Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi memiliki banyak manfaat dan khasiat khususnya dalam hal pengobatan. Dalam dunia kuliner tinta cumi sudah sangat populer dan menjadi makanan favorit bagi pecinta seafood. Khususnya negara Jepang sudah sangat memanfaatkan tinta cumi, dimana dimanfaatkan sebagai penguat cita rasa makanan dan telah dipergunakan juga dalam hal obat-obatan (Sasaki, et al., 1997)
Cumi-cumi memiliki kandungan gizi yang luar biasa karena kandungan proteinnya cukup tinggi, yaitu 17,9 g/100 g cumi segar .
Cumi-cumi juga mengandung beberapa jenis mineral mikro dan makro dalam jumlah yang sangat tinggi. Mineral penting pada cumi-cumi adalah natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, dan selenium. Fosfor dan kalsium berguna untuk pertumbuhan kerangka tulang, sehingga penting untuk pertumbuhan anak-anak dan mencegah osteoporosis di masa tua. Selain kaya akan protein, cumi-cumi juga merupakan sumber vitamin yang baik, seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12, niasin, asam folat, serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Kadar lemak pada daging cumi relatif rendah, yaitu 7,5 g/100 g bahan, masing-masing terdiri 1,9 g asam lemak jenuh; 2,7 g asam lemak tidak jenuh tunggal; serta 2,1 g asam lemak tidak jenuh ganda. Termasuk ke dalam asam lemak tidak jenuh ganda adalah omega 3 yang dapat menurunkan kandungan kolesterol dalam darah.
Cumi-cumi juga kaya akan Omega-3, protein, vitamin B, iodium dan berbagai mineral. Kandungan tembaga pada cumi-cumi baik untuk pembentukan sel darah merah.
Baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa tinta cumi-cumi benar-benar dapat melawan kanker. Cumi-cumi merupakan salah satu seafood yang sangat populer di kalangan pecinta makanan laut.
Cumi-cumi punya warna darah unik yaitu bewarna biru. Hal itu terjadi karena pada darah cumi terkandung senyawa tembaga yang disebut haemocyanin.
Memiliki lensa kontak yang digunakan untuk memperlancar perburuannya. Cara kerja lensa ini mirip seperti fokus kamera atau teleskop.
Cumi-cumi hidup dengan 3 jantung.
Keunikan hewan cumi-cumi ini bisa mengubah warna tubuhnya. Dalam kondisi tertentu, tubuh cumi-cumi bisa berubah menyesuaikan tempatnya.
Baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa tinta cumi-cumi benar-benar dapat melawan kanker.