Shalom damai sejahtera bagi kita semua ,pada kesempatan ini saya akan mencoba merefleksikan seluruh kegiatan yang saya lakukan selama berkuliah di atma jaya.
Selama saya menempuh pendidikan di atma jaya yaitu kurang lebih hampir empat tahun ,mulai dari kuliah tatap muka hingga kuliah secara daring melalui kanal Microsoft teams akibat pandemi. Tentunya waktu yang berlalu tidaklah singkat yang saya lalui bersama atma jaya ,banyak kisah dan cerita yang bisa di jabarkan mulai dari kisah sedih hingga yang senang dan lucu,namun karena berkaitan dengan tugas pengenalan kampus saya akan mencoba merefleksikan dengan mengaitkan kisah-kisah saya selama di atma jaya dengan nilai – nilai KUPP (Kristiani ,unggul ,professional,dan peduli)
Pada bagian ini saya akan merefleksikan nilai kristiani yang pernah saya alami selama di atma jaya ,nilai kristiani yang dikandung dalam KUPP tidak mengartikan pengajaran Kristen secara memaksa ,namun ada tiga unsur yang terkandung di dalamnya sesuai dengan nota yayasan atma jaya yaitu komunitas yang Kuat Dalam Iman, komunitas Atma Jaya Yang Kuat Dalam Persaudaran Sejati, komunitas Atma Jaya Yang Kuat Dalam Budaya Kasih
Dari penjelasan yang tertuang dalam nota yayasan atma jaya,bahwa nilai kristiani ini merupakan sebuah nilai yang menjadikan setiap warga atma jaya adalah satu tidak membedakan asal usul ,Ras , suku ,Agama jika sudah menjadi warga atma jaya kita semua adalah satu tidak ada yang lebih atau kurang semua dipandang sama
Apa yang saya simpulkan sangat berelevansi dengan kejadian nyata yang saya alami selama berkuliah di atma jaya .kerelevansiannya adalah ketika saya mengambil mata kuliah multikulturalisme pada smester 7 kira-kira tahun lalu,setiap sebelum dan mengakhiri perkuliahan dosen saya Bapak Paulus Tasik Galle seelalu memberi kesempatan kepada seluru mahasiswanya untuk melaksanakan doa,tidak membedakan mahasiswa itu ber agama apa saja,kalau yang katolik memimpin doa secara katolik,yang Kristen pun mengikuti ajaranya bagaimana berdoa,bahkan kawan yang muslim pun diperkenankan memimpin doanya secara kepercayaanya.insight penting yang saya rasakan adalah ketika kita melaksanakan doa bersama ketika membuka atau menutup perkuliahan mau dipimpin secara islam ataupun Kristen,kami tetap mengimanin kepada kepercayaan kami masing –masing tanpa ada yang merasa berkeberatan .Pengalaman saya ini sangat berkaitan dengan nilai KUPP pada nilai Kristen bagian yaitu komunitas yang Kuat Dalam Iman mengapa begitu,sebab walaupun atma jaya merupakan universitas katolik tetapi selalu mengandalkan iman kepada allah masing-masing tanpa harus membatasi bentuk kegiatan tata cara berdoa agama lain untuk tujuan kelancaran selama proses pengajaran ,cerita saya ini juga sangat berelevansi dengan nilai kristiani bagian komunitas Atma Jaya Yang Kuat Dalam Persaudaran Sejati,pada penjelasan bagian ini dalam nota yayasan memiliki makna bahwa warga atma jaya tidak memandang suku agama dan ras nilai ini sangat sesuai dengan pengalaman saya di kelas multikulturalisme semua orang bebas mengamalkan iman kepercayaam sesuai ajaran masing-masing walaupun dikelas mayoritas kristen tapi mahasiswa yang muslim bisa memipin doa secara kepercayaanya tanpa ada keberatan dari pihak manapun.Tentunya tidak munculnya rasa keberatan disertai oleh nilai kristiani bagian komunitas Atma Jaya Yang Kuat Dalam Budaya Kasih ,sebab bila kita tidak mengasihi tentunya akan selalu terjadi gesekan bila ada perbedaan.Sehingga betul bahwa nilai kristiani yang terkandung dalam KUPP benar-benar saya alami dan ter amalkan dalam lingkungan atma jaya.
Pada bagian ini saya akan meencoba membagikan pengalaman pribadi saya selama di atma jaya yang berkaitan dengan nilai unggul,menurut nara sumber podcast bangga atma unggul-usaha dibalik hasil S2#4 mengartikan unggul adalah character grade,yang berarti berusaha yang terbaik,dan jika ada target dikejar bila belom tercapai maka perlu evaluasi diri ,dalam arti kita selalu memprogresskan diri kita ke versi yang lebih baik
Kondisi yang relavan pernah juga saya alami pada masa perkuliahan ,kira-kira wktu itu tahun 2019 saya smester 5 atau smester 6 saat itu saya mengganggap mata kuliah analisa laporan keuangan adalah mata kuliah yang mudah,persepektif saya yang menganggap mudah di simpulkan oleh kebiasaan quiz mingguan yang selalu bisa mengerjakan dalam bentuk soal pilihan berganda,pucuk diulam pun tiba akhirnya memasuki ujian tengah smester ,karna sudah menganggap remeh dan tidak ada persiapan ujian akhirnya saya mendapat nilai dua puluh lima untuk ujian tengah smester,saya merasa sudah putus asa ,sudah merasa sangat mustahil lagi untuk lulus dari mata kuliah analisa laporan keuangan , rasanya ingin bolos saja dari sisa pertemuan yang ada,setelah saya meratapi nilai saya, saya mencoba mengkonsultasikan ke dosen saya yaitu Ibu Sumani untuk mempertanyakan nilai saya apakah masih ada harapan untuk dapat lulus dari standar kriteria minimal,setelah panjang lebar dijelaskan Ibu sumani masih memberikan kesempatan dengan syarat ujian akhir smester beserta tugas harus diatas 80 semua,awalnya saya merasa ragu hanya iseng-iseng aja,namun setelah lebih jauh saya mulai membulatkan tekat dan focus selama dikelas ,saya mencoba terus belajar setiap minggu ,berprogress dan pada akhirnya saya mampu lulus dari mata kuliah analisa laporan keuangan denganm predikat nilai B
Hal yang penting yang saya peroleh dalam keajdian ini adalah disaat kita melalui masa sulit ,kiranya kita bisa terus tetap semangat ,miliki progress dan tujuan agar kita selalu mengupgrade diri kita menjadi versi yang terbaik agar terus menjadi pribadi yang unggil
Kisah unggul yang lain ,akan saya coba tarik dari atma jaya yaitu munculnya kegiatan mahsiswa yang menjawab tuntutan perubahan jaman khususnya pada bidan financial yang sangat relevan dengan mahasiswa dari fakultas ekonomi dan bisnis ,mata kuliah tersebut ialah mata kuliah financial technology and blockchain ,saya mengikuti kegiatan ini hamper satu smester dan saya merasa senang akan kebutuhan akan ilmu yang selalu up to date,sebab makin kedepan arah dunia financial sudah mengarah kepada percampuran financial dan teknologi sehingga bisa menjadi modal unggul buat saya kelak ,sebab di universitas lain belom mengadakan mata kuliah financial technology and blockchain
Keunggulan ini sesuai dengan makna unggul nota yayasan atma jaya pada bagian ke 1 yaitu komunitas jaya unggul yang dimana didalamnya terkandung makna Keunggulan akade mis didorong oleh hasrat untuk mendapatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasar-kan penelitian.lalu sesuai juga dengan makna unggul nota yayasan atma jaya ke 3 yaitu komunitas atma jaya yang belajar seumur hidup yang memiliki arti Komunitas Atma Jaya hidup dalam sebuah masyarakat yang mengalami transformasi terus menerus. Dalam situasi seperti itu, komunitas Atma Jaya mengembangkan semangat belajar seumurhidup yang “dicirikan oleh pencarian yang bebas akan kebenaran yang utuh tentang alam, manusia, dan Tuhan.
Pada bagian ini saya akan mencoba menceritakan kisah saya selama di atma jaya yang berkaitan dengan nilai professional,saya bukan mahasiswa yang bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa sehingga saya kurang memiliki kegiatan yang membutuhkan profesionalitas,tapi pada bagian ini saya akan mencoba mengkaitkan kisah saya sebagai mahasiswa juga harus mempunyai professional dalam arti mengaitkan mahasiswa dengan perbuatan yang professional
Dalam penjelasan nota atma jaya pada nilai professional ada penjelasan sebagai berikut”Komunitas Atma Jaya, baik sebagai individu maupun organisasi, menempatkan leadershipdan manajemen yang profesional sebagai bagian dari Nilai Inti . Leadership berkenaan dengan tindakan yang benar (doing the right thing), sementara itu manajemen berkaitan dengan tindakan yang tepat (doing things rightly). Dalam menjalankan kepemimpinan dan manajemen tersebut diterapkan prinsip-prinsip tata kelola yang sehat, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian dan keadilan.Lalu pada podcast bangga atma S2#5 pada kanal you tube ada kesimpulan yang diambil oleh host mengenai professional yaitu berisi kultur,etika,tanggung jawab,menjalankan tugas dengan serius.Cerita ini berkaitan dengan profesionalitas sebagai mahasiswa,saya merupakan mahasiswa angkatan 2018 tentunya saya menikmati kuliah tatap muka kurang lebih tiga smester disini ketika kita melaksanakan kegiatan ujian tengah smester maupun akhir smester yaitu dengan pengawasan langsung oleh pengawas dalam ruang ujian sehingga kesempatan untuk berbuat curang sangat rendah sebab konsekuensinyaa tinggi langsung auto mendapat nilai “E”,namun ketika pandemi mulai berdampak pada kegiatan ajar mengajar semua dilakukan dari rumah,tentunya pada saat melaksanakan kegiatan ujian kesempatan untuk berbuat curang sangatlah tinggi,dan hal ini cukup menjadi masalah bagi dosen-dosen terutama dosen pada prodi akuntansi ,menurut penuturan Ibu lim jade selaku dosen akuntansi manajemen saya pada semester 5 banyak kesamaan jawaban di lembar kertas kerja mahasiswa .Namun dengan seiiringnya waktu banyak proses-prosen penilaian kertas kerja mahasiswa menggunakan pengecekan melalui turnitin untuk mengecek plagiatisme sehingga dapat mendeteksi siapa yang di contek
Pengalaman saya ketika melewati ujian selama pandemi memanglah betul kita diuji secara materi yang telah kita pelajari namun sikap profesional kita sebagai mahasiswa ikut juga diuji bagaimana kita mempertahankan etika yang baik dalam menghadapi ujian seperti tidak nyontek,bertanggung jawab akan hasil kerja .pada masa ini saya mengikuti ujian akuntansi manajemen dengan dosen Ibu lim jade,beliau melakukan sistem penilaian yang berbeda dengan melakukan pengecekan secara bersma dengan mahsiswa masing-masing,setiap mahasiswa akan ditelpon secara pribadi untuk pengecekan bersama setiap mahasiswa dimintain penjelasan akan hasil kerjanya bila tidak bisa menjawab maka dianggap menyontek dan dianulir sekalipun jawaban dikertas kerja benar,termasuk saya ,namun saya ada beberapa yang tidak bisa saya jelaskan ,kejadian ini mempunyai nilai penting buat saya dimana jika kita mengerjakan sesuatu kira-kira kita harus bisa mempertanggung jawabkannya ,dengan kita bisa mempertanggung jawabkan kertas kerja kita ,tentunya kita sebagai mahasiswa sudah bisa melatih sikap profesional
Kaitan peristiwa tersebut dengan nilai KUPP bagian nilai profesional adalah kita sebagai mahasiswa ditekankan untuk melakukan sesuai penjelasan profesional pada nota yayasan atma jaya yang berbunyi melakukan tindakan yang tepat,lalu juga sesuai dengan nilai KUPP bagian profesional yang isinya meliputi “Kepemimpinan dan Manajemen Komunitas Atma Jaya Yang Responsibel”yang memiliki arti “Prinsip pertanggungjawaban adalah kesesuaian dan kepatuhan dalam pengelolaan insti tusi berdasarkan nilai-nilai Kristiani dan perundang-undangan. Ini menunjukkan bahwa komunitas Atma Jaya menjalankan kegiatannya dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum dan sosial”Sehingga dengan adanya pembaharuan sistem penilaian dengan menggunakan turnitin ,pengecekan bersama oleh dosen ,secara tidak langsung kami para mahasiswa dilatih sikap profesionalnya untuk mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan kami.
Untuk poin peduli pada KUPP tidak terlalu banyak yang saya bisa lakukan selama di atma jaya karena status kemahasiswaan saya yang tidak bergabung pada unit kegiatan mahasiswa namun saya akan mencoba merelevansikan cerita saya tersebut dengan nilai peduli pada KUPP
Kepedulian yang pernah saya lakukan bersama atma jaya adalah dengan melakukan kegiatan perkuliahan secara daring,hal ini tidak semata-mata hanya untuk efisiensi tetapi ada alasan tertentu,alasanya adalah kepdulian atma jaya untuk bersama-sama mencegah penularan pandemic covid 19 ,hal ini sesuai dengan nilai peduli pada KUPP bagian “Kominitas Atma Jaya Yang Peduli”
Lalu saya juga merasakan nilai kepedulian yang atma jaya berikan kepada saya ,yaitu selama masa pandemi saya kira-kira mendapat bantuan pemotongan uang kuliah sebesar lima ratus ribu rupiah kira-kira selama tiga smester berturut.hal ini sangat relevansi dengan nilai peduli yaitu bagian “kominitas agama yang solider”
Hal penting yang bisa saya rasakan bahwa nilai peduli dalam lingkungan atma jaya bukan hanya sekedar ucapan belaka,tapi memang betul terlaksanakan sesuai dengan yang tertera pada nota yayasan atma jaya.
Jadi begitulah kira-kira pengalaman yang saya pernah alami bersama atma jaya yan memiliki kerelevansian dengan nilai KUPP (Kristiani,Unggul,Profesonal,Peduli)