menggabungkan 2 kalimat tersebut menjadi 1 kalimat. menjadi
otouto wa hansamu de se ga takai desu.
(adik laki-laki ganteng dan badannya tinggi)
sobo wa akarui desu. (nenek ceria)
dan
sobo wa kirei desu. (nenek cantik)
kita bisa menggabungkan 2 kalimat tersebut menjadi 1 kalimat. menjadi
sobo wa akarukute kirei desu.
(nenek ceria dan cantik)