Atom, Molekul, Ion
Atom, Molekul, Ion
A. Partikel Penyusun Materi
Segala sesuatu yang ada di sekitar kita, seperti air yang kita minum, udara yang kita hirup, dan makanan yang kita makan, tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Partikel tersebut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam ilmu kimia, partikel-partikel kecil tersebut dikenal dengan istilah atom, ion, dan molekul.
Dengan mempelajari atom, ion, dan molekul, kita dapat memahami bagaimana suatu zat terbentuk, bagaimana reaksi kimia terjadi, serta mengapa suatu zat dapat memiliki sifat yang berbeda dengan zat lainnya. Oleh karena itu, materi ini menjadi dasar untuk mempelajari kimia lebih lanjut.
Supaya lebih mudah dipahami, kamu bisa melihat penjelasan tentang atom, ion, dan molekul melalui video di samping sebelum melanjutkan materi ini.
B. Atom
Pengertian Atom
Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi lagi secara kimia dan masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom merupakan penyusun dasar dari semua materi. Atom-atom dapat bergabung membentuk molekul dan dapat pula berubah menjadi ion.
Struktur Atom
Atom tersusun dari partikel-partikel subatom, yaitu:
- Proton → bermuatan positif (+)
- Neutron → tidak bermuatan (netral)
- Elektron → bermuatan negatif (–)
Proton dan neutron berada di dalam inti atom, sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom pada kulit elektron.
Nomor Atom dan Nomor Massa
- Nomor atom (Z) = jumlah proton
- Nomor massa (A) = jumlah proton + neutron
Nomor atom menunjukkan identitas suatu unsur.
Contoh Atom
Contoh atom antara lain:
H, O, C, Na, Cl, Fe, Al
Atom bersifat netral karena jumlah proton sama dengan jumlah elektron.
Dalam setiap atom terdapat dua besaran penting, yaitu nomor atom dan nomor massa. Nomor atom menyatakan jumlah proton yang berada di dalam inti atom, sedangkan nomor massa menunjukkan jumlah seluruh partikel penyusun inti atom, yaitu proton dan neutron. Nomor atom bersifat khas dan menjadi identitas bagi suatu unsur, sehingga tidak ada dua unsur yang memiliki nomor atom yang sama.
Nomor atom tidak hanya menunjukkan jumlah proton, tetapi juga menunjukkan jumlah elektron pada atom netral. Oleh karena itu, nomor atom dapat digunakan untuk menentukan letak suatu unsur dalam sistem periodik unsur. Sementara itu, nomor massa menunjukkan massa relatif suatu atom karena sebagian besar massa atom berasal dari proton dan neutron yang berada di dalam inti atom. Dengan mengetahui nomor atom dan nomor massa, kita dapat menentukan jumlah proton, neutron, dan elektron yang terdapat dalam suatu atom. Dengan demikian, pemahaman tentang nomor atom dan nomor massa sangat penting karena menjadi dasar dalam mempelajari struktur atom dan sifat-sifat unsur.
Notasi Atom
Untuk memudahkan kita dalam mengenali suatu atom, para ilmuwan menuliskannya dalam bentuk yang disebut notasi atom. Notasi atom adalah lambang suatu atom yang dilengkapi dengan nomor atom dan nomor massa. Melalui notasi ini, kita dapat mengetahui informasi penting mengenai penyusun suatu atom. Notasi atom dituliskan dalam bentuk seperti gambar di samping.
Dalam suatu atom berlaku hubungan:
Nomor atom (Z) = jumlah proton = jumlah elektron (untuk atom netral)
Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron
Jumlah neutron (n) = nomor massa – nomor atom
C. Molekul
Atom merupakan unit dasar penyusun berbagai macam materi. Atom-atom tersebut dapat bergabung satu sama lain dan membentuk partikel yang lebih besar, yaitu molekul dan ion. Pada bagian ini, kita akan mempelajari terlebih dahulu tentang molekul.
Molekul adalah gabungan dari dua atau lebih atom yang saling berikatan. Molekul dapat terbentuk dari atom-atom yang sejenis maupun dari atom-atom yang berbeda jenis. Contoh molekul yang terbentuk dari atom sejenis antara lain hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂). Sementara itu, contoh molekul yang terbentuk dari atom berbeda jenis antara lain air (H₂O), karbon dioksida (CO₂), dan karbon monoksida (CO).
Berdasarkan jenis atom penyusunnya, molekul dibedakan menjadi dua, yaitu molekul unsur dan molekul senyawa.
Molekul unsur adalah molekul yang tersusun dari atom-atom sejenis.
Contoh: H₂, O₂, N₂.
Molekul senyawa adalah molekul yang tersusun dari atom-atom yang berbeda jenis.
Contoh: H₂O, CO₂, NH₃.
Selain itu, berdasarkan jumlah atom penyusunnya, molekul juga dapat dibedakan menjadi molekul diatomik dan molekul poliatomik.
Molekul diatomik adalah molekul yang tersusun atas dua atom, baik atom sejenis maupun atom berbeda jenis.
Contoh: O₂, H₂, CO.
Molekul poliatomik adalah molekul yang tersusun atas tiga atau lebih atom.
Contoh: O₃ (ozon) dan S₈ (belerang).
D. ION
Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita memerlukan ion untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama setelah melakukan berbagai aktivitas. Hal ini menunjukkan bahwa ion memiliki peranan penting dalam kehidupan.
Ion adalah atom atau gugus atom yang memiliki muatan listrik. Muatan listrik tersebut dapat berupa muatan positif maupun muatan negatif. Ion yang bermuatan positif ditandai dengan tanda plus (+), sedangkan ion yang bermuatan negatif ditandai dengan tanda minus (−). Contoh ion antara lain Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Cl⁻, Br⁻, dan OH⁻.
Ion terbentuk karena adanya perpindahan elektron pada suatu atom. Atom dapat melepaskan elektron atau menerima elektron. Ketika atom melepaskan elektron, atom tersebut akan bermuatan positif. Sebaliknya, ketika atom menerima elektron, atom tersebut akan bermuatan negatif.
Berdasarkan muatannya, ion dibedakan menjadi ion positif dan ion negatif.
Ion positif (kation) adalah ion yang bermuatan positif karena melepaskan elektron.
Contoh: Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Al³⁺.
Ion negatif (anion) adalah ion yang bermuatan negatif karena menerima elektron.
Contoh: Cl⁻, Br⁻, O²⁻, OH⁻.
Pada umumnya, unsur logam cenderung melepaskan elektron sehingga membentuk ion positif (kation), sedangkan unsur nonlogam cenderung menerima elektron sehingga membentuk ion negatif (anion). Proses pelepasan atau penerimaan elektron oleh suatu atom sehingga membentuk ion disebut ionisasi.
Sebagai contoh:
Atom natrium (Na) melepaskan satu elektron menjadi ion Na⁺.
Atom klorin (Cl) menerima satu elektron menjadi ion Cl⁻.
Kamu sudah paham materi Atom, Molekul, dan Ion? Untuk memastikan pemahamanmu, yuk tuliskan kembali dengan bahasamu sendiri di ruang diskusi. Saya ingin tahu sejauh mana pemahamanmu. Jika masih ada bagian yang belum jelas, jangan ragu untuk menyampaikannya, karena kita akan mendiskusikannya bersama di ruang diskusi.