PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR
PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR
Unsur-unsur kimia dikelompokkan berdasarkan sifat suatu zat. Sifat suatu zat bermanfaat untuk menjelaskan, mengidentifikasi, memisahkan, dan mengelompokkan. Menjelaskan suatu zat berdasarkan sifatnya, mirip dengan cara Anda ketika menjelaskan seseorang. Ada dua jenis sifat zat, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika menjelaskan bentuk fisik zat tersebut, misalnya warna, kerapuhan, kelenturan, konduktivitas listrik, massa jenis, sifat magnet, kekerasan, nomor atom, kalor penguapan, titik leleh, dan titik didih. Adapun sifat kimia menjelaskan bagaimana suatu zat bereaksi, dengan zat apa dapat bereaksi, dan zat yang dihasilkan dari suatu reaksi. Sifat kimia suatu zat juga meliputi bagaimana suatu zat dapat bereaksi dengan zat lainnya. Misalnya, kecepatan reaksi jika bereaksi dengan zat lain, jumlah panas yang dihasilkan dari suatu reaksi dengan zat lain, dan suhu ketika terjadi reaksi.
Dibawah ini adalah para ilmuwan yang berupaya dalam mengelompokkan unsur - unsur :
1) Antoine Lavoisier (1789)
Lavoisier mengelompokkan zat zat yang dipercaya sebagai unsur berdasarkan sifat kimianya menjadi gas, non logam, logam dan tanah. Selain masih menganggap cahaya dan kalor (panas) sebagai zat/unsur, Lavoisier juga menganggap beberapa senyawa sebagai unsur.
2) John Dalton (1808)
Dalton mengelompokkan zat – zat yang berupa unsur - unsur (sebanyak 36 unsur) berdasarkan kenaikan massa atomnya. Hal ini didasarkan pada teorinya bahwa unsur yang berbeda mempunyai atom dengan sifat dan massa yang berbeda. Massa atom yang dimaksud adalah perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom unsur hidrogen.
3) Jons Jacob Berzellius (1828)
Para ilmuwan menemukan kesalahan dalam penentuan massa atom unsur oleh Dalton. Sebagai contoh, massa atom unsur oksigen seharusnya 16 kali massa atom unsur hidrogen. Kemudian Berzellius berhasil melakukan perhitungan dan mempublikasikan daftar massa atom unsur – unsur yang akurat. Hal ini menarik perhatian ilmuwan lainnya untuk mengelompokkan unsur – unsur berdasarkan kenaikan massa atom, seperti yang diusulkan Dalton.
1. Sistem Periodik Mendeleev
Mendeleev meyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur – unsur yang belum ditemukan. Sifat unsur – unsur tersebut dapat diramalkan berdasarkan kemiripan sifat unsur – unsur dalam golongan yang sama.
Sistem Periodik Mendeleev menyajikan data massa atom yang lebih akurat dari beberapa unsur, seperti Berilium (Be) dan Uranium (U).
Periode 4 dan 5 pada sistem periodik tidak berbeda jauh dengan sistem periodik modern. Ada dua unsur dalam setiap tempat pada kedua periode tersebut.
Penempatan unsur – unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Xe dan Rn) yang ditemukan antara tahun 1890 – 1990, dalam sistem periodik Mendeleev tidak menyebabkan perubahan susunan sistem tersebut.
2. Sistem Periodik Modern
Dalam sistem periodik modern, unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan nomor atom (z) yang karakteristik untuk setiap unsur. Pengelompokan ini ternyata juga sesuai dengan konfigurasi elektron dari atom unsur. Dalam sistem periodik modern, penyusunan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat menghasilkan pengulangan sifat unsur berupa periode (baris) dan kemiripan sifat berupa golongan (kolom). Kemiripan sifat dari unsur-unsur dalam golongan yang sama terkait dengan konfigurasi elektronnya. Unsur unsur tersebut ternyata mempunyai jumlah elektron valensi yang sama. Nomor golongan diberi romawi dan dibagi menjadi golongan A dan golongan B. Kolom panjang diberi label A, yaitu golongan IA-VIIIA, yang oleh kolom pendek di tengah tabel yang diberi Label B,yaitu golongan IB-VIIIB dengan golongan VIIIB terdiri atas 3 kolom. Urutan golongan B dimulai dari golongan IIIB, bukan IB.