Berikut ini beberapa pertanyaan yang saya nilai perlu kita tanyakan dan temukan jawabannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk invest di MIA - Fintechfx
Anda mungkin suka membaca beberapa berita yang muncul di media nasional sebagai berikut:
https://finance.detik.com/moneter/4202308/waspada-10-investasi-ini-berbahaya
Ternyata hasil investasi dari OJK tersebut tidak jauh dari keraguan yang saya amati sekarang terkait dengan perizinan MIA dan FintechFx, toh orang-orang OJK bukanlah amatir dibidang ini dan mereka bukan orang-orang bodoh / kurang pendidikan:
A. Perihal klaim FintechFx bahwa mereka terdaftar di ASIC
Klaim tersebut tidak benar, FintechFx tidak memiliki izin resmi sebagai forex broker sebagaimana perusahaan-perusahaan broker forex lainnya yang sah dan legitimate. FintechFx memang terdaftar di ASIC, namun jenis perizinan dan wewenang aktivitas yang diberikan/diregulasi oleh ASIC kepada FintechFx bukanlah sebagai Forex Broker. Artinya kalau ada apa-apa terjadi, misalnya FintechFx kabur dengan dana2 investor, ASIC pun bisa dengan mudahnya lepas tanggung jawab, tinggal sebut saja bahwa mereka (ASIC) memang tidak pernah kasih izin forex broker kepada FintechFx.
Anda ragu jangan-jangan gambar diatas itu adalah rekayasa photoshop? Well, sayangnya tidak. Silahkan masuk lansung ke website ASIC dan buka link dibawah ini dan buktikan sendiri:
Ketika dihadapkan pada pertanyaan ini, salah satu leader MIA dari Indonesia (Hendrik Ronald), menyampaikan bahwa FintechFX itu adalah STP (straight through processing), jadi bukan direct selling namun hanya sebagai perantara. Hal ini tetap tidak menjawab pertanyaan. Anda perlu ketahui STP adalah metode proses alur bisnis di dunia broker forex. Jadi tidak peduli perusahaan brokernya prosesingnya pakai STP atau tidak pakai STP, tetap saja yang namanya forex broker ya harus ada izin! Bukan semata-mata perusahaan broker pakai STP lalu dikecualikan dan imunitas dari izin-izin yang berlaku di dunia forex broker. Tentu jawaban seperti ini tidak masuk akal. (silahkan google sendiri bila anda ingin pelajari lebih jauh tentang STP straight through processing). Ada juga leader dari MIA yang menjawab: karena FintechFX adalah STP, izinnya beda lagi, jenis izin broker ada beberapa macam ---> benarkah begitu? bolehkah share ke kami untuk kami teliti izin berbeda yang dimaksud tersebut? Sebab dari ASIC Search dengan memasukkan nomor FintechFX : 493603 , bisa dilihat bahwa tidak ada indikasi yang menyebutkan bahwa FintechFX diperkenankan bertindak sebagai STP ataupun Forex Broker (lihat screenshot diatas)
B. Perihal klaim FintechFx bahwa mereka terdaftar di NFA
Ternyata klaim ini juga tidak sepenuhnya benar. Silahkan lihat gambar pertama dan kedua dari kiri, disana ditunjukkan screenshot izin NFA untuk perusahaan forex broker yang legitimate. Begitu juga gambar ketiga menunjukkan screenshot izin NFA untuk perusahaan CPO/CTA. Sementara gambar keempat yang punya FintechFx, bila diteliti screenshot izin NFA nya, bisa disimpulkan bahwa:
Anda ragu jangan-jangan gambar diatas itu adalah rekayasa photoshop? Well, sayangnya tidak. Silahkan masuk lansung ke website NFA dan buka link dibawah ini dan buktikan sendiri:
Bahkan silahkan anda lihat respons email dari salah satu member yang bertanya lansung ke NFA untuk konfirmasi tentang status FintechFx, jawabannya cukup mencengangkan:
--------
Selain itu silahkan anda lupakan cerita bahwa bila kita deposit dana di FintechFx itu dana kita akan diletakkan di segregrated account. Toh izin ASIC dan NFAnya saja tidak tuntas kok..... Jadi kewajiban untuk segregrated account pun hanya sekedar omongan belaka, suka-suka perusahaannya bila ingin dijalankan atau tidak. Beda halnya kalau memang si broker terdaftar tuntas di ASIC dan NFA, nah itu baru boleh kita claim bahwa mereka selalu pakai sistem segregrated account.
Sebelum kita menjawab hal tersebut, mari kita bertanya lebih lanjut:
Lalu pertimbangkan juga posisi anda dari kacamata kontrak bisnis internasional, sebenarnya bila dikaji sangatlah lemah:
FintechFx dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan My Group Fintech Co Pty Ltd yang beralamat di St Vincent and the Grenadines. Sebagaimana yang sudah ditekankan berkali-kalai sebelumnya - pemerintahan St Vincent dan Grenadines tidak memiliki kerangka dasar peraturan apapun terkait trading forex. FintechFx memang menunjukkan nomor NFA dan nomor ID untuk ASIC. Namun sayangnya FintechFx tidak berada dibawah naungan peraturan pihak berwenang Australia, ataupun pihak berwenang Amerika Serikat, melainkan FintechFx hanya sekedar terdaftar pada kedua lembaga tersebut dalam upaya menyesatkan pemikian para konsumen. Tidak adanya regulasi yang mengikat ini dapat membuka pintu resiko yang signifikan bagi para klien.
Narasumber: https://theforexreview.com/2018/08/20/fintechfx-review/
FintechFX is owned and operated by the company My Group Fintech Co Pty Ltd which has a contact address in St. Vincent and the Grenadines. As has been underlined many times – the government of St. Vincent and the Grenadines does not include forex trading into its regulatory framework. The broker does give an NFA number and an id number for the Australian Securities and Investment Commission. However, FintechFX is not regulated by the Australian authorities, nor the American, it is simply registered with them and attempts to mislead visitors of the website into thinking otherwise. The lack of regulation opens potential clients of the brokerage to a number of risks
A. Mari kita mulai dengan pertanyaan, siapa Boss dari MIA?
Boss dari MIA ini sebenarnya aslinya dari Malaysia ataupun Singapore, beliau menyebut dirinya Jensen Choong. Namun terdapat kejanggalan yang ditemukan
Gambar paling kiri adalah nama yang bisa anda lihat bila login ke website MIA ataupun membaca company profile MIA. Sementara gambar paling nama adalah banner yang dipasang MIA sendiri ketika Launching ceremony di Bali tahun 2017. Wow, nama Jensen Choong lalu berubah nama menjadi Beckham Choong.
Luar biasa bukan? Kalau sekedar saya cetak/salah tulis saya rasa hampir tidak mungkin ya. Jadi patut kita pertanyakan juga, jangan-jangan Jensen ataupun Beckham sama-sama nama palsu. Ini sudah sinyal lampu merah, sebab dulu investasi bodong financial.org pun hampir serupa modus bossnya, ganti-ganti kulit juga, ini sudah ciri khas penipu, ada yang tidak beres.
B. Kejanggalan-kejanggalan di website MIA
Anda pernah mengunjungi website resmi MIA? Bila belum, silahkan coba kunjungi https://www.mia491.com/
Bila anda cukup sering menghadapi scammers di dunia maya, anda dapat melihat suatu ciri-ciri yang serupa yaitu:
C. Kejanggalan-kejanggalan di website FintechFx
Sekilas bila anda kunjungi website https://fintechfx.com/ kelihatannya lebih proffesional dibandingkan website MIA, namun tetap dapat dilihat kejanggalan sebagai berikut:
Alexa Rank adalah sebuah situs yang beralamat di www.alexa.com yang menyediakan fasilitas informasi tentang rangking/peringkat suatu situs, yang didasarkan pada jumlah trafik pengunjung yang masuk ke situs tersebut.
Dari hasil pengecekan Alexa pada situs fintechfx.com https://www.alexa.com/siteinfo/fintechfx.com , dapat dilihat bahwa pengunjung utama FintechFX.com BUKANLAH dari Australia sendiri, melainkan adalah dari Indonesia, Singapore dan Malaysia. Dan mayoritas besar pengunjung dari FintechFX berasal dari MIA. Hal ini tentu saja merupakan suatu hal yang kurang wajar dan patut pertanyakan.
Ada yang berteori juga bahwa karena FintechFX 'terdaftar' di ASIC Australia, maka dari FintechFx memang sengaja tidak jalan di Australia karena takut terjaring hukum disana apa bila menipu warga negara Australia. Sementara kalau yg dilarikan FintechFX adalah uang orang dari negara lain diluar Australia, pemerintah Australia juga tidak akan ambil pusing.
D. FintechFX dan MIA491 sama-sama beranjak dari tahun 2017
Perhatikan kedua gambar dibawah ini
Dapat dilihat bahwa website mia491.com barulah dibuat Februari tahun 2017 lalu. Sementara untuk FintechFx, perizinan-perizinan yang dicantum adalah perizinan yang didapat tahun 2017 juga dan FintechFx sendiri juga berdirinya di tahun 2017
Apakah suatu kebetulan keduanya sama-sama beranjak dari tahun 2017?
MIA FintechFx terindikasi melakukan fake trading, berikut 3 narasumber yang menjelaskan secara rinci:
A. SISTEM PENGATURAN HARGA RUNNING DI PERUSAHAAN BROKER SENDIRI
(Terima kasih banyak untuk narasumber brokerforex.com yang menjelaskannya sebagai berikut)
KUNCINYA ITU SEBENARNYA KARENA PENGATURAN HARGA RUNNING PADA OBJECT FOREX ATAU EMASNYA DI DALAM PERUSAHAAN BROKERNYA DIA SENDIRI YAITU FINTECHFX.
Berikut ilustrasi cara kerjanya MIA/Fintechfx ini kenapa kok bisa terlihat profit konsisten dan dahsyat seperti itu :
CATATAN: kalau tidak bisa membuka untuk melihat web myfxbook diatas, silahkan gunakan VPN dari hotspotshield.com atau dengan browser TOR di torproject.org untuk membukanya.
Walaupun dipantau di Metatrader pasti juga akan terlihat seperti sungguhan terjadi, padahal itu abal-abal semua pergerakannya kalau kita teliti dengan mengkomparasi pada market yang sebenarnya.
Tapi orang awam yang tidak paham maka pasti akan terkesima, wow ini menang terus loh, konsisten… hebat…
Selain itu, angka profit atau lossnya toh juga di dalam bandar dia sendiri, bukan dilempar ke market betulan loh itu, jadi nggak ada masalah mau menang atau kalah itu hanya angka di dalam perusahaan dia sendiri yang bisa diutak atik sendiri seenak jidatnya.
nah dari sanalah permainannya si MIA dan Fintechfx ini yang kenapa kok terlihat dia bisa menang terus segitu banyak.
Lain ceritanya kalau dia juga trade di broker lain yang Populer untuk komparasi, misalnya trade juga di fxcm, fxdd, saxobank, fxopen, dan sebaginya yang diluar broker dia (di luar kandangnya). Dan kalau memang bisa profit konsisten di broker2 yang populer itu maka barulah kita boleh percaya.
B. POINT TRANSAKSI BERADA DILUAR CANDLE/CHART (Perspektif 1)
Selain itu, terdapat juga indikasi lain dari forum lain yang menyimpulkan bahwa trading yang terjadi di FintechFx adalah trading palsu. Untuk informasi lengkapnya coba baca DISINI
This is a sample of FAKE TRADING in FintechFX by MIA-James Harrison copy trading .. All Member of MIA should see the same information in your Fintech MT4
Example one:
* 2018.08.16 10:45:18 SELL XAU/USD at 1177.58
But the candle in M1 is : Open: 1177.39 High: 1177.50 Low: 1177.26 Close: 1177.26
Example two:
* 2018.08.03 12:17:33 BUY XAU/USD at 1207.94 sell at 1209.91 (2018.08.03 14:11:48)
M1 Candle (2018.08.03 14:11) is : Open: 1209.23 High: 1209.89 Low: 1209.09 Close: 1209.87
* FintechFX use bid-price as data for candle/chart
* If you want to analyze, you should find many of “SELL” point are out of chart / candle
for buy op -> see the end of trade/sell,
for sell op -> see the start of trade
sell point SHOULD NOT BE OUT OF CHART/CANDLE, buy point can be out of chart / candle because of spread.
C. POINT TRANSAKSI BERADA DILUAR CANDLE/CHART (Perspektif 2)
Silahkan baca selengkapnya untuk informasinya DISINI
Cara liat fake trading:
Kelihatan bahwa posisi sell (akhir dari posisi buy) di jam 10:03 yaitu 1205.56 diluar candle high (1205.45) . Untuk posisi buy tidak apa2 di luar chart, karena ada spread.
Ini salah satu fake trading di Fintechfx, kalau liat di history fintechfx hasil trading agustus, itu bisa nemu > 10 fake trading, artinya selain license FintechFX sebagai Forex Broker abal-abal, JH dan FintechFX cuma trading bohong-bohongan, cuma entry di server mereka sendiri, tapi tidak dilempar ke pasar. Artinya profit2 yang selama ini dibagi adalah dari duit member, jadi kalau tanpa member baru artinya ketahanan membayar profit +- 10 bulan.
Bisa jadi begitu. Mari kita pikirkan bersama.
Coba perhatikan sistem deposit dana USD kita ke sistem MIA FintechFx. Pertama-tama kita beli USD dari si 'money changer', lalu dana USD tersebut ditransfer dahulu ke MIA. Dari MIA setelah dana USD tersebut masuk, barulah diconvert jadi register point, setelah itu dari panel MIA kita place register point itu ke account Fintechfx sehingga nantinya di saldo Fintechfx kita muncul senilai register point itu. Dengan kata lain, ketika kita deposit, dari MIA secara tidak lansung punya akses untuk mengubah/mempengaruhi database nilai saldo di FintechFX. Kalau untuk deposit, MIA bisa ubah/mempengaruhi database Fintechfx, berarti secara teori untuk withdraw juga bisa dilakukan hal yang sama
Lalu lucunya lagi, ketika anda hendak mendaftarkan member baru / downline anda untuk akun FintechFx dan MIA mereka, anda akan menemukan bahwa username dan password pada akun FintechFx dan MIA haruslah sama (lihat gambar dibawah ini). Dengan demikian barulah profit mingguan bisa ditarik secara otomatis dari FintechFx ke MIA. ---> SILAHKAN BUKTIKAN
Jadi kalau username dan passwordnya diharuskan sama antara FintechFx dan MIA, berarti sangat terbuka kemungkinan manipulasi ataupun tindakan-tindakan yang tidak diinginkan yang bisa dilakukan FintechFx dan MIA terhadap satu sama lain.
Selain itu, pernahkah anda mencoba mengirimkan dana lansung ke FintechFX? Informasi yang kami dapatkan, bila dana dikirimkan ke FintechFX, dana memang akan tetap masuk ke akun FintechFX, namun begitu masuk akan otomatis masuk ke sistem MIA - FintechFX. Hal ini tentu aneh dan kurang wajar, apakah FintechFX hanya semata-mata melayani MIA saja? Perihal hal ini perlu diselidiki dan dibuktikan lebih lanjut, namun lets keep an open mind
Memang secara teoritis kita bisa menarik (withdraw) dana kita yang ada di FintechFX ataupun di MIA kapanpun kita mau. Namun, coba kita tanyakan secara realistis. Apakah ada yang melakukannya? Jawabannya, cukup jarang.
Sebab perlu diingat, bahwa setiap kali withdraw di FintechFx kita ada dikenakan biaya 3%. Begitu juga nanti setelah withdraw dari FintechFx kalau kita mau deposit lagi ke MIA / FintechFx, kena lagi 3%.
Jadi pilihan paling praktis untuk para investor yang duitnya sudah masuk ke MIA / Fintechfx ya dibiarkan saja dananya tumbuh. Rencana awalnya adalah nantinya kalau dananya sudah agak besar barulah ditarik dan dicairkan ke mata uang fiat. Well, rencana awalnya sih memang begitu, cuman mau invest dananya di MIA / FintechFx untuk beberapa bulan saja, tapi tanpa terasa setelah beberapa bulan ternyata profitnya sudah lumayan, dan kita sebagai investor sudah di zona nyaman kita dan terbuai oleh kerakusan kita. Daripada harus repot-repot lagi lakukan proses withdrawal ke rekening kita di Indonesia plus kena potong 3% ketika withdraw, ya mending dibiarkan saja dananya tumbuh disana toh profit konsisten terus setiap bulannya.
Kalaupun mau ditarik pun biasanya yang ditarik investor hanya sekedar profitnya saja buat keperluan pribadi, ataupun hanya menarik dana pokok sebagian untuk keperluan tertentu, tapi kalau menarik dana pokok sampai habis semua, itu kasus yang sangat jarang, kecuali kalau si investor memang rencana mau keluar dari MIA dan FintechFX. Bisa dikatakan secara rata-rata, sebagian besar dana yg disetorkan ke MIA dan FintechFx masih berada disana untuk 'ditumbuhkan'.
Nah itulah trik psikologis yang perlu diperhatikan. Memang sah-sah saja memungut biaya withdrawal 3%, toh dibroker-broker lain juga pada umumnya memungut fee untuk withdrawal ke fiat. Namun itu juga yang merupakan trik psikologis yang bisa digunakan perusahaan money game agar dana dari member sebelumnya bisa dioper ke member baru. Selama sebagian besar dana pokok yg disetorkan ke perusahaan masih berada disana dan tidak ditarik semuanya secara massif dan bersamaan, ya bakal aman-aman saja money gamenya itu. Bakal ada dana yang cukup untuk bagi ke member baru sebagai profit, sampai pada akhirnya money game tersebut tumbang.
Satu-satunya cara bagi MIA untuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali bukan money game adalah memberikan audited financial report dan menyampaikannya ke publik. Dengan demikian asset, cashflow (arus kas), dan dana direkening perusahaan MIA bisa diketahui asal usul, pergerakan dan bahkan dilacak keberadaannya (apakah benar ada dananya atau hanya angka dikertas saja). Apakah benar MIA ini bisnis murni ataukah MIA ini ternyata money game, hanya dengan audited financial report oleh perusahaan auditor ternama seperti PWC dkk yang bisa membuktikannya
Update 2018 Sept:
Coba perhatikan pengumuman ini yang baru-baru ini muncul (dari akhir Aug 18), di satu sisi, dapat dilihat ini bisa jadi salah satu upaya MIA dan FintechFx untuk menahan dana para investor agar tidak diwithdraw terlalu banyak
Di sisi lain, para pembela MIA dan FintechFx akan mengatakan hal ini diperlukan karena untuk membagi profit yang lebih besar, perlu komitment pool dana yang lebih besar, dan hal ini lazim dilakukan didunia perbankan resmi, dimana bila dana kita lock-up dibank, bunga yang diberikan bisa lebih besar
Anda sendiri lebih percaya yang mana?
Ada juga yang menyimpulkan pada money game, semakin lama, return imbal hasil yang diberikan akan semakin kecil dibandingkan dulu. Hal ini sebenarnya karena semakin membesar bola salju ponzinya sehingga semakin berat membayar profit imbal hasil money game ke para membernya, dan ini artinya juga rambu-rambu semakin berbahaya sebenarnya, apalagi kalau ditambah promo-promo bonus baru (lihat promo MIA diatas dan program promo JHE), itu artinya dia butuh dana fresh yang lebih banyak atau mau siap-siap untuk membawa kabur. (ini biasanya ciri-ciri money game yang akan kolaps). Terlepas benar tidaknya, anda perlu semakin waspada bila semakin menarik promo-promo yang ditawarkan oleh MIA.
A. Kalau memang sistem MIA bisa profit konsisten 10% per bulan, mengapa para founder MIA tidak lansung minjam rp500M atau sekian trilyun dari bank, lalu puter dananya di MIA dan dapat profit 10% per bulan? Kl memang bisa seperti itu dalam hitungan kurang dari 3-5 tahun mereka bisa jadi trilyuner mengalahkan Bill Gates ataupun Jeff Bezos. Dan bahkan sama sekali tidak bakal perlu lagi dana dari investor-investor teri seperti kita ataupun bagi hasil dengan kita.
Pertanyaan diatas cukup jelas dan merupakan logika berpikir yang valid. Silahkan representatif dari pihak MIA meng-address dan menjawab isu ini. Salah satu jawaban yang masuk akal adalah karena MIA - FintechFx memiliki cacat dalam legalitasnya / operasionalnya / laporan keuangannya sehingga hal tersebut tidak memungkinkan, sebab yang namanya Bank tidak dapat dibohongi.
B. Kalau memang sistem MIA bisa profit konsisten 10% per bulan, mengapa sih MIA - FintechFx tidak kerjasama dengan institutional investors, seperti hedge fund, mutual fund, dll? Bukannya begitu, MIA - FintechFx malah sibuk mencari dana kelas teri dari investor-investor kecil seperti kita, sudah lambat, kecil, slow to grow, banyak rekcok lagi! MIA FintechFx ada punya tidak seorangpun institutional investors?
Pemikian seperti itu betul banget dan patut kita pertanyakan. Kalau kita jadi pemilik MIA-FintechFx dan tujuan utama organisasi kita adalah untuk menggalang dana sebesar-besarnya agar profit juga sebesar-besarnya, maka buat apa kita mengincar remah-remah dana dari investor-investor kecil? Mengapa tidak lansung tembak saja ke institutional investors yang megang dana puluhan milyar rupiah sampai ratusan milyar rupiah? Toh kita kan mengaku bahwa platform dan business model kita legitimate dan bersih kan? Bahkan lebih lanjut, perlu dipertanyakan juga, MIA FintechFx ada punya tidak seorangpun institutional investors? Atau jangan-jangan 100% dana dari investor-investor pribadi semua?
Perihal ini silahkan representatif dari pihak MIA menjawabnya. Tapi dari pemikiran saya, bisa jadi dikarenakan MIA FintechFx perizinannya tidak clear and clean / business modelnya tidak legit / laporan keuangannya cacat, sehingga sangat tidak memungkinkan untuk meneken perjanjian kerjasama hitam diatas putih dengan entitas pihak ketiga, apalagi dengan institutional investors yang sangat jeli dan lihai.
Lalu bayangkan juga, kalau ternyata MIA FintechFx memang scam/money game, maka mereka tentu akan kelimpungan bila harus berhadapan dengan institutional investors, bisa dikejar-kejar tuh sampai ujung dunia baik oleh lawyernya maupun lewat litigasi internasional. Tapi kalau galang dananya dari investor-investor kecil seperti kita, ya relatif cukup aman, tidak bakal dikejar-kejar sebegitu parahnya, paling ujung-ujungnya investor-investor kecil ini akan merujuk ke badan perlindungan konsumen dan tidak bisa berbuat banyak.
Lihat video launching ceremony MIA tgl 12 Agustus 2017 lalu. Wah megah sekali ya dokumentasinya. Perusahaan MIA pasti bayar tim dokumentasi dengan mahalnya untuk dapat hasil yang demikian bagusnya
Namun apakah anda tidak memperhatikan suatu hal yang menjanggal? Mana awak medianya? Mana pers dan liputan-liputannya? Kok dari Aug 2017 lalu sampai saat ini masih belum ada masuk berita ke stasiun tv atau koran apapun sama sekali?
Perusahaan lain pada umumnya, seperti perusahaan property, perusahaan MLM, asuransi, dll,. bila mengadakan acara begitu megahnya, apalagi yang namanya grand launching, pasti bakal mengundang (bahkan jika perlu membayar/menyogok) para wartawan untuk meliput event itu dan memasukkannya ke semua media massa agar exposurenya besar sekali. Bukan hanya itu, perusahaan lain pada umumnya bisa sampai mengadakan event khusus untuk press conference dengan para wartawan dan media massa.
Sementara MIA ini sangat bertolak belakang, seakan-akan menyembunyikan diri dari liputan media massa dan mau bersifat rahasia. Alasannya apa? Ya selama belum ada jawaban konkrit yang diberikan, saya hanya bisa berasumsi bahwa secara psikologis, ada sesuatu yang ditutup-tutupi, ataupun ada sesuatu yang tidak beres yang harus dirahasiakan.
1. Transfer dana ke Fintechfx adalah melalui pengepul-pengepul perorangan yang mana tentunya ini aneh sekali (berdalih itu adalah money changer, tetapi tidak memiliki izin sebagai money changer alias ilegal). Penarikan dananya pun juga dikirim dari pengepul-pengepul itu tadi yang terdiri dari banyak nama.
2. Bila MIA/FintechFx ini money game, ada kemungkinan cara akhir mainnya nanti adalah James Harrison kalah trading, jadi mereka akan menyalahkan dan mengkambinghitamkan James Harrison. Ataupun bisa juga cuci tangan dengan menciptakan koin crypto baru seperti halnya financial.org dengan cryptonya yang bernama FOIN, lalu kemudian koin crypto tersebut jatuh harganya atau stagnan tidak bisa dijual. (untuk informasi, MIA sendiri sudah dalam program pengembangan crypto, jadi bisa jadi mengarahnya kesana)