MIZURU
Instrument Mizuru pada awalnya adalah instrumentasi yang belum menggabungkan alat-alat tersebut, setelah itu peneliti mencoba melakukan penggabungan dengan harapan agar dapat menjadi alat yang praktis serta solusi dari inovasi terbaru dari pengembangan penyatuan instrument non optik Mizwala Qibla Finder, Sundial atau Jam Matahari, dan Rubu’ Mujayyab. Pada dasarnya ketiga instrument non optik tersebut memiliki satu fungsi yang sama. Mizuru muncul sebagai solusi dari berbagai permasalahan yang ada pada masyarakat khususnya yakni dalam penentuan arah kiblat. Dari alat ini, diberi nama Mizuru (Mizwala Qibla Finder, Sundial atau Jam Matahari, dan Rubu’ Mujayyab), dikarenakan setiap instumen tersebut berdiri sendiri. Sehingga terciptanya inovasi untuk menggabungkan alat tersebut menjadi satu kesatuan instrument tersebut supaya dapat memudahkan pengamat dalam satu kali perhitungan tanpa memerlukan banyak alat.
Mizuru merupakan alat non optik berupa karya inovasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dimana gabungan antara Mizwala Qibla Finder, Sundial atau Jam Matahari, dan Rubu’ Mujayyab. Karya ini dibuat agar memudahkan seseorang dalam melakukan pengukuran, seperti mengukur arah kiblat, awal waktu salat, melihat jam matahari, menghitung deklinasi matahari, serta dapat menentukan rumus dari nilai sin, cos, tan yang digunakan dalam perhitungan- perhitungan tersebut.
A. Komponen MIZURU
Instrumen ini terdiri dari satu bidang dial, dimana terdiri dari satu gnomon di tengah- tengah, lalu bagian atas dari bidang dial, diletakkan Sundial Ekuatorial dengan gnomon yang dihitung berdasarkan sumbu langit dan kemiringan sebagai lintang. Lalu terdiri Mizwala Qibla Finder dimana terdiri atas bidang dial, gnomon dan benang yang diletakkan di tengah-tengah bidang dial. Dan Rubu’ Mujayyab yang diletakkan di sebelah Mizwala Qibla Finder dengan menggunakan satu benang sebagai alat bantu perhitungan, dengan berbagai ketelitian perhitungan dalam bidang dialnya.
B. Fungsi MIZURU
Penggunaan instrument falak Mizuru ini, cukup mudah dan dapat digunakan dalam banyak perhitungan. Sehingga kita dapat memanfaatkan alat dan bahan yang ramah lingkungan di sekitar kita dalam pembuatan instrument. Dengan inovasi dimana kita menggabungkan tiga instrumen menjadi satu kesatuan instrumen. Sehingga fungsi dari Mizuru ini, sangat beragam, diantaranya:
(1) Dapat digunakan untuk mengukur arah kiblat
(2) Dapat digunakan untuk menentukan utara sejati
(3) Dapat digunakan untuk penunjuk waktu
(4) Dapat digunakan untuk menghitung awal waktu salat
(5) Dapat digunakan untuk petunjuk arah kiblat
(6) Dapat digunakan untuk penunjuk musim
(7) Dapat digunakan untuk sebagai alat hitung
(8) Dapat digunakan untuk sebagai alat ukur
(9) Dapat digunakan untuk sebagai tabel astronomi
(10) Dapat digunakan untuk mencari besar sudut dan nilainya
(11) Dapat digunakan untuk menghitung bujur Ekliptika Matahari
(12) Dapat digunakan untuk menghitung Deklinasi Matahari.
C. Kelebihan dan Kekurangan
Penggunaan instrument falak Mizuru ini cukup mudah dan dapat digunakan dalam banyak perhitungan. Disisi lain Mizuru yang cukup praktis, Mizuru juga memiliki kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan Mizuru adalag antara lain:
a. Kelebihan : - Dapat digunakan pada lintang yang tinggi dan akurasi yang didapatkan cukup akurat yakni hingga menit busur
b. Kekurangan : Yaitu penggunaan cahaya matahari dalam penentuan jam matahari, arah kiblat dan awal waktu shalat. Sehingga dalam penentuan yang menggunakan instrument Mizuru tersebut tidak dapat digunakan pada saat malam hari.