DESKRIPSI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) MINI HOSPITAL STIKES KBN MAGELANG
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Mini Hospital STIKes KBN Magelang merupakan replika unit pelayanan intensif cepat yang dirancang dengan standar "Golden Hour". Ruangan ini memiliki tata letak terbuka (open plan) untuk memudahkan mobilisasi tenaga medis dan alat kesehatan secara cepat. Ruangan dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan tingkat keparahan pasien (Triage), mencakup zona merah (resusitasi), zona kuning, dan zona hijau.
Station Triage: Meja pemeriksaan awal untuk memilah pasien berdasarkan prioritas kegawatdaruratan.
Bed Resusitasi: Tempat tidur khusus yang dilengkapi dengan peralatan penyelamatan nyawa.
Peralatan Life Support: Monitor pasien (Bedsite Monitor), tabung oksigen, suction pump, dan emergency cart (troli berisi obat-obatan darurat).
Alat Imobilisasi: neck collar, berbagai jenis bidai (spalk) untuk kasus trauma atau kecelakaan, dan brankart.
Di IGD Mini Hospital, mahasiswa STIKES KBN Magelang melatih ketangkasan fisik dan mental melalui berbagai skenario simulasi:
Mahasiswa berlatih menjadi petugas Triage yang harus memutuskan dalam hitungan detik:
Memberikan label warna (Merah, Kuning, Hijau, atau Hitam) kepada pasien simulasi berdasarkan kondisi klinis.
Belajar menetapkan prioritas penanganan di tengah situasi korban massal (misal: simulasi kecelakaan lalu lintas).
Menggunakan manekin high-fidelity, mahasiswa mempraktikkan:
Teknik kompresi dada yang benar sesuai algoritma BTCLS terbaru.
Manajemen jalan napas (Airway Management) menggunakan alat bantu seperti OPA atau pemasangan oksigenasi level tinggi.
Mahasiswa melakukan simulasi tindakan pada kasus kecelakaan:
Pembalutan dan Pembidaian: Melakukan fiksasi pada tulang yang patah agar tidak terjadi cedera saraf lebih lanjut.
Heacting (Penjahitan Luka): Berlatih teknik menjahit luka terbuka dengan prinsip steril yang ketat.
Dekontaminasi: Simulasi pembersihan luka kotor atau paparan zat kimia.
Mahasiswa belajar mengenai logistik medis:
Mengenal obat-obatan high-alert yang ada di dalam troli darurat.
Berlatih menyiapkan dosis obat injeksi dalam situasi tekanan tinggi namun tetap teliti.
Mahasiswa berlatih melakukan serah terima pasien (handover) kepada dokter spesialis atau unit rawat inap menggunakan teknik komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) agar informasi tersampaikan akurat meski dalam situasi gawat.