TENTANG GIM
Kapan GIM pertama kali muncul?
Sejarah permainan video dimulai sejak awal 1950-an, ketika ahli komputer merancang permainan dan simulasi sederhana sebagai bagian dari penelitian mereka, atau untuk mengisi waktu luang. Pada tahun 1960, profesor dan mahasiswa di M.I.T memainkan tic-tac-toe 3D dan Moon Landing
Apa GIM pertama di dunia?
Judul video game tertua yang pertama adalah Bertie the Brain sebagai sesepuh game. Di mana, game ini merupakan game komputer pertama di dunia yang dirancang oleh insinyur asal Kanada bernama Josef Kates pada tahun 1950
GIM apa yang pertama diciptakan?
Pada tahun 1957, William Highbotham menciptakan sebuah video game yang diberi nama “Tennis for Two” di sebuah komputer analog besar yang terhubung ke layar osiloskop. Permainan ini dikembangkan khusus untuk acara tahunan pengunjung di Brookhaven National Laboratory di Upton, New York.
Apa GIM tertua di Indonesia?
Nexia merupakan game online pertama di Indonesia. Game online RPG (role-playing game) ini dikeluarkan oleh BolehGame pada bulan Maret tahun 2001 dengan menghadirkan grafik sederhana berbasis 2D
Apa Pengertian GIM ?
Kata game berasal dari Bahasa Inggris yang berarti permainan. Permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain yang dimainkan dengan aturan - aturan tertentu.
PENGERTIAN GAME DEVELOPER
Game developer adalah seorang pengembang software yang mempunyai keahlian pada bidang pembuatan game. Para game developer memiliki tugas untuk membuat software game yang nantinya bisa diakses melalui berbagai device. Mulai dari device video game, PC/laptop, hingga smartphone.
Untuk menjadi seorang game developer, kamu perlu memahami berbagai konsep penting dari pembuatan dan pengembangan sebuah aplikasi game. Kamu juga harus bisa memberikan detail kode/koding program. Tidak hanya itu, kamu juga harus memiliki kecintaan pada game dan cita rasa seni. Mengingat kamu juga akan memasuki ranah produksi aplikasi, pembuatan audio yang tepat, seni visual, dan desain grafis.
TUGAS GAME DEVELOPER
Game developer merupakan pekerjaan menciptakan video game. Seorang game developer sehari- hari menggeluti pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan game. Area pekerjaannya mencakup pembuatan audio, desain grafis permainannya, seni visual, juga produksi aplikasinya.
Untuk mengembangkan game, kamu harus memahami dan menguasai bahasa pemograman serta desain perangkat lunak. Tidak hanya itu, kamu juga harus bisa mengoperasikan peralatan yang berhubungan dengan audio dan video.
Mengingat game juga terdiri dari animasi dan grafis, kamu juga harus terbiasa dengan desain pemandangan, desain karakter, dan desain UI. Dengan skill ini, kamu bisa membuat game yang keren dan lebih hidup. Apalagi ditambah dengan animasi yang menarik.
Seorang game developer juga harus memiliki kreativitas yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan tugasnya yang berkaitan dengan merancang, mengembangkan, dan menghidupkan game yang tentu terdiri dari strategi, tantangan, dan visual yang menarik.
Kreativitas juga sangat dibutuhkan saat membangun plot cerita yang menarik dan menantang bagi para gamer. Dengan plot cerita yang menarik, tentu mereka jadi tertarik untuk membeli game yang kamu rilis. Selain itu, developer juga harus bisa membangun karaker dan tokoh semenarik mungkin.
Kecintaan game tentu menjadi sebuah kualifikasi yang penting bagi seorang game developer. Memiliki hobi bermain game dapat menjadi nilai plus, mengingat kamu akan jadi lebih mudah untuk merangsang kreativitas dalam membuat game baru.
Dalam proses mengembangkan game, tentu kamu akan mengalami kendala atau masalah. Misal berupa kode yang eror, atau terjadinya bug saat game dimainkan.
Maka dari itu, game developer dituntut agar dapat menyelesaikan semua gangguan teknis yang terjadi. Kemampuan untuk melihat permasalahan dari berbagai perspektif yang berbeda juga perlu dimiliki oleh seorang game developer untuk memecahkan masalah.
Jenis permainan seperti video game merupakan produk yang kompleks dan terdiri dari banyak bagian. Maka, game developer harus bisa bekerja sama dengan tim lain seperti tim teknis dan artistik yang bertanggung jawab dalam menyatukan bagian yang berbeda-beda.
Untuk menciptakan game yang bagus, game developer harus bisa bekerja di bawah tekanan, bekerja sama dalam tim, dan memiliki manajemen waktu yang baik untuk mematuhi deadline proyek.
Prospek kerja game developer cukup menjanjikan karena terdapat potensi industri game di Indonesia yang besar. Secara umum, terdapat beberapa posisi yang bisa kamu pilih sebagai game developer:
Game designer: bertugas mengonsep karakter game, setting, plot cerita, dan gameplay, kemudian bekerja dengan pengembang dan pemrogram game untuk menerjemahkan ide-ide ini ke dalam kode.
Game artist: bertugas menciptakan gambar 2D dan 3D untuk kemudian digunakan sebagai grafik di dalam game.
Animator: bertugas membuat karakter, setting, alat peraga, dan objek-objek lain menggunakan software khusus.
Game programmer: bertugas menransfer rancangan game yang sudah dibuat oleh desainer dan tim lain ke dalam bahasa komputer agar dapat dimainkan.
Sound engineer: bertugas mengedit dan mengombinasikan soundtrack untuk game yang mungkin menyertakan musik latar, rekaman suara, dan efek suara.
Game tester: bertugas mengidentifikasi bug dan melaporkan hasil pemeriksaannya ke para developer.
PROFESI GIM DEVELOPER DI INDUSTRI
Game Developer
Game developer orang yang bertugas untuk merancang pemrograman dari suatu permainan. Dengan kata lain, game developer adalah seorang software developer yang menghasilkan produk akhir berupa sebuah program game.
Bekerja di studio game adalah tempat terbaik untuk membangun karier di industri ini. Pasalnya, kamu bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana proses di balik layar pembuatan sebuah game dan bagaimana proses menyajikan suatu game dari sisi pemasaran maupun partnership.
Game Designer
Game designer adalah orang yang bertugas untuk memikirkan alur cerita, format, konsep, interaksi, item, peraturan, tema, hingga tingkat kesulitan dari sebuah game yang akan dibuat. Seorang game designer perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan bisa menempatkan diri sebagai seorang pemain game untuk mengambil keputusan ketika berada di dalam game.
Technopreneur
Seorang technopreneur adalah orang yang memiliki semangat wirausaha yang tinggi dalam bidang teknologi. Di industri game, kamu bisa memulai karier dengan mengumpulkan portofolio dan membuka agensi game untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membuat game sebagai kanal pemasaran produk mereka.
Bila kamu memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin kamu membuka studio game kamu sendiri, lho!
Pengajar
Profesi ini bisa kamu jalani bila kamu adalah orang yang tertarik untuk mendidik orang-orang lain yang juga ingin berkarya di industri game. Namun, bila kamu ingin menjadi pengajar di bidang ini, akan lebih baik bila kamu sudah memiliki pengalaman bekerja di industri terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu akan memiliki pengalaman dan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan industri.
Youtuber
Sebagai seseorang yang tertarik dengan dunia game, tak ada salahnya kamu membagikan keseruanmu ketika menciptakan game, atau mengikuti kompetisi melalui akun Youtube. Dengan konten-konten yang menarik, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari Google AdSense juga!
Itu dia penjelasan lengkap mengenai game developer. Mulai dari definisi, tugas, skill yang dibutuhkan, hingga jenjang kariernya. Bekerja sebagai game developer tentu akan menjadi pengalaman yang menarik
TAHAPAN PENGEMBANGAN GIM
Proses pengembangan sebuah game secara garis besar terbagi menjadi beberapa tahapan berikut:
1. Tahap Riset dan Penyusunan Konsep Dasar
Pada tahap ini ide dasar, objektif, tema, target audience, teknologi, media (platform), serta berbagai batasan lain dirumuskan. Tahapan riset ini menjadi sebuah tahapan krusial, berbagai elemen dasar dari sebuah game disusun di sini.
2. Perumusan Gameplay
Pada tahap ini para game designer merumuskan gameplay/gamechanic yang akan digunakan dalam sebuah game. Gameplay adalah pola, aturan, atau mekanisme yang mengatur bagaimana proses interaksi pemain dengan game yang diciptakan. Gameplay ini juga mengatur bagaimana seorang pemain bisa memenuhi objektif dari game dan mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan.
3. Penyusunan Asset dan Level Design
Tahapan ini fokus pada penyusunan konsep dari semua karakter serta asset (termasuk suara/musik) yang diperlukan. Pada saat yang sama tim juga mulai melakukan Level Design atau pengelompokkan tingkat kesulitan serta berbagai asset yang tepat pada tiap level (jika ada lebih dari 1 level) agar game tersebut bisa menghadirkan pengalaman bermain yang optimal.
4. Test Play (Prototyping)
Pada tahapan ini sebuah prototype/dummy dihadirkan untuk menguji gameplay serta berbagai konsep yang telah tersusun, baik dalam tiap level maupun secara keseluruhan, serta melakukan berbagai perbaikan yang diperlukan. Tahapan ini juga berfungsi untuk memberikan gambaran lengkap bagi seluruh tim sehingga bisa memudahkan proses pengembangan selanjutnya.
5. Development
Pada tahap ini seluruh konsep (karakter dan asset) yang sebelumnya telah tersusun mulai dikembangkan secara penuh, game engine mulai dikembangkan, dan semua elemen mulai dipadukan.
6. Alpha/close beta Test (UX - Initial Balancing)
Fokus utama pada tahap ini adalah untuk mengetahui apakah semua komponen utama dari game telah mampu memberikan user experience seperti yang diharapkan sekaligus juga untuk mendeteksi adanya masalah teknis yang belum terdeteksi pada tahapan sebelumnya.
7. Rilis
Pada tahap ini game sudah siap untuk dirilis dan diperkenalkan pada target pemainnya. Ketika sebuah game telah dirilis untuk publik bukan berarti proses pengembangan selesai - mereka umumnya terus dioptimalkan/diupdate. Hal ini untuk memastikan bahwa game yang dihadirkan benar-benar mampu memberikan pengalaman bermain yang maksimal. Tahapan-tahapan tersebut di atas umumnya juga dikelompokkan menjadi 3 fase utama proses pengembangan game yaitu: Pre-production (tahap 1-4), Production (tahap 5), dan Post-Production (tahap 6-7)
Sebuah game yang baik akan memberikan pengalaman bermain yang optimal, sebuah proses pengembangan game yang baik juga akan memberikan pengalaman yang istimewa serta proses pembelajaran yang luar biasa bagi mereka yang terlibat di dalamnya.
GENRE GAME
Action
Genre game yang cukup laku di dunia ini fokusnya ada di pertarungan yang mengandalkan kecepatan tangan dan refleks yang bagus. Telat pencet tombol beberapa detik saja, karakter kamu bisa langsung KO, Sebenarnya, kategori game ini luas banget, cuma game yang asal berantem aja. Game tembak-tembakan, survival game, atau stealth game, seperti Call of Duty atau Metal Gear Solid juga bisa dibilang action game. Namun, karena perkembangan yang semakin kreatif, genre game turunan action juga semakin berkembang!
Fighting
Ini dia salah satu turunan genre game action, yaitu fighting. Kalau jenis game semacam ini, Mortal Kombat, Tekken, atau Street Fighter adalah beberapa game legendaris yang terlahir dari genre game ini.
Sport
Game yang cenderung mengutamakan kompetisi ini punya banyak pilihan, ada game surfing, bola basket, sepak bola, balap mobil, hingga balap motor.
Racing
Game ini adalah turunan dari game olahraga. Contoh yang paling populer adalah Super Mario Kart. Namun, jenis game ini kadang juga masuk dalam kategori sport atau olahraga, misalnya game F1 Racing atau MotoGP. Kadang, game racing juga dikombinasikan dengan subgenre simulasi.
Shooting
Jenis game tembak-tembakan ini cukup populer, nggak cuma di Indonesia aja. Mau contoh nyatanya? Ada PUBG, Doom, hingga Grand Theft Auto. Genre game ini bahkan bisa dibagi lagi menjadi First Person Shooter (FPS) atau Third Person Shooter (TPS).
Strategy
Tujuan dari game ini adalah untuk mendorong lo berpikir lebih kritis untuk mencapai target, tanpa perlu mengandalkan power besar. Play smart, bukan play hard. Game seperti ini biasanya berfokus pada membangun atau membuat sesuatu, menciptakan pertahanan bagus, hingga memikirkan kerja sama tim. Game strategy juga punya banyak variasinya, misalnya Real-Time Strategy seperti Age of Empire. Bahkan game MOBA seperti Mobile Legends: Bang Bang juga bisa dibilang game strategi!
Role Playing Game (RPG)
Game yang satu ini cukup kompleks, karena sering menggunakan latar belakang dunia baru dengan cerita rumit, dan kadang plot yang tak terduga. Game ini membuat lo serasa memasuki dunia baru dan berperan menjadi orang lain. Karena gameplay yang asik dan jalan cerita yang luar biasa (plus visualnya yang manjain mata banget), genre game ini cukup populer. Game dengan genre RPG yang paling terkenal adalah seri Final Fantasy, Pokemon, hingga World of Warcraft.
Adventure
Beda dengan action, genre adventure ini tujuannya adalah membuat karakter lo mengeksplor atau menjelajah isi game. Nggak hanya itu, di dalam game ini biasanya banyak puzzle yang mesti kamu pecahkan. Kadang, ada juga kombinasi genre action-adventure yang bikin kita juga bertarung dengan karakter lain hingga monster. Game yang populer dengan genre ini adalah The Legend of Zelda atau Resident Evil.
Simulasi
Game simulasi beda ya bro dengan game RPG, meski sama-sama bertualang di dunia buatan. Petualangan dalam game simulasi ini lebih menonjolkan kemiripan dengan dunia nyata yang sebenarnya. Karena itu, ada game simulasi tentang menerbangkan pesawat, game bercocok tanam, hingga game membangun taman bermain.
Multiplayer Game
Beberapa tahun terakhir, genre game multiplayer ini semakin berkembang pesat. Jika dulu yang bikin heboh anak 90-an hanyalah Ragnarok, sekarang sudah banyak game sejenis yang bermunculan. Contoh yang paling seru adalah Clash of Clan (yang juga masuk genre strategi). Game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti Mobile Legends dan MMORPG seperti World of Warcraft juga termasuk game multiplayer
DLL