NUSA INDAH
(Mussaenda erythrophylla)
(Mussaenda erythrophylla)
Tanaman Nusa Indah.
Sumber : dokumen pribadi
Oleh: Jessica Fitriandini
Kingdom: Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Mussaenda
Spesies : Mussaenda erythrophylla
Lokal : Nusa Indah
Tanaman Nusa Indah.
Sumber : https://www.monaconatureencyclopedia.com/mussaenda-erythrophylla/?lang=en
Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) juga dikenal dengan Ashanti blood, red flag bush, dan tropical dogwood adalah perdu yang tergolong familia Rubiaceae atau kopi-kopian. Ia tumbuh liar di lereng bukit, semak-belukar, dan biasanya dipelihara sebagai tanaman hias. Nusa Indah merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Barat dan selalu berdaun hijau. Bunganya berbentuk seperti bintang dengan ukuran diameter sekitar 10 mm (0,39 inci) dan memiliki sepal tunggal yang dimodifikasi. Tanaman perennial ini memiliki beberapa variasi warna daun pelindung, salah satunya berwarna pink (merah muda).
Tanaman Nusa Indah dapat tumbuh dengan subur pada suhu yang hangat atau pada daerah-daerah subtropis. Tanaman Nusa Indah dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi atau pada ketinggian 1 meter hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Tanaman nusa indah dapat berbunga pada musim panas dan pemanenan dapat dilakukan sepanjang tahun. Pada habitat alaminya perdu ini dapat tumbuh hingga sampai ketinggian 10 meter.
Nusa indah (Mussaenda erythrophylla) adalah tanaman hias populer yang tumbuh dan dibudidayakan secara luas di seluruh wilayah tropis dan subtropis di dunia (Sandoval, 2018). Dikarenakan perbungaan dan warna-warninya yang mencolok (dari merah terang hingga merah tua), indah, dan bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun membuat tanaman ini menarik dan banyak ditanam sebagai tanaman hias. Mussaenda erythrophylla adalah spesies berumur panjang yang abadi (Burger dan Taylor, 1993). Secara tradisional, spesies ini juga telah digunakan sebagai bahan dalam pengobatan Afrika dan Asia, salah satunya untuk mengatasi cacingan.
Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) memiliki akar yang termasuk dalam jenis kategori akar tunggang yang memiliki cabang. Tanaman ini lebih menyukai habitat yang hangat dan lembap, tetapi juga beradaptasi dengan lokasi semi-gugur dan kering. Tumbuh paling baik di area dengan sinar matahari penuh dan tanah berpori dengan derajat keasaman (pH) tanah di kisaran 7-8,5 (Ogbu, 2011). Tanaman ini juga membutuhkan cukup banyak air sehingga menyukai penyiraman secara teratur tanpa akar terendam air, dan tidak tahan terhadap kekeringan.
Batang tanaman Nusa Indah.
Sumber: https://nurserynisarga.in/product/mussaenda-erythrophylla-plant/
Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) memiliki batang yang ketinggiannya berkisar antara 1,5 meter hingga 3 meter dengan percabangan monopodial. Pada habitat alam liar tingginya mampu mencapai 6 meter sampai lebih dari 8 meter. Untuk batang dan tangkai tanaman nusa indah sendiri memiliki bentuk bulat dengan percabangan yang rapat. Tanaman ini memiliki batang berwarna coklat dan cenderung memiliki tekstur yang kasar. Tanaman Nusa Indah dapat diperbanyak melalui proses perkembangbiakan vegetatif yaitu dengan cara stek batang dan layering atau merunduk.
Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) memiliki daun yang termasuk dalam jenis kategori daun tunggal yang letaknya saling berhadapan bersilangan. Tangkai daun tanaman Nusa Indah memiliki bentuk bulat dan bagian permukaan daunnya kasar yang terdapat rambut atau bulu-bulu halus (pilose). Tangkai daunnya memiliki panjang sekitar 1 cm hingga 6 cm.
Daun tanaman Nusa Indah ini memiliki warna hijau dan berbentuk oval atau agak lonjong-bulat telur hingga hampir berbentuk hati (ketika muda), sedangkan bagian ujung meruncing, pangkal daun tumpul sampai agak melengkung. Untuk bagian tepi daunnya rata, urat daun menonjol, dan memiliki tulang daun yang menyirip. Panjang daun berkisar antara 5 cm hingga 12 cm dan lebar 3 cm hingga 8 cm.
Pada tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) ini terdapat daun pelindung berwarna merah muda (daun yang dimodifikasi atau terspesialisasi). Daun pelindung (bractea) dalam botani adalah organ mirip daun yang dari ketiaknya muncul ibu tangkai bunga majemuk atau cabang-cabangnya. Daun pelindung dapat juga berarti daun yang selalu berasosiasi dengan suatu rangkaian bunga (bunga majemuk). Warna mencolok pada daun pelindung ini berfungsi menarik perhatian serangga penyerbuk, fungsi yang biasanya dikaitkan dengan mahkota bunga.
Bunga tanaman Nusa Indah.
Sumber: https://bibitbunga.com/cara-menanam-dan-merawat-bunga-nusa-indah-mussaenda/
Pada bunga tamanan Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) yang menarik perhatian justru adalah kelopak bunganya yang membesar. Tanaman ini memiliki kelopak berlapis yang termodifikasi menjadi helaian lebar seperti mahkota berwarna merah muda. Sedangkan mahkota bunga berbentuk tabung dengan diameter 1-1,5 cm, memiliki 5 lobus, puber (permukaannya berbulu halus), berwarna kuning dengan cincin kemerahan di tengahnya. Benang sari berjumlah 5, tangkai sari berwarna putih kekuningan, kepala sari berwarna hijau. Perbungaan terminal, berupa malai.
Buah tanaman Nusa Indah.
Sumber: http://www.westafricanplants.senckenberg.de/root/index.php?page_id=14&id=2440
Dikutip dari CABI Digital Library, buah Mussaenda erythrophylla berbentuk seperti berry dan mempunyai banyak biji kecil (Burger dan Taylor, 1993; Thaman dkk, 1994). Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) yang dibudidayakan biasanya tidak menghasilkan buah, melainkan menyebar secara vegetatif dengan cara layering atau merunduk.
Di Kosta Rika, Mussaenda erythrophylla berbunga sepanjang tahun tetapi biasanya tidak menghasilkan buah (Burger dan Taylor, 1993). Di Fiji, bunga M. erythrophylla telah diamati pada bulan November, Januari dan Maret, namun buahnya belum terlihat (Smith, 1988).
Tanaman Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunganya yang mencolok dan berwarna-warni (Ogbu, 2011). Selain tanaman hias, tanaman ini juga berkhasiat sebagai obat. Beberapa penyakit yang dapat diobati secara tradisional dengan tanaman ini antara lain demam, anti imfalamasi, batuk, dekongestan, dan dapat berguna untuk menghambat kanker. Spesies ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika dan Asia untuk pengobatan infeksi mata, cacingan, nyeri badan, diare dan disentri.
Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman nusa indah diantaranya adalah senyawa flavonoid, saponin, glikosida dan terpenoid (Eishwaraiah, 2011). Senyawa terpenoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang dapat dijumpai pada bagian tanaman Nusa Indah. Senyawa golongan terpenoid menunjukkan aktivitas farmakologi yang menarik sebagai antivirus, antibakteri, antiinflamasi, sebagai inhibisi terhadap sintesis kolesterol dan antikanker (Mahato dkk,1997). Senyawa golongan triterpenoid merupakan agen fitokimia yang dapat secara selektif membunuh sel kanker payudara dan mencegah rusaknya sel normal.
Tanaman bunga Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) merupakan tanaman bergenus Mussaenda yang berasal dari Afrika Barat. Umumnya Ditemukan di lingkungan sekitar (Eswaraiah, 2011). Nusa Indah merupakan tanaman eksotis yang berasal dari Afrika tropis (Angola, Burundi, Cabinda, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Gabon, Ghana, Guinea, Kepulauan Teluk Guinea, Kenya, Liberia, Nigeria, Republik Afrika Tengah, Sierra leone, Sudan, Tanganyka, Togo, dan Uganda). Tanaman ini telah dinaturalisasi di Amerika Tengah dan Selatan, Hindia Barat, China, India, Polinesia Perancis, dan Fiji.
Tanaman Nusa Indah umumnya dapat ditemukan tumbuh di perkebunan kakao tua dengan sisa-sisa hutan asli, semak sekunder di sepanjang anak sungai, tepi hutan, tepi sungai, sabana, semak belukar, dan di semak belukar di sepanjang tepi jalan. (Burkill, 1994 ; Prota, 2018). Ini juga merupakan tanaman hias yang populer di taman, pekarangan dan kebun (Burger dan Taylor, 1993). Di Fiji, tanaman ini dibudidayakan di tanah berpasir dekat permukaan laut (Smith, 1988).
Burger, W., Taylor, C. M., 1993. Flora Costaricensis. Family #202 Rubiaceae. In: Fieldiana, Botany, No. 33 v + 333 pp.
Burkill, H. M., 1994. The useful plants of West Tropical Africa. Vol. 2: Families E-I., Ed. 2Richmond, UK: Royal Botanic Gardens. Xii + 636 pp.
Eswaraiah, M., Chinna, & Elumalai, A. 2011. Isolation of Phytoconstituents from the Stems of Mussaenda Erythropylla. Jurnal Der Pharmacia Sinica, 2(6), 132-142.
Gambar Akar Nusa Indah. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/821. Diakses pada 8 Oktober 2023.
Gambar Daun Nusa Indah. https://indiabiodiversity.org/species/show/230418. Diakses pada 8 Oktober 2023.
Gambar Batang Nusa Indah. https://nurserynisarga.in/product/mussaenda-erythrophylla-plant/. Diakses pada 9 Oktober 2023.
Gambar Bunga Nusa Indah. https://bibitbunga.com/cara-menanam-dan-merawat-bunga-nusa-indah-mussaenda/. Diakses pada 9 Oktober 2023.
Gambar Buah Nusa Indah. http://www.westafricanplants.senckenberg.de/root/index.php?page_id=14&id=2440. Diakses pada 9 Oktober 2023.
Gambar Pohon Nusa Indah. https://www.monaconatureencyclopedia.com/mussaenda-erythrophylla/?lang=en. Diakses pada 8 Oktober 2023.
Mahato, S.B., S.K. Sarkar, G. Poddar. 1997. Triterpenoid Saponin. Jurnal Phytochem. 27, 3037-3067.
Ogbu, J. U., 2011. Ornamental Mussaenda spp for Nigeria’s gardens and landscape environment. In: Proceedings of the 45th Annual Conference of the Agricultural Society of Nigeria. Umuahia, Nigeria: Agricultural Society of Nigeria. 316-319.
Sandoval, J Rojas. 2018. CABI Digital Library: Mussaenda erythrophylla (red flag bush). (online). https://www.cabidigitallibrary.org/doi/10.1079/cabicompendium.120124 diakses pada tanggal 12 Oktober 2023.
Socfindo Conservation. 2020. Mussaenda Erythrophylla. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/821 diakses pada tanggal 12 Oktober 2023.
Smith, A. C., 1988. Flora Vitiensis nova: a new flora of Fiji (Spermatophytes only). Volume 4: Angiospermae: Dicotyledones, families 164-169. Lawai, Hawaii, USA: Pacific Tropical Botanical Garden. 377 pp.
Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Jalan Pramuka No. 156, Ronowijayan, Siman, Tonatan, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63474, Indonesia. (0352) 481277
Email : ipa@iainponorogo.ac.id