Opioids dalam bahasa sederhana diartikan " Obat Penghilang Rasa Sakit "
Manualtherapy mampu memfasilitasi Endogenous Opioids Response, sebuah efek Neurophysiologi dalam konsep manualtherapy, yang sangat berpengaruh positif dalam memblokir transmisi nyeri pada Dorsal Horn Cell di Medulla Spinalis melalui receptor Opioids, menjadi pilihan yang baik bagi pasien-pasien yang alergi terhadap obat-obatan anti nyeri atau bagi pasien yang tidak mau minum obat penghilang rasa sakit.
Salah satu mekanisme Endogenous adalah pelepasan Beta Endorphine di kelenjar Pituitari dan hipotalamus dalam beberapa saat setelah tindakan manualtherapy dilakukan, mekanisme ini dikenal dengan Descending Pain Modulation, Beta Endorphine berperan sebagai inhibitor pain signal pada level spinal.
Mekanisme Descending Pain Modulation yang adalah pelepasan Enkhepalin, yang berperan sama seperti Beta Endorphine yaitu menghambat signal nyeri di level spinal ( (Bialosky et al., 2009, Savva et al., 2014, Zafereo and Deschenes, 2015).
Mekanisme manualtherapy ini juga mempengaruhi mekanoreceptor serabut saraf A Beta ( Non Nociceptor ), yang berpenampang lebih besar dari serabut saraf C dan A Delta ( keduanya adalah receptor nyeri ( Nociceptor ), dalam mekanisme teori Gate Control, stimulasi mekanoreceptor dalam tindakan manualtherapy yang dilakukan dengan tepat akan membantu dalam menghambat ( inhibisi ) pain signal.
Pada Jaringan yang mengalami peradangan dimana terdapat mediator-mediator inflamasi seperti Bradykinin, Prostaglandin, dan histamin, situasi ini akan semakin mengiritasi serabut saraf A Delta dan C tadi, yang akan ditransmisikan ke sistem saraf pusat sebagai pain signal, tindakan manualtherapy berdasarkan study mampu menetralisir mendiator-mediator inflamasi tersebut ( Roy et al., 2010, Teodorczyk-Injeyan et al., 2006 ).
Selain itu menurut study tindakan manual therapy juga menstimulasi / aktifasi dari Fibroblas yang berperan dalam pemulihan/recovery jaringan yang mengalami kerusakan. pada kasus-kasus cidera olahraga dan cidera yang lain, sehingga jika ada kerusakan jaringan akan mempercepat mekanisme recovery jaringan tersebut.
Masih banyak study tentang efektifitas manual terapi dalam mengatasi masalah-masalah pada system neuromuskuloskeletal baik secara lokal maupun efek sistemik.
Reduction blood and serum level inflammatory mediators
Altering nociception or inflammatory markers locally
Cells respond to mechanical load or force through mechanotransduction
Fibroblast activity changes in response to internal and external forces applied to cells
Fibroblast activity controls the make up of a tissue (collagen formation, extracellular matrix)
Tissue responds and adapts to the force and stress applied to it
This process takes a long time and repeated stress is required
•Decreased activation of the dorsal horn
•Changes in muscle activity at spinal level
•Change in pain pressure thresholds or even temperature at the spinal level.
•Decreased activation of areas of the brain responsible for central pain
•Various autonomic responses to manual therapy
•Activation of descending inhibition of the periadequctal grey matter
•Improvement in psychological outcomes
•Improvement in somatosensory processing within the cortex
•Release of opioids
(Bialosky et al., 2009, Savva et al., 2014, Zafereo and Deschenes, 2015)
Itulah sebabnya manualtherapy menjadi pilihan dalam mengatasi nyeri pada cidera system neuromuskuloskeletal karena efektifitasnya sudah dibuktikan dengan didukung berbagai study.
Pilihan yang aman, natural, efektif, dan tanpa efek samping seperti yang ditimbulkan oleh pemakaian obat-obatan penghilang rasa sakit, obat penghilang rasa sakit jilka digunakan berlebihan akan mengganggu sistem percernaan dan gangguan pada organ yang lain.