Awal mula berdirinya MI Miftahul Ulum, tidak ubahnya seperti lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya. Meski bukan lembaga pendidikan yang dananya selalu disubsidi oleh pemerintah, lambat laun sekolah ini menjadi pilihan favorit masyarakat Bujur Barat.
Pada bulan Juni 2003 mayoritas warga desa Bujur Barat memasukkan anaknya yang umur 6 sampai 7 tahun ke sekolah dasar yang sangan jauh, bahkan sampai ke desa sebelah. Akhirnya MI Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun serpet Dajah Desa Bujur Barat yang dulunya hanya satu kelas (sekitar 20 anak), Alhamdulillah saat ini mencapai 98 siswa, yang dulunya masih menumpang di Mushollah, Alhamdulillah saat ini memiliki gedung sendiri. Pada awal berdirinya MI Miftahul Ulum jumlah guru sebanyak 5 orang. Di samping itu juga, alhamdulillah saat ini guru MI Miftahul Ulum sebanyak 15 orang dengan jumlah peserta didik satiap tahun selalu mengalami peningkatan.
MI Miftahul Ulum mulai dari awal berdirinya menitikberatkan pada program tahfidz. Mulai dari pembiasaan sampai pada ekstrakurikuler. Program ini juga didukung oleh pihak internal maupun ekstrenal madrasah.
Lingkungan Madrasah dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan siswa sebagai sumber belajar dan laboratorium sosialisasi. Madrasah merancang fasilitas belajar siswa yang dapat mendukung perkembangan belajar siswa,dikelompokkan sesuai tingkat/fasenya.
Dengan pertimbangan kemiripan karakteristik siswa sehingga memudahkan guru dalam mengelola dalam menyediakan fasilitas serta kegiatan pembelajaran.
Area permainan dan area sosialisasi siswa dikondisikan sesuai kelompok kelas. Ragam dan tingkat kesulitan permainan dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan motorik dan sosialisasi siswa. Pendampingan aktif dari guru-guru dilakukan saat siswa berinteraksi untuk memastikan proses sosialisasi siswa berjalan sesuai yang diharapkan.
MI Miftahul Ulum meyakini bahwa mencetak siswa berjiwa Qurani merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki. Keterampilan ini akan berkembang maksimal apabila siswa berada dalam lingkungan belajar yang religius Untuk mewujudkan hal ini Madrasah memperkaya kegiatan tahfidz baik di dalam maupun luar lingkungan madrasah bahkan ada tambahan pada kegatan ekstrakulikuler. Wujud kegiatan tahfidz ini diharapkan dapat juga diintegrasikan dengan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘alamin.