Mutiara merupakan satu-satunya batu permata di dunia yang berasal dari makhluk hidup. Tidak seperti batu permata lain yang terbentuk dari alam, mutiara yang awalnya dianggap sebagai telur kerang ini dibentuk di dalam cangkang kerang.
Umumnya kerang akan mati saat mutiaranya diekstraksi atau dipanen, tapi tidak seluruhnya karena ada juga kerang yang tetap hidup setelah mutiaranya diambil. Salah satunya mutiara hasil budidaya yang dipanen dari moluska dan dapat ditanam kembali untuk membentuk mutiara lagi.
Warna mutiara beragam dan berasal dari unsur-unsur dalam kerang itu sendiri. Di antaranya warna emas, putih gading, merah muda, ungu hingga hitam .
Warna mutiara beragam dan berasal dari unsur-unsur dalam kerang itu sendiri. Di antaranya warna emas, putih gading, merah muda, ungu hingga hitam.
Tiap satu mutiara dengan mutiara lainnya tidak sama, masing-masing memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Tidak ada mutiara yang sempurna karena setiap mutiara memiliki ketidaksempurnaan masing-masing.
Remis hanya menghasilkan mutiara di air tawar, sedangkan tiram menghasilkannya di air asin.
Ternyata, bahan utama pembentuk mutiara adalah pasir yang masuk ke dalam cangkang tiram dan remis.
Mutiara tertua di dunia ditemukan di Pulau Marawah, Uni Emirat Arab. Mutiara tersebut sudah ada sekitar 8 ribu tahun yang lalu, lho!
Menurut legenda, Ratu Cleopatra dari Kerajaan Mesir Kuno pernah menggunakan mutiara sebagai bahan taruhan.