Meski Indonesia telah resmi merdeka, Belanda belum mengakui kedaulatan Indonesia. Belanda masih berupaya merebut Indonesia lewat agresi militer. Tentu saja pihak Indonesia tidak tinggal diam. Mereka mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui diplomasi. Salah satu diplomasi yang dilakukan adalah Konferensi Meja Bundar atau biasa disingkat KMB.
Konferensi meja bundar dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1948, dimana Moh Hatta yang memimpin delegasi Indonesia. Tujuan utama diadakannya koferensi ini adalah untuk menyelesaikan pertikaian antara Indonesia dengan Belanda tentang pengakuan kedaulatan Indonesia.
Bukan hanya membahas persoalan pengakuan, konferensi ini juga membicarakan tentang masalah ekonomi, dimana Belanda meminta agar Indonesia membayar hutang luar negerinya sebesar f. 3.167 juta dan hutang dalam negeri sebesar f. 2956 juta. Dengan berat hati Hatta menerima tuntutan tersebut. Ia mencoba mendesak namun pada akhirnya Hatta hanya menerima tuntutan tersebut dengan pengurangan sampaj f. 2000 juta dari angka awal.
Setelah diterjang berbagai permasalahan yang terjadi saat diskusi, pada akhirnya tepatnya tanggal 2 November 1949 tercapailah persetujuan KMB. Hasilnya cukup memuaskan, dimana Belanda akan menyerahkan kedaulatan Indonesia pada akhir bulan Desember 1949.