KERSEN
(Muntingia calabura)
(Muntingia calabura)
Tanaman kersen.
Sumber : dokumen pribadi
Oleh: Nur Rofi' Intan Mahmudhah
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Elaecaepaceae
Genus : Muntingia
Spesies : Muntingia calabura
Lokal : Kersen
Tanaman kersen.
Sumber : dokumen pribadi
Pohon kersen (Muntingia calabura) adalah tanaman jenis neotropik yaitu suatu jenis tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman Kersen berasal dari Filifina dan dilaporkan masuk di Indonesia pada akhir abad ke 19. Tanaman talok di Indonesia sangat mudah tumbuh tanpa penanaman khusus. Sampai saat ini tanaman kersen hanya digunakan sebagai tanaman peneduh dipinggir jalan, karena daunnya yang rindang. Kersen adalah tumbuhan yang selalu hijau (evergreen), tinggi pohon bisa mencapai 3 sampai 12 meter, tumbuh dan berbuah sepanjang taun pada ranting-ranting yang seperti kipas. Tanaman talok berbunga pada umur dua tahun, bunga-bunga tumbuh 1-5 kuntum, Bunga mekar ketika menjelang fajar dan hanya berlangsung satu hari.
Akar tanaman kersen ini bersifat akar tunggak, karena digunakan untuk menopang batang yang besar dan tinggi, akarnya dapat menjalar panjang dan sangat kuat mencengkram tanah.
Batang tanaman kersen.
Sumber: dokumen pribadi
Batang tanaman ini berkayu , tegak, bulat, berwarna coklat dan memiliki percabangan mendatar, ranting berbulu halus.
Daun berwarna hijau, bentuk lanset, ujung runcing, ukuran daun 1-4 x 4-l4 cm, permukaan bawah daun berbulu rapat.
Bunga tanaman Kersen.
Sumber: dokumen pribadi
Bunga dalam berkas berisi 1-3 kuntum, terletak disebelah atas daun, bertangkai panjang, berkelamin dua, mahkota bertepi rata, putih tipis, benangsari berjumlah 10 sampai 100 helai. Bunga mekar ketika menjelang fajar dan hanya berlangsung satu hari. (Kosasih dkk, 2013)
Buah tanaman kersen.
Sumber: dokumen pribadi
Buah kersen berbentuk bulat, rasanya manis, berwarna hijau pada waktu muda dan merah setelah matang dengan biji yang banyak seperti pasir. Bijinya berukuran 0,5 mm dan berwarna kuning (Kosasih dkk., 2013)
Menjaga kesehatan Jantung. kandungan di dalam buah kersen mempunyai kemampuan untuk mencegah terjadinya kebocoran enzim sehingga berguna untuk melindungi organ jantung.
Mengobati penyakit asam urat. Buah kersen mempunyai kandungan senyawa dan zat-zat aktif yang dapat digunakan mengobati penyakit asam urat jika dikonsumsi secara teratur.
Meringankan Kram Perut. Sifat anti-septik dan anti-inflamasi yang dimiliki oleh buah ini dapat digunakan untuk meringankan dan mengobati kram perut.
Menyehatkan Organ Pencernaan. Buah kersen mempunyai kandungan serat pangan yang melimpah. Kandungan serat pangan tersebut berguna untuk menyehatkan organ-organ pencernaan seperti lambung dan usus, sehingga tubuh dapat terhindari dari masalah gangguan pencernaan.
Mencegah Dehidrasi. Buah kersen mempunyai kadar air yang cukup tinggi, sehingga ketika dikonsumsi dapat mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi merupakan sebutan yang digunakan untuk tubuh yang kekurangan asupan cairan
Tanaman ini asli dari Benua Amerika tropis (Meksiko selatan, Karibia sampai ke Peru dan Bolivia), dan banyak dibudidayakan didaerah yang hangat seperti di Asia, kersen dibawa masuk ke Filipina akhir abad 19, hingga tersebar diseluruh kawasan Asia. Tumbuhan kersen terdapat di bagian barat Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa dan Kalimantan.Tanaman ini memiliki nama lain: Cherry jamaican (Inggris), Cherry cina atau Cherry jepang (India) dan Cherry chettu (Telugu). Tanaman kersen merupakan tanaman perdu yang tingginya mencapai 3-12 m dengan daun yang berderet dan dahan menjuntai.
Kersen tumbuh liar di tempat terbuka dan perbukitan, di tepi-tepi jalan, tepitepi sungai, dataran rendah yang drainasenya baik dan tanah liat berpasir. Kersen tumbuh mengelompok dan menyebar, pada umumnya tumbuh pada ketinggian hingga 1000 m dpl, tumbuh baik pada tanah pH 5,5-6,5. Di Kota dan Desa kersen banyak dijumpai, dan ditanam sebagai pohon buah dan peneduh.
Diskes Bandung.(2017). 9 Manfaat Buah Kersen. https://diskes.badungkab.go.id/artikel/17756-9-manfaat-buah-kersen. (diakses pada 16 Oktober 2023).
Kumalajati A P. (2022). Daun Kersen yang Jarang Diketahui Manfaatnya. https://linisehat.com/daun-kersen-yang-jarang-diketahui-manfaatnya/. (diakses pada 16 Oktober 2023).
Rawa Rio Asahari. (2021). Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun, Buah, Dan Kulit Batang Tumbuhan Kersen (Muntingia Calabura L.) Dengan Metode Dpph (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl).4-5. Program Studi Diploma III Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda.
Safitri G. (2017). Kersen (Mutinga Calabula L.). http://repository.unimus.ac.id/1450/3/12%20BAB%20II.pdf. (diakses pada 16 Oktober 2023).
Widyastuti. (2019). Tanaman Kersen, 6–7, http://repository.unimus.ac.id/1450/3/12%20BAB%20II.pdf (diakses pada 16 Oktober 2023).
Kosasih, E., Supriatna, N., dan Ana, E. 2013. Informasi Singkat Benih Kersen/Talok (Muntingia calabura). Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura.
Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Jalan Pramuka No. 156, Ronowijayan, Siman, Tonatan, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63474, Indonesia. (0352) 481277
Email : ipa@iainponorogo.ac.id