Kawah Wurung
adalah salah satu destinasi alam paling unik di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Tidak seperti kawah vulkanik pada umumnya, Kawah Wurung justru menyerupai cekungan raksasa yang hijau subur, karena tidak pernah mengeluarkan lava atau asap belerang. Nama “Wurung” sendiri berarti “batal” atau “tidak terjadi”, sehingga sering disebut sebagai kawah yang gagal terbentuk.
Area kawah dikelilingi oleh hamparan bukit-bukit hijau, padang rumput luas, dan lembah yang membentuk panorama alam sangat fotogenik. Di salah satu sisinya terdapat Bukit Cincin, sebuah jalur berputar yang membentuk lingkaran alami seperti cincin, menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan dari ketinggian.
Daya tarik utama Kawah Wurung adalah pemandangan savana hijau yang membentang, udara pegunungan yang sejuk, serta lanskap bukit melingkar yang memberi kesan seperti berada di lembah tersembunyi. Di musim hujan, hamparan rumputnya tampak segar dan subur; sementara di musim kemarau, warnanya menguning dan memberikan nuansa eksotis ala padang sabana
Taman Nasional Baluran, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dikenal sebagai “Africa van Java” karena bentang alam savananya yang luas dan eksotis. Kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara padang rumput, pegunungan, hutan mangrove, dan pantai alami, menjadikannya salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia.
Pusat pesona Baluran berada di Savanna Bekol, hamparan padang rumput luas dengan latar Gunung Baluran yang megah. Saat musim kemarau, savana berubah keemasan menyerupai Afrika, sementara di musim hujan berubah menjadi hijau subur. Wisatawan juga dapat menemukan berbagai satwa liar seperti banteng, rusa, kijang, merak, lutung, dan burung-burung endemik Jawa.
Selain savana, Baluran menawarkan pantai tenang bernama Pantai Bama, tempat ideal untuk menikmati sunrise, snorkeling, atau sekadar bersantai di tepi hutan mangrove.
Savanna Bekol, ikon utama dengan panorama mirip Afrika.
Gunung Baluran sebagai latar belakang alam yang dramatis.
Satwa liar yang dapat diamati dari dekat: banteng, merak, monyet ekor panjang, kijang.
Pantai Bama dengan mangrove, snorkeling, dan spot sunrise.
Keanekaragaman hayati lebih dari 400 jenis flora dan ratusan spesies fauna.
Bangsring Underwater adalah destinasi wisata bahari unggulan di Banyuwangi yang menawarkan keindahan bawah laut dengan konsep konservasi dan ekowisata. Terletak di Desa Bangsring, tempat ini dikelola oleh kelompok nelayan setempat yang bertransformasi dari aktivitas penangkapan ikan destruktif menjadi penjaga kelestarian laut. Hasilnya, Bangsring Underwater kini menjadi surga snorkeling dan konservasi terumbu karang.
Air laut yang jernih, beragam ikan warna-warni, serta kawasan terumbu karang yang sehat menjadi daya tarik utamanya. Selain itu, terdapat Rumah Apung, sebuah platform terapung di tengah laut yang menjadi ikon Bangsring. Dari sini wisatawan dapat snorkeling, diving, atau memberi makan ikan sambil menikmati panorama Selat Bali.
Pulau Tabuhan adalah pulau kecil eksotis di ujung timur Banyuwangi yang terkenal dengan pasir putihnya yang halus, air laut sebening kristal, serta suasana tenang tanpa penghuni. Terletak di Selat Bali, pulau ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan tropis yang alami dan berbeda.
Nama “Tabuhan” diambil dari kata “menabuh”, karena konon angin yang menerpa pepohonan di pulau ini terdengar seperti tabuhan musik. Selain keindahan pantai, Pulau Tabuhan dikelilingi oleh terumbu karang berwarna-warni dan kehidupan laut yang kaya, menjadikannya tempat ideal untuk snorkeling, diving, dan fotografi bawah air.
Pulau ini juga dikenal sebagai salah satu spot terbaik di Indonesia untuk olahraga kitesurfing dan windsurfing, berkat tiupan angin yang stabil sepanjang tahun.
Taman Nasional Alas Purwo adalah salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Kawasan ini terkenal sebagai hutan tropis paling misterius dan alami di Jawa, dengan kekayaan flora-fauna yang luar biasa serta panorama alam yang beragam — mulai dari hutan bambu, savana, hingga pantai eksotis yang menjadi favorit peselancar dunia.
Nama “Alas Purwo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “hutan pertama” atau “hutan awal mula kehidupan”, mencerminkan keasriannya yang masih sangat terjaga. Meski sering dikaitkan dengan berbagai legenda, alas Purwo justru memikat wisatawan karena keindahan alamnya yang masih murni.
Harga Paket Wisata Banyuwangi mulai dari Rp. 1.450.000,-