1. Sejarah Nagari
Aia Manggih merupakan salah satu nagari yang ada di kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Menurut cerita turun temurun dari orang tua, Nagari Aia Manggih telah didiami lebih kurang 4 abad lalu bersamaan dengan datang VOC di Indonesia sekitar tahun 1602.
Masa itu perpindahan penduduk di alam Minangkabau dalam perluasan daerah dan mencari tempat tinggal yang baru, konon kabarnya pendatang pertama Nagari Aia Manggih adalah dari suku mande nan hilang atau Mandailiang, yang datang dari utara-Rao Nagari Lasuang Batu tempat ini dinamakan Aia Manggih karena ada batang Manggih ( Manggis ) besar ditepi air. Maka bernamalah kampung Aia Manggih.
Nagari Aia Manggih dahulu ada 4 kampung yaitu :
Kampung Ambacang Anggang
Kampung Rumah Nan XXX
Kampung Nan VI (Seluruh Jorong Kampung Padang Paraman Dareh)
Kampung Padang sarai
kemudai menjadi 5 Jorong yaitu :
Jorong Ambacang Anggang
Jorong Rumah Nan XXX
Jorong Kampung Padang Paraman Dareh
Jorong Kampung Kampung Nan VI
Jorong Padang Sarai
Pucuk bulek Nagari Aia Manggih adalah Datuak Sati, dengan penghulu kampung yang mempunyai suku :
Mandailiang
Koto
Piliang
Caniago
Jambak
Tanjuang
Melayu
a) Fase Nagari Persiapan
Pada Tahun Pada Tahun 2017 dilakukan pemekaran Nagari Aia Manggih menjadi 4 (empat) Nagari, 1 (satu) Nagari Induk, 3 (tiga) Nagari Persiapan Berdasarkan Peraturan Bupati Pasaman No. 21 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Nagari Persiapan yang salah satunya adalah Nagari Persiapan Aia Manggih Selatan dan dipimpin oleh seorang Penjabat Wali Nagari Persiapan, adapun Penjabat Wali Nagari pada fase Nagari Persiapan adalah
Nama Penjabat Wali Nagari Persiapan
AMWARDI, SH Periode 2017-2020
JUFRIAL, A.Md Periode 2021-2022
b) Fase Nagari Defenitif
Pada tahun 2022 Nagari Persiapan menjadi Nagari Defenitif berdasarkan surat dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Nomor 145/5726/BAK Perihal Penyampaian Kode Wilayah Administrasi Pemerintahan. Nagari Aia Manggih Selatan Memiliki Kode Desa 13.08.05.2010. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pembentukan Pemerintahan Nagari Koto Kaciak Barat, Pemerintahan Nagari Tanjuang Beringin Utara, Pemerintahan Nagari Tanjuang Beringin Selatan, Pemerintahan Nagari Aia Manggih Utara, Pemerintahan Nagari Aia Manggih Selatan, Pemerintahan Nagari Aia Manggih Barat, Pemerintahan Nagari Sundata Selatan, Pemerintahan Nagari Sundata Utara dan Nagari Panti Utara, Maka Nagari Aia Manggih Selatan resmi menjadi Nagari defenitif, berikut daftar susunan Wali Nagari Aia Manggih Selatan Fase Nagari Defenitif :
Nama Wali Nagari
JUFRIAL, A.Md (Pj Wali Nagari) Periode 2022-2022
HERIZON Periode 2022-2028
Pada Tahun 2024 ada perubahan atas keputusan Bupati Pasaman Nomor 188.45/701/BUP-PAS/2022 tentang Pengangkatan Wali Nagari Aia Manggih Selatan Kecamatan Lubuk Sikaping Periode 2022-2028 di perpanjang selama 2 (dua) Tahun menjadi sampai dengan Tahun 2030 sesuai dengan Keputusan BupatPasaman Nomor:188.45/308/BUP-PAS/2024.
Nama Wali Nagari
Periode
HERIZON Periode 2022-2030
Terwujudnya Masyarakat Nagari Aia Manggih Selatan yang lebih baik, maju, jujur, adil, sejahtera, berbudaya dan berakhlak mulia dengan berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabbullah.
a. Mewujudkan masyarakat Nagari Aia Manggih Selatan yang beriman dan bertaqwa berlandaskan Adat Basandi Syara’/Syara’ Basandi Kitabbullah, Syara’ Mangato/Adaik Mamakai/ Alam Takambang Jadikan Guru/ Undang yang melaksanakan/ Hukum yang menguatkan.
b. Mewujudkan kerjasama dalam kebersamaan dan persatuan, Bersatu dalam keberagaman, beragam dalam kebersamaan. Senantiasa akan berlaku adil tanpa memandang Suku, Ras antar golongan.
c. Mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam setiap mengambil keputusan, demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di Nagari Aia Manggih Selatan.
d. Mengeksplorasi seluruh potensi yang ada di Nagari Aia Manggih Selatan
1) Mengeksplorasi seluruh potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Nagari Aia Manggih Selatan.
2) Mengeksplorasi seluruh potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Warisan Budaya Nagari Aia Manggih Selatan.
e. Mewujudkan pelayanan yang prima kepada seluruh lapisan masyarakat Nagari Aia Manggih Selatan.
f. Membangun sistem pemerintahan Nagari Aia Manggih Selatan yang Inovatif, Transparan, Jujur, Amanah dapat dipercaya, Bertanggung Jawab dan Akuntabel, yang paling pokok disini adalah bagaimana Pemerintahan Nagari harus inovatif, artinya Pemerintahan Nagari Aia Manggih Selatan kedepan punya kiat-kiat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara efisien, sederhana, cepat dan memuaskan bagi masyarakat.
g. Membangun sarana prasarana Nagari Aia Manggih Selatan yang berwawasan lingkungan dengan memperhatikan azaz pemerataan dan skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.
h. Pembangunan yang dilaksanakan bukanlah berdasarkan kehendak dan kepentingan, tapi berdasarkan kebutuhan, namun harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
i. Membangun pola kehidupan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang sehat melalui peningkatan kualitas kegiatan posyandu balita, posyandu lansia, kebersihan lingkungan dan pembangunan rumah layak huni berdasarkan skala prioritas.
j. Meningkatkan sumber daya ekonomi masyarakat agar lebih produktif, inovatif dan berdaya saing.
k. Berupaya mengembangkan potensi ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan contoh kongritnya membentuk Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang Tangguh, bisa bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat.
l. Membangun relasi dengan Lembaga pemerintahan di lingkup internal dan eksternal guna menunjang mutu Pendidikan generasi kita di Nagari Aia Manggih Selatan untuk menjadi individu yang berkebutuhan, bermoral, berpengetahuan luas dan mandiri.
Jumlah penduduk Nagari Aia Manggih Selatan berdasarkan data Mutasi penduduk Bulan Desember tahun 2024 adalah lebih kurang 3.647 jiwa yang terdiri dari :
a.Jumlah KK : 1065 KK
b.Jumlah Penduduk Jenis Kelamin Laki-laki : 1855 Jiwa
c.Jumlah Penduduk Jenis Kelamin Perempuan : 1792 Jiwa
Penghulu adalah pemimpin kaumnya, pembimbing anak kemenakan dan menjadi niniak mamak di Nagari. Oleh karena itu seorang yang akan menjadi penghulu adalah orang yang memenuhi syarat kepemimpinan menurut adat Minangkabau
Di Nagari Aia Manggih Selatan Yang Terdiri dari 4 suku dan Masing-masing suku mempunyai ninik mamak atau penghulu adat dan penghulu syarak yang begelar :
Suku Mandahiliang
Ninik Mamak Adat : Sandaran
Ninik Mamak Syarak : Rajo Khatib
Malayu
Ninik Mamak Adat : Datuak Bandaro Basa
Ninik Mamak Syarak : Pakiah Ibrahim
Piliang
Ninik Mamak Adat : Indomajo
Ninik Mamak Syarak : Khatib jolelo
Tanjuang
Ninik Mamak Adat : Rajo Binkalang JUNAIDI HENDRA,
Ninik Mamak Syarak : Khatib Syahridin
Gelar penghulu itu adalah hak kaumnya, yang disebut “ nan sapayuang sapatagak, nan salingkuang cupak adat”. Gelar dan jabatan itu dipusakai turun temurun sampi ke anak cucu selama waris nasab masih ada dan sepakat pula mendirikannya. Jadi, orang yang menjunjung pangkat penghulu adat minangkabau, tinggi karena diangkat atau dipilih.
Dia sederajat dengan anggota kaum yang mengangkat dan memilihnya, hanya didahulukan selangkah dan ditinggikan serantiang untuk memikul kewajiban dan melaksanakan tanggung jawab menjaga kesejahteraan anak kemenakan dalam kaumnya.
Pemilihan seorang pemimpin di minangkabau dilakukan dalam proses yang panjang, barlicak pinang, penghulu yang akan dipilih itu dipertimbangkan masak – masak, diteliti dengan seksama, sehingga bulat telah dapat digolongkan pipih dapat dilayangkan pemilihannya ditentukan watak pribadinya.
Landasan tempat berpijak seorang penghulu adalahnya menuruti alur yang lurus, menampuh jalan umum, memelihara harta pusaka serta membimbing anak kemenakan.
Prinsip kepemimpinannya adalah : “ Ba pantang kusuik indak kasalasai ” ( berpantang kusut yang tidak selesai ), “ Ba pantang karuah yang indak janiah” ( berpantang keruh yang tidak jernih . artinya, setiap persoalan yang tumbuh di dalam kaum, suku dan nagari dapat dicari pemecahannya melalui musyawarah dan mufakat.
Dalam Pelaksanan tugas sehari hari niniak mamak di bantu oleh Mamak Bainduak dan tuo sumando.
1. Tradisi “Balimau”.
Tradisi “Balimau ” dilaksanakan Sehari Sebelum Masuk Bulan Ramadhan dan di Nagari aia Manggih Selatan telah dilaksanakan sejak berpuluh-puluh tahun silam, dimana tradisi ini rutin dilaksanakan setiap menyambut bulan suci ramadhan.
Tradisi balimau ini melibatkan para Niniak Mamak, Imam Kahatib, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, tokoh Pemuda serta masyarakat lainnya. Tujuan dilaksanakannya tradisi balimau ini adalah untuk saling memaafkan antara sesama umat serta masyarakat
Dalam tradisi "balimau" seluruh lapisan masyarakat melakukan arak arakan keliling Nagari Aia Manggih selatan yang diringin kesenian Dikie Pano dan berakhir di Mesjid Raya Jihad Ambacang Anggang .
Dalam tradisi itu, para bundo kanduang membawa bunga-bunga rampai yang telah diletakkan di atas sebuah talam. Bunga ini, nantinya dipergunakan untuk mengusap kepala masyarakat yang berniat mensucikan diri mereka.
2. Tradisi pengambilan Ikan Larangan batang sumpur
Ikan Larangan merupakan sebuah Tradisi masyarakat Minangkabau tentang ikan yang dilarang untuk ditangkap/di pancing/dimakan sampai saat yang telah di sepakati Bersama.
Di Nagari Aia Manggih Selatan Tradisi Ikan Larangan Batang sumpur diawali dengan kesepakatan ninik mamak dan Anak Nagari serta Tokoh masyarakat untuk melarangkan penangkapan ikan di area aliran batang sumpur dengan batas batas yang dilarangkan serta sangsi bagi yang melanggar kesepakatan, kemudian pengabilan ikan larangan biasanya dilaksanakan setahun sekali.
Saat pengambilan ikan larangan ini, seluruh masyarakat yang akan ikut Menangkap ikan larangan akan di kenakan biaya untuk alat penangkap ikan yang digunakan dengan biaya yang telah disepakati bersama oleh Ninik Mamak dan Panitia serta tokoh masyarakat lainnya, dimana kemudian uang yang terkumpul akan di serahkan ke masjid dan mushalla yang ada di Nagari Aia Manggih Selatan
1. DIKIE PANO
Dikie Pano, sebuah tradisi berdzikir ala Nagari Aia Manggih Selatan Kesenian ini merupakan perpaduan kemahiran menabuh (mangguguah) Pano (Rebana Besar), dengan lantunan Dikie (lagu tradisional) yang berisikan petuah adat dan agama. Grup dikie pano yang ada di nagari aia manggih selatan :
Dikie pano andesmas
Dikie pano tandikek
2. RANDAI
Randai adalah salah satu kesenian tradisional di Anak Nagari Aia Manggih Selatan yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu. Grup randai yang ada di nagari aia manggih selatan adalah grup randai mudo sakato